cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 3 (2016)" : 7 Documents clear
Technical Evaluation of Leaves Composting in UPT Kompos Universitas Brawijaya Muktiningsih, Satwika Desantina; Wirosoedarmo, Ruslan; Sutan haji, Alexander Tunggul; Anugroho, Fajri; Sulianto, Akhmad Adi; Lusiana, Novia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.871 KB)

Abstract

Besarnya kandungan sampah daun pada sampah yang dihasilkan di lingkungan UB memberikan peluang penanganan dengan pengomposan sebagai salah satu upaya daur ulang.   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknis pengomposan sampah daun eksisting yang dilakukan di UPT Kompos UB dan menentukan karakteristik teknis yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan proses pengomposan. Metode penelitian yang dilakukan berdasarkan perlakuan eksisting di UPT. Kompos UB yaitu tumpukan sampah daun umur 2 - 3 bulan yang telah dilembabkan dengan perbedaan bahan campuran meliputi tetes tebu 10 mL dan EM4 20 mL (P1) serta tetes tebu 2 L dan fastdec 1 L/ton tumpukan (P2). Karakteristik pengujian diamati pada selama proses pengomposan dan produk kompos yaitu reduksi berat, pH, kadar air, rasio C/N, kadar P, kadar K dan suhu. Proses pengomposan sampah organik yang dilakukan di UPT. Kompos UB terdiri dari penumpukan sampah daun hingga 2 – 3 bulan, pencacahan, fermentasi, pengayakan dan pengemasan kompos. Lama proses pengomposan yang diperlukan di UPT. Kompos UB adalah 2,5 – 4 bulan. Karakteristik awal pengomposan yang belum sesuai untuk mencapai kondisi optimum adalah kadar air yaitu 4,7 % dan perbandingan C/N sebesar 17,3, sedangkan karakteristik akhir pematangan kompos yang belum memenuhi standar SNI adalah K yaitu 0,0032 % dan rasio C/N sebesar 9,33.
Design of a Secondary Packaging for Chicken Eggs Race Long Distance Transportation using Quality Function Deployment Method (Case Study in Sugiarto Farm Company) Violetasari, Putri Intan; Hidayat, Nur; Sucipto, Sucipto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.01 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merancang desain visual kemasan sekunder transportasi telur ayam ras yang lebih tepat dan lebih baik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil yang dicapai adalah terdapat enam atribut yang dianggap penting oleh perusahaan dan dapat digunakan untuk mengukur kualitas produk kemasan sekunder transportasi jarak jauh yaitu ketahanan, desain, distribusi, ukuran kemasan, praktis dan biaya. Prioritas respon teknis paling tinggi adalah dapat ditumpuk dengan bobot sebesar 188,46. Prioritas teknis tertinggi kedua adalah standar dimensi dengan bobot respon teknis sebesar 118,43. Prioritas respon teknis tertinggi ketiga adalah atribut harga terjangkau dengan bobot sebesar 118,04. Kemasan sekunder telur ayam ras berbahan kayu lebih kuat dari kemasan berbahan kertas yang selama ini digunakan mengemas saat distribusi. Kemasan sekunder berbahan kayu lebih melindungi produk yang dikemas, kemasan tidak mudah berubah bentuk. 
Malondialdehyde (MDA) and Cholesterol in Quail Eggs With Feed Addition Pegagan Flour (Centella asiatika) Nurfianti, Arina; Tribudi, Yuli Arif
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.008 KB)

Abstract

Telur puyuh merupakan jenis telur dengan kadar kolesterol tertinggi kedua setelah telur bebek. Telur puyuh memiliki kadar kolesterol dua kali lebih tinggi (844 mg/dl) dibanding telur ayam (423 mg/dl) namun kandungan gizi yang lebih baik daripada susu sapi segar. Telur puyuh banyak diminati karena terjangkau secara ekonomi dan tampilan yang unik.Antioksidan dari kuning telur dapat dilihat dari kadarMalondialdehida (MDA) atau penanda indikator radikal bebas. Antioksidan dalam telur puyuh dapat mengurangi efek oksidasi kolesterol dalam darah yang berpengaruh pada penyempitan arteri.Ekstrak daun pegagan (Centella asiatika) ditambahkan pada tepung pakan burung puyuh.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas pakan tambahan tepung pegagan burung puyuh terhadap penurunan nilai MDA dan kolesterol produk telur.Dua ratus burung puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) betina terbagi dalam 4 kelompok diberi intervensi pakan dengan tambahan tepung pegagan selama 3 bulan. Berdasarkan analisis ANOVA pada kuning telur puyuh didapatkan bahwa kelompok puyuh yang diberi pakan dan tepung daun pegagan 1.5 % menunjukkan penurunan kadar MDA (1.77± 0.22 µg/mL) dan kolesterol (19.26±1.49mg/dl) dibandingkan kelompok lainnya dengan kadar tepung pegagan yang lebih rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa tepung daun pegagan mampu menurunkan nilai MDA dan kolesterol pada telur puyuh sehingga berimplikasi pada peningkatan kadar antioksidan
Functional Properties of Pre-gelatinization Red Glutinous Rice Muchlisyiyah, Jhauharotul; Prasmita, Hera Sisca; Estiasih, Teti; Laeliocattleya, Rosalina Ariesta
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.535 KB)

Abstract

Ketan merah berasal dari daerah Pacitan, Jawa Timur. Ketan merah  biasa digunakan sebagai tetel ketan merah, tape ketan merah, rengginang atau sekedar direbus dan ditaburi kelapa parut. Ketan merah memiliki keunggulan memiliki senyawa fenol yang tinggi. Kelemahannya, ketan merah memiliki sifat yang sulit mengembang di dalam air dingin. Pragelatinisasi ditujukan untuk memperbaiki sifat fungsional dari ketan merah. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Masing-masing faktor terdiri dari tiga level yaitu untuk faktor suhu pemanasan 50oC, 60oC dan 70oC. Faktor yang kedua yaitu lama pemanasan 5 menit, 7,5 menit, dan 10 menit. Masing-masing satuan percobaan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pragelatinisasi dapat memperbaiki nilai daya serap air, indeks kelarutan, kemampuan mengembang (swelling properties), dan nilai total fenol dari tepung ketan merah.Ketan merah berasal dari daerah Pacitan, Jawa Timur. Ketan merah  biasa digunakan se-bagai tetel ketan merah, tape ketan merah, rengginang, atau ketan rebus dengan taburan kelapa parut. Ketan merah memiliki keunggulan memiliki senyawa fenol yang tinggi. Kelemahannya, ketan merah memiliki sifat yang sulit mengembang di dalam air dingin. Pragelatinisasi ditujukan untuk memperbaiki sifat fungsional dari ketan merah. Penelitian ini menggunakan metode ek-sperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Masing-masing faktor terdiri dari tiga level yaitu untuk faktor suhu pemanasan 50 °C, 60 °C, dan 70 °C. Faktor yang kedua yaitu lama pemanasan 5 menit, 7.5 menit, dan 10 menit. Masing-masing satuan percobaan dilakukan tiga kali ulangan. Perlakuan terbaik dari tepung ketan merah pragelatinisasi dida-patkan dengan pemanasan pada suhu 60 °C selama 10 menit dengan karakteristik daya serap air sebesar 2.45 g/g, daya serap minyak 2.02 g/g, swelling poperties 2.39 g/g, indeks kelarutan 0.0050%, serta total fenol 624.86 mg GAE /100 g
The Effect of Seed Density on Nursery Media to Rice Transplanter Type Crown Indo Jarwo IHT 20-40 Performance. Prasetyo, Joko; Djoyowasito, Gunomo; Tembang, Lazuardy; Purnomo, Dwi; Sutan, Sandra Malin
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.574 KB)

Abstract

Inovasi dan penggunaan teknologi rice transplanter berpeluang untuk mempercepat waktu tanam bibit padi serta mengatasi kelangkaan tenaga kerja tanam bibit padi. Pola tanam dengan produktifitas tinggi yaitu jajar legowo, untuk pola tersebut digunakan rice transplanter tipe indo jarwo. Kepadatan benih pada media persemian (dapok) yang optimal dibutuhkan untuk mendapatkan hasil panen yang baik, dan kesesuaian terhadap pengoperasian rice transplanter. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan dan analisis pengaruh perbedaan kepadatan benih pada media persemaian dapok. Kepadatan yang digunakan yaitu 60 gram, 70 gram, dan 80 gram pada luas tiap dapok 1044 cm2. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan kepadatan benih pada media persemaian dan pengulangan sebanyak 3 kali. Keragaman perlakuan dianalisis menggunakan analisis varians pada taraf uji F 5% dan 1%. Perbedaan rata-rata perlakuan diuji mengunakan beda nyata terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian didapatkan kepadatan benih pada media persemaian berpengaruh terhadap jumlah pengeluaran bibit per lubang, namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan persemaian padi, kerusakan bibit, jarak tanam, kecepatan penanaman, dan efisiensi.
Production and Identification of Antimicrobial Compounds from Microalgae Tetraselmis chuii with Ultrasound Assisted Extraction Method (Study Type of Solvent and Total Cycle Extraction) Maligan, Jaya Mahar; Adhianata, Heni; Zubaidah, Elok
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.501 KB)

Abstract

Pada ekosistem air, mikroalga merupakan penghasil alami energi dan senyawa metabolit potensial. Mikroalga ekstraseluler memiliki fungsi sebagai penghambat dan memicu pertumbuhan senyawa. Tetraselmis chuii memiliki komponen bioaktif seperti asam lemak dan ester yang digunakan sebagai agen antibakteri. Antimikroba adalah senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Proses ekstraksi dipengaruhi oleh metode ekstraksi, berbagai pelarut, dan kondisi ekstraksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan berbagai pelarut dan ekstraksi siklus total terhadap hasil ekstrak Tetraselmis chuii, mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak Tetraselmis chuii terhadap S. aureus, E. coli, A. flavus dan C. Albicans, dan mengidentifikasi senyawa bioaktif ekstrak Tetraselmis chuii yang bertindak sebagai agen antimikroba dengan menggunakan metode GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi dihasilkan dari pelarut aseton pada 3 siklus ekstraksi, yaitu sebesar 35.19%. Uji aktivitas antimikroba terbaik menghasilkan ekstrak dari pelarut kloroform dengan ekstraksi 3 siklus dengan diameter zona hambatan 16.43 mm pada S.aureus, 16.07 mm pada E. coli, 15.46 mm di C. albicans, dan 15.8 mm di A.flavus. Senyawa bioaktif dari ekstrak Tetraselmis chuii berpotensi sebagai senyawa antimikroba, termasuk asam lemak, ester, alkohol, keton, benzene, dan alkana.
Production Process Analysis of Baby Java’s Orange Syrup in Pilot Plant Scale Wijana, Susinggih; Citraresmi, Ardaneswari Dyah Pitaloka; Dewanti, Beauty S. Diah; Pranowo, Dodyk; Perdani, Claudia Gadizza; Rahmah, Nur Lailatur
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.101 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi produksi sirup jeruk baby java pada skala pilot plant. Jeruk baby java merupakan salah satu varietas jeruk yang cocok sebagai bahan pembuatan minuman. Buah ini memiliki rasa manis, vitamin C 48% dan kadar air 80-90%. Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, masih memiliki 25% total jeruk hasil panen yang tidak bisa terjual karena subgrade. Salah satu diversifikasi pengolahan kualitas subgrade adalah produksi sirup. Produksi skala pilot plant merupakan tahapan pengolahan sirup untuk mendapatkan data tentang neraca massa proses produksi, rendemen, dan stabilitas mutu fisik, kimia, organoleptik yang kemudian dapat digunakan pada impelementasi skala industri. Proses produksi sirup jeruk baby java skala pilot plant ini membutuhkan jeruk 73,51 kg yang menghasilkan sari buah 32,12 kg. Konsentrasi bahan tambahan yang digunakan adalah fruktosa 100% dari 25 liter sari buah (32,12 kg), sukrosa 50%, asam sitrat 2% dan CMC 1%. Proses produksi dibagi kedalam tiga stasiun, yaitu stasiun preparasi, stasiun ekstraksi, dan stasiun pemasakan. Produk kemudian di uji stabilitasnya menggunakan sampel pembanding, yaitu produk komersial. Produksi sirup skala Pilot plant dengan kapasitas bahan baku sari buah 25 liter membutuhkan waktu produksi selama 1.042 menit. Pemasakan sari buah dengan suhu 80oC membuat bahan menerima panas selama 95 menit. Produk yang dihasilkan merupakan sirup dengan pH 3,43, zat padat terlarut 55,1oBrix, viskositas 29 cP, total gula 54,46% dan vitamin C 0,23%. Rendemen yang dihasilkan sebanyak 79,63%. Berdasarkan hasil uji organoleptik, sirup jeruk baby java skala pilot plant tidak memiliki perbedaan yang nyata terhadap parameter warna sirup, rasa sirup dan pengenceran, serta aroma sirup produk komersial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue