cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
KARAKTERISTIK BISKUIT BERBASIS TEPUNG UBI JALAR ORANYE (IPOMOEA BATATAS L.), TEPUNG JAGUNG (ZEA MAYS) FERMENTASI, DAN KONSENTRASI KUNING TELUR Widyastuti, Endrika; Claudia, Ricca; Estiasih, Teti; Ningtyas, Dian Widya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.01 KB)

Abstract

Biskuit merupakan salah satu produk olahan pangan yang memiliki tekstur renyah dimana kebanyakan dibuat dari bahan baku tepung terigu. Salah satu potensi bahan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu adalah ubi jalar oranye dan jagung. Kedua tanaman ini mengandung karbohidrat yang tinggi serta gizi yang cukup baik sebagai bahan baku pembuatan biskuit. Kelemahan jagung sebagai bahan pembuatan biskuit yaitu adanya anti nutrisi berupa asam fitat sehingga perlu dilakukan proses pendahuluan yaitu fermentasi. Bahan tambahan yang digunakan dalam membantu memperbaiki tekstur biskuit adalah kuning telur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proporsi pembuatan biskuit mengunakan tepung ubi jalar oranye, jagung fermentasi dan kuning telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah proporsi tepung ubi jalar : tepung jagung (50:50%, 70:30%, 90:10%) dan faktor II konsentrasi kuning telur (3, 6, dan 9%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Penambahan konsentrasi kuning telur menunjukkan peningkatan pada kadar air, lemak dan protein. Sedangkan, pada rerata kadar pati dan serat kasar akan menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi kuning telur. Perlakuan terbaik secara fisik kimia diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 70 : 30 dan konsentrasi kuning telur 9%. Sedangkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 50 : 50 dan konsentrasi kuning telur 3%. Faktor proporsi tepung ubi jalar oranye dan tepung jagung fermentasi serta konsentrasi kuning telur berpengaruh nyata (? = 5%) terhadap kadar protein, air, serat kasar, lemak, daya patah, pati, kecerahan serta kekuningan biskuit.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LEATHER DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA DAN FUZZY FMEA (STUDI KASUS DI SUMBER REJEKI) Roesmasari, Rindha Ayu; Santoso, Imam; Sucipto, Sucipto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.541 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.5

Abstract

Kegagalan produk mengandung unsur ketidakpastian yang disebabkan selama proses produksi berlangsung. Metode Lean Six Sigma diharapkan mampu mengidentifikasi waste yang terjadi pada proses produksi dan mendapatkan kategori waste yang berpengaruh pada kualitas kulit samak. Metode FMEA diintegrasikan dengan metode fuzzy untuk mendapatkan prioritas tindakan perbaikan yang lebih baik. Terdapat 8 jenis cacat kulit samak dan 4 jenis cacat prioritas, sekaligus menjadi CTQ yaitu open grain, snei, fish eyes, dan cracking. Metode FMEA menghasilkan nilai RPN tertinggi yaitu open grain dengan nilai 576 dan nilai RPN tertinggi kedua 448 dari jenis cacat fish eyes. Jenis cacat cracking juga memiliki nilai RPN sebesar 448. Fuzzy dapat mengeliminasi nilai RPN yang sama dan menentukan tindakan perbaikan prioritas
STUDI STABILITAS MUTU SUSU SEGAR SELAMA PENGANGKUTAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH YANG LAYAK SECARA TEKNIS DAN FINANSIAL (KAJIAN SUHU DAN LAMA WAKTU PENDINGINAN) Sutrisno, Dwi Agus; Kumalaningsih, Sri; Mulyadi, Arie Febrianto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.829 KB)

Abstract

Susu merupakan media pertumbuhan yang sangat baik bagi bakteri dan dapat menjadi sarana potensial bagi penyebaran bakteri patogen dan bakteri pembusuk yang mudah tercemar ketika penanganannya tidak memperhatikan kebersihan. Pendinginan susu bertujuan agar terjadi penurunan suhu untuk menahan mikroba perusak agar tidak berkembang, sehingga susu tidak mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat. Suhu rendah untuk pengangkutan susu segar tergantung juga pada waktu pengangkutan karena tidak semua waktu pengangkutan membutuhkan suhu pengangkutan yang sangat rendah, jadi perlu diketahui berapakah kombinasi suhu dan waktu pengangkutan yang tepat yang layak secara teknis dan finansial. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan lama waktu pendinginan berpengaruh nyata terhadap total bakteri susu segar dan berpengaruh nyata terhadap kadar protein. Suhu rendah yang tepat untuk pengangkutan susu segar adalah 10 oC untuk masing masing waktu pengangkutan susu segar (30, 60, dan 90 menit). Hasil perhitungan finansial didapatkan HPP sebesar Rp 3802,45, BEP selama 211 hari kerja. Nilai R/C ratio sebesar 1.05, total modal sebesar Rp 3422202,510 dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 3600000000 sehingga dalam satu tahun perusahaan akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 177797490
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PRODUKSI SETUP BUAH NIPAH PADA SKALA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) Dewi, Ika Atsari; Effendi, Usman; Wijana, Susinggih; Sari, Dwi Novanda
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.33 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.01.3

Abstract

ABSTRAKTanaman nipah memiliki banyak manfaat dan berpotensi untuk dikembangkan. Diversifikasi produk berupa setup buah nipah dapat dijadikan salah satu alternatif untuk memaksimalkan peningkatan nilai ekonomis tanaman nipah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan finansial produksi setup buah nipah pada skala Industri Kecil dan Menengah (IKM). Analisis kelayakan finansial yang dilakukan terdiri dari perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), efisiensi usaha (R/C ratio), Break Event Point (BEP), dan Payback Period (PP). Harga Pokok Produksi (HPP) setup buah nipah sebesar Rp 5192 dengan harga jual Rp7.300,00 per kemasan. Net Present Value (NPV) sebesar Rp4.408.799.785,00. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 10.44%. Efisiensi usaha (R/C ratio) sebesar1.44. Untuk mencapai Break Even Point (BEP), tingkat penjualan harus sebesar 797.851 cup atau senilai Rp 5.800.371.040, serta payback period selama 1 tahun 8 bulan. Berdasarkan perhitungan finansial yang dilakukan, disimpulkan bahwa produksi setup buah nipah layak dilakukan. ABSTRACTThe availability of nypa fruit in Indonesia has the potential to be developed. In order to maximizethe increasing economic value of nypa plants, it is necessary to make a diversification product with high economic value, such as the production of nypa punch drink. The aim of the research is to etermine the financial feasibility of nypa punch drink production on Small and Medium Scale Enterprise (SME). Financial feasibility analysis include Cost of Goods Manufactured (CoGM), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), business efficiency (R/C ratio), Break Event Point (BEP), and Payback Period (PP). The Cost of Goods Manufactured (CoGM) of nypa punch drink is Rp5.192,00 with the selling price of Rp7.300,00 per cup. Net Present Value (NPV) is Rp 4408799785. Internal Rate of Return (IRR) is 10.44%. Business efficiency (R/C ratio) is 1.44. Break Even Point (BEP) is achieved at the selling rate of 797.851 cups or equivalent to Rp5.800.371.040,00 and the Payback Period is about 1 year and 8 months. Based on the financial calculations performed, it can be concluded that the production of nypa punch drink is feasible.
STRATEGI PENGEMBANGAN KLASTER BERDASARKAN KINERJA DAN KUALITAS PADA UMKM EMPING JAGUNG DI KABUPATEN LAMONGAN Mustaniroh, Siti Asmaul; Deoranto, Panji; Sari, Eva Novita
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.629 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.02.2

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Lamongan merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi di sektor pertanian. Banyaknya jagung di kecamatan Lamongan menjadi peluang untuk diolah menjadi emping jagung yang berpotensi menjadi produk unggul daerah. Tujuan dari penelitian ini menentukan strategi terbaik untuk tiap klaster yang terbentuk. Metode yang digunakan yakni K-means Cluster dan Fuzzy Analytic Hierarchy (FAHP). Pada model pengembangan klaster agroindustri diperoleh 2 klaster berdasarkan berdasarkan kinerja dan kualitas produk UKM emping jagung di kabupaten Lamongan. Pada klaster 1 merupakan usaha skala kecil yang terdiri 3 UKM emping jagung, faktor yang gunakan adalah kualitas UKM (0,57) dengan kriteria performance product (0,32) sehingga alternatif yang dapat digunakan adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja, menentukan dan menerapkan standarisasi produksi dan menerapkan teknologi tepat guna (0,26). Klaster 2 merupakan usaha skala mikro yang terdiri dari 5 UKM, hasil penelitian menunjukkan bahwa klaster 2 faktor yang berpengaruh adalah kinerja UKM (0,51) dengan kriteria permasalahan yang mempengaruhi strategi pengembangan klaster adalah tenaga kerja (0,30) sehingga alternatif yang dapat digunakan adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja (0,35). ABSTRACT  Lamongan regency is one of the areas in East Java that has potential in the agricultural sector. The large amount of corn in Lamongan district is an opportunity to be processed into corn chips which has the potential to be a superior product of the region. The purpose of this study is to determine the best strategy for each cluster formed. The method used is K-means Cluster and Fuzzy Analytic Hierarchy (FAHP). The agroindustry cluster development model obtained 2 clusters based on the performance and product quality of SME corn chips in Lamongan regency. In cluster 1 is a small scale business consisting of 3 corn chips SMEs, the factor used is the quality of SMEs (0.57) with performance product criteria (0.32) so that an alternative that can be used is to improve the quality of labor, determine and implement production standards and applying appropriate technology (0.26). Cluster 2 is a micro scale business consisting of 5 SMEs, the results of the study show that cluster 2 factors that influence is the performance of SMEs (0.51) with the criteria for the problem affecting the cluster development strategy is labor (0.30) so that alternatives can be used is improving the quality of labor (0.35).
PRODUKSI GLUKOSAMIN BIJI BUAH SIWALAN (BORASSUS FLABELLIFER) MENGGUNAKAN PRE-TREATMENT MAE (MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION Rahmah, Nur Lailatul; Ikke Wulandari, Sisca; Hikmatun Nisa, Chastita
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.868 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.02.7

Abstract

 ABSTRAK  Biji buah siwalan diketahui memiliki susunan isomer karbohidrat bernama β-pyranosil yang dapat diidentikkan sebagai glukosamin. Glukosamin banyak diproduksi dari sumber he­wani yang dapat memberikan efek samping bagi seseorang yang intolerant terhadap protein he­wani, sehingga diperlukan pengembangan glukosamin nabati seperti biji buah siwalan. Produksi glukosamin dapat ditingkatkan dengan menambahkan prekursor garam ammonium. Selain itu, ekstraksi menggunakan pre-treatment Microwave Assisted Extraction (MAE) terbukti dapat menin­gkatkan rendemen dan kualitas ekstrak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menge­tahui perlakuan terbaik dalam produksi glukosamin melalui pre-treatment MAE berdasarkan var­iasi rasio bahan : prekursor dan lama waktu aplikasi MAE. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan yaitu rasio bahan : prekursor NH4Cl (b/v) 3 level (1:2 ; 1:3; dan 1:4) serta waktu aplikasi MAE 3 level (5 menit; 10 menit; dan 15 menit) dengan 2 kali ulangan. Perlakuan terbaik dari hasil ekstraksi glukosamin biji buah siwa­lan terdapat pada perlakuan rasio bahan : prekursor NH4Cl (1:2) dan waktu ekstraksi 10 menit dimana ekstrak glukosamin terbaik memiliki kadar 380,33 ppm, pH 4,2, dan rendemen 13,69% ABSTRACT  Siwalan seeds are known to have composition of carbohydrate isomers called β-pyranosil which can be identified as glucosamine. Glucosamine is widely produced from animal sources which can provide side effects for someone who intolerance to animal’s protein, so it is necessary to develop vegetable glucosamine such as from siwalan seeds. Glucosamine production can be increased by adding ammonium salt precur­sors. In addition, extraction using pre-treatment Microwave Assisted Extraction (MAE) was proven to increase yield and quality of extract. Therefore, this study was intended to determine the best treatment for glucosamine production from siwalan seeds through MAE pre-treatment based on variations of material ratio: precursor and the length of MAE time. The experimental design in this study was a randomized block design with 2 treatment factors, namely material ratio: precursor NH4Cl (b/v) 3 levels (1:2; 1:3; and 1:4) and 3 levels of MAE time (5 minutes; 10 minutes; and 15 minutes) with 2 repetitions. The best treatment of glucosamine extracts of a siwalan seeds was on treatment material ratio: precursor NH4Cl (b/v) (1:2) and extraction time 10 minutes where the best extract level of glucosamine was 380.33 ppm, pH 4.2, and yield 13.69% 
EKSTRAKSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DENGAN MICROWAVE-ASSISTED EXTRACTION DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA IKAN KAKAP MERAH Yuliandri, Rahmat; Martati, Erryana; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.526 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.03.6

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi sarang semut (Myrmecodia pendans) dengan Microwave Assisted Extraction (MAE) terhadap rendemen, total fenol, total flavonoid, total tanin dan aktivitas antibakteri ekstrak sarang semut. Selanjutnya ekstrak sarang semut sebagai anti bakteri diaplikasikan pada ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap, dengan 2 faktor, yaitu suhu ekstraksi (50, 60 dan 70°C) dan lama waktu ektraksi (10, 20 dan 30 menit). Hasil penelitian memperoleh kondisi terbaik untuk ekstraksi sarang semut adalah suhu 70°C dan lama waktu 20 menit. Ekstrak tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut: rendemen 7,83%, total fenol 150,33 mg GAE/g, total flavonoid 56,12 mg QE/g, dan total tanin 20,42 mg TAE/g. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak sarang semut pada Escherichia coli 0,5 mg/ml, Listeria monocytogenes 0,1 mg/ml dan Vibrio parahaemolyticus 0,5 mg/ml. Selanjutnya ekstrak diaplikasikan sebagai bahan perendaman ikan kakap yang telah dikontaminasi dengan Listeria monocytogenes. Ikan yang direndam dengan ekstrak sarang semut dan disimpan pada 4°C dan -8°C mempunyai jumlah Listeria monocytogenes yang lebih rendah dibanding dengan ikan kakap tanpa perendaman.ABSTRACT This study aims to determine the effect of temperature and time of Microwave Assisted Extraction (MAE) of anthill (Myrmecodia pendans) to the yield, total phenol, total flavonoids, total tannins and it's antibacterial activity of extract against Escherichia coli, Listeria monocytogenes and Vibrio parahaemolyticus.. Anthill extract as anti-bacterial was applied to the red snaper ((Lutjanus sanguineus). The design experient used was completely randomized design, with two factors, temperature of extraction (50, 60 and 70 °C) and time of extraction (10, 20 and 30 min). The best condition extraction was obtained at temperature 70°C and time of 20 min, resulting anthill extract with characteristic as follows: a yield of 7.83%, total phenol 150.33 mg GAE / g, total flavonoids 56.12 mg QE / g, total tannins 20.42 TAE mg / g. Minimum concentration inhibition (MIC) on Escherichia coli, Listeria monocytogenes and Vibrio parahaemolyticus were 0.5, 0.1 and 0.5 mg / ml, respectively. Furthermore, extract was applied to soaking (0.1%) red snapper that has been inoculated with Listeria monocytogenes and kept at -8 and 4 °C. The inoculated red snapper contained a lower number of Listeria monocytogenes than un-soaked red snapper.
ANALISIS KONJOIN UNTUK MENGUKUR PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KERTAS SENI DARI SABUT PINANG SIRIH (Areca catechu L.) DAN KERTAS KORAN Ihwah, Azimmatul; Saputra, Haris Agus; Deoranto, Panji; Dewi, Ika Atsari; Rahmah, Nur Lailatul
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.205 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2020.020.01.5

Abstract

ABSTRAKProduk kertas seni dari sabut pinang sirih dan kertas koran merupakan salah satu produk baru. Salah satu cara untuk mengenalkan produk baru ke konsumen adalah dengan menampilkan atribut produk yang disukai konsumen sehingga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat preferensi konsumen dan mengetahui kombinasi atribut produk kertas seni dari sabut pinang sirih dan kertas koran yang paling disukai konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, yaitu untuk mengetahui hubungan dari atribut yang diteliti. Pada penelitian ini menggunakan analisis konjoin dengan 7 atribut yaitu kekakuan, kuat tarik, ketebalan, gramatur, warna, kenampakan serat, dan tekstur permukaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa atribut yang dipentingkan konsumen secara berturut-turut adalah kenampakan serat (35,11%), gramatur (16,85%), tekstur permukaan (14,89%), kuat tarik (13,20%), warna (9,55%), kekakuan (6,18%), dan ketebalan (4,21%). Hasil yang sesuai dengan preferensi konsumen yaitu pada stimuli 6 dengan nilai kegunaan total sebesar 3,619. Kombinasi atribut yang disukai konsumen adalah kekakuan lentur (97,825 mN.m), kuat tarik kuat (15,621 kn/m2), ketebalan tipis (1,325 mm), gramatur rendah (365 g/m2), warna abu-abu tua, kenampakan serat terlihat jelas, dan tekstur permukaan halus.Kata Kunci: Kertas Seni; Konjoin; Pinang; Preferensi Konsumen ABSTRACTThe products of art paper from betel nut and newspapers are one of new products. One way to introduce new products to consumers is to display product attributes that consumers like so that they can influence product purchase decisions. The purpose of this research was to determine the level of consumer preference and find out combination of attributes of art paper products from betel nut and newspapers that are most preferred by consumers. This research is a correlational research, which is to determine relationship between the attributes researched. In this research using conjoint analysis with 7 attributes, namely stiffness, tensile strength, thickness, grammage, color, fiber appearance, and surface texture. Based on the research that has been done, it is known that the attributes that are important to consumers in a row are fiber appearance (35.11%), grammage (16.85%), surface texture (14.89%), tensile strength (13.20%), color (9.55%), stiffness (6.18%), and thickness (4.21%). The results are by following with consumer preferences, namely on stimuli 6 with  total usefulness of 3,619. The combination of attributes that consumers like is flexural stiffness (97.825 mN.m), strong tensile strength (15.621 kn / m2), thin thickness (1,325 mm), low grammage (365 g / m2), dark gray, visible fiber appearance clear, and smooth surface texture.Keywords: Art Paper; Betel Nut; Conjoint; Consumer Preferences
STUDI KONSENTRASI STARTER DAN MEDIUM PERENDAMAN ASAM ASETAT TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN PERMEABILITAS MEMBRAN SELULOSA NATA DE BANANA SKIN Islami, Madaniyyah Mustika; Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.708 KB)

Abstract

Membran merupakan selaput tipis semi-permeabel yang bersifat selektif terhadap komponen tertentu dalam suatu campuran larutan. Terdapat 2 macam bahan pembuatan membran yaitu bahan organik dan anorganik, pada penelitian ini memanfaatkan bahan organik yaitu kulit pisang kepok. Untuk menghasilkan membran yang memiliki nilai sifat mekanis dan permeabilitas yang tinggi maka dalam pembuatan dibutuhkan kinerja dari Acetobacter xylinum dan menghasilkan membran selulosa yang lebih berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan starter dan perendaman asam asetat terhadap sifat mekanis dan permeabilitas membran serta untuk mengetahui hasil terbaik dari beberapa perlakuan. Penlitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor yaitu konsentrasi starter dan konsentrasi perendaman asam asetat. Faktor pertama yaitu konsentrasi penambahan starter terdiri dari 3 level yaitu 15, 20, dan 25%. Faktor kedua yaitu medium perendaman asam asetat terdiri dari 3 level yaitu 2, 4, dan 6% dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi uji sifat mekanis, permeabilitas membran, ketebalan, kadar air basis basah dan basis kering. Hasil pengamatan terbaik untuk nilai kuat tekan 3.94 kg/cm2, nilai kuat tarik 0.14 kg/cm2, ketebalan 0.11 mm, nilai permeabilitas 0.0016 mL/m2.detik, kadar air basis basah 74.66% dan basis kering 12.74%. Dari semua parameter dilakukan uji indeks efektivitas didapatkan membran selulosa terbaik pada perlakuan konsentrasi starter 25% dan konsentrasi perendaman asam asetat 4%.
PENGEMBANGAN KONSEP MODEL SISTEM JAMINAN HALAL PADA RESTORAN (STUDI KASUS UNIDA GONTOR INN UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR) Nurmaydha, Agensy; Sucipto, Sucipto; Mustaniroh, Siti Asmaul
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.1

Abstract

ABSTRAKWisata syariah merupakan trend baru pariwisata di dunia. Peluang wisata syariah berpotensi sangat menguntungkan, tidak hanya bagi Muslim tapi juga non-Muslim. Wisata syariah mewadahi banyak industri, salah satunya hotel syariah. Syarat menjadikan hotel syariah, salah satu aspek yang harus dipenuhi yaitu restoran hotel harus merencanakan menu halal. UNIDA Gontor Inn merupakan salah satu hotel di Ponorogo milik Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang belum memiliki sertifikat hotel syariah. Untuk itu, perlu penelusuran di Resto UNIDA Gontor Inn secara menyeluruh baik pada katering dalam maupun katering luar. Penelusuran menggunakan metode Halal Assurance System (HAS) 23102 Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-Obatan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Tujuan penelitian ini menentukan titik kritis kehalalan menu di Resto UNIDA Gontor Inn sehingga menunjang persiapan sertifikasi halal. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan konsep model sistem jaminan halal di Resto UNIDA Gontor Inn sangat berpotensi untuk dikembangkan. Penelusuran titik kritis halal pada 25 menu unggulan, terdapat  78 bahan baku, 7 merupakan bahan kritis. Artinya, semua menu yang diteliti telah tertelusur sebanyak 9% bahan  tidak memenuhi kriteria kritis. Implikasi hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi manajemen UNIDA Gontor Inn untuk melakukan perbaikan sebagai pendukung dokumen untuk proses sertifikasi halal oleh LPPOM MUI. ABSTRACTSharia tourism is a new trend of tourism in the world. Sharia tourism opportunity is potentially very profitable, not only for Muslims but also non-Muslims. Sharia tourism accommodates many industries, especially sharia hotels. One of the aspects met to establish sharia hotel is restaurant should be able to serve halal menu. UNIDA Gontor Inn is one of the hotels in Ponorogo owned by University of Darussalam (UNIDA) Gontor which does not yet have sharia hotel certificate. Therefore, it needs a search on the Resto of UNIDA Gontor Inn thoroughly both inside and outside catering. This search uses Halal Assurance System (HAS) 23102 the Assessment Institute for Foods and Drugs Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). The aim of this study is to determine the critical point of halal menu in Resto UNIDA Gontor Inn, so it is able to support the preparation of halal certification. The result shows that the development of the concept of a halal assurance system model in Resto UNIDA Gontor Inn is very potential developed. The search of halal critical point on the 25 top menus, there are 78 raw materials and 7 are critical materials. It means all menus studied have been traced as much as 9% of the materials that do not meet the critical criteria. The implications of research finding can be used as recommendation for management of UNIDA Gontor Inn to do enhancement as supporting document for halal certification process by LPPOM MUI.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue