cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
ANALISIS KUALITAS SIRUP JERUK BABY JAVA PADA STASIUN PROSES DAN PENDUGAAN UMUR SIMPAN SKALA PILOT PLANT Anggarapuri, Randy Yulidar; Wijana, Susinggih; Pranowo, Dodyk
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.833 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.02.7

Abstract

ABSTRAKBuah jeruk merupakan salah satu buah yang berpotensi tinggi di Indonesia dengan hasil produksi menduduki peringkat ke-10 dunia. Varietas yang cukup banyak dibudidayakan yaitu jeruk manis baby java (Citrus sinensis). Jeruk diproduksi menjadi sirup dengan memperhatikan beberapa aspek, yaitu efektivitas proses terhadap penurunan kontaminasi mikroba dan masa simpan produk. Pengujian efektivitas proses dilakukan dengan mendeteksi kandungan mikroorganisme bahan setelah melewati tiap stasiun proses. Masa simpan produk diuji dengan metode Accelerated Shelf Life Time (ASLT) yang dioptimalkan dengan persamaan Arrhenius. Metode ini menggunakan faktor suhu penyimpanan sebagai penentu kecepatan reaksi kerusakan bahan. Adapun suhu penyimpanan yaitu 35 °C, 40 °C, dan 45 °C dengan parameter yang diamati yaitu total mikroba, kadar vitamin C, total padatan terlarut, dan pH. Hasil penelitian didapatkan bahwa proses produksi dapat secara signifikan menurunkan kandungan mikroba pada bahan dengan kandungan mikroba pada stasiun proses pertama dan akhir masing-masing sebesar 9.87x 102 CFU/ml dan 0 CFU/ml. Pendugaan masa simpan didapatkan pH memiliki energi aktivasi (EA) terendah sebesar 467.46 dengan pendugaan apabila sirup jeruk disimpan pada suhu 7 °C dapat bertahan hingga 42 hari. ABSTRACTOranges have high potential in Indonesia with 10th production in the world. The most varieties cultived was sweet orange baby java (Citrus sinensis). Citrus was produced to syrup by considering several aspects, process effectiveness to decrease microbial contamination and shelf life of the product. Process effectiveness assessment was determined by detecting the content of microorganisms in material after each process station. Product shelf life assessment was tested by using Accelerated Shelf Life Time (ASLT) method using Arrhenius equation. This method use factor of storage temperature as a determinant speed reaction of material defect. Product was stored in several temperature, 35 °C, 40 °C, and 45 °C. Parameters observed were total microbes, vitamin C contents, total dissolved solids, and pH. The results showed that the production process could significantly reduce microbial content in material, at first and final process stations were 9.87 x 102 CFU/ml and 0 CFU/ml, respectively. The assessment of shelf life was obtained that pH had the lowest activation energy (EA) is 467.46. The prediction of shelf life showed that the orange syrup can be stored for 42 days at 7 °C.
PENGGUNAAN MINYAK SAWIT MERAH DALAM PEMBUATAN SAMBAL CABAI MERAH TUMIS Hasibuan, Hasrul Abdi; Meilano, Rendi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.062 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.02.4

Abstract

ABSTRAKSambal cabai merah tumis dibuat dengan cara menumis cabai mentah giling menggunakan minyak goreng. Nutrisi sambal cabai merah ditingkatkan menggunakan minyak sawit merah (MSM) sebagai media penumisan karena mengandung fitonutrien berupa karoten (pro-vitamin A) dan tokoferol & tokotrienol (vitamin E). Penelitian ini mengkaji pengaruh rasio cabai dan minyak, pengaruh penambahan garam dan gula, pengaruh suhu dan waktu pemasakan, pengaruh jenis minyak, uji ketahanan simpan dan uji penerimaan dalam pembuatan sambal cabai merah menggunakan MSM dan fraksi oleinnya (MSMOL). Parameter mutu minyak yang dianalisis meliputi komposisi asam lemak, kadar air, kadar karoten, bilangan peroksida, dan kadar karoten. Analisa tingkat kesukaan produk sambal meliputi kenampakan warna, tekstur, aroma, dan rasa. Penerimaan terhadap kesukaan sambal tertinggi yaitu pada rasio cabai dan MSM atau MSMOL adalah 50:40 (g/g), rasio garam dan gula adalah 2% dan 4% terhadap berat cabai. Suhu dan waktu pemasakan mempengaruhi kadar air dan karoten sambal. Semakin tinggi suhu, menurunkan kadar air, namun meningkatkan kadar karoten pada sambal (kecuali pada suhu > 150 °C, kadar karoten menurun). Pemasakan sambal dengan mencampurkan cabai dengan MSM, kemudian dipanaskan secara bersamaan pada suhu 150 °C selama 5 menit. Tingkat penerimaan sambal cabai merah menggunakan MSM atau MSMOL relatif sama dengan minyak goreng komersial (MGK) sebagai kontrol. Sambal cabai merah menggunakan MSMOL lebih tahan lama dibandingkan MGK dan MSM ditinjau dari mutunya meliputi kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan kadar karoten. Waktu yang baik untuk menyimpan sambal cabai dengan MSMOL adalah 2 minggu pada 20-24 °C atau 1 minggu pada 28-30 °C ABSTRACTRed chili sauce stir-frying made from chili that has been milled and fry using cooking oil. Red chili sauce nutrients can be enhanced by using red palm oil (RPO) as a medium of frying because contains phytonutrient like carotenes and tocopherols & tocotrienols (vitamin E). This research conducted to examine ratio of chilli and oil, temperature and cooking time, oil types, the resistance during storage and the acceptance of red chili sauce using RPO and its olein fraction (RPOlein). Oil quality analyzed were fatty acid content, moisture content, carotene content, peroxide value and carotene content. Analysis of the acceptance of red chili sauce were color, texture, aroma, and taste. The highest acceptance of red chili sauce at the ratio of chili and RPO or RPOlein was 50:40 g / g and the ratio of salt and sugar was 2% and 4% from weight of sauce. The temperature and the cooking time affecting the water and carotene content of the sauce. The higher temperature tends to decrease thewater content, but increase the carotene content in the sauce (except at > 150 °C, decreased carotene levels). Best processing achieved by mixing chili with RPO, heated at 150 °C for 5 minutes. The acceptance of red chili sauce using RPO or RPO relatively same with commercial cooking oil as a control. Red chili sauce using RPO relatively durable than commercial cooking oil and RPO in terms of quality of free fatty acid, peroxide value, and carotene content. Best time to save chili sauce with RPO is 2 weeks at 20-24 °C or 1 week at 28-30 °C
CORRIGENDUM Teknologi Pertanian, Jurnal
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.491 KB)

Abstract

First Publish : 7th April 2018
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERIOFAG SPESIFIK SALMONELLA TYPHI DARI KULIT AYAM Hardanti, Sri; Wardani, Agustin Krisna; Rukmi, Widya Dwi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.567 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.02.5

Abstract

ABSTRAKSalmonella enterica serovar Typhi merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan demam tifoid sangat endemik di Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol menimbulkan kasus resistensi yang menyebabkan tidak efektifnya pengobatan. Hal ini membutuhkan alternatif penanganan yang lebih efektif, efisien, ramah lingkungan dan aman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bakteriofag spesifik Salmonella typhi dari sampel kulit ayam broiler dan mengarakterisasi fag yang dihasilkan secara morfologi. Pelaksanaan penelitian meliputi proses pengayaan dan isolasi bakteriofag dari sampel kulit ayam broiler menggunakan metode plaque assay dengan teknik agar overlay, dilanjutkan dengan uji konfirmasi bakteriofag secara in vitro menggunakan spektrofotometer dan uji karakterisasi morfologi terhadap fag yang dihasilkan menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Isolasi bakteriofag dari kulit ayam broiler berhasil mengisolasi fag spesifik Salmonella typhi yang diberi nama KAS dengan konsentrasi akhir 1.1 x 109 PFU/ml. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap plaque yang terbentuk, fag KAS (Kulit ayam-Salmonella typhi) dikategorikan sebagai fag litik. Hasil uji konfirmasi fag KAS dalam medium cair menunjukan bahwa fag KAS memiliki kemampuan bervariasi dalam menurunkan jumlah bakteri patogen Salmonella typhi dengan nilai MOI 101, 102, dan 104. Hasil Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukan bahwa fag KAS memiliki karakteristik morfologi yang mirip dengan famili Podoviridae. ABSTRACTSalmonella enterica serovar Typhi is a gram-negative bacteria that causes typhoid fever endemic in Indonesia. The use of uncontrolled antibiotics leads to resistance cases that result to ineffective treatment. This problems are requiring more effective, efficient, environmentally friendly and safe handling alternatives. The aim of this research is to get bacteriophage specific Salmonella typhi from chicken skin sample and characterize phage produced morphologically. The research implementation includes enrichment process and bacteriophage isolation from broiler chicken using plaque assay method with overlay technique, followed by bacteriophage confirmation test in vitro using spectrophotometer and phage morphology characterization test using Transmission Electron Microscopy (TEM). Isolation of bacteriophage has succeeded in isolating phage specific Salmonella typhi named KAS (Chicken Skin-Salmonella typhi) with final concentration of 1.1 x 109 PFU / ml. Based on the observation of the plaque formed, the KAS phage is categorized as litic phage. The results of the confirmation test of phage KAS in liquid medium showed that phage KAS has varied ability in decreasing number of pathogenic bacteria Salmonella typhi with MOI value 101, 102, and 104. Transmission Electron Microscopy (TEM) revealed phage KAS has morphological characteristics similar to Podoviridae.
PERAMALAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PULP DI PT. INDAH KIAT PULP & PAPER TBK TANGERANG Ihwah, Azimmatul; Yudistika, Maulana Akbar
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.649 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang merupakan salah satu produsen besar yang memproduksi kertas. Struktur organisasi perusahaan bertipe fungsional dengan total tenaga kerja kurang lebih mencapai 1300 orang. Manajemen persediaan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang dikelola oleh Departemen Material Management (MM). Sistem penggunaan bahan baku berupa pulp yang diterapkan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang adalah make by order. Pelaksanaan proses produksi di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang tidak dapat mendatangkan bahan baku secara satu persatu. Bahan baku tersebut pada umumnya akan dibeli dalam jumlah tertentu, dimana dengan jumlah yang tersedia ini akan dipergunakan untuk menunjang pelaksanaan proses produksi perusahaan yang bersangkutan dalam beberapa waktu tertentu pula. Pada keadaan semacam ini, maka bahan baku yang sudah dibeli oleh perusahaan namun belum dipergunakan untuk proses produksi, akan masuk sebagai persediaan bahan baku dalam perusahaan tersebut. Hasil peramalan persediaan bahan baku satu tahun ke depan digunakan sebagai pedoman perusahaan untuk estimasi penerimaan order berdasarkan data historis persediaan bahan baku dua tahun terakhir, yaitu Agustus 2014 – Juli 2017. Model SARIMA (Seasonal ARIMA) terbaik yaitu (0,1,1) (0,1,1)4 dengan MSE 0.0000109 ABSTRACTPT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang is one of the major producers producing paper. The organizational structure of a functional enterprise type with a total workforce of approximately 1300 people. Inventory management at PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang is managed by the Department of Materials Management (MM). The system of use of raw materials in the form of pulp applied in PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang is Make By Order. In the implementation of production process at PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang can not bring raw materials one by one. The raw materials will generally be purchased in certain quantities, which with the amount available will be used to support the implementation of the production process of the company concerned in some particular time as well. With this kind of circumstances, the raw materials that have been purchased by the company but not yet used for the production process will enter as raw material inventory in the company. The result of forecasting of raw material inventory is used as a guideline for the company to estimate the receipt of orders based on historical data of the last two years, namely August 2014 - July 2017. The best SARIMA (Seasonal ARIMA) model is (0,1,1) (0,1,1) 4 with MSE 0.0000109
ANALISIS KLASTER UKM KERIPIK GADUNG DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Zakiyah, Oni; Mustaniroh, Siti Asmaul; Astuti, Retno
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.972 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.01.6

Abstract

ABSTRAKKeripik gadung merupakan salah satu produk unggulan daerah Kabupaten Tulungagung,  sentra produksi keripik gadung terletak di Kecamatan Kalidawir dengan jumlah 25 UKM yang masih aktif produksi. Kapasitas produksi yang dihasilkan UKM rata-rata sebesar 5,416 kg per bulan. Permasalahan yang dialami UKM selama ini adalah kelembagaan masih cenderung individu sehingga minimnya komunikasi dan kerjasama antar UKM, belum ada asosiasi dan kerjasama dengan Pemerintah serta rendahnya kualitas produk. Tujuan penelitian adalah menganalisis clustering UKM keripik gadung berdasarkan kinerja dan kualitas produk. Metode yang digunakan pada penelitian adalah K-means clustering. Hasil penelitian menggunakan metode K-means clustering membentuk 2 klaster. Klaster 1 terdiri dari 11 anggota UKM skala kecil dan klaster 2 terdiri dari 14 anggota UKM skala usaha mikro. Pada klaster 1 dan 2 perbedaan signifikan terletak pada nilai kapasitas produksi, jumlah investasi, jumlah tenaga kerja, rata-rata penjualan dan pendapatan. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan klaster 1 untuk mengembangkan usaha melalui peningkatan akses informasi dan peningkatan inovasi teknologi sedangkan klaster 2 melalui peningkatan permodalan agar dapat melakukan kegiatan pemasaran dengan optimal, meningkatkan kapasitas produksi serta memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan. Penerapan standarisasai, quality control (QC) dan peningkatan akses pemasaran juga diperlukan untuk mengembangkan usaha keripik gadung. Upaya perbaikan melibatkan seluruh pelaku dan Pemerintah daerah yang saling terhubung. ABSTRACT Gadung Chips is one of the superior products in the Tulungagung Regency, Gadung chips production center is located in Kalidawir District with 25 SMEs which are still actively producing. The production capacity produced by SMEs is an average of 5,416 kg per month. The problem experienced by SMEs so far is that institutions still tend to be individuals so there is a lack of communication and cooperation between SMEs. There is no association and cooperation with the Government and low quality products. The aim of the study was to clustering analyze of gadung chips SMEs based on performance and product quality. The method used in the study is K-means clustering. The results of the study used the K-means clustering method to form 2 clusters. Cluster 1 consists of 11 small-scale SMEs members and cluster 2 consists of 14 micro business scale SMEs. In cluster 1 and 2 the significant difference lies in the value of production capacity, amount of investment, number of workers, average sales and income. Proposed improvements that can be made in cluster 1 to develop the business through increasing access to information and increasing technological innovation while cluster 2 through increasing capital in order to be able to carry out marketing activities optimally, increase production capacity and improve the quality of the products produced. Standardization, quality control (QC) and increased access to marketing are also needed to develop the gadung chips business. Improvement efforts involve all actors and local governments that are interconnected.
Production Process Analysis of Baby Java’s Orange Syrup in Pilot Plant Scale Wijana, Susinggih; Citraresmi, Ardaneswari Dyah Pitaloka; Dewanti, Beauty S. Diah; Pranowo, Dodyk; Perdani, Claudia Gadizza; Rahmah, Nur Lailatur
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.101 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi produksi sirup jeruk baby java pada skala pilot plant. Jeruk baby java merupakan salah satu varietas jeruk yang cocok sebagai bahan pembuatan minuman. Buah ini memiliki rasa manis, vitamin C 48% dan kadar air 80-90%. Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, masih memiliki 25% total jeruk hasil panen yang tidak bisa terjual karena subgrade. Salah satu diversifikasi pengolahan kualitas subgrade adalah produksi sirup. Produksi skala pilot plant merupakan tahapan pengolahan sirup untuk mendapatkan data tentang neraca massa proses produksi, rendemen, dan stabilitas mutu fisik, kimia, organoleptik yang kemudian dapat digunakan pada impelementasi skala industri. Proses produksi sirup jeruk baby java skala pilot plant ini membutuhkan jeruk 73,51 kg yang menghasilkan sari buah 32,12 kg. Konsentrasi bahan tambahan yang digunakan adalah fruktosa 100% dari 25 liter sari buah (32,12 kg), sukrosa 50%, asam sitrat 2% dan CMC 1%. Proses produksi dibagi kedalam tiga stasiun, yaitu stasiun preparasi, stasiun ekstraksi, dan stasiun pemasakan. Produk kemudian di uji stabilitasnya menggunakan sampel pembanding, yaitu produk komersial. Produksi sirup skala Pilot plant dengan kapasitas bahan baku sari buah 25 liter membutuhkan waktu produksi selama 1.042 menit. Pemasakan sari buah dengan suhu 80oC membuat bahan menerima panas selama 95 menit. Produk yang dihasilkan merupakan sirup dengan pH 3,43, zat padat terlarut 55,1oBrix, viskositas 29 cP, total gula 54,46% dan vitamin C 0,23%. Rendemen yang dihasilkan sebanyak 79,63%. Berdasarkan hasil uji organoleptik, sirup jeruk baby java skala pilot plant tidak memiliki perbedaan yang nyata terhadap parameter warna sirup, rasa sirup dan pengenceran, serta aroma sirup produk komersial.
SENYAWA-SENYAWA BIOAKTIF PADA RUMPUT LAUT COKELAT SARGASSUM SP. : ULASAN ILMIAH Rohim, Abdur; -, Yunianta; Estiasih, Teti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.762 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.02.5

Abstract

ABSTRAK  Genus Sargassum termasuk kelas rumput laut cokelat (Phaeophyceae) yang terdiri dari sekitar 400 spesies, dan banyak ditemukan di perairan Indonesia. Sargassum sp. kaya dengan berbagai jenis senyawa bioaktif, yang penting untuk pencegahan maupun terapi berbagai penyakit. Ulasan ilmiah ini dilakukan untuk mengulas jenis-jenis senyawa bioaktif, senyawa bioaktif dominan, dan aktivitas biologisnya dalam genus Sargassum, berdasarkan penelitian-penelitian ilmiah yang telah dipublikasikan. Dari ulasan ilmiah ini dapat diketahui bahwa senyawa-senyawa bioaktif dalam Sargassum sp. meliputi florotanin, terpenoid, chromene, derivat tetraprenyltoluquinol, fukosantin, fukoidan, alginat, asam-asam fenolat, katekin, kuersetin, fukosterol, stigmasterol, β-sitosterol, feofitin A dan sulfoquinovosyldiacylglycerol. Florotanin, fukosantin, fukoidan, alginat, fukosterol, meroditerpenoid dan gentisic acid adalah senyawa bioaktif dominan dalam Sargassum sp. Meroditerpenoid merupakan senyawa bioaktif khas dalam Sargassum sp., yang tidak diproduksi oleh genus rumput laut lainnya. Aktivitas biologis dari senyawa-senyawa bioaktif Sargassum sp. yaitu antioksidan, antikanker, antitumor, antiinflamasi, antihipertensi, antiobesitas, antidiabetes, antibakteri, antifungi, antivirus, antialergi (ovalbumin dan udang), hipokolesterolemia, neuroprotektif, pencerah kulit dan proteksi ROS intraseluler. Dengan demikian, senyawa-senyawa bioaktif dalam Sargassum sp. potensial untuk mendorong kesehatan.  ABSTRACT  The genus Sargassum belong to a brown seaweed class (Phaeophyceae) consisting of approximately 400 species, and it is abundant in Indonesian waters. Sargassum sp. are rich in various bioactive compounds, which is important for the prevention and treatment of various diseases. This review was conducted to discuss the bioactive compounds, the dominant bioactive compounds, and their biological activity in genus Sargassum, it is based on published scientific studies. From this review known that the bioactive compounds in Sargassum sp. i.e. phlorotannins, terpenoids, chromene, tetraprenyltoluquinol derivatives, fucoxanthin, fucoidan, alginate, phenolic acids, catechin, quercetin, fucosterol, stigmasterol, β-sitosterol, pheophytin-A and sulfoquinovosyldiacylglycerol. Phlorotannins, fucoxanthin, fucoidan, alginate, fucosterol, meroditerpenoids and gentisic acid are the dominant bioactive compounds in Sargassum sp. Meroditerpenoids are a typical bioactive compounds in Sargassum sp., it is not produced by other seaweed genus. The biological activities of Sargassum sp. bioactive compounds i.e. antioxidant, anti‑cancer, anti‑tumor, anti‑inflammatory, anti-hypertensive, anti-obesity, anti‑diabetic, anti‑bacterial, anti-fungal, anti-viral, anti-allergic (ovalbumin and shrimp), hypocholesterolemic, neuroprotective, skin lightening and intracellular ROS protection. Therefore, the bioactive compounds in Sargassum sp. are potential to promote health.
PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (MUS MUSCULUS) JANTAN HIPERGLIKEMIA DENGAN VARIASI PENAMBAHAN MINUMAN SERBUK BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Iskandar, Stefanie Glorina; Swasti, Yuliana Reni; Yanuartono, -
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.03.2

Abstract

ABSTRAK Biji buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu biji yang memiliki kemampuan antihiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan serbuk minuman biji alpukat beserta dosis yang paling baik dalam menurukan kadar glukosa darah dan berat badan mencit (Mus musculus) hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 3 dosis serbuk minuman biji alpukat (180 mg/kgBB, 360 mg/kgBB, 540 mg/kgBB) dan kontrol positif (0 mg/kgBB). Rata-rata Kadar glukosa darah dan berat badan mencit sebelum diberi aloksan berturut-turut sebesar 152 mg/dL dan 23,85 g. Rata-rata kadar glukosa darah dan berat badan mencit setelah diberi aloksan secara berturut-turut sebesar 230,45 mg/dL dan 36,8 g. Pemberian serbuk minuman biji alpukat dilakukan setiap hari selama lima minggu. Pengukuran kadar glukosa darah mencit hiperglikemia dilakukan setiap seminggu setelah pemberian serbuk minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk minuman secara signifikan mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit hiperglikemia. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah pemberian serbuk minuman biji alpukat dosis 540 mg/kgBB yang dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 44% dan berat badan sebesar 27,32%.ABSTRACT Avocado (Persea Americana Mill.) seed is a seed that has antihyperglychemic ability. The purpose of this research is to know the ability of avocado seed powder drink and the best dosage in decreasing blood glucose level and weight of alloxan-induced hyperglycemia mice (Mus musculus). This study was conducted using a Factorial Completely Randomized Design with 3 doses avocado seed powder drink (180 mg/kgBB, 360 mg/kgBB, 540 mg/kgBB) and 1 positive control (0 mg/kgBB). Average blood glucose and body weight of mice before given alloxan were 152 mg/dL and 23.85 g. Average blood glucose and body weight of mice after given alloxan were 230.45 mg/dL and 36.8 g. Powder drink is given every day for five weeks. Measurement of blood glucose levels of hyperglycemia mice taken every week. The results showed that the powder drink significantly reduced blood glucose levels of hyperglycemia mice. The best dose in this research is 540 mg / kgBB which can decrease blood glucose level by 44% and decrease weight by 27.32%.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN GULA KELAPA KRISTAL MENGGUNAKAN METODE AKSELERASI BERDASARKAN PENDEKATAN KADAR AIR KRITIS Ritonga, Abdul Mukhlis; Masrukhi, Masrukhi; Siswantoro, Siwantoro
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.059 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2020.021.01.2

Abstract

ABSTRAK Keterangan umur simpan (masa kadaluarsa) produk pangan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produsen pada label kemasan produk pangan. Penentuan umur simpan produk pangan dapat dilakukan dengan menyimpan produk pada kondisi penyimpanan yang sebenarnya. Cara ini menghasilkan hasil yang paling tepat, namun memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar. Metode pendugaan umur simpan dapat dilakukan dengan metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT), yaitu dengan cara menyimpan produk pangan pada lingkungan yang menyebabkannya cepat rusak, baik pada kondisi suhu atau kelembaban ruang penyimpanan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menduga umur simpan gula kelapa kristal dengan dua jenis bahan kemasan yang berbeda dan menggunakan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) (2) untuk memberikan jaminan mutu mengenai keamanan gula merah. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi : kadar air awal produk (Mo, g H2O/g padatan), kadar air kesetimbangan produk (Me, g H2O/g padatan), kemiringan/slope kurva sorpsi isotermis (b), kadar air kritis (Mc, g H2O/g padatan), konstanta permeabilitas uap air kemasan (k/x, g/m2.hari.mmHg), luas permukaan kemasan (A, m2), berat kering produk dalam kemasan (Ws, g padatan), tekanan uap air jenuh (Po,mmHg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan gula kelapa kirstal yang dikemas menggunakan alumnium foil yang disimpan pada RH 60 % adalah 11 bulan, sedangkan yang dikemas dengan Plastik PE adalah 18 bulan.Kata Kunci : Kadar air, Kemasan, Metode ASLT, Alumanium Foil, Polietilen ABSTRACT  Information on shelf -life (expiration period) of food products is one of the information that must be included by producers on food product packaging labels. Determining the shelf life of food products can be done by storing the product in actual storage conditions. This method produces the most appropriate results, but requires a long time and a large cost. Estimating method of shelf life can be done using the Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) method, which is by storing food products in an environment that causes them to break down quickly, both at higher temperature or humidity conditions. The purpose of this study are (1) to estimate the shelf life of crystal coconut sugar with two different types of packaging materials and use the Accelerated Shelf Life Testing method (ASLT) ,(2) to provide quality assurance regarding the safety of brown sugar. The variables observed in this study are: the initial moisture content of the product (Mo, g H2O / g solids), the product equilibrium moisture content (Me, g H2O/g solids ), slope/slope of the isothermic sorption curve (b), critical water content (Mc, g H2O/g solids), vapor permeability constant of bottled wate (k/x, g/m2.day.mmHg), area packaging surface (A, m2), dry weight of packaged products (Ws, g solids), saturated water vapor pressure (Po,mmHg). The results showed crystal coconut  sugar using aluminum foil packaging and stored at RH 60 % had shelf life of 11 moths and crystal coconut sugar using polyethylene packaging had shelf life of 18 months.Keywords: Moisture Content, Packaging, ASLT Method, Aluminum Foil, Polyethylene

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue