cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
Pemilihan Lokasi Bandar Udara Kabupaten Mahakam Ulu Subagiyo, Aris
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mahakam Ulu adalah kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di wilayah terluar Indonesia. Moda transportasi yang dapat digunakan untuk menuju Kabupaten Mahakam Ulu antara perahu cepat yang beroperasi dari Kutai Barat, perahu motor yang beroperasi dari Samarinda dengan waktu tempuh yang cukup lama, yakni 25 jam, dan juga pesawat perintis yang mendarat di Bandar Udara Datah Dawai, Kecamatan Long Pahangai. Kebutuhan transportasi yang sangat mendesak di Kabupaten Mahakam Ulu. Maka dari itu dibutuhkan bandar udara untuk memudahkan akses dari berbagai wilayah menuju Kabupaten Mahakam Ulu. Sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2006 tentang Pedoman dan Proses Perencanaan di Lingkunan Kementerian Perhubungan mengamanatkan pelaksanaan Pra-Studi Kelayakan sebagai salah satu syarat pembangunan suatu infrastruktur transportasi, termasuk bandar udara. Terdapat empat lokasi alternatif yang direncanakan sebagai bandar udara, yaitu Kampung Long Melaham, Kampung Mamahak Besar, Kampung Batu Majang, dan Kampung Laham. Metode analisa yang digunakan adalah skoring berdasarkan kemampuan lahan pada 4 lokasi alternatif. Metode skoring menggunakan pembobotan dengan dua scenario. Skenario pertama menitikberatkan effisiensi finansial dan skenario kedua adalah dengan menitikberatkan pengembangan bandar udara kedepannya. Hasil skoring dengan dengan dua skenario menunjukan hasil yang sama dengan urutan lokasi prioritas, yaitu Kampung Mamahak Besar, Kampung Long Melaham, Kampung Laham, kemudian Kampung Batu Majang.Kata Kunci : bandar udara, kawasan perbatasan, penentuan lokasi, analisa skoring
Keberlanjutan Livelihood Asset Pada Kawasan Terdampak Bencana Lumpur Sidoarjo Dinanti, Dian; Permata, Wawargita; Taufiq, Ar Rahman
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi keberlanjutan livelihood asset di kawasan yang terdampak bencana lumpur kabupaten Sidoarjo. Perubahan dan keberlanjutan livelihood asset perlu dikaji untuk mengindentifikasi apakah terjadi perubahan signifikan ataupun tidak pada asset ekonomi dan social kawasan serta tingkat keberlanjutannya.Tujuan Penelitian adalah mengidentifikasi perubahan pada livelihood asset sebelum dan sesudah bencana serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutannya. Metode yang digunakan terdiri dari analisis before after dengan menggunakan Pentagon Asset. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, baik analisis di tiap desa dan dalam satu cakupan Kecamatan Porong, perubahan livelihood assets yang paling menonjol adalah human assets. Dari hasil analisis, penurunan yang paling banyak terletak pada human assets. Penurunan assets yang kedua terletak pada social assets dan penurunan yang paling kecil terletak pada financial asssets. Dari hasil pemetaan dapat diketahui bahwa desa yang mengalami perubahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan desa lainnya di Kecamatan Porong adalah Desa Mindi. Desa Mindi merupakan desa terdekat dengan lokasi lumpur Sidoarjo. Jika dilihat dari nilai masing-masing aset pada Livelihood Assets tidak ada aset yang bisa berlanjut, karena semua aset mengalami penurunan nilai. Namun pada aset yang mengalami penurunan tidak terlalu signifikan yakni financial assets, masih bisa diusahakan untuk tetap berlanjut setelah terjadinya bencana Lumpur Sidoarjo. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Keberlanjutan Finansial Asset pada desa-desa di Kecamatan Porong sebagian besar dipengaruhi oleh faktor kondisi ekonomi sedangkan Human asset sebagian besar dipengaruhi oleh faktor intensitas sakit dan sosial asset sebagian besar dipengaruhi oleh faktor hubungan antar kelompok masyarakatKata Kunci :Livelihood, berkelanjutan, bencana
Analisis Kemancetan Pada Simpang Jawa Di Kota Madiun Widhi, Ganang Nugroho; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 12,54 Km², Kecamatan Taman 13,46 Km², dan Kecamatan Kartoharjo 11,73 Km². Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun. Simpang yang dianalisa pada penelitian ini adalah di simpang bersinyal tiga lengan yaitu simpang Jawa Kota Madiun. Kondisi simpang tersebut menunjang terjadinya kemacetan lalu lintas karena kawasan tersebut merupakan akses jalan menuju pusat perekonomian, pusat perkantoran, pendidikan, alun-alun dan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara Diskriptif Analitis. Diskriptif berarti penelitian memusatkan pada masalah-masalah yang ada pada saat sekarang. Keadaan lalulintas di daerah penelitian dapat diperoleh data yang akurat dan cermat, sedangkan Analitis berarti data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan kemudian dianalisis. Pada bulan oktober 2013 telah dilakukan survey terhadap simpang bersinyal Jawa. Dari pengolahan data yang ada dengan perhitungan MKJI diperoleh tundaan sebesar 17,072 det/smp. Menurut “PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 14 TAHUN 2006 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI JALAN”, kondisi tersebut diklasifikasikan pada tingkat pelayanan level C.Kata Kunci : analisis, simpang bersinyal, metode, tundaan
Analisis Kemampuan Dan Kemauan Membayar (ATP-WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak Susanto, Farid; Anwar, M. Ruslin; Wicaksono, Achmad
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di samping Biaya Operasi Kendaraan (BOK) yang mempengaruhi aspek finansial operator angkutan umum, penetapan biaya tarif angkutan umum juga harus memperhatikan daya beli dan kemauan membayar tarif dari pengguna jasa tersebut, dimana kemampuan tersebut dapat merupakan kemampuan berdasarkan pada persepsi pengguna yaitu WTP (Willingness To Pay) yang dapat didefinisikan sebagai kemauan membayar oleh pengguna jasa atas imbalan terhadap suatu barang atau jasa yang dinikmati sedangkan kemampuan secara rasional yaitu ATP (Ability To Pay) adalah kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan dari sektor transportasi yang dianggap layak atau ideal dari total pengeluaran untuk makanan dan non makanan atau dengan kata lain kemampuan masyarakat dalam membayar ongkos perjalanan yang dilakukannya. Penetapan besarnya tarif angkutan umum seringkali menimbulkan konflik kepentingan antara operator angkutan umum dengan masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Permasalahan akan muncul apabila masyarakat memiliki ATP dan WTP yang lebih rendah dari pada besarnya tarif bus kota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Sehingga kondisi tersebut mempunyai akibat yang merugikan bagi masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Terlebih bagi mereka yang termasuk masyarakat kelompok captive users yang mengandalkan angkutan umum dan tidak memiliki alternatif pilihan lain. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu adanya analisis terhadap bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum daripada angkutan pribadi. Sehingga judul yang digunakan dalam penelitian ini adalah ”Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar (ATP–WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak”. Hasil penelitian menunjukkan tidak seimbangnya permintaan dan penawaran penumpang bus kota P1 di Surabaya. Pendapatan operator relatif tidak mampu memenuhi biaya operasioanal apabila faktor muat dari rute tersebut kurang dari BEP sedangkan tarif yang berdasarkan dari ATP dan WTP adalah sebesar Rp. 5.000. dan subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk penumpang bus kota dengan kendaraan dan sistem pelayanan yang standar sebesar Rp. 4.800.611.00 pertahun pada keseluruhan armada pelayanan dengan standar yang ditetapkan.Kata Kunci : Ability to pay, Angkutan Bus Surabaya,BOK, Subsidi, Willingness to pay.
Manfaat Aplikasi Biogas Di Desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Nuriska, Siti; Meidiana, Christia; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah dari kotoran sapi dalam jumlah besar dapat dimanfaatkan sebagai biogas dan menjadi sumber pemenuhan energi terbarukan. Proses ini merupakan peluang besar untuk memanfaatkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Desa argosari didominasi oleh peternak dengan jumlah ternak sapi sebanyak 1510 ekor dan merupakan desa arahan pemanfaatan biogas oleh pemerintah Kabupaten Malang. Menurut hasil survei primer 201, pemanfaatan eksisiting biogas berkisar 57% dari keseluruhan KK peternak di Desa Argosari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi manfaat ekonomi lingkungan dan sosial terhadap peternak dalam pemanfaatan biogas. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis manfaat biaya dan analisis location quotient, metode perhitungan emisi, analisis manfaat sosial. Analisis manfaat biaya menunjukkan seluruh jenis biodigester berdasarkan besaran volumenya memberikan keuntungan secara signifikan dan terdapat sektor unggulan yang berpotensi diolah melalui industri rumah tangga dengan pemanfaatan biogas. Terjadi pengurangan emisi Gas Metan dan Gas nitrooksida setelah adanya pemanfaatan biogas. Manfaat sosial terbesar menurut persepsi masyarakat adalah peningkatan minat dalam pemanfaatan biogas.Kata Kunci : Biogas, Limbah Kotoran, Analisis Manfaat Biaya.
Kajian Kinerja Pelayanan Terminal Penumpang Domestik (T1) Di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Rohman, Saiful; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan dan hubungan antara faktor-faktor tersebut terhadap kinerja pelayanan berdasarkan persepsi penumpang, serta membuat rekomendasi perbaikan kinerja pelayanan di terminal domestik (T1) Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Hasil survei di analisis menggunakan metode IPA dan QFD, IPA digunakan untuk mengetahui faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan berdasarkan persepsi penumpang dan prioritas utama perbaikan kinerja pelayanan di terminal domestik (T1) Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Metode QFD digunakan untuk mengetahui hubungan, proses perencanaan perbaikan dan prioritas utama perbaikan secara sistematis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan di terminal domestik (T1) Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Serta model regresi berganda untuk mendapatkan model kinerja pelayanan serta factor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil Kajian dengan metode IPA didapatkan ada sembilan faktor yang harus mendapat prioritas utama perbaikan yaitu jumlah tempat duduk di ruang tunggu keberangkatan (X4.6), adanya Pintu evakuasi di terminal keberangkatan (X1.1), fasilitas bagi penyandang cacat di terminal keberangkatan (X4.12), akses turun dari pesawat ke ruang kedatangan (X3.6), papan informasi di terminal kedatangan (X3.7), proses pengambilan bagasi di ruang kedatangan (X3.9), fasilitas bagi penyandang cacat di terminal kedatangan (X4.16), Pintu evakuasi di terminal kedatangan (X1.4), adanya jaminan keamanan dari tindak kriminalitas (X2.2). Berdasarkan metode QFD prioritas utama yang perlu mendapat perhatian adalah adanya pintu evakuasi atau emergency di terminal keberangkatan dan kedatangan Terminal Domestik (T1), prioritas perbaikan dengan penambahan dan pengaturan letak pintu evakuasi atau emergency di terminal domestik (T1) disesuaikan dengan aturan yang ada. Diperoleh model persamaan regresi untuk kinerja pelayanan yaitu Y=1,253+0,092X 1 +0,108X 3 +0,093X 4 +0,053X 5 +0,102X 6 +0,125X 8 +0,084X 9 dimana X1=jumlah tempat duduk di ruang tunggu keberangkatan, X3 = fasilitas bagi penyandang cacat di terminal keberangkatan, X4 = akses turun dari pesawat ke ruang kedatangan, X5=papan informasi di terminal kedatangan, X6= proses pengambilan bagasi di ruang kedatangan, X8=Adanya pintu evakuasi di terminal kedatangan, X9=adanya jaminan keamanan dari tindak kriminalitas. Variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja pelayanan adalah variabel X8 yaitu adanya pintu evakuasi atau emergency di terminal kedatangan domestik (T1) Bandar Udara Juanda Surabaya.Kata Kunci : kinerja pelayanan terminal penumpang, metode IPA, metode QFD, Bandar Udara Juanda.
Penataan Kembali Area PKL Kuliner Yang Ramah Pejalan Kaki Di Jalan Pejanggik Kota Mataram A. W., Riana Rizki; Sunarti B. D., Endang Titi; Sulistyarso, Haryo
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi adalah merumuskan desain penataan ulang PKL kuliner Jalan Pejanggik yang juga ramah bagi pejalan kaki. Tujuan ini berangkat dari kondisi eksisting bahwa Jalan Pejanggik dikenal sebagai kawasan dengan potensi kuliner malam hari oleh masyarakat dan pendatang. Sebagai sebuah jalan kolektor primer, Jalan Pejanggik juga memiliki potensi ruang-ruang parkir dan jalur pejalan kaki yang memadai. Sayangnya potensi-potensi tersebut tidak diiringi dengan penataan yang baik, sehingga terjadi benturan kepentingan antara PKL kuliner, pejalan kaki, dan pengguna ruang lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang dilakukan menggunakan kriteria-kriteria penataan PKL kuliner dan jalur pejalan kaki, yaitu tata guna lahan, keterhubungan, keindahan, kenyamanan, keamanan, dan kejelasan. Sebagai implementasi dari metode deskriptif evaluatif, selanjutnya digunakan analisis Walkthrough. Teknik analisis Walkthrough membantu dalam mendapatkan gambaran mengenai kondisi eksisting wilayah studi melalui pengamatan langsung oleh peneliti. Hasil studi adalah diperolehnya konsep desain, yaitu: a) Menciptakan area beraktivitas untuk masing-masing kegiatan, yaitu kegiatan PKL kuliner dan kegiatan berjalan kaki; b) Menciptakan area PKL kuliner yang memudahkan konsumen; c)Menciptakan ruang aktivitas PKL yang tidak mengganggu kepentingan pengguna ruang lainnya; d)Menciptakan area PKL kuliner yang rapi dan higienis; e)Mewujudkan sebuah area PKL kuliner yang mudah dikenali; f) Menciptakan sebuah area PKL kuliner yang aman bagi pejalan kaki; g) Mewujudkan area PKL kuliner yang dapat menarik minat pejalan kaki; h) Mewujudkan area PKL kuliner yang dapat memberi kenyamanan bagi pejalan kaki.Kata Kunci : Penataan Kembali, area PKL kuliner, Jalan Pejanggik

Page 1 of 1 | Total Record : 7