cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ruas (Review of Urbanism and Architectural Studies)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 16933702     EISSN : 24776033     DOI : -
Core Subject : Engineering,
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) is a scientific publication for widespread research and criticism topics related to urbanism and architecture studies. RUAS is published twice a year since 2011 by the Department of Architecture of Universitas Brawijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
Konstruksi Ekologis Arsitektur Mesjid Ziarah Nusantara Studi kasus: Mesjid Ziarah Ampel Surabaya Mappaturi Mappaturi
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.045 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.01.2

Abstract

Ekologi arsitektur adalah keselarasan antara bangunan dengan alam sekitarnya, mulai dari Atmosfer, biosfer, Lithosfer serta komunitas. Unsur-unsur ini berjalan harmonis menghasilkan kenyaman, kemanan, keindahan serta ketertarikan. Melalui jelajah kasus Masjid Ampel, riset ini berupaya mengungkapkan konstruksi ekologis arsitektural masjid ziarah sebagai alternatif keberlanjutan arsitektur yang berkarakter Nusantara. Langkah awalnya adalah melakukan jelajah atas masjid tersebut dengan menggunakan kajian visual culture sebagai alat bacanya. Langkah berikutnya adalah melakukan kajian interpretif atas identitas masjid dan konsep sosio-ekologi arsitekturalnya. Penelitian ini menghasilkan rumusan arsitektur ekologis yang berpijak pada kenusantaraan dan kekinian arsitektural. Rumusan ini bisa dijadikan sebagai strategi pengembangan dan pembaharuan arsitektur masjid yang menusantara, mengkini, sekaligus berwawasan eko arsitektur.Kata Kunci: ekologis, nusantara, ramah lingkungan, hemat energi
Tipologi Dan Morfologi Rumah Tinggal Etnis Tionghoa Peranakan Di Desa Pasongsongan, Sumenep Cipta, Resty Linandi; Wulandari, Lisa Dwi; Antariksa, Antariksa
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.94 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.01.4

Abstract

The purpose of this study is to analyze typhology of half blood Chinese ethnic house by classifying the house element based on certain types, in order to obtain the thypology from micro side which is seen from roof thypology, column, floor, balustrade, console and the elements of openings in the form of doors, windows, bouvenlicht. Morphology from the micro side by analyzing the changes which is related with residential home element, meso by analyzing the changes and addition of sketch which is seen from space organization so the effect on changes in function, hierarchy, and circulation in the room. The existence of acculturation causing the Java style influence, China and the Netherlands in this house. The method used in this study is a qualitative descriptive by analyzing the physical condition of both residential and layout elements that can be produced by the characteristics of each typology and morphological findings.Key Word : Typology, morphology, the half blood Chinese ethnic
Penggunaan Ruang Pada Usaha Batik Tulis Di Kampung Batik Jetis Sidoarjo Irma Fitriyani; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.048 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.6

Abstract

Kampung Batik Jetis Sidoarjo adalah lokasi penghasil batik tulis khas Sidoarjo. Di Kampung Batik Jetis terdapat 15 pengrajin batik yang bertempat tinggal sekaligus menjalankan usaha kerajinan dan penjualan di lokasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami penggunaan ruang pada usaha pengrajin batik tulis di Kampung Batik Jetis Sidoarjo. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan pengamatan dan observasi pada ruang usaha 15 pengrajin batik tersebut sehingga didapat hasil identifikasi yang akan dianalisa dengan mengacu pada teori yang terkait. Skala penelitian ini adalah hanya melingkupi ruang secara mikro. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tentang penggunaan ruang untuk usaha pengrajin batik tulis di Kampung Batik Jetis ini secara umum menunjukkan bahwa setiap pengrajin melakukan aktivitas usaha dalam ruang usaha mereka masing-masing yang dimiliki sendiri (13 pengrajin) atau dipinjam dari pengrajin lain (2 pengrajin). Ruang yang digunakan terdiri dari ruang untuk proses produksi dan pasca produksi. Terdapat beberapa tipe ruang usaha berdasarkan ruang yang dimiliki/ digunakan. Sifat penggunaan ruang adalah permanen dan terdapat tipe ruang usaha berdasarkan letak/ proporsinya yang merupakan kombinasi dari tipe berimbang, campuran dan terpisah.Kata kunci: penggunaan ruang, aktivitas usaha batik, pengrajin batik tulis
Ruang Budaya Pada Proses Daur Hidup (Kelahiran) Di Dusun Wedoro Gresik Mike Yuanita; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.485 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.01.3

Abstract

One village in Gresik which still holds cultural ritual is Hamlet Wedoro . Activity life cycle (birth) gradually implemented , from the prenatal to postpartum . Every ritual activity has a space that forms a cultural space . The method used is qualitative descriptive . Analysis using supperimpose map above room space formed , of each ritual activities . Cultural space which is formed not only because of space , the execution time also affects the formation of cultural space . At the birth of the cultural space generated by the micro in residentialKeywords: Cultural space , Birth , Wedoro
Dinamika Ruang Pkl Alun-Alun Ponorogo : Sebuah Kearifan Lokal Achmad Faried Hanafi; Lisa Dwi Wulandari; Antariksa Antariksa
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.316 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.1

Abstract

Nowadays most of alun-alun turned into an urban park that serves as public open space advocates social, aesthetic and ecological functions. PKL as an economic entity, do not lose on the chance of crowd people on public space as a potential market for their business. The existence of street vendors in the square had become a dilemma, allowed or prohibited. This research aims to describe the spatial dynamics of street vendors in alun-alun Ponorogo and explore its existence to study its local wisdom. This study used qualitative descriptive method based on indepth interview on keypersons. The existence of street vendors in alun-alun Ponorogo form spatial-dynamic and as a form of local wisdom that develops in alun-alun Ponorogo.Keywords : alun-alun, Ponorogo, PKL (street vendors), local wisdom
Lokalitas Struktur Konstruksi Rumah Tradisional Sabu Di Kampung Adat Namata, NTT Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi; Antariksa Antariksa; Agung Murti Nugroho
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.736 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.7

Abstract

Pengaruh lingkungan dan interaksi sosial antara satu kelompok dengan kelompok yang lain menghasilkan aturan yang terwujud dalam sebuah tatanan nilai – nilai aturan budaya, tertuang dalam wujud fisik yang tentunya selalu menyesuaikan terhadap lingkungan sekitarnya. Aturan nilai budaya dalam wujud fisik menghasilkan kebiasaan atau tradisi, dalam wujud kearifan berarsitektur terhadap bagian – bagian elemen konstruksinya dalam pemanfaatan teknologi berupa peralatan, sistem sambungan dan material konstruksi setempat. Kearifan lokal ini tentunya memiliki nilai tradisi dan aturan yang selalu menjaga keseimbangan antara alam tempat hunian. Kampung adat Namata merupakan sebuah perkampungan adat tertua di Pulau Sabu yang kaya akan nilai budaya, sejarah, keragaman suku dan arsitektur rumah tradisionalnya. Arsitektur rumah tradisional Sabu (Ammu Hawu) merupakan salah satu cerminan lokalitas yang memiliki tatanan aturan nilai budaya setempat dan memiliki nilai keseimbangan antara lingkungan dan tempat tinggalnya. Lokalitas arsitekturnya terlihat dari struktur konstruksi yang ada pada setiap bagian – bagian elemen konstruksi Ammu Rahi Hawu. Objek rumah ini yang dijadikan sebagai objek untuk diteliti terhadap bagian – bagian elemen struktur konstruksinya terkait unsur – unsur nilai budaya setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan dan menganalisis lokalitas terhadap bagian – bagian elemen struktur konstruksi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, dengan kriteria pemilihan sampel penelitiannya, yakni terhadap bangunan yang merupakan bagian yang dikategorikan sebagai rumah adat serta karakteristik struktur konstruksi sesuai fungsi bangunan.Kata kunci : Lokalitas, Struktur Konstruksi, Rumah Tradisional.
Pemanfaatan Ruang Telaga Pada Tradisi Sedekah Bumi Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik Slamet Slamet; Jenny Ernawati; Agung Murti Nugroho
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.521 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.01.5

Abstract

Aspek tradisi yang semakin memudar, pengaruh tradisi sebagianbesar masyarakat Desa Cerme Kidul melaksanakan tradisi SedekahBumi, apabila tidak melaksanakan tradisi Sedekah Bumi merekameyakini akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Tujuantradisi Sedekah Bumi adalah meminta doa restu kepada Tuhan YangMaha Esa dan kepada nenek moyang supaya semua urusandilancarkan dan sebagai rasa syukur atas rejeki yang diberikanberupa panen raya, serta upaya untuk melestarikan budaya leluhur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekualitatif, teori yang digunakan sebagai landasan penelitian iniadalah Environment Behavior Study, di dalam tradisi Sedekah Bumi diTelaga Desa Cerme Kidul terkandung makna silaturrahmi diantarawarga tidak memandang suku, agama dan tingkatan sosial, TradisiSedekah Bumi adalah salah satu tradisi yang masih melekat padamasyarakat Desa Cerme Kidul. Tradisi tersebut dilaksanakan ketikaselesai panen padi. Tradisi ini dilaksanakan di Punden Telaga. Kata Kunci : punden telaga, warisan budaya, tradisi budaya.
Penataan Lansekap Pada Program Kampung Agropreneur Di Tembalangan Malang Ema Yunita Titisari; Damayanti Asikin
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.034 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.2

Abstract

Salah satu cara memecahkan permasalahan ruang terbuka hijau di kampung-kampung kota adalah melalui program pertanian kota. Selain dapat memperbaiki kualitas ekologi dan aspek visual lingkungan, urban farming berpotensi menjadi kegiatan ekonomi. Pada Kampung Tembalangan yang cukup padat, diperlukan perencanaan pola penataan lansekap dari kegiatan pertanian kota yang dilakukan. Penataan lansekap pada Kampung Tembalangan ini meliputi beberapa tahap yaitu: evaluasi kondisi eksisting, analisis potensi, dan alternatif solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik-teknik urban farming yang dipraktekkan dapat sekaligus menjadi elemen-elemen estetis arsitektural dan menciptakan ruang untuk beberapa fungsi sesuai dengan yang dibutuhkan.Kata kunci: penataan, lansekap, agropreneur, kampung
Penataan Ruang Pamer Kerajinan Keramik Dinoyo Malang Noviani Suryasari; Triandriani Mustikawati
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.713 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.8

Abstract

Dinoyo ceramic village located on Jl. MT Haryono Dinoyo District of Dinoyo is a center of home industry economic activity, announced by the Government of the tourist village of Malang. Industrial products are produced is in the form of ceramics, with a wide variety of forms such as pottery items for decoration, various souvenirs to household appliances/ kitchen. On the one hand, the potential for the development of economic activities of the people of the industry is still quite large visible from a good level of marketing, not only in the city of Malang, but even out of town or country. But on the other hand, problems arise in the aspect of the promotion strategy that is not supported by quality of showroom with attractive layout concepts. Based on three deficiencies can be identified from the management arrangement ceramics Dinoyo showrooms are associated with: (1) space zoning (2) arrangement of physical elements of space and (3) arrangement of handicrafts, the community service is targeted to structuring concept showroom ceramics. Structuring concept was applied in the field by applying spatial organization in a more effective, and the provision of furniture in accordance with the character of the object to show off.Keywords: showrooms, ceramic
Persepsi Mahasiswa terhadap Warna Dinding Depan Kelas pada Tes Mengingat Gunawan Tanuwidjaja; Feny Elsiana; Juniar Yusani; Maria Marsha Haryogo; Christovel Khosuma; Nerissa Arviana Wijaya; Aurellia Eunice W; Larasasti Sistha
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.861 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.1

Abstract

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan yang ditangkap mereka dan memberikan makna/arti bagi lingkungan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar (Chan, 1996) yaitu aspek visual, akustik, estetika dan lingkungan termal. Studi terhadap warna biru (blue) memberi efek menenangkan (soothing effect) didapati pada orang–orang yang sedang melihat badan air yang besar atau langit terbuka, sementara oranye (orange) memberikan rangsangan (Kopacz, 2004). Pada percobaan ini, dilakukan intervensi warna biru dan oranye yang diterapkan hanya seluas 12 m2 di bagian depan ruangan dengan produk Nippon Paint. Jenis cat yang dipilih ialah Biru (Arctic Blue) dan Oranye (Sun Fresh), dan lampu Philips Cool White. Dari riset, mahasiswa pada saat mengerjakan psikotes tidak terlalu merasa dampak dari dinding di bagian depan ruangan. Kemungkinan hal ini, disebabkan karena mahasiswa hanya sesekali melihat ke depan selama tes. Disarankan warna biru dan oranye ini dapat diterapkan pada bagian langit–langit serta meja agar lebih mempengaruhi (biru terhadap ketenangan dan oranye terhadap semangat). Kata kunci: warna dinding, menenangkan, menyemangati

Page 8 of 28 | Total Record : 276