cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
Strategi Pengembangan Transportasi Antar Wilayah di Propinsi Papua Barat Oktaviana, Maria Goretti; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transportasi antar wilayah dan Indeks AksesibilitasWilayah yang akan digunakan untuk menyusun strategi pengembangan transportasi antar wilayah di PropinsiPapua Barat. Metode yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, IRAP dan Analisis SWOT, IFAS-EFAS.Hasil penelitian memperlihatkan karakteristik transportasi antar wilayah di Papua Barat untuk : karakteristikperjalanan, maksud perjalanan 45% karena pekerjaan; waktu perjalanan rata-rata transportasi udara 55menit-1,5 jam, transportasi laut 6,5-19,5 jam, transportasi darat 3,5-9,5 jam; jarak perjalanan antar wilayahterpendek 24 km-terjauh 616 km. Untuk karakteristik pelaku perjalanan, pemilihan moda, transportasi udarabanyak dipilih untuk perjalanan pekerjaan, transportasi laut perjalanan perdagangan, transportasi daratperjalanan sosial; alasan pemilihan moda transportasi udara karena cepat, transportasi laut dan darat karenabertarif murah. Sedangkan untuk karakteristik fasilitas transportasi, waktu tunggu transportasi udara 30menit-1 jam, transportasi laut 3-5 jam, transportasi darat 1-2 jam; waktu untuk akses ke moda transportasiutama lain 10-24 jam. Indeks Aksesibilitas wilayah, terdapat kesenjangan aksesibilitas antar wilayah diPapua Barat yang cukup besar karena adanya perbedaan nilai IA yang relatif tinggi, semakin tinggi nilai IA(Indeks Aksesibilitas) menunjukkan semakin buruknya aksesibilitas suatu wilayah. Nilai IA tertinggi terdapatpada Kabupaten Raja Ampat, nilai IA terendah terdapat pada Kota Sorong; indeks aksesibilitas sektortertinggi adalah sektor Mobilitas/Transportasi yang berperan penting dalam peningkatan aksesibilitaswilayah, sedangkan nilai IA terendah adalah sektor Kesehatan dikarenakan kurangnya tingkat kesadaranmasyarakat akan kesehatan; Indeks Aksesibilitas sub sektor tertinggi adalah transportasi umum-moda udara.Sementara dari hasil analisis SWOT, IFAS-EFAS prioritas strategi pengembangan yang direkomendasikanantara lain adalah Perencanaan transportasi antar wilayah secara terpadu, terintegrasi yang disesuaikandengan karakteristik wilayah. 
Kajian Kinerja Angkutan Umum dengan Metode Qualify Function Deployment (QFD) pada Kawasan Industri Marmer di Kabupaten Tulungagung Susilowati Susilowati; Achmad Wicaksono; Tunjung Wijayanto Suharso
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.057 KB)

Abstract

Tujuan kajian ini adalah mengetahui karakteristik penumpang dan pelayanan angkutan umum, mengevaluasikinerja rute angkutan umum, dan membuat rekomendasi penataan angkutan umum di Kawasan IndustriMarmer dengan memperhatikan tingkat pelayanan terhadap penumpang di Kabupaten Tulungagung. Metodeanalisis adalah deskriptif kualitatif mengenai karakteristik penumpang dan pelayanan angkutan umum,analisa kinerja rute, pelayanan lalu lintas dan metode QFD (Quality Function Deployment). Diketahui bahwakarakteristik sosial ekonomi penumpang angkutan umum di kawasan industri marmer 70% perempuan, 40%bekerja lain-lain, dan 40% dengan tingkat penghasilan > 2.000.000. Karakteristik Spasial di kawasan industrimarmer, mayoritas 40% pelayanan sangat tidak nyaman, 30% berasal dari rumah, 20% berasal dariKecamatan Pakel, 34% menuju tempat wisata, 22% menuju Kecamatan Tanggunggunung, 40% maksudbekerja, 40% lewat kawasan industri marmer pukul 07.00 – 09.00. Hasil evaluasi kinerja rute, kecepatan rataratasegmen 1 rute Campurdarat – Besuki 12,81 km/jam sedangkan rute Besuki – campurdarat yaitu 10,87km/jam, pada segmen 2 rute Campurdarat – Besuki 12,74 km/jam dan rute Besuki – Campurdarat 10,84km/jam. Load Factor dari kedua rute dengan nilai 54,84% dan 51,11%. Headway rute Campurdarat – Besukihari selasa 40,91 menit, hari kamis 39,66 menit, hari minggu 26,41 menit sedangkan rute Besuki –Campurdarat hari selasa 36,60, hari kamis 37,78 menit, hari minggu 31,38 menit. Tingkat pelayanan jalansegmen 1 hari selasa 0,48, hari kamis 0,40, hari minggu 0,54 sedangkan segmen 2 hari selasa 0,44, harikamis 0,36 dan hari minggu 0,51. Rekomendasi bagi perbaikan pelayanan angkutan umum pada kawasanindustri marmer adalah Perbaikan headway angkutan, Mempertahankan kinerja operasional seperti kecepatanrata-rata sesuai dengan standarnya, Perbaikan tingkat pelayanan jalan dan Perbaikan tingkat pelayananangkutan demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. 
Relevansi PMBOK 2008 Terhadap Materi Bidang Manajemen Konstruksi Universitas Brawijaya Dipa Supriyanti; Armanu Thoyib; Saifoe El Unas
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.679 KB)

Abstract

Manajemen proyek adalah aplikasi atau implementasi dari pengetahuan, ketrampilan, perangkat dan teknikpada suatu aktivitas proyek untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan suatu proyek. PMBOK (ProjectManagement Body of Knowledge) adalah salah satu standarisasi internasional manajemen proyek yang dibuatoleh Project Management Institute (PMI) terdiri atas 9 (sembilan) knowledge area, yaitu : manajemen ruanglingkup, manajemen waktu, manajemen biaya, manajemen sumber daya manusia, manajemen resiko,manajemen komunikasi, manajemen kualitas, manajemen pengadaan, dan manajemen integrasi proyek.Untuk mendapatkan pengetahuan dalam bidangnya, seorang manajer proyek konstruksi tidak hanya cukupmendapatkan pengetahuan dari pengalamannya saja. Pendidikan secara formal dalam konstruksi jugadibutuhkan. Universitas Brawijaya (UB) pada saat ini telah memiliki program studi manajemen konstruksi(MK) pada salah satu bidang magisternya.Dari pembahasan di atas dapat disusun pertanyaan penelitian pada penelitian ini, yaitu bagaimana relevansimateri bidang manajemen konstruksi program magister Universitas Brawijaya dengan cakupan PMBOK2008. Untuk menjawab permasalahan tersebut, diadakan penelitian survei dengan instrumen berupakuesioner yang disebarkan kepada alumni magister manajemen konstruksi UB. Data hasil kuesioner diolahdengan analisa statistik deskriptif dan korelasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah materi MK UB denganPMBOK 2008 yang berkorelasi rendah 4 indikator, sedang 15 indikator, kuat 25 indikator, dan sangat kuat 8 indikator. 
Analisis Dampak Pengembangan Terminal Tipe A Bayuangga Kota Probolinggo Terhadap Kinerja Lalu Lintas Disekitarnya Bena Madya; Achmad Wicaksono; Muhammad Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.017 KB)

Abstract

Terminal merupakan salah satu fasilitas umum yang menunjang pergerakan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Dalam rangka meningkatkan pelayanan, pemerintah kota/kabupaten selalu berusaha untuk meningkatkan pelayanan fasilitas ini. Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perhubungan berupaya meningkatkan pelayanan terminal melalui Pengembangan Terminal Bayuangga, yang didalamnya terdiri dari beberapa kegiatan fungsional yang berupa terminal, hotel, rumah makan/restoran. Pada hasil analisa menunjukkan bahwa pengembangan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo menimbulkan bangkitan/tarikan sebesar 21,79 smp/jam. Setelah dilakukan pembebanan, maka tingkat pelayanan jalan dan persimpangan yang terdampak oleh pengembangan Terminal Bayuangga masih dalam kondisi baik. Saran penanganan terhadap masalah yang mungkin timbul baik di ruas jalan maupun di persimpangan meliputi penanganan pada saat pembangunan maupun pada saat pengoperasian Terminal Bayuangga setelah adanya pengembangan terminal, antara lain terdiri dari penempatan petugas pemandu dan rambu-rambu lalu lintas, pemasangan lampu peringatan (warning light), dan pengaturan ulang waktu siklus pada Alat Pengatur Isyarat Lampu Lalu Lintas (APILL). 
Karakteristik Pengemudi dan Model Peluang Terjadinya Kecelakaan Bus Antar Kota Antar Propinsi Nugroho, Lukito Adi; Sulistio, Harnen; Indriastuti, Amelia Kusuma
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.756 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah yang umum terjadi dalam penyelenggaraan sistem transportasi di banyak negara. Pada negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, kecelakaan lalu lintas ini cenderung mengalami peningkatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengemudi bus AKAP ditinjau dari karakteristik sosio ekonomi dan pergerakan, besarnya tingkat pengetahuan/pemahaman pengemudi terhadap aspek keselamatan yang ada pada peraturan lalu lintas, mengetahui implementasi/perilaku pengemudi terhadap peraturan lalu lintas pada lokasi rawan kecelakaan, membuat model peluang terjadinya kecelakaan terhadap pengemudi bus Antar Kota Antar Propinsi, dan membuat rekomendasi program aksi peningkatan keselamatan angkutan penumpang umum bus AKAP. Pada hasil analisa deskriptif dapat diketahui bahwa seluruh pengemudi bus AKAP adalah seorang laki-laki/pria dengan mayoritas usia 41-50 tahun. Mayoritas pengemudi bus AKAP memiliki tingkat pendidikan akhir setara SMU/MA, dengan penghasilan rata-rata Rp. 1.000.000,00 – Rp. 2.000.000,00. Hasil analisa juga memperlihatkan bahwa hampir seluruh responden kurang memahami aspek keselamatan yang ada pada kendaraan maupun aspek keselamatan yang ada pada peraturan lalu lintas yang ada. Model peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas yang telah dibentuk dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pengemudi bus AKAP dan pengetahuan pengemudi bus AKAP terhadap aspek keselamatan yang ada pada kendaraan. 
Studi Penentuan Nilai Penghematan Waktu Dan Biaya Pengguna Jalan Tol Dalam Kota (Studi Kasus Tol Waru-Dupak ) Ayu Pertimasari Sekar Handayani; Achmad Wicaksono; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.82 KB)

Abstract

Salah satu komponen penting dalam penentuan tarif tol di Indonesia adalah nilai waktu. Studi ini difokuskan pada penurunan nilai penghematan waktu berdasarkan perilaku pemilihan rute pengguna jalan tol di Indonesia menggunakan data stated preference (SP). Studi difokuskan pada pengguna kendaraan golongan I,pada ruas waru-dupak , jalan tol dalam kota Surabaya Survey pengguna jalan tol dan SP dilakukan selama seminggu mulai tanggal 21 Juli 2011, dilokasi sekitar koridor waru-dupak. Data pilihan dianalisis menggunakan paket ALOGIT untuk analisis maksimum likelihood, sementara analisis regresi data rating dilakukan menggunakan MICROSOFT EXCEL spread sheet. Dari survey yang dilakukan, ditemukan bahwa sebagian besar responden memutuskan untuk menggunakan jalan tol dengan alasan waktu perjalanan yang lebih singkat dan arus lalulintas yang lebih lancer. Dua kuesioner rating dicoba. Satu dengan pilihan-pilihan yang murni hipotetikal dengan atribut waktu perjalanan terdiri dari waktu perjalanan dan tundaan. Sementara yang lain dirancang dengan pilihan yang menampilkan kondisi pilihan berdasarkan pengalaman pengguna saat ini. Rancangan yang terakhir lebih merefleksikan kondisi nyata, data yang dikumpulkan lebih memenuhi syarat dan dapat diandalkan daripada yang diperoleh dari rancangan pertama. Juga ditemukan, bahwa pada tingkat tertentu nilai trade-off uang/waktu, responden cenderung untuk melihat nilai uang sebagai pertimbangan utama dalam pilihannya, selanjutnya waktu atau bahkan mereka tidak melihatnya sama sekali . Dengan menggunakan maximum likelihood,nilai waktu, dalam rp/jam , perjalanan ke tempat kerja-tol dibayar sendiri,perjalanan ke tempat kerja-tol dibayar perusahaan,perjalanan ke tempat kerja,perjalanan bagian dari kerja-tol dibayar sendiri, perjalanan bagian dari kerja-tol dibayar perusahaan,tol dibayar sendiri,tol turut,adalah 4.775, 6.724 , 5.032, 8.117, 6.515, 7.212, analisis regresi adalah 3.278, 7.314, 3.959, 10.702, 4.949, 7.325, 4.643, 6.023 dan 3.332 .Perbedaan tersebut disebabkan karena perbedaan jenis data respon dan metode analisis. 
Kajian Kepuasan Masyarakat Kota Malang Terhadap Kualitas Layanan Angkutan Umum Dengan Menggunakan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Napitupulu, Rudy CC; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.307 KB)

Abstract

Masalah utama yang diduga menjadi pemicu rendahnya minat masyarakat Kota Malang untuk menggunakan angkutan umum adalah rendahnya kualitas pelayanan angkutan umum baik ditinjau dari pengguna (user), operator maupun dimensi kebijakan pemerintah (regulator). Terkait dengan masalah tersebut penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengukur seberapa besar tingkat kepuasan user terhadap kualitas pelayanan angkutan umum saat ini (angkutan kota trayek AG dan trayek TST). Metode analisa yang digunakan dalam mencapai tujuan adalah metode analisis deskriptif, analisis evaluatif, dan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Besarnya sampel penumpang yang digunakan dalam penelitian adalah 200 penumpang yang terbagi menjadi 100 penumpang trayek AG dan 100 penumpang trayek TST, sedangkan sampel angkutan untuk kepentingan survei dinamis adalah 30 unit kendaraan trayek AG dan 9 unit trayek TST.Selanjutnya dari hasil analisis diperoleh gambaran bahwa sebagian besar pergerakan penumpang adalah merupakan pergerakan rutin selama 6 hari dengan maksud untuk pulang ke rumah. Hasil analisis kinerja operasional : 1) Penumpang AG (66%) dan TST (81%) tidak melakukan perpindahan moda lagi; 2) Kecepatan rata-rata angkutan kota trayek AG adalah 22,19 km/jam dan TST adalah 18,34 km/jam;3) Waktu menunggu < 5 menit; 4) Waktu perjalanan < 2 jam 5) Load factor dinamis untuk AG(37,55%) dan TST (34,35%). Keseluruhan hasil kinerja operasional angkutan umum di Kota Malang dinilai masih layak berdasarkan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur (Dirjen Hubdat, 2002), namun berdasar hasil survey masih ditemukan ketidakpuasan penumpang terhadap kualitas layanan. Berdasar hasil analisis SEM, variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan adalah secure, comfort, acces, cost dan environt friendly untuk taryek AG dan comfort, acces, reliability dan cost untuk trayek TST. 
Seismic Response Of A Sandy Stratum With A Silt Layer Under Strong Ground Motions Bakhtiar Cahyandi Ridla; Huei -Tsyr Chen; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.948 KB)

Abstract

The presence of silt layer with small permeability may exist in the liquefiable sandy ground and it can produce the water film beneath silt layer with high pore water pressure under earthquakes. From the geotechnical point of view, the water film can cause instability of ground especially for slope ground. The objectives of this study is to gain a more understanding the effect of possible crack inside the silt layer at certain time on the seismic responses of ground of liquefiable sand stratum with a silt layer through numerical simulations. A nonlinear 3D effective stress finite element program was used in this study. A total of 4 models were constructed. Two strong earthquakes with different characteristic were used in this study. Settlement on the surface and excessive pore water pressure were presented for all models. The result showed that possible crack in the silt layer can lead to the larger settlement due to the faster dissipation of EPWP beneath the silt layer and the breakage of silt layer can lead to the sudden decrease in EPWP in the soil beneath the silt layer and sudden increase in EPWP in the soil above the silt layer. Sometimes the upward movement of pore water may cause the soil to liquefy, which will not occur without the breakage of silt layer. The crack in the silt layer leads to the faster dissipation of EPWP below the silt layer; such faster dissipation progresses from the location beneath the silt layer to the bottom of the soil stratum. 
Pengaruh Upah, Kemampuan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pekerja Pelaksanaan Bekisting Pada Pekerjaan Beton Amin Zainullah; Agus Suharyanto; Sugeng P. Budio
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.629 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh upah, kemampuan kerja dan pengalaman kerja terhadap kinerja pekerja pelaksanaan pekerjaan bekisting. Populasi dari penelitian ini adalah pekerja yang sedang melaksanakan proyek Pembangunan Perumahan Greenwood Golf , Pondok Blimbing Indah Kota Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh yaitu seluruh pekerja pada sebuah proyek pembangunan yang sedang berlangsung dengan jumlah 37 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah, kemampuan kerja dan pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pelaksanaan pekerjaan bekisting . Daya prediksi dari model regresi (R-square) yang dibentuk dalam pengujian ini memiliki nilai 36,1%, artinya upah, kemampuan kerja, dan pengalaman kerja mempunyai kontribusi terhadap kinerja pekerja pelaksanaan pekerjaan bekisting sebesar 36,1%, sedangkan sisanya 63,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Manajemen pelaksanaan proyek konstruksi perlu memperhatikan upah karena dengan meningkatkan upah maka kinerja pekerjanya juga akan meningkat. Untuk menambah kemampuan dan pengalaman kerja hendaknya pekerja diikutkan pada pelatihan pembuatan bekisting agar bisa membuat bekisting yang kuat, tidak bocor, mudah dibongkar serta tepat ukurannya dan memiliki nilai ekonomis tinggi dengan waste bekisting yang minimal. 
Kajian Terhadap Implementasi Manajemen Mutu Pada Pengelolaan Proyek Perumahan Muhammad Suryo Nugroho; Muhammad Bisri; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.711 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen mutu pada pengelolaan proyek perumahan yang menggunakan sistem manajemen mutu (SMM) ISO dan yang tidak menggunakan SMM ISO. Penelitian ini dilakukan melalui metode survey dengan pihak manajemen dari beberapa perusahaan pengembang perumahan di kota surabaya. Dari 65 kuesioner yang disebar, yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 60 kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisa kriteria interpretasi skor dan uji – t. Variabel yang digunakan adalah sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi produk, pengukuran, analisis dan perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi manajemen mutu pada pengelolaan proyek perumahan adalah, perusahaan pengembang perumahan yang menggunakan SMM ISO prosentase pilihan responden terhadap semua sub variabel yang paling banyak dipilih adalah klasifikasi “baik”. Sedangkan yang tidak menggunakan SMM ISO, prosentase pilihan responden terhadap semua sub variabel yang paling banyak dipilih adalah klasifikasi “cukup baik”. Untuk perbedaan implementasi manajemen mutu pada pengelolaan proyek perumahan yang menggunakan SMM ISO dan yang tidak menggunakan SMM ISO adalah secara signifikan ada perbedaan implementasi visi, misi, sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi produk, pengukuran, analisis dan perbaikan. 

Page 10 of 54 | Total Record : 536


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue