cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
Pengaruh Air Laut pada Perawatan (Curing) Beton Terhadap Kuat Tekan dan Absorpsi Beton dengan Variasi Faktor Air Semen dan Durasi Perawatan Syamsuddin, Ristinah; Wicaksono, Agung; M, Fauzan Fazairin
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.973 KB)

Abstract

Dalam proses pembuatan bangunan di daerah pantai, kontak dengan air laut terkadang tidak dapat dihindari. Air laut sendiri memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida (Cl) yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang bersifat agresif terhadap bahan lain, termasuk beton. Pada penelitian ini akan dibahas tentang pengaruh air laut terhadap kuat tekan dan absorpsi pada beton pada masa perawatan selama 28 hari dengan berbagai durasi sentuhan dengan air laut. Hal ini karena kontak dengan air laut tidak hanya terjadi pada saat beton sudah jadi, namun juga pada saat perawatannya (curing). Dalam penelitian ini digunakan benda uji beton dengan variasi faktor air semen 0,45; 0,50; 0,55 serta variasi durasi curing air laut selama 1 hari, 2 hari, 3 hari dan curing air bersih selama 3 hari. Tiap variasi diberikan uji tekan setelah beton berumur 28 hari. Untuk mengukur kedalaman absorpsi air laut yang telah diberi pewarna pada pecahan benda uji dengan menggunakan crack detector. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi faktor air semen 0,45 ; 0,50; dan 0,55 memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton baik dengan perawatan air laut maupun air bersih sedangkan variasi durasi curing dengan air laut selama 1 hari, 2 hari, dan 3 hari tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton. Absorpsi yang terjadi pada beton dipengaruhi oleh variasi durasi curing air laut dan variasi faktor air semen, semakin lama masa curing dan semakin besar faktor air semen maka semakin besar pula absorpsi yang terjadi. 
Pengaruh Budaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Proyek Konstruksi Wieke Yuni Christina; Ludfi Djakfar; Armanu Thoyib
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.01 KB)

Abstract

Proyek adalah sekumpulan kegiatan yang dimaksudkan untuk mencapai hasil akhir tertentu yang cukup penting bagi kepentingan pihak manajemen. Proyek tersebut salah satunya meliputi proyek konstruksi. Proses pembangunan proyek konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya. Salah satu fokus perusahaan kontraktor adalah menciptakan kondisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik di proyek. Sedangkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk perilaku pekerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi budaya keselamatan dan kesehatan kerja terutama pada proyek konstruksi, serta menganalisa pengaruh faktor-faktor budaya keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja proyek konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel bebas yang terdiri dari Komitmen Top Management terhadap K3 (X1), Peraturan dan Prosedur K3 (X2), Komunikasi Pekerja (X3), Kompetensi Pekerja (X4), Lingkungan Kerja (X5), dan Keterlibatan Pekerja dalam K3 (X6) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Proyek Konstruksi (Y). Karena koefisien regresi pengaruh Komitmen Top Management terhadap K3 (X1) terhadap Kinerja Proyek Konstruksi (Y) bertanda positif mengindikasikan bahwa pengaruh keduanya searah.
Analisis Dinding Pasangan Batu Bata Terhadap Respon Beban Berulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Christin Remayanti; Sri Murni Dewi; Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.585 KB)

Abstract

Perilaku mekanik dari dinding pasangan batu bata atau masonry batu bata dipengaruhi oleh perilaku mekanik bahan penyusunnya yaitu batu bata dan spesi yang dapat diperoleh dengan melakukan penelitian di laboratorium. Selanjutnya hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perilaku mekanik dinding pasangan batu bata secara komputasi. Salah satu cara untuk mengetahui perilaku masonry batu bata secara komputasi adalah dengan menggunakan metode elemen hingga. Teknik pemodelan dengan metode elemen hingga terdiri dari dua jenis model yaitu model makro dan model mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan bentuk model mikro dan model makro pada analisis dinding pasangan batu bata terhadap respon beban berulang, mengetahui pengaruh penggunaan bracing pada dinding pasangan batu bata dan pengaruh penggunaan bambu sebagai bahan alternatif bracing bila dibandingkan dengan menggunakan bracing dari bahan baja. Penelitian dilakukan pada model makro dan mikro secara numerik sehigga didapatkan perpindahan, regangan dan tegangan yang terjadi akibat beban berulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa model makro lebih sederhana daripada model mikro dan juga menunjukkan bahwa dengan penambahan bracing baik dari bahan baja maupun bambu pada dinding pasangan batu bata dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan dinding terhadap respon beban berulang. 
Studi Perencanaan Bentuk Bendungan Beton Sederhana yang Paling Efisien Prastumi, Prastumi; Suseno, Hendro; Pratama, Fabriyanti Yudha
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.495 KB)

Abstract

Bendungan beton adalah suatu bendungan yang dibuat dengan cara memasang tulangan lalu ditambahcampuran semen, pasir, kerikil sampai berbentuk struktur yang padat. Tujuan dari studi perencanaan iniadalah untuk mengetahui desain kemiringan lereng bendungan beton yang paling efisien. Selain harus stabilterhadap guling dan geser, bendungan haruslah bernilai ekonomis. Kemiringan lereng yang sesuai sangatlahdibutuhkan agar bendungan memiliki kestabilan yang cukup dan bernilai ekonomis. Pada studi perencanaanini dilakukan perhitungan dengan menggunakan profil bendungan beton sederhana yang berbeda. Tahappertama, digunakan profil bendungan beton sederhana dengan bentuk dasar berupa segitiga. Profil inidigunakan untuk mengetahui batas minimal kemiringan lereng bendungan yang bisa digunakan sebagaiacuan untuk perhitungan selanjutnya. Pada tahap kedua, digunakan profil bendungan beton denganmenambah tinggi jagaan. Penambahan ini akan menambah berat sendiri bangunan yang pada akhirnyamenambah volume beton yang dibutuhkan. Pada tahap ketiga, digunakan profil bendungan denganpenambahan jalan inspeksi dan pondasi. Tahap awal perhitungan bendungan didapatkan faktor kemiringanlereng antara 0,612 – 0,73. Range faktor kemiringan lereng tersebut digunakan untuk mendesain lebar dasarbendungan. Sedangkan untuk tahap perhitungan selanjutnya didapatkan grafik hubungan tinggi bendungan,faktor kemiringan lereng dan kedalaman pondasi yang bisa digunakan untuk mencari nilai kemiringan lerengbendungan yang bernilai ekonomis dengan mengutamakan kestabilan bendungan terhadap gaya guling dangeser.Kata kunci: bendungan beton, efisien, kemiringan lereng.
Pondasi Pracetak Bambu Komposit Benedictus Sonny Yoedono; Sri Murni Dewi; Agoes Soehardjono
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.643 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku deformasi pondasi telapak pracetak bambu komposit dengan titik berat pada pelat dan balok rib pondasi yaitu lendutan akibat beban yang diberikan dan pola keretakan yang terjadi. Benda uji dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) variasi tipe pondasi pracetak bambu komposit yang dibedakan berdasarkan letak kolom (tengah, pinggir, dan sudut), dimana setiap tipe terdiri dari 3 (pengulangan) benda uji, sehingga jumlah benda uji adalah 9 (sembilan) buah. Ukuran pelat pondasi yaitu 45 cm x 80 cm x 5 cm. Tulangan utama yang dipakai baik untuk pelat, balok rib dan kolom menggunakan bambu petung dimensi 1 cm x 1 cm. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban pada kolom pondasi hingga kondisi elastis (tidak sampai runtuh). Rerata beban P retak awal masing-masing pondasi adalah 3332 kg untuk pondasi tipe 1, 3132 kg untuk pondasi tipe 2, dan 936 kg untuk pondasi tipe 3. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Nilai beban (P retak awal) yang mampu ditahan oleh variasi pondasi tipe T- 1 memiliki perbedaan yang cukup besar, hal ini menunjukkan kualitas pekerjaan yang kurang seragam, sedangkan untuk variasi pondasi tipe T-2 dan T-3 tidak jauh berbeda, hal ini menunjukkan kualitas pekerjaan yang cukup seragam. Perbandingan nilai beban P retak awal dan lendutan antara hasil pengujian laboratorium dan analisis teoritis menunjukkan perbedaan yang cukup besar. (2) Pada semua tipe pondasi pracetak bambu komposit (tipe T-1, T-2, dan T-3) memiliki pola retak yang sama, yaitu keretakan terjadi pada beton tarik (retak lentur) , namun pada pondasi tipe T-1 dan T-2 seiring bertambahnya beban, retak lentur menjadi semakin banyak dan menjalar menuju beton pada daerah tekan (retak geser). 
Kajian Dampak Lalu Lintas Akibat Pemindahan Pasar di Malinau Bohoh, Yaris; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.573 KB)

Abstract

Pembangunan pasar baru yang merupakan pasar sentral di Kabupaten Malinau menyebabkanperubahan tata guna lahan yang akan menimbulkan perubahan pergerakan arus lalu lintas. Tujuan penelitianini adalah mengetahui model tarikan pasar Malinau lama, validasi model dengan kondisi pasar Malinausetelah dipindah dan dampak lalu lintas akibat pemindahan pasar Malinau. Pengumpulan data dilakukanuntuk mendapatkan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan dengan menggunakan Metode AnalisisKorelasi, Metode Analisis Regresi, Metode Analisis Regresi Komponen Utama, Analisa kinerja lalu lintas,Analisis Sensitifitas dan Manajemen Lalu Lintas. Model tarikan pergerakan sepeda motor adalah Y1 = -721,606 + 0,843 X1 + 0,221 X2 + 0,777 X3 + 0,569 X4 ; R2 = 0,791. Model tarikan pergerakan mobilpribadi adalah Y2 = 215,642 + 0,810 X1+ 0,849 X2+ 0,859 X3+ 0,391 X4; R2 =0,739. Model tarikanpergeraan mobil angkutan umum adalah Y3 = 512,804 + 0,880 X1+ 0,800 X2+ 0,893 X3+ 0,837 X4; R2=0,294. Dari hasil pemodelan tersebut terlihat bahwa model tarikan pergerakan sepeda motor, mobil pribadidan angkutan umum di pasar lama layak digunakan. Setelah divalidasi dengan kenyataan, tarikan pergerakandi pasar baru tidak relevan karena sampai saat ini aktivitas perbelanjaan masih lebih banyak dilakukandisekitar lokasi pasar lama, sehingga dampak lalu lintas terhadap pemindahan pasar baru tidak menunjukanperubahan yang berarti. Tarikan pergerakan akibat pemindahan pasar baru tidak berjalan optimal karenapenentuan tata guna lahan yang kurang tepat termasuk pemilihan lokasi pasar baru. Untuk kedepan hasilperhitungan dengan model tersebut dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam menentukan rekomendasipelayanan prasarana jalan ( kapasitas jalan ) dan pelayanan angkutan umum. 
Sloof Pracetak dari Bambu Komposit Ilanka Cahya Dewi; Sri Murni Dewi; Agoes Soehardjono
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.369 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku lentur berupa hubungan beban-lendutan dan pola keruntuhan pada sloof bertumpuan sederhana, mengetahui pengaruh variasi diameter dowel dan panjang penyaluran tulangan penyambung dari sloof dan kolom terhadap hubungan beban-lendutan dan pola keruntuhan pada sloof yang disambung dengan kolom, serta mengetahui perilaku regangan tulangan penyambung dari sloof dan kolom. Benda uji yang digunakan berupa 2 sloof bertumpuan sederhana bentang 1200 mm, dan 8 sambungan sloof-kolom kolom dimana masing-masing 2 buah mewakili variasi diameter dowel dan panjang penyaluran tulangan penyambung. Pada dua benda uji sambungan dipasang strain gauge untuk mengetahui regangan tulangan penyambung. Semua benda uji menggunakan tulangan bambu Petung dimensi 10 mmx10 mm. Pengujian lentur dilakukan dengan memberikan beban terpusat pada dua titik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sloof bertumpuan sederhana bersifat getas (britlle). Pola keruntuhan sloof diawali dengan retak lentur yang tegak lurus sumbu sloof, sedangkan pada sambungan terjadi retak geser pada bidang antara atau titik temu atas sloof dan kolom. Penggunaan variasi diameter dowel dan panjang penyaluran tulangan penyambung tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hubungan beban-lendutan dan pola keruntuhan yang terjadi. Regangan pada tulangan penyambung sloof mengalami penurunan setelah terjadi retak pada sloof, sedangkan regangan pada tulangan penyambung kolom terus meningkat, hal ini dikarenakan setelah sloof mengalami retak, beban masih terus bekerja pada kolom sampai mencapai beban (P) maksimum. 
Penggunaan Lumpur Lapindo Sebagai Filler pada Perkerasan Lentur Jalan Raya Muhammad Zainul Arifin
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.511 KB)

Abstract

Lumpur Lapindo merupakan limbah yang dihasilkan dari bencana semburan lumpur panas di lokasipengeboran PT. Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah berlangsung sejak Mei 2006.Banyak penelitian dilakukan untuk mencegah dan diusahakan untuk memanfaatkan limbah tersebut. Padapenelitian ini limbah lumpur Lapindo digunakan sebagai filler pada campuran perkerasan lentur jalan raya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi filler dan Kadar Aspal Optimum (KAO) yangdihasilkan dalam campuran Laston dan HRS yang menggunakan lumpur Lapindo sebagai filler.Dari hasil akhir penelitian diperoleh Kadar Aspal Optimum (KAO) dan proporsi filler lumpur Lapindo/abubatu pecah didapatkan dengan metode diagram pita dan metode Linear Progrramming. Dari metode diagrampita diperoleh KAO sebesar 7,7% dan proporsi filler optimum 75/25 untuk Laston, sedangkan untuk HRSdiperoleh KAO sebesar 8,3% dan proporsi filler optimum 25/75. Dari metode Linear Progrrammingdiperoleh nilai KAO untuk Laston sebesar 7,9% dan untuk HRS sebesar 8,3%, sedangkan proporsi filleroptimum untuk Laston dan HRS tidak dapat diperoleh. 
Pengaruh Keberadaan Parkir dan Pedagang Kaki Lima Terhadap Biaya Kemacetan dan Polusi Udara di Jalan Kolonel Sugiono Malang Anna Aga Pertiwi; Achmad Wicaksono; Mustika Anggraeni
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.636 KB)

Abstract

Pengaruh keberadaan parkir dan PKL terhadap kemacetan dan polusi udara yang ditimbulkan di JalanKolonel Sugiono sangat merugikan pengguna jalan. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptifkualitatif untuk menggambarkan karakteristik pengguna jalan. Sedangkan metode evaluatif kuantitatif adalahdengan menghitung kinerja ruas jalan, biaya kemacetan dan biaya polusi udara di Jalan Kolonel Sugiono.Dari penelitian ini diketahui bahwa karakteristik pergerakan Jalan Kolonel Sugiono, mayoritas 43,94%berasal dari kantor, 17,91% berasal dari Kecamatan Klojen, 37,31% menuju ke kantor, 31,34% menuju keKecamatan Klojen, 52,25% maksud bekerja dan 20,09% lewat Jalan Kolonel Sugiono pukul 06.00 - 08.00.Tingkat pelayanan Jalan Kolonel Sugiono cenderung meningkat pada kondisi tanpa keberadaan parkir danPKL. Dengan kondisi tersebut, tingkat pelayanan pada segmen 1 mengalami peningkatan sebesar 20,65%,pada segmen 2 mengalami peningkatan sebesar 28,95%, dan segmen 3 mengalami peningkatan sebesar18,01%. Sedangkan biaya kemacetannya mengalami penurunan, yaitu pada segmen 1 sebesar 34%, segmen 2sebesar 39% dan segmen 3 sebesar 24%. Biaya polusi udara mengalami penurunan pada kondisi tanpakeberadaan parkir dan PKL. Penurunan yang terjadi pada segmen 1 sebesar 25%, segmen 2 antara 31% untukhari sibuk dan hari biasa serta sebesar 30% untuk hari libur. Pada segmen 3, penurunan antara 16% untukhari sibuk dan hari libur serta sebesar 17% untuk hari biasa. 
Pengaruh Guna Lahan Terhadap Tarikan Pergerakan, BiayaKemacetan dan Biaya Kecelakaan (di Jalan KH. Abdul Fatah - Jalan Kapten Kasihin Tulungagung) Dyah Kumalasari; Soemarno Soemarno; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.962 KB)

Abstract

Jalan KH. Abdul Fatah - Jalan Kapten Kasihin merupakan salah satu koridor Jalan dengan intensitas gunalahan dengan fungsi pelayanan dan komersil tinggi di wilayah perkotaan Tulungagung. Dengan tipikal gunalahan tersebut tentunya akan menghasilkan pergerakan yang sangat besar dan berpotensi mengakibatkangangguan sirkulasi lalu lintas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tarikan pergerakan akibatpenggunaan lahan, mengetahui berapa besar biaya kemacetan dan biaya kecelakaan yang terjadi, sertapengaruh guna lahan terhadap tarikan pergerakan, biaya kemacetan dan biaya kecelakaan. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa biaya kemacetan yang terjadi perhari sebesar Rp.135.620.410,-, sehingga dalam satutahun biaya kemacetan mencapai Rp.48.823.347.442,-. Kerugian ini berupa bertambahnya BOK yangsemestinya tidak perlu dikeluarkan apabila kecepatannya bisa mencapai kecepatan desain perencanaan.Untuk biaya kecelakaan terdiri dari biaya kecelakaan berat, kecelakaan ringan, dan kecelakaan dengankerugian harta. Sedangkan untuk biaya kecelakaan fatal pada lokasi penelitian tidak ada mengingat lokasinyaberada di dalam kota. Pengaruh guna lahan terhadap tarikan pergerakan, biaya kemacetan dan biayakecelakaan yaitu dengan analisis jalur atau path analisis. Dari hasil analisis jalur variabel guna lahan terhadapbiaya kecelakaan melalui tarikan pergerakan dan biaya kemacetan memiliki pengaruh yang paling besar.Sedangkan untuk pengaruh secara langsung antar variabel yang tertinggi yaitu pengaruh guna lahan terhadaptarikan pergerakan. 

Page 9 of 54 | Total Record : 536


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue