cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
Pengaruh Variasi Bentuk Penampang Kolom Terhadap Perilaku Elemen Struktur Akibat Beban Gempa Krisnamurti Krisnamurti; Ketut Aswatama Wiswamitra; Willy Kriswardhana
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.614 KB)

Abstract

Kolom berfungsi sebagai penerus beban–beban dari balok dan pelat ke tanah dasar melalui fondasi. Kolom berfungsi menahan beban aksial tekan dengan atau tanpa momen lentur. Kolom memegang peranan penting pada keutuhan struktur, apabila kolom mengalami kegagalan akan berakibat pada keruntuhan struktur bangunan atas gedung. Kolom persegi dan kolom persegi panjang lebih banyak digunakan daripada kolom lingkaran. Padahal, bentuk kolom lingkaran dipercaya mempunyai kekuatan menahan beban aksial yang lebih besar dibandingkan kolom persegi dan persegi panjang. Kolom bersengkang lingkaran juga terbukti mempunyai daktilitas yang lebih baik dibandingkan kolom persegi dan persegi panjang. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh bentuk penampang kolom terhadap keruntuhan struktur gedung perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kolom mana yang memberikan pengaruh terbaik dalam mencegah keruntuhan struktur gedung. Penelitian ini menggunakan model gedung dengan penampang kolom persegi, persegi panjang dan lingkaran. Beban gempa dihitung dengan menggunakan metode statik ekuivalen. Elemen struktur masing – masing gedung diperiksa kapasitasnya dan dilakukan pemeriksaan keruntuhan setelah ditambahkan beban gempa. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa balok pada struktur gedung dengan kolom persegi panjang lebih cepat runtuh daripada balok pada struktur gedung dengan kolom persegi dan lingkaran, baik pada keruntuhan lentur maupun keruntuhan geser. Kapasitas kolom lingkaran dalam menerima beban aksial lebih besar 11% daripada kolom persegi dan persegi panjang. Dari analisis kapasitas penampang didapatkan bahwa kolom persegi panjang dapat menahan momen arah X lebih baik daripada kolom persegi dan lingkaran, namun sebaliknya kolom persegi panjang lebih lemah dalam menerima momen arah Y daripada kolom persegi dan lingkaran. Kolom persegi dan lingkaran relatif stabil dalam menerima momen dari arah X maupun Y. 
Investigasi Keandalan Struktur Beton Pada Bangunan Cerobong Menggunakan Destructive dan Non Destructive Test Studi Kasus: Stack Boiler Gresik Unit 1 & 2 Sri Murni Dewi; Hendro Suseno; Sugeng P. Budio; Kartika Puspa Negara
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.849 KB)

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/RT/M/2007 tanggal 9 Agustus 2007 tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, definisi keandalan bangunan gedung adalah kondisi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan yang memenuhi persyaratan teknis oleh kinerja bangunan gedung. Persyaratan teknis meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung. Penjagaan keandalan ini dilakukan agar bangunan selalu dalam kondisi laik fungsi. Studi kasus dari penelitian ini adalah menyelidiki keandalan cerobong pada PLTU Gresik unit 1&2 menggunakan uji destructive dan non destructive.. Pengujian dilakukan dengan melakukan Hammer Test, UPV Test, Core Drill Testing, Crack Detection Testing, Concrete Cover Testing, Corrosion Testing, Rebar Inspection, Settlement Testing dan Visual Inspection. Berdasarkan analisis keandalan bangunan pada kondisi eksisting, maka struktur cerobong masuk dalam kategori kurang andal. Akibat kerusakan-kerusakan yang ada, maka estimasi kapasitas struktur beton diperkirakan berkurang sebesar 34,81%. 
Evaluasi Penyediaan Fasilitas Umum Oleh Pengembang Perumahan Berdasarkan Peraturan Penyelenggaraan Perumahan di Kota Malang Acramanila Magha Rastra; Ludfi Djakfar; Yulvi Zaika
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.384 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen perumahan terkait dengan penyediaan fasilitas umum oleh pengembang perumahan. (2) Mendeskripsikan variabel paling dominan berpengaruh dari berbagai variabel yang mempengaruhi kepuasan konsumen perumahan di Kota Malang. (3) Mendeskripsikan hubungan antara Peraturan Penyelenggaraan Perumahan dengan kepuasan konsumen perumahan di Kota Malang. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa sampel properti perumahan yang terdaftar dalam keanggotaan REI Komisariat Malang. Alat statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi antara metode analisis Frekuensi dan Regresi Linear Berganda. Hasil analisis menunjukkan aspek internal perumahan dan aspek peraturan pemerintah berpengaruh terhadap kepuasan konsumen perumahan. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kepuasan konsumen paling dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas umum, sementara hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan di lapangan ternyata tidak seluruh elemen fasilitas umum disediakan oleh pengembang perumahan, khususnya pada ketersediaan fasilitas umum pada ketersediaan saluran IPAL, ketersediaan shelter perhentian bus/ angkot, dan ketersediaan hydran pemadam kebakaran yang belum/ kurang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan untuk dilakukan evaluasi terhadap penyediaan fasilitas umum berdasarkan peraturan penyelenggaraan perumahan. 
Penelitian Tentang Masa Layan Bangunan Sipil Pada Struktur Chimney PLT (Studi Kasus: Chimney PLTU Paiton Unit 6 dan 7) Siti Nurlina; Retno Anggraini; Saifoe El Unas; M. Hamzah Hasyim; Dana Mutiara
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.725 KB)

Abstract

Pada umumnya bangunan direncanakan untuk mencapai masa layan tertentu. Hal ini mengingat selama masa layan dapat terjadi berbagai kondisi/ kerusakan yang berdampak pada lifetime bangunan. Terlebih lagi kerusakan yang berat dapat membahayakan keselamatan pengguna bangunan, sehingga perlu adanya jaminan keselamatan selama umur bangunan. Laju kerusakan ini (deteriorasi) sebenarnya dapat ditekan dengan pemeliharaan yang baik. Suatu bangunan yang memiliki pemeliharaan dan perawatan yang sesuai prosedur, akan berdampak pada lifetime bangunan. Oleh karena itu pemeriksaan bangunan secara berkala haruslah dilakukan, sehingga bangunan dapat berfungsi selama masa umur layan dan mampu memberikan jaminan keselamatan bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan masa layan (lifetime) bangunan pada struktur Chimney PLTU Paiton unit 6 dan 7. Selain itu juga akan dibahas mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan masa layan bangunan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada kondisi eksisting Chimney PLTU Paiton unit 6 dan 7, dapat diketahui bahwa masa layan bangunan tersebut adalah 45,24 tahun. Akan tetapi beberapa kerusakan yang ditemukan selama investigasi lapangan dapat mengurangi masa layan struktur tersebut. 
Sisa Umur Bangunan Vital Pada Bangunan-Bangunan Teknik Sipil (Studi Kasus : Chimney PLTU Gresik Unit 1 Dan 2) Cahya, Indra; Hidayat, Taufik; Unas, Saifoe El; Susanti, Lilya
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.848 KB)

Abstract

Bangunan secara umum direncanakan dengan fungsi dan masa layan tertentu. Keduanya dapat tercapai apabila dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga perawatan dan pemeliharaannya telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Hal ini mengingat perawatan dan pemeliharaan berperanan penting dalam tercapainya rencana masa layan bangunan sesuai fungsinya.Dalam masa layan dapat terjadi berbagai kondisi/ kerusakan yang mengarah pada turunnya (deteriorasi) fungsi kinerja bangunan dan berdampak pada lifetime bangunan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki sisa umur bangunan pada struktur Chimney PLTU Gresik unit 1 dan 2. Selain itu juga akan dibahas mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan masa layan bangunan tersebut.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada kondisi eksisting Chimney PLTU Gresik unit 1 dan 2, dapat diketahui bahwa sisa umur bangunan dengan kondisi eksisting adalah 10 tahun. 
Pengembangan Sistem Informatika Angkutan Lintas Batas Negara (Sisinfo ALBN) Ditjen Perhubungan Darat Yasmi Afrizal
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.186 KB)

Abstract

The development of the cross border increased economic activity that encourages the economy of transportation as a support tool. Cross-border transport is becoming an essential element of border areas that require monitoring and implementation. Transboundary Information System (SISINFO ALBN) is one of the systems can provide a solution of cross-boder transportation and generates an output useful information to Directorate General of Land Transportation and Cross-border check point such as transportation serving, bus statistics, rates, routes, and so on. Transboundary Information System was developed to provide information the interface which an attribute information transportation. Users can use the access attribute information more presentatif, informative, and interactive way to obtain the information provided by the system. 
Pengaruh Variasi Lama Perendaman, Energi Pemadatan, dan Kadar Air Terhadap Pengembangan (Swelling) dan DDT Ekspansif di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Suroso Suroso; Widodo Suyadi; Herlien Indrawahyuni; Yulvi Zaika
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1894.902 KB)

Abstract

Kabupaten Ngawi merupakan perbatasan antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah. Prasarana Jalan raya yang baik sangat diperlukan disana, untuk menunjang aksesibillitas antara kedua provinsi tersebut. Namun pada kondisi sebenarnya jalan disepanjang pada daerah tersebut mengalami kerusakan, dan kerusakan terparah terdapat di daerah Paron. Hal ini tidak lain Karena kandungan tanah yang ekspansif yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui pengaruh besarnya energy pemadatan, lama perendaman, dan kadar air terhadap pengembangan ( Swelling ) dan DDT pada tanah lempung di kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Untuk penelitian variasi lama perendaman dilakukan 5 perlakuan, dimana masing-masing perlakuan terdiri dari 3 buah benda uji yang sudah dalam kondisi kadar air optimum, setelah itu dilakukan pengujian pemadatan dengan 5 variasi lama perendaman yaitu, 0 hari, 1 hari, 4 hari, 7 hari, dan 10 hari. Untuk penelitian energi pemadatan digunakan 3 variasi yaitu 718,02 Kj / m 3 , 1436,04 Kj / m JURNAL REKAYASA SIPIL / Volume 7, No.1 – 2013 ISSN 1978 - 5658 3, dan 2872,07 Kj / m . Untuk penelitian variasi kadar air digunakan sebesar 15,169 %, 20,169%, 25,169%, 30,169%, dan 40,169%. Pada Penelitian dilakukan tes CBR untuk masing – masing variasi lama perendaman dan hasilnya semakin lama perendaman yang diberikan pada suatu tanah akan membuat nilai CBR semakin rendah dan Daya Dukung Tanah juga rendah. Untuk uji swelling didapatkan hasil bahwa semakin banyak perendaman yang diberikan semakin besar juga swelling yang terjadi pada suatu sampel tanah. Untuk penelitian variasi energy pemadatan didapatkan hasil bahwa Semakin besar energy pemadatan yang diberikan maka nilai CBR dan pengembangan ( Swelling ) yang terjadi juga akan semakin besar, begitu pula sebaliknya. Untuk penelitian variasi kadar air didapatkan hasil bahwa Penambahan kadar air pada sampel pemadatan mengakibatkan nilai pengembangan semakin rendah, begitu pula dengan DDT yang terjadi. Namun pada kondisi tanah yang telah direndam beberapa hari, semakin tinggi penambahan kadar air dikondisi awal membuat perubahan nilai CBR dan DDT semakin kecil. 
Pengaruh Variasi Penambahan Bottom Ash Dalam Pasta Semen Terhadap Waktu Pengikatan Awal Dan Akhir Retno Anggraini; Ristinah Syamsuddin; Siti Nurlina
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.763 KB)

Abstract

Bottom ash adalah limbah hasil pembakaran batu bara yang terkumpul di permukaan tanah. Jumlah bottom ash semakin meningkat seiring dengan terus berlanjutnya proses pembakaran batubara. Sampai saat ini cara yang digunakan dalam mengatasi limbah ini adalah dengan menimbunnya sehingga diperlukan areal yang luas untuk penimbunan bottom ash. Penimbunan bottom ash akan mengganggu lingkungan dan masyarakat sehingga perlu dilakukan pengkajian dalam hal pemanfaatan limbah bottom ash salah satunya adalah sebagai campuran dalam pembuatan pasta semen. Waktu ikat awal adalah waktu dari pencampuran semen dan air menjadi pasta. Standart waktu yang diperlukan untuk ikat awal adalah 1 – 2 jam. Waktu ikat akhir adalah waktu pasta semen menjadi beton dan siap menerima tekanan. Standart waktu yang diperlukan untuk ikat awal adalah 4 – 6 jam. Penambahan bottom ash pada pasta semen dapat mempengaruhi waktu ikat awal dan akhir. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh bottom ash pada pasta semen terhadap waktu pengikatan awal dan akhir. Penelitian ini dilakukan dengan penambahan variasi prosentase bottom ash dalam pasta semen kemudian pengujian ikat awal dan ikat akhir dilakukan dengan alat vicat. Data hasil analisa waktu ikat menunjukkan bahwa penambahan bottom ash mempengaruhi waktu ikat awal dan akhir pasta semen. Diketahui bahwa prosentase bottom ash dari berat semen menghasilkan waktu ikat awal optimum pada kadar bottom ash sebesar 8.43 % dengan waktu ikat sebesar 63,867 menit sedangkan pada waktu ikat akhir tidak terdapat pengaruh karena setiap penambahan bottom ash waktu ikat, grafik menghasilkan kurva linear. 
Pemanfaatan Limbah Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Pada Genteng Beton Ditinjau Dari Segi Kuat Lentur Dan Perembesan Air Zacoeb, Achfas; Dewi, Sri Murni; Jamaran, Imran
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.68 KB)

Abstract

Produksi semen dunia telah menyumbang tujuh persen gas rumah kaca (CO2) atau sekitar 1,5 miliar ton pada tahun 1995 (International World Energy Outlook). Jumlah ini akan terus bertambah seiring berkembangnya industri semen di dunia. Bottom ash merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh PLTU. Limbah ini mempunyai komposisi kimia yang hampir sama dengan semen. Menindak lanjuti hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah bottom ash bisa digunakan sebagai bahan pengganti semen sehingga bisa berperan serta mengurangi pemanasan global dan pencemaran lingkungan secara tidak langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bottom ash sebagai bahan pengganti semen terhadap kuat lentur dan impermeabilitas dari sebuah produk yang dalam hal ini adalah genteng beton. Proporsi bottom ash yang digunakan adalah 0%,10%,20%,30%,40%, dan 50% dari berat semen, dengan jumlah masing-masing perlakuan benda uji adalah 10 buah untuk uji kuat lentur dan 3 buah untuk uji impermeabilitas (sesuai SNI 0096:2007). Jenis genteng beton yang digunakan adalah tipe rata (flat) dengan dimensi 420 mm x 330 mm.Dari hasil penelitian dan uji statistik dapat disimpulkan bahwa kuat lentur rata-rata yang dihasilkan genteng beton tidak mengalami penurunan pada proporsi bottom ash 0%-30%, sementara pada proporsi 30%-50% terjadi penurunan yang signifikan. Adapun karakteristik beban lentur yang dihasilkan baik genteng beton normal maupun dengan bottom ash masih berada di bawah yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI 0096:2007) yaitu 1200 N. Proporsi optimum dari uji lentur diperoleh pada proporsi bottom ash 19,60%. Untuk pengujian impermeabilitas genteng beton, semua perlakuan genteng beton baik yang normal maupun dengan bottom ash tahan terhadap rembesan (tidak ada air yang menetes). 
Energi Fraktur Beton Dengan Keruntuhan Kuasi-Regas Berdasarkan Model Retak Fiktif Fungsi Bi-Linier Agnes H. Patty; Sugiarti Sugiarti
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.349 KB)

Abstract

Pengujian fraktur dilakukan terhadap balok beton polos dengan kuat tekan rencana 30 MPa, merujuk pada RILEM Technical Committee 50-FMC di bawah displacement control dengan menggunakan close-loop testing machine. Response pasca puncak yang bersifat non-linier dimodelkan menurut kurva bi-linier yang direkomendasikan oleh CEB-FIP Model Code 1990 (MC 90). Dengan mengaplikasikan prinsip J-integral pada kurva ‘Load-CMOD’, bukaan retak kritis wc ditentukan. Energi fraktur yang dihasilkan secara empiris berdasarkan rekomendasi MC 90, dimana kuat tekan adalah variabelnya, bernilai sekitar 50% dari nilai yang dianalisis dengan menggunakan fungsi bi-linier, sebuah nilai yang memenuhi konsep J-integral untuk linear_elastic fracture mechanics (LEFM). Verifikasi dilakukan terhadap hasil pengujian fraktur dengan pemodelan Round-Robin Test. Hasil akhir adalah, energy fraktur secara empiris berdasarkan kuat tekan adalah 184 N/m,berdasarkan fungsi bi-linier 188 N/m, dan 194 N/m untuk Round-Robin Test.   

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue