cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
Interaksi Penggunaan Lahan Terhadap Pergerakan Pejalan Kaki Dengan Sistem Dinamik (Studi Kasus: Kawasan Alun-Alun Kota Malang) Rosanti, Cynthia Virdiana; Wicaksono, Achmad; Sutikno, Fauzul Rizal
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.816 KB)

Abstract

Kawasan Alun-alun merupakan CBD Kota Malang yang memiliki tarikan pergerakan cukup tinggi disebabkan oleh beragamnya aktivitas penggunaan lahan yang ada. Tingginya tarikan pergerakan pejalan kaki berdampak pada keterbatasan ruang gerak jalur pejalan kaki. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pola penggunaan lahan dan karakteristik sistem transportasi pejalan kaki pada kawasan CBD Alun-alun Kota Malang serta mengetahui interaksi penggunaan lahan terhadap pergerakan pejalan kaki melalui permodelan dinamik jalur pedestrian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan evaluatif baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif serta menggunakan permodelan sistem dinamik dengan STELLA. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa Karakteristik penggunaan lahan pada kawasan CBD Alun-alun Kota Malang antara lain didominasi berupa penggunaan lahan perdagangan -mall dan retail dengan KDB berkisar antara 60%-95%, KLB 120%-285%, serta jumlah lantai bangunan antara 1-3 lantai. Karakteristik sistem transportasi pejalan kaki yaitu Level A terdapat pada titik pengamatan 1, 2, 3 sisi kanan, 3 sisi kiri, 6, dan 7. Level C terdapat pada titik pengamatan 4. Level E terdapat pada titik pengamatan 5 sisi kanan dan E sisi kiri. Interaksi penggunaan lahan terhadap pergerakan pejalan kaki melalui permodelan sistem dinamik dengan STELLA dapat diketahui bahwa tingkat pelayanan jalur pejalan kaki pada Kawasan Alun-alun selama rentang 12 tahun kedepan akan mencapai tingkat pelayanan maksimal pada Tahun 2012 untuk titik 5, pada Tahun 2013 untuk titik 4, pada Tahun 2014 untuk titik 1, pada Tahun 2016 untuk titik 2,3,6 dan pada Tahun 2017 untuk titik 7. Analisis sentivitas model menggunakan skenario pertumbuhan jumlah karyawan sebesar 1% per tahun, penambahan luas bangunan dan alih fungsi penggunaan lahan.Kata kunci: Pergerakan pejalan kaki, permodelan sistem dinamik, tarikan guna lahan.
Penentuan Prioritas Pengembangan Jaringan Jalan Pendukung Kawasan Strategis di Pulau Sumbawa Rizal Afriansyah; Achmad Wicaksono; Ludfi Djakfar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.958 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jaringan jalan, kebijakan tentang pola pengembangan jaringan jalan dan urutan prioritas pengembangan jaringan jalan pendukung kawasan strategis di Pulau Sumbawa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode AHP dengan kriteria yaitu ekonomi, sosial, aksesibilitas, kondisi jalan, biaya dan kesesuaian tata ruang dan responden berjumlah 16 (enam belas) yaitu para ahli dan stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perkerasan jaringan jalan sebagian dalam kondisi tidak baik/rusak, lebar jalan antara 4-6 meter dengan tipe perkerasan lentur. Kebijakan tentang pola pengembangan jaringan jalan dipengaruhi oleh kriteria aksesibilitas yang memiliki bobot 31%, kondisi jalan 22%, ekonomi 19%, biaya 17%, sosial 6% dan kesesuian tata ruang 5%. Studi ini merekomendasikan urutan prioritas pengembangan jaringan jalan pendukung kawasan strategis yaitu prioritas I : jaringan jalan strategis Agropolitan Manggalewa dan Teluk Bima, prioritas II : jaringan jalan strategis Agropolitan Alas Utan, prioritas III : jaringan jalan strategis Agroindustri Pototano, prioritas IV : jaringan jalan strategis Teluk Saleh, prioritas V : jaringan jalan strategis Lingkar Tambang Batu Hijau dan Dodo Rinti, prioritas VI : jaringan jalan strategis Hu’u, prioritas VII : jaringan jalan strategis Hutan Parado, prioritas VIII : jaringan jalan strategis Pulau Sangiang, prioritas IX : jaringan jalan strategis Gunung Tambora, prioritas X : jaringan jalan strategis Waworada-Sape dan prioritas XI : jaringan jalan strategis Selalu Legini. 
Dampak Lumpur Sidoarjo Terhadap Kelancaran Lalu Lintas di Raya Porong Achmad Wicaksono; Harnen Sulistio; Ludfi Djakfar; Hendi Bowoputro
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.983 KB)

Abstract

Jalan arteri porong merupakan rute utama para moda angkutan barang, yang sebagian besar merupakan para pengantar barang - barang hasil ekspor ataupun impor yang berasal dari Tanjung Perak maupun berasal dari Pasuruan. Namun seiring dengan terjadinya luapan lumpur panas Lapindo membuat jalur atau rute utama tersebut tidak berfungsi secara optimal lagi dalam melayani tingkat volume kendaraan pengirim barang yang semakin meningkat selaras dengan permintaan masyarakat akan kebutuhan semakin melonjak, menimbulkan penumpukan kendaraan bermotor, khususnya kendaraan pengirim barang (kontainer) yang berujung pada keterlambatan pengiriman barang dari atau menuju pelabuhan (Tanjung Perak).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pergerakan kendaraan, kinerja lalulintas, BOK, nilai waktu, dan biaya tunggu barang kendaraan peti kemas, pada dua kondisi yaitu kondisi sebelum dan sesudah beroperasinya jalan alternatif arteri baru porong. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meliputi analisis tingkat pelayanan jalan, asal tujuan, BOK (BOK), nilai waktu dan biaya tunggu barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan mengalami peningkatan pergerakan dari total arus menerus. Sedangkan BOK, nilai waktu dan biaya tunggu barang untuk peti kemas mengalami penurunan. 
Studi Perbandingan Biaya Bekesting Semi Modern Dengan Bekesting Konvensional Pada Bangunan Gedung Ida Bagus Ananta Wijaya; Ludfi Djakfar; Sugeng P. Budio
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.462 KB)

Abstract

Dalam dunia konstruksi, kayu merupakan bahan yang sangat penting. Pada pekerjaan struktur beton bertulang, kayu diperlukan sebagai bahan utama untuk pembuatan bekesting konvensional. Kekurangan dari sistem ini adalah penggunaan material utama yaitu berupa kayu yang saat ini jumlahnya semakin menipis dan susah untuk didapatkan. Saat ini telah dikembangkan sistem bekesting yang berbeda yaitu bekesting semi modern yang mengganti material kayu yang digunakan secara berulang dengan ukuran yang sama dengan material besi atau baja. Tujuannya adalah menghemat penggunaan bahan kayu. Saat ini sering dijumpai perbedaan jumlah pakai kayu antara di lapangan dan sesuai RKS. Selain itu juga terdapat perbedaan hasil biaya bekesting antara SNI dengan secara perhitungan manual.Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pengaruh bentang bangunan, luas bekesting dan jumlah lantai bangunan pada perbandingan efisiensi biaya bekesting semi modern dengan konvensional sesuai di lapangan. (2) Untuk mengetahui pengaruh bentang bangunan, luas bekesting dan jumlah lantai bangunan pada perbandingan efisiensi biaya bekesting semi modern dengan konvensional sesuai dengan RKS. (3) Untuk mengetahui perbandingan efisiensi biaya penggunaan bekesting semi modern dengan konvensional antara di lapangan dengan RKS. (4) Untuk mengetahui perbandingan biaya bekesting bekesting semi modern dan konvensional dengan SNI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 36 model bangunan gedung yang dibedakan dari bentang bangunan, luas permukaan bekesting dan jumlah lantai bangunan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi biaya bekesting semi modern lebih efisien dibandingkan dengan bekesting konvensional. Efisiensi bekesting semi modern terhadap bekesting konvensional dipengaruhi oleh bentang bangunan, luas permukaan bekesting dan jumlah lantai bangunan. 
Penelitian Keandalan Bangunan Sipil Pada Struktur Cerobong (Studi Kasus: Chimney PLTU Paiton Unit 6 dan 7) Budio, Sugeng P.; Cahya, Indra; N., Kartika Puspa; Hasyim, M. Hamzah; Jamaran, Imran
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.9 KB)

Abstract

Keandalan bangunan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan suatu gedung.Berdasarkan UU RI No. 28 Tahun 2002 disebutkan bahwa setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis.Persyaratan teknis meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung. Dengan demikian, setiap bangunan yang akan dirancang maupun yang sudah beroperasi harus mendapatkan pengawasan yang ketat terhadap kualitas bangunannya serta memiliki jaminan laik fungsi. Studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini adalah Chimney pada PLTU Paiton yang terletak di Paiton..Bangunan ini didesain dengan waktu operasional selama 40 tahun.Akan tetapi, setelah 15 tahun beroperasi dan dilakukan pengecekan terhadap kondisi fisik lapangan, terdapat beberapa bagian bangunan yang mengalami keretakan. Untuk itu perlu dilakukan pengujian keandalannya.Pengujian dilakukan dengan melakukan Hammer Test, UPV Test, Core Drill Testing, Crack Detection Testing, Concrete Cover Testing, Corrosion Testing, Rebar Inspection, Settlement Testing dan Visual Inspection. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton adalah 45,83 MPa, permeabilitas beton 0.43 gr/mnt, porositas beton 3,57%, modulus elastisitas 31182,92 MPa. Adapun retak beton yang cukup besar ditemukan di elevasi +110 m sebesar 0,46 mm dan +220 m sebesar 0,38 mm. Rata-rata nilai resistifitas yang lebih besar dari 12 km menunjukkan tingkat korosifitas rendah. Berdasarkan analisa diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan kapasitas menjadi sebesar 85%. 
Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Pada campuran Batako Terhadap Kuat Tekan Batako Ristinah, Ristinah; Zacoeb, Achfas; M. D., Agoes Soehardjono; Setyowulan, Desy
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.197 KB)

Abstract

Batu bara yang digunakan sebagai sumber energi akan menghasilkan residu berupa fly ash dan bottom ash. Di Indonesia banyak dijumpai bottom ash dimana volumenya akan terus bertambah tiap tahun. Keberadaan bottom ash ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengkajian untuk memanfaatkan material bottom ash. Salah satu cara memanfaatkan bottom ash adalah dengan menggunakan material tersebut sebagai bahan pengganti semen pada campuran batako. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian tentang pengaruh bottom ash sebagai pengganti semen terhadap kuat tekan batako. Batako merupakan salah satu alternatif bahan dinding yang murah dan relatif kuat yang terbuat dari campuran pasir, semen dan air. Pengujian dilakukan dengan membuat benda uji batako dengan campuran pasir, semen dan bottom ash dengan variasi prosentase semen dan bottom ash. Kemudian dilakukan uji tekan untuk mengetahui kekuatan tekan batako serta pengaruh dari pemakaian bottom ash. Hasil pengujian dianalisis secara teoritis, sehingga dapat diketahui hubungan antara kuat tekan dengan prosentase semen terhadap bottom ash. Dari hasil pengujian kuat tekan, besar prosentase bottom ash yang dapat dimanfaatkan berkisar antara 5%-55% dari total berat semen. Prosentasetersebut menghasilkan batako yang termasuk ke dalam mutu II, III dan IV sesuai syarat SNI 03-0349. Berdasarkan uji penyerapan air, seluruh varisi masuk ke dalam mutu 1. 
Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Tanah Liat Pada Campuran Bata Terhadap Kuat Tekan Bata Hendro Suseno; Prastumi Prastumi; Lilya Susanti; Desy Setyowulan
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.545 KB)

Abstract

Bottom ash merupakan residu pembakaran batu bara yang selama ini digunakan sebagai sumber energi Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). PLTU adalah salah satu sumber energi utama di Indonesia, oleh sebab itu volume bottom ash terus bertambah. Keberadaan bottom ash selama ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar.Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengkajian untuk memanfaatkan material sisa tersebut.Bata merupakan bahan bangunan yang sering digunakan dkonstruksi.Bata terbuat dari tanah liat dimana kandungan utamanya adalah silika dan alumina, sedangkan pada bottom ash juga terkandung silika.Maka dari itu, perlu dilakukan pengujian tentang pengaruh bottom ash sebagai pengganti tanah liat terhadap kuat tekan bata.Pengujian dilakukan dengan membuat benda uji bata dengan variasi prosentase tanah liat dan bottom ash.Kemudian dilakukan uji tekan untuk mengetahui kekuatan tekan bata serta pengaruh dari pemakaian bottom ash. Dari pengujian, diketahui bahwa penggunaan bottom ash sebagai pengganti tanah liat dengan prosentase maksimum 45% dapat menghasilkan batu bata yang memiliki kuat tekan yang sama dengan atau lebih dari batu bata yang menggunakan tanah liat 100%. 
Pengaruh Perkuatan Pile Terhadap Daya Dukung Pada Pemodelan Fisik Lereng Tanah Pasir Herlien Indrawahyuni; Suroso Suroso; Widodo Suyadi; Yulvi Zaika
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.686 KB)

Abstract

Ada kalanya pondasi harus dibangun di permukaan lereng (on face of slope) atau di atas lereng (on top of slope). Hal tersebut dikarenakan struktur atau bangunan memang harus dibangun di daerah yang tidak rata, atau bisa juga dikarenakan keterbatasan lahan datar (plain ground). Contoh pondasi yang harus dibangun di permukaan lereng atau di atas lereng antara lain pondasi abutment jembatan, retaining walls, dan sebagainya. Masalah yang akan timbul ketika suatu pondasi harus dibangun di permukaan lereng atau di atas lereng adalah penurunan bearing capacity (daya dukung)  tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa model lereng yang diberi perkuatan mengalami peningkatan daya dukung tanah pada lereng yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai Bearing Capacity Improvement (BCI). 
Three-Dimensional Numerical Simulation of TsunamiBore Inundation Flow Around Cylindrical StructureSurrounded by Weir Indradri Wijatmiko; Keisuke Murakami
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.879 KB)

Abstract

The extension of tsunami’s destruction due to the damaged of hazardous material containers, such as oil storage tanks, in the Japan tsunami 2011 leads to the investigation of tsunami inundation flow around cylindrical structure surrounded by weir. The investigations are conducted by using three-dimension numerical simulation based on modified Navier-Stoke equations and VOF model. Tsunami wave bore is introduced by applying an analytical equation, which proposed by Fukui (1962). The results indicate that the existence of protective weir significantly reduce wave velocity inside the protective weir. 
Penerapan Bambu Sebagai Tulangan Dalam Struktur Rangka Batang Beton Bertulang Wonlele, Tedy; Dewi, Sri Murni; Nurlina, Siti
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.952 KB)

Abstract

Penerapan bambu sebagai tulangan dalam beton bertulang berangkat dari kenyataan akan kekuatan tarik bambu yang besar, merupakan material yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan sedangkan baja merupakan bahan tambang yang tidak dapat diperbaharui sehingga keberadaanya akan habis. Rangka atap bangunan sederhana merupakan salah satu jenis struktur yang dapat menggunakan beton bertulang bambu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kapasitas beban runtuh rangka batang beton bertulang bambu, (2) Megetahui perilaku keruntuhan rangka batang beton bertulang bambu, (3) Mengetahui pengaruh variasi ketinggian batang vertikal terhadap kapasitas beban runtuh dan pola keruntuhan beton bertulang bambu, (4) Mengetahui tegangan-tegangan yang bekerja pada elemen-elemen struktur rangka batang beton bertulang bambu. Penelitian ini menggunakan 6 buah benda uji rangka batang beton bertulang bambu, dimana 3 buah RB-100 dan 3 buah RB-80. Dimensi seluruh benda uji adalah panjang 240 cm dan dimensi penampang 8 x 8 kecuali tinggi 100 cm untuk RB-100 dan 80 cm untuk RB 80. Kesemuanya diuji dengan memberikan beban terpusat pada 3 buah titik simpul sejarak 60 cm, 120 cm dan 240 cm dari perletakan. Berdasarkan analisi hasil pengujian dapat ditarik kesimpulan: (1) RB-100 mampu memikul beban total lebih besar dari RB-8 namun variasi ketinggian RB-100 dan RB-80 tidak memberikan perbedaan beban maksimum yang signitifikan dimana nilai-nilai beban dianalisis dengan statistic yang memberikan penolakan a = 5%, (2) Keruntuhan awal yang terjadi pada struktur rangka batang beton bertulang bambu adalah keruntuhan tarik yang diperlihatkan dengan pola retak yang tegak lurus batang tarik horizontal namun keruntuhan seluruh struktur disebabkan karena keruntuhan titik buhul perletakan akibat pengaruh gaya geser dan gaya tekan , (3) Tegangan-tegangan pada RB-100 lebih besar dari tegangan-tegangn RB-80, (4) Rangka batang beton bertulang bambu cukup berpotensi untuk menggantikan rangka batang kayu 

Page 11 of 54 | Total Record : 536


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue