cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus" : 9 Documents clear
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Interval Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tahap Pre-Nursery susilo, dhyma erlian; Sumarni, titin
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kelapa sawit memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan sumber devisa negara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan mutu bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery dengan penggunaan komposisi media tanam dan interval pemberian air yang sesuai agar kelapa sawit dapat tumbuh dengan maksimal. Media tanam yang digunakan adalah tanah (top soil) dan pupuk kandang. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh antara media tanam dan interval pemberian air terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit tahap pre nursery. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2022 di lahan percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu 5 dosis komposisi media tanam dan 3 dosis interval pemberian air dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama komposisi media tanam terdiri dari 5 dosis yaitu: 100% tanah, 75% tanah + 25% pupuk kandang, 50% tanah + 50% pupuk kandang, 25% tanah + 75% pupuk kandang, dan 100% pupuk kandang. Faktor kedua interval pemberian air terdiri dari 3 dosis dengan pemberian air 0,5 liter yaitu: 1 kali sehari, 2 kali sehari, dan 3 kali sehari. Pupuk kandang pada media tanam dapat mengurangi interval pemberian air. Bobot kering kelapa sawit umur 90 HST pada perlakuan komposisi media tanam 100% tanah dengan interval pemberian air 3 kali sehari dan komposisi media tanam 75% tanah + 25% pupuk kandang dengan interval pemberian air 2 kali memiliki nilai sebesar 3.96 dan 4.10 g serta memberikan hasil yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya. Namun komposisi media tanam 75% tanah + 25% pupuk kandang dengan interval pemberian air 2 kali sehari lebih efisien dalam penggunaan air.
Uji Daya Hasil Pendahuluan Enam Calon Varietas Hibrida Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Ilmiyah, Khikmatul Faizah Naylul; Damanhuri, Damanhuri
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas yang banyak digemari di Indonesia. Perkembangan industri pengolahan pangan serta meningkatnya populasi penduduk diikuti oleh peningkatan kebutuhan jagung manis. Sayangnya kondisi tersebut tidak diikuti oleh tingginya produksi jagung manis. Kondisi tersebut menuntut adanya pengembangan dan perakitan varietas jagung manis hibrida dengan daya hasil tinggi. Uji daya hasil pendahuluan dilakukan untuk memastikan bahwa calon varietas memiliki daya hasil tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui daya hasil calon varietas hibrida. Penelitian dilaksanakan di lahan CV. Borneo Seed Indonesia di desa Bocek, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang pada April-Agustus 2022. Bahan penelitian yang digunakan adalah 6 calon varietas hibrida (JM-1, JM-2, JM-3, JM-4, JM-5, dan JM-6) dan 3 varietas pembanding (Paragon, Talenta, dan Bonanza). Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon varietas JM-2 memiliki potensi dapat dikembangkan sebagai varietas baru karena memiliki hasil dan kadar gula tinggi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill) pada Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Dosis Pupuk NPK Kurniawan, Hideo; tyasmoro, setyono yudo
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting dan banyak diminati karena kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Kebutuhan kedelai di Indonesia tidak diiringi dengan jumlah produksi kedelai yang setara dengan permintaan. Produksi kedelai yang cenderung tidak stabil disebabkan kesuburan tanah di lahan pertanian Indonesia yang menurun. Produktivitas kedelai dapat ditingkatkan dengan pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pupuk NPK. Penelitian dilakukan untuk mempelajari interaksi antara PGPR dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tediri dari dua faktor yaitu PGPR dan pupuk NPK. Faktor PGPR terdiri dari 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK terdiri dari 4 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan petak percobaan. Data pengamatan kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji perbedaan antar perlakuan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian konsentrasi PGPR dan dosis pupuk NPK pada parameter pertumbuhan dan hasil kedelai. Perlakuan konsentrasi PGPR 30 ml L-1 yang dikombinasikan dengan dosis pupuk NPK 250 kg.ha-1 merupakan dosis yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi PGPR dapat mengurangi dosis pupuk NPK pada tanaman kedelai. Perlakuan kombinasi konsentrasi PGPR 30 ml L-1 air dengan dosis pupuk NPK 250 kg ha-1 menghasilkan nilai R/C ratio tertinggi yaitu sebesar 1,52 yang menandakan bahwa perlakuan tersebut dinyatakan efisien secara ekonomi dan layak untuk budidaya tanaman kedelai.
Kajian Tingkat Naungan Paranet dan Jumlah Pemberian Air Terhadap Lingkungan Mikro, Pertumbuhan, dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Dataran Menengah Izdiha, Vicannisya Fairuz; Herlina, Ninuk
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas yang sering dikonsumsi dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Tanaman bawang daun umumnya ditanam di dataran tinggi. Adanya perubahan iklim yang terjadi dapat mempengaruhi produksi tanaman bawang daun. Diperlukan inovasi teknologi untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dan mampu meningkatkan produksi dengan memperluas penanaman tanaman bawang daun di dataran menengah hingga rendah, salah satunya melalui manipulasi lingkungan dengan menggunakan naungan atau paranet. Tingkat naungan akan mempengaruhi laju transpirasi dan serapan air oleh tanaman. Kebutuhan air tanaman yang tidak dinaungi lebih tinggi dikarenakan suhu tinggi akan mempercepat proses transpirasi. Oleh karena itu, pemberian air harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan lingkungan mikro yang paling optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun di dataran menengah dan untuk menentukan jumlah pemberian air yang tepat pada tingkat naungan tertentu. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2022 di lahan percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (520 mdpl). Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Petak utama berupa perbedaan tingkat naungan yaitu tanpa naungan (S0), naungan 50% (S1), dan naungan 75% (S2). Sedangkan untuk anak petak merupakan jumlah pemberian air yang terdiri dari 300 mm/musim (W0), 350 mm/musim (W1), dan 400 mm/musim (W2). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) taraf 5%, apabila terdapat interaksi yang nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara tingkat naungan dan jumlah pemberian air mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman bawang daun terutama pada jumlah daun, luas daun, serta iklim mikro tanaman yaitu pada kelembaban tanah.
Respon Viabilitas Eksplan Akar Anggrek Vanda akibat Kombinasi Durasi Perendaman dan Konsentrasi Hidrogen Peroksida Ardiarini, Noer Rahmi; Setiawan, Sahrul; Agisimanto, Dita
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Komersialisasi anggrek vanda potensial di indonesia diindikasikan oleh produksi 18,6 juta tangkai segar, proses produksi anggrek Vanda  dapat melalui kultur jaringan yang berasal dari Root Apical Meristem. Proses sterilisasi eksplan akar penting untuk dipahami sebagai bahan dasar cloning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi H2O2 dan waktu perendaman yang efektif untuk menghilangkan kontaminasi dan mempertahankan viabilitas eksplan akar dua spesies anggrek Vanda. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu spesies anggrek dan kombinasi konsentrasi dan durasi perendaman hidrogen peroksida.  Level kontaminasi, pencoklatan, pengamatan morfologi dan eksplan hidup dianalisis selama percobaan dan di uji menggunakan tabel ANOVA dan uji beda nyata terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan hidrogen peroksida 3% 15 menit dapat menghilangkan kontaminasi, menunda pencoklatan, dan menghasilkan persentase eksplan hidup yang bertahan selama 30 hari. Didapati, viabilitas Vanda Pachara Delight merespon secara berbeda dibandingkan dengan spesies Vanda Srimahapro Star di tingkat pencoklatan dan ekspan hidup pada 10 dan 20 HSI, namun viabilitas eksplan menurun seiring berjalannya waktu inkubasi.
Pembentukan Kalus Embriogenik dan Embrio Somatik Bawang Putih (Allium sativum L.) pada beberapa Media MS dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Widyawati, Putri Eka; Ardiarini, Noer Rahmi; Supriyati, Yati
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Umumnya bawang putih diperbanyak menggunakan umbi hasil panen sebelumnya, sehingga mempengaruhi penurunan produksi bawang putih. Embriogenesis somatik merupakan alternatif perbanyakan untuk menghasilkan tanaman yang sehat dengan produksi yang tinggi. Embriogenesis somatik mampu menghasilkan tanaman sehat bebas penyakit dan memiliki genetik indentik dengan induknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media MS, konsentrasi 2,4-D, dan konsentrasi BAP optimal dalam embriogenesis somatik bawang putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Desember 2023 di Laboratorium Kultur Jaringan BB Biogen Kota Bogor, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor. Tahap pertama induksi kalus terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu komposisi media MS dan konsentrasi 2,4-D. Tahap kedua pembentukan embrio somatik terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu komposisi media MS dan konsentrasi BAP. Bahan eksplan yang digunakan adalah siung bawang putih varietas Lumbu Putih. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara komposisi media MS dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (2,4-D dan BAP) dalam embriogenesis somatik bawang putih. Modifikasi media MS tidak memiliki hasil berbeda terhadap berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam pembentukan kalus embriogenik dan embrio somatik bawang putih. Konsentrasi 2,4-D 3 ppm memiliki hasil optimal pada variabel pembentukan kalus embriogenik. Konsentrasi BAP 2 ppm memiliki hasil optimal pada variabel pembentukan embrio somatik.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Krop (Lactuca sativa var. capitata) terhadap Durasi Penggunaan Aerator dan Konsentrasi Pupuk Gandasil D pada Hidroponik Sistem Rakit Apung Mariani Saputri, Maria Ivana; Aini, Nurul
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Selada krop merupakan jenis selada yang pertumbuhannya seperti kubis dan dapat dibudidayakan di dataran menengah hingga tinggi. Produksi selada krop akan berpotensi menurun akibat penurunan luas lahan pertanian. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu penerapan teknologi hidroponik sistem rakit apung dengan durasi aerator yang berbeda dan pengaplikasian pupuk Gandasil D dengan konsentrasi yang berbeda untuk memacu pembentukan krop pada selada krop. Tujuan penelitian yaitu mempelajari interaksi dan pengaruh mandiri dari durasi aerator dan konsentrasi pupuk Gandasil D terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada krop. Penelitian dilaksanakan pada Januari-April 2024 di Greenhouse Kebun Venus, Dau, Kabupaten Malang. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot). Durasi penggunaan aerator (A) sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu A0: tanpa aerator, A1: 12 jam/hari, A2: 24 jam/hari. Konsentrasi Gandasil D (D) sebagai anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu D0: 0 g/l, D1: 1 g/l, D2: 3 g/l, D3: 5 g/l. Hasil penelitian didapatkan bahwa durasi aerator tidak mempengaruhi konsentrasi Gandasil D pada semua variabel pengamatan. Durasi aerator 12 jam/hari merupakan durasi dengan efisiensi penggunaan listrik untuk menghasilkan bobot segar total tanaman yang sama dengan durasi aerator 24 jam/hari. Konsentrasi Gandasil D yang efisien untuk selada krop yaitu 5 g/l yang menunjukkan lebih tinggi dengan konsentrasi 0 g/l dan 1 g/l pada bobot segar tanaman  dengan konsentrasi 0 g/l pada bobot konsumsi tanaman.
Soil, Crop Yield, and Economic Benefits of Conservation Agriculture-Based Cropping Systems: Triple Wins during an El Niño-Induced Drought Year in Zimbabwe MASHAVAKURE, NILTON; Soropa, Gabriel; Mandityira, Caroline R; Chivhuna, Primrose; Musiyiwa, Kumbirayi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Conservation agriculture (CA) is a sustainable farming system that can confer agronomic, ecological, and economic benefits to farmers across the globe. This study evaluated the effects of different cropping systems on soil properties, crop and fodder yields, and economic returns. Data was collected from a four-year-old experiment at Chinhoyi University of Technology farm with seven treatments [no-till (NT), NT + dead mulch (DM), NT + live mulch using Brachiaria and Desmodium uncinatum (LM), NT + rotation (ROT), NT + DM + ROT, NT + LM + ROT and conventional tillage (CT)] in a randomized complete block design with three replications. Compared to CT, NT + LM + ROT reduced soil bulk density by 5.6% and increased water-holding capacity by 49.8%. Soil organic matter was lowest in CT (1.8%), and highest in NT + DM + ROT (5.5%). CT also resulted in lower soil pH (5.6) than NT-based systems (pH = 6.4-7.2). While NT + LM + ROT improved bulk density and water-holding capacity, NT + DM + ROT enhanced soil organic matter. NT + DM increased maize and soybean yields by 31.8% compared to CT, whereas NT and NT + LM reduced yields by 58.5-91.3%. Despite these yield differences, NT systems with DM or LM exhibited 37.4% lower total variable costs and greater economic performance than both CT and NT. These findings demonstrate the potential of CA to improve soil health, enhance financial returns, and boost yield, offering a sustainable alternative for agricultural production.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Waktu Pindah Tanam terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Petunia (Petunia grandiflora Juss.) Nur’Ain, Shabrina Emilia; Sitawati, Sitawati
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman Petunia grandiflora merupakan salah satu tanam hias yang dibudidayakan di Indonesia yang mempunyai peluang bisnis komersil.Permasalahan yang dialami ialah tanaman tidak mampu tumbuh optimal setelah pindah tanam yang diduga karena penggunaan komposisi media tanam dan waktu pindah tanam yang tidak tepat. Tujuan percobaan ini untuk mendapatkan kombinasi terbaik antara komposisi media tanam dan waktu pindah tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan pembungaan petunia. Percobaan dilaksanakan di nursery Atha Flora yang terletak di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Desember 2023 hingga Februari 2024. Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari media tanam meliputi Cocopeat : Sekam Padi : Pupuk Kompos (3:1:1), (2:1:1) dan (1:1:1) dan waktu pindah tanam, yang terdiri dari ditanam sesaat setelah bibit diterima dari produsen bibit, ditanam setelah 7 hari bibit diterima, dan ditanam setelah 14 hari bibit diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada perlakuan komposisi media tanam dan waktu pindah tanam terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman petunia. Kombinasi perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan pembungaan tanaman petunia pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga dan diameter bunga ialah perlakuan komposisi media tanam cocopeat : sekam padi : pupuk kompos (2:1:1) yang ditanam 7 harisetelah bibit diterima, dibandingkan dengan kombinasi perlakuan komposisi media tanam cocopeat : sekam padi : pupuk kompos (1:1:1) yang ditanam 14 hari setelah bibit diterima. Namun, petunia yang ditanam 14 hari setelah bibit diterima, menghasilkan parameter saat muncul bunga lebih cepat dibandingkan perlakuan lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9