cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS LIMBAH DOMESTIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) ASAL BIBIT BUD CHIP Cyntia Yolanda Apriscia; Nunun Barunawati; Karuniawan Puji Wicaksono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.859 KB)

Abstract

Permasalahan industri gula nasional adalah rendahnya produktifitas tanaman tebu sebagai bahan utama produksi gula. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesuburan lahan Indonesia yang semakin menurun. Usaha yang harus dilakukan oleh petani tebu adalah mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan menggantinya dengan pupuk organik. Salah satu jenis pupuk organik yang potensial digunakan yaitu pupuk kompos limbah domestik, komposisi limbah yang memiliki kualitas paling baik diperoleh dari kelompok sampah yang didominasi oleh sisa makanan, sayur dan buah dengan kadar unsur N, P, K, C-organik masing-masing sebesar 3,14 %, 6.98 %, 2,14 %, 35,02 %, pH 6,9 dan C/N rasio 11. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos limbah domestik dengan 75% dosis rekomendasi (4,5 ton ha-1) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah anakan).
PENGARUH APLIKASI GYPSUM DAN PUPUK KANDANG SAPI PADA TANAH SALIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Nur Cholid Susianto; Didik Hariyono; Nurul Aini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.065 KB)

Abstract

Produksi kedelai di Indonesia tahun 2013 diperkirakan 807.57 ribu ton, menurun sebanyak 35.58 ribu ton (4.22 persen) dibandingkan tahun 2012. Penurunan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena turunnya luas panen seluas 13.49 ribu hektar dan produktivitas sebesar 0.28 kuintal ha-1 (BPS, 2013). Dalam meningkatkan produksi kedelai dapat memanfaatkan lahan salin dengan cara penggunaan varietas toleran dan bahan amelioran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang tepat antara varietas dan genotip kedelai terhadap dua jenis amelioran (gypsum dan pupuk kandang sapi) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada kondisi tanah salin. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini benih kedelai Wilis, Tanggamus, Genotip IAC100/bur/Malabar 10/KP/21/50 dan genotip Argopuro//IAC100 dan gypsum, pupuk kandang sapi, pupuk NPK (phonska) dan furadan 3G. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Split Plot yang terdiri 2 faktor yaitu genotip kedelai dan jenis amelioraan tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni – September 2014 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa adanya interaksi yang nyata antara varietas/genotip dengan macam amelioran terhadap peubah bobot kering biji per tanaman. Dalam masing-masing varietas/genotip terdapat jenis amelioran yang tepat dalam meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Pada varietas Wilis, varietas Tanggamus dan genotip Argopuro//IAC,100 penggunaan gypsum merupakan amelioran yang tepat dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang dan pada genotip IAC, 100/Bur// Malabar penggunaan pupuk kandang dan gypsum belum dapat meningkatkan produktivitas tanaman kedelai.
PENGARUH DEFOLIASI DAN DETASSELING TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Shodikin, Aris; Wardiyati, Tatik
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.365 KB)

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan komoditi strategis yang dapat digunakan sebagai pengganti beras. Pada tahun 2014, produksi jagung nasional mengalami peningkatan sebesar 2,81%. Defoliasi dan detasseling merupakan teknik budidaya yang sudah dilakukan oleh petani secara turun menurun yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan lebih lanjut tentang pengaruh serta waktu defoliasi dan detasseling yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 – Maret 2016 di Desa Sumberarum, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu benih jagung varietas NK 99, pupuk urea, pupuk ponska dan pupuk petroganik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan defoliasi dan detasseling tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan pertumbuhan dan hasil, kecuali parameter diameter tongkol. Perlakuan yang diterapkan tidak memberikan pengaruh nyata karena waktu pelaksanaan defoliasi dan detasseling pada penelitian ini terlalu jauh dari fase tasseling. Sedangkan pada diameter tongkol disebabkan oleh morfologi bentuk tongkol jagung yang tidak seutuhnya bulat sehingga mempengaruhi hasil analisis ragam. Perlakuan defoliasi dan detasseling tidak menimbulkan efek negatif terhadap hasil tanaman jagung sehingga yang dilakukan petani selama ini sudah benar.
PENGARUH WAKTU DAN LAMA PENYUNGKUPAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KASTUBA (Euphorbia pulcherrima Wild.) Mega Shintia; Sisca Fajriani; Ariffin Ariffin
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.583 KB)

Abstract

Tanaman kastuba merupakan tanaman hias yang digemari masyarakat karena warna braktea cerah yang berasal dari daun.  Kendala yang dihadapi yaitu warna braktea yang tidak serempak dan kurang cerah menyebabkan keindahan tanaman kastuba kurang menarik dalam menghias taman. Bentuk tajuk kastuba yang rimbun dan kompak dengan warna braktea yang mencolok menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih tanaman kastuba untuk menghias atau mendekorasi suatu ruangan baik indoor maupun outdoor. Tanaman kastuba merupakan tanaman hari pendek yang akan berbunga jika mendapatkan cahaya matahari lebih pendek dari titik kritisnya (Mc.Donald, 2003).  Pada daerah tropis penyungkupan dilakukan untuk memanipulasi panjang hari menjadi lebih pendek. Penyungkupan menggunakan plastik hitam dilakukan agar braktea dapat muncul secara kompak dan serempak. Metode penyungkupan dengan plastik hitam pada hari pendek dilakukan untuk memperpendek panjang hari (photoperiodisitas). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mempelajari waktu dan lama penyungkupan yang tepat pada tanaman kastuba untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman kastuba.  Penelitian dilaksanakan bulan Maret hingga Juli 2016 di Kebun Bibit Tunggulwulung Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan 2 perlakuan yaitu lama penyungkupan (A) sebagai petak utama dan waktu penyungkupan (B) sebagai anak petak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kastuba mengalami peningkatan luas daun 83,7 % setelah mendapatkan perlakuan penyungkupan pada umur 0 hsp selama 16 jam.
PENGARUH JENIS MEDIA TANAM SISTEM ROOF GARDEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Zahra Fitria; Sitawati Sitawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.504 KB)

Abstract

Taman atap menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan guna menyiasati lahan di perkotaan yang semakin berkurang. Jika memakai media tanah utuk menanam ubi jalar di atap gedung akan membebani struktur dan kontruksi atap, sehingga perlu adanya alternatif media tanam lain yang lebih ringan, mampu menyimpan air dan bisa menghasilkan produktivitas tanaman ubi jalar yang sesuai. Ubi jalar merupakan salah satu tanaman yang penting, karena tanaman ubi jalar sebagai salah satu komoditas pertanian penghasil karbohidrat untuk keamanan pangan keluarga. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh macam media tanam yang tepat dan ringan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar pada konsep roof garden. Penelitian dilaksanakan Maret - Juli 2016 di Lantai 2 Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Percobaan lapang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari perlakuan jenis media tanam, enam perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dalam komposisi (1:1) yaitu A= media tanah 100% (kontrol),B = media tanah : arang sekam, C = media tanah : cocopeat, D = media tanah : kompos, E = media tanah : pupuk kandang, F = media tanah : moss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tanaman ubi jalar yang sesuai jika dilihat dari berat basah umbi per tanaman terdapat pada perlakuan media tanah + arang sekam. Media tanam yang ringan (bobot per m3 lebih ringan 56,3% dibanding media tanah dan memiliki dengan produksi yang sama  ± 388,59 g/tan.) dan tepat untuk penanaman tanaman ubi jalar di atap gedung terdapat pada perlakuan media tanah + arang sekam.
PENGARUH PENAMBAHAN SEKAM PADI DAN BEKATUL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Ali Yazid Muchsin; Wisnu Eko Murdiono; Mochammad Dawam Maghfour
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.404 KB)

Abstract

Sekam dan bekatul merupakan limbah yang banyak mengandung nutrisi bagi pertumbuhan jamur tiram, sehingga dapat digunakan sebagai campuran media tumbuh jamur tiram. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan penambahan sekam dan bekatul yang ideal terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian  telah dilaksanakan di CV. Damar Ayu, Malang, pada bulan Februari hingga Juni 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri atas 2 faktor. Faktor I: Penambahan sekam padi (tanpa penambahan, 100, 150, dan 200 gram) dan faktor II: Penambahan bekatul (tanpa penambahan, 70, dan 150 gram) dengan jumlah perlakuan sebanyak 12 dengan 3 kali ulangan. Variabel pengamatan mencakup panjang miselium, waktu miselium memenuhi baglog, muculnya badan buah pertama, diameter tudung buah, jumlah badan buah dan bobot segar badan buah. Hasil penelitian kombinasi perlakuan pe-nambahan bekatul 15% dan penambahan sekam 20% menghasilkan panjang miselium tertinggi saat umur 10,15 dan 20 hsi, masing-masing menghasilkan 12,9, 17,47 dan 21,4 cm. Sedangkan kombinasi perlakuan penambahan sekam 15% dan bekatul 15% menghasilkan jumlah badan buah tertinggi yaitu 44,5 buah. Penambahan bekatul  15% secara signifikan dapat meningkatkan bobot segar badan buah hingga 321 g/baglog dan dapat mempercepat waktu miselium memenuhi baglog yaitu 24,08 hsi. Sedangkan penambahan sekam 20% secara signifikan dapat memperlambat waktu munculnya badan buah pertama hingga 49,1 hsi, namun  tidak berpengaruh nyata terhadap total bobot segar badan buah.
INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS VISUAL TIGA JENIS TURFGRASS Winda Dwi Juliantika; Karuniawan Puji Wicaksono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.75 KB)

Abstract

Turfgrass ialah tanaman ornamental berupa rumput lanskap, bentuknya menutupi permukaan lahan yang dapat digunakan sebagai area rekreasi, olahraga dan pencegah erosi. Jenis turfgrass yang umum dibudidayakan untuk kebutuhan lapangan dan taman yaitu rumput bermuda, rumput jepang dan rumput gajah mini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan kualitas pada tiga jenis turfgrass (rumput bermuda, rumput gajah mini, rumput jepang). Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2016 sampai Mei 2016 di rumah kaca yang terletak di kebun percobaan Agroecotechnopark, Fakultas Pertanian di Desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode  Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama (interval penyiraman) dan faktor kedua  (jenis turfgrass). Data dianalisis menggunakan  analisis ragam (ANOVA). Apabila terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi yang nyata antar kedua perlakukan. Interval penyiraman berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan jumlah pucuk, panjang akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering total tanaman, skor warna, dan daya recovery. Interval penyiraman setiap 3 hari sekali dengan penyiraman sesuai dengan kapasitas lapang yaitu 1,5 liter/bak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kualitas ketiga jenis turfgrass pada semua variable pengamatan. Rumput jepang paling tahan terhadap kondisi kekeringan dibanding dengan rumput bermuda dan rumput gajah mini.
PENGARUH JARAK TANAM DAN VARIETAS PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica chinensis L.) SECARA HIDROPONIK Ineke Yusticha Valdhini; Nurul Aini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.051 KB)

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang meningkat menyebabkan kesadaran akan kebutuhan gizi meningkat sehingga permintaan sayuran khususnya sawi juga bertambah. Upaya peningkatan hasil sawi dapat dilakukan melalui budidaya secara hidroponik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jarak tanam pada varietas Eikun dan varietas Dakota pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih dengan sistem hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Kusuma Agrowisata Group, Batu, Malang sejak Bulan Maret-Mei 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor diulang sebanyak 4 kali.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance) untuk mengetahui pengaruh perlaka uan nyata atau tidak. Hasil analisis sidik ragam yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara jarak tanam dan varietas. Interaksi tersebut memberikan pengaruh yang nyata pada berbagai variabel pengamatan antara lain panjang tanaman (7 hst), diameter tajuk, bobot segar per tanaman dan bobot segar tanaman per petak sampel. Jarak tanam optimum untuk varietas Dakota yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanathe man yaitu pada jarak 10 cm x 15 cm, sedangkan untuk hasil tanaman yaitu pada jarak 10 cm x 20 cm. Namun untuk hasil tanaman pada jarak 10 cm x 20 cm dengan 10 cm x 15 tidak berbeda signifikan, maka jarak 10 cm x 15 cm diduga sudah optimal untuk mendapatkan hasil sawi putih.  Jarak tanam optimum untuk varietas Eikun yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman yaitu pada jarak tanam 10 cm x 20 cm.
PEMURNIAN GENETIK EMPAT VARIETAS KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth) BERPOLONG UNGU Gusminanda Oktavia Narendri; Izmi Yulianah; Kuswanto Kuswanto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.297 KB)

Abstract

Pemurnian genetik perlu dilakukan untuk mengetahui apakah dalam suatu populasi sudah seragam penampilannya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Upaya peningkatan kemurnian genetik pada varietas-varietas kacang panjang perlu dilakukan kembali, selain itu juga harus dilakukan seleksi polong kacang panjang yang sudah berwarna ungu untuk menghasilkan kacang panjang berpolong ungu yang seragam. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan empat varietas kacang panjang berpolong ungu yang murni secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di desa Jatikerto, Malang. Pengamatan dilakukan secara single plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1 varietas yang secara kualitatif dan kuantitatif sudah seragam, yaitu varietas BU 1. Terdapat 2 varietas yang secara kualitatif sudah seragam, namun secara kuantitatif belum seragam yaitu  varietas BU 4 dan BU 5. Nilai KK varietas BU 4 pada variabel pengamatan jumlah biji per polong menunjukkan nilai sedang, yaitu 25,1%-50%. Nilai KK varietas BU 5 pada variabel pengamatan jumlah polong per tanaman dan jumlah biji per polong menunjukkan nilai sedang, yaitu 25,1%-50%. Varietas BU 6 secara kualitatif belum seragam karena masih ditemukan polong berwarna hijau, kelopak bunga berwarna hijau, dan batang berwarna hijau sebesar 30,43%.
KEBERHASILAN PERTUMBUHAN STEK GERANIUM (Pelargonium sp) PADA APLIKASI 2 JENIS MEDIA DAN ZAT PENGATUR TUMBUH Pratama Wahyu Hidayat; Medha Baskara; Sitawati Sitawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.924 KB)

Abstract

Tanaman Geranium (Pelargonium sp) merupakan tanaman hias pot yang memiliki bunga yang beraneka warna dan biasa di perbanyak dengan cara stek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis media dan zat pengatur tumbuh yang memberikan keberhasilan pertumbuhan yang optimal perbanyakan stek tanaman Geranium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai Juni 2016 di Eco Green Park, Jalan Oro-oro Ombo, No. 9A, Kota Batu, dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pasir dan Rootone-F mampu meningkatkan persentase keberhasilan tumbuh sebesar 47,5%, jumlah daun sebesar 83,1% pada umur 86 hst dan luas daun meningkat 34,78% dibandingkan perlakuan media pasir tanpa zat pengatur tumbuh. Aplikasi media pasir dengan penambahan zat pengatur tumbuh air kelapa mampu mempercepat saat munculnya tunas 5 hst serta meningkatkan panjang tanaman 23,43% pada umur 86 hst, jumlah akar 37,83%, panjang akar 47,23%, bobot kering total akar per tanaman 33,33%, bobot kering total tunas per tanaman 87,5% dan rasio Shoot/Root 55,99% dibanding penggunaan media pasir yang tidak diberi zat pengatur tumbuh.

Page 3 of 22 | Total Record : 212