cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 323 Documents
Kesesuaian Lahan dan Kualitas Kopi Arabika Varietas Sigararutang pada Dua Ketinggian Tempat di Kecamatan Sawangan Suryanti, Sri; Ardiani, Fani; Mardhatilah, Dina
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.2.9

Abstract

Kopi arabika merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang kualitas dan produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tumbuh, terutama ketinggian tempat, mikroklimat, dan kesuburan tanah. Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, memiliki potensi pengembangan kopi arabika varietas Sigararutang pada berbagai ketinggian tempat. Penelitian ini bertujuan   untuk menganalisis hubungan antara kesesuaian lahan dan kualitas kopi arabika berdasarkan kondisi mikroklimat dan status hara makro tanah pada ketinggian 1.200 mdpl dan 1.500 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 dengan metode pengukuran langsung terhadap intensitas cahaya, suhu, kelembaban udara, serta analisis unsur hara N, P, K  dan pH tanah. Selain itu, kualitas biji kopi dianalisis melalui pengukuran nilai brix. Metode deskriptif komparatif digunakan untuk menjelaskan data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketinggian tempat menurunkan intensitas cahaya dan suhu udara, namun meningkatkan kelembaban udara dan nilai brix kopi. Ketinggian 1.500 mdpl menghasilkan kualitas biji lebih baik dengan nilai brix mencapai 13° Brix, sedangkan ketinggian 1.200 mdpl memiliki kandungan unsur hara P dan K lebih tinggi. Pada ketinggian tempat 1.200 intensitas cahaya sebesar 2.950 lux sedangkan pada ketinggian ke 1.500 mdpl menurun menjadi 1.000 lux dan suhu udara menurun dari 29,67oC menjadi 20°C, namun semakin tinggi tempatnya dapat meningkatkan kelembaban udara menjadi 75%. Meskipun demikian, kedua lokasi masih memiliki faktor pembatas berupa intensitas cahaya yang rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wilayah Sawangan berpotensi untuk pengembangan kopi arabika berkualitas, namun memerlukan pengelolaan budidaya yang tepat melalui pengaturan naungan, pemupukan, dan pemangkasan.
Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Kulit Kopi: Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung Ungu (Solanum melongena L.) Novita, Trias; Fitriani, Miranti Sari; Hardianti, Riska
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.2.10

Abstract

Terung ungu (Solanum melongena L.) adalah jenis tanaman hortikultura yang dibudidayakan untuk buahnya. Terung ungu mengandung solasodine dan senyawa steroid yang dikenal berpotensi sebagai agen antikanker. Provinsi Jambi merupakan daerah potensial untuk budidaya terung ungu. Untuk meningkatkan produktivitas terung ungu, diperlukan teknik budidaya yang tepat, yaitu dengan pemupukan. Secara umum, petani di Indonesia sering menggunakan pupuk anorganik, namun penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus berdampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik, diperlukan penambahan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian berbagai konsentrasi POC dari kulit kopi pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu, dan untuk menentukan konsentrasi terbaik untuk hasil panen optimal. Penelitian ini dilakukan di Teaching Research Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jambi.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan 5 perlakuan konsentrasi pupuk organik cair kulit kopi: 0, 15, 30, 45, dan 60 ml L-1, diulang 5 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah buah, diameter buah, bobot buah segar per buah, bobot buah segar per tanaman, dan hasil per hektar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi POC 30 ml L-1 berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, bobot buah segar per buah,  bobot buah segar per tanaman, dan hasil per hektar.
Evaluasi Kesuburan Tanah pada Lahan Budidaya Tanaman Sayuran di Telaga Kodok, Kabupaten Maluku Tengah Abdul, Veni Nur Arisa U.; Kaya, Elizabeth; Putinella, June A.
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.2.6

Abstract

Intensifikasi pertanian sayuran di lahan kering masam tropis tanpa pengelolaan hara berkelanjutan memicu degradasi kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi aktual dan status kesuburan tanah pada lahan budidaya sayuran di Telaga Kodok, Kabupaten Maluku Tengah. Metode meliputi observasi lapangan, wawancara petani, serta analisis laboratorium terhadap sifat kimia tanah (pH, C-organik, N-total, P2O5, K2O, KTK, dan KB). Hasil menunjukkan keempat satuan lahan (PL0G1, PL1G1, PL2G1, dan HL3G1) didominasi reaksi tanah masam (pH 4,75–5,26) dengan Kapasitas Tukar Kation (KTK) rendah (8,97–13,695 cmol kg-1). Akibat pencucian hara intensif, kandungan N-total berada pada tingkat sangat rendah (0,075–0,08%) di seluruh sampel (berdasarkan kriteria Pusat Penelitian Tanah, 1983). Meskipun terjadi anomali akumulasi sisa pupuk akibat pasokan berlebih (over-fertilization), berupa kadar kalium sangat tinggi pada PL0G1 (63,27 ppm) dan fosfor sangat tinggi pada HL3G1 (39,5 ppm), efisiensi penyerapan haranya tetap terhambat. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan petani yang mengandalkan pupuk anorganik sintetis tanpa diimbangi tindakan pengapuran tanah maupun pasokan bahan organik yang memadai. Berdasarkan kriteria Pusat Penelitian Tanah (1995), status kesuburan tanah secara keseluruhan diklasifikasikan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Diperlukan perubahan strategi budidaya melalui pengelolaan hara terpadu, aplikasi kapur pertanian, dan penambahan pupuk organik secara berkala untuk memulihkan kapasitas penyangga kimia tanah.