cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 312 Documents
Aplikasi Pupuk Hijau Azolla Terhadap Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Prasojo, Bramantio Adi; Tyasmoro, Setyono Yudo
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.6

Abstract

Pengembangan dan perbaikan teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah salah satunya dengan cara mengaplikasikan bahan organik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari interaksi antara perlakuan aplikasi azolla dengan dosis pupuk anorganik yang berbeda dan mengetahui dosis azolla terhadap pupuk anorganik yang tepat telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di kelurahan Jatimulyo, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Juni – November 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 16 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga total petak percobaan adalah 48 petak. Perlakuan tersebut A1: Azolla 25% (1.700 kg ha-1), A2: Azolla 50% (3.400 kg ha-1), A3: Azolla 75% (5.100 kg ha-1), A4: Azolla 100% (6.800 kg ha-1)) dan pupuk N (P1: Pupuk N 25% (55,47 kg ha-1), P2: Pupuk N 50% (110,94 kg ha-1), P3: Pupuk N 75% (166,41 kg ha-1), P4: Pupuk N 100% (221,88 kg ha-1). Hasil penelitian azolla dan pupuk N dapat mempengaruhi komponen pertumbuhan panjang tanaman, luas daun, jumlah anakan, bobot kering tanaman, dan laju pertumbuhan tanaman padi. Perlakuan azolla dengan dosis 6.800 kg ha-1 dan pupuk N 166,41 kg ha-1 memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan dosis azolla dan pupuk N yang lainnnya. Pada komponen hasil terdapat interaksi antara azolla dan pupuk N, kecuali pada variabel persentase gabah bernas. Perlakuan dosis azolla 6.800 kg ha-1­ dengan penggunaan dosis pupuk N sebesar 166,41 kg ha-1 dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sebesar 10-20,5 %.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi dan Kimiawi pada 20 Genotipe Tomat Lokal (Solanum lycopersicum L.) Widarsiono, Batari Melyapuri; Anggraeni, Listy; Damanhuri, Damanhuri
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.9

Abstract

Perakitan varietas unggul baru dilakukan dengan memanfaatkan kekayaan plasma nutfah. Karakter agronomi dan kimiawi plasma nutfah perlu digali untuk mendapatkan informasi keunggulan genetiknya. Keragaman genetik dan heritabilitas pada karakter tanaman sangat berguna untuk keberhasilan seleksi genotipe unggul. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaman genetik dan heritabilitas karakter agronomi dan kimiawi genotipe tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2021 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas dua puluh perlakuan genotipe tomat lokal dengan tiga ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua puluh genotipe tomat lokal yang diuji menunjukkan adanya beda nyata terhadap semua karakter pengamatan agronomi dan kimiawi. Semua karakter yang diuji mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi. Karakter jumlah buah, bobot per buah, bobot buah per tanaman, dan kekerasan buah memiliki nilai keragaman genetik dan heritabilitas tinggi. Keunggulan genotipe T.3 Lonjong dan T.7 adalah jumlah tandan banyak, ukuran buah besar, buah keras, dan potensi hasil tinggi, dan pada genotipe Tomat ceri merah besar adalah jumlah tandan banyak, jumlah buah banyak, buah keras, dan potensi hasil tinggi. Genotipe T.2 mempunyai kadar gula dan kadar vitamin C tinggi.
The Effect of Source of Organic Materials and Application Time on Growth and Yield of Beetroot (Beta vulgaris L.) in Dry Land Suprihantono, Natalia Devinta; Suminarti, Nur Edy; Fajriani, Sisca
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.1

Abstract

Beetroot (Beta vulgaris L.) is a horticultural plant that has many benefits that lie in tubers. Red beets are widely planted in highland areas with loose soil conditions. Currently, the expansion of land for food crops is experiencing problems due to limited productive land. The use of dry land as agricultural land has the main obstacles, namely low soil fertility, low organic matter content, and generally clay and dust-dominated soil. The application of organic matter needs to be added aiming to improve the physical properties of the soil, especially soil texture so that the soil becomes loose so that it does not hinder the tuber development process. The research was carried out from April 2020 to August 2020 at the Agro-Techno Park (ATP) Jatikerto garden. The study used a split-plot design with organic material sources as the main plot, namely B1: goat manure, B2: Azolla compost, B3: UB compost, and the time of application as subplots, namely T1: simultaneously planting, T2: 1 month before planting, and T3 : 2 months before planting. Observational data were analyzed using analysis of variance (Test F), if there was an influence between treatments, further tests were carried out using the Honest Significant Difference (BNJ) test. The results showed that the use of UB compost was better applied 1 month before planting because it produced high tuber weight per harvest plot and was more profitable. Based on the results of farming analysis, the use of UB compost with an application time of 1 month before planting is feasible to cultivate with an R/C reaching 3.67.
Kajian Dampak Perbedaan Unsur Iklim terhadap Produktivitas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) pada Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Setyoreni, Mirta Dwi; Ariffin, Ariffin
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.07

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) termasuk jenis tanaman palawija penghasil karbohidrat yang berpotensial dan merupakan pengganti bahan makanan pokok. Masalah utama yang dihadapi dalam kegiatan usahatani ubi jalar adalah rendahnya produksi rata-rata per hektar lahan. Ubi jalar memiliki daya adaptasi yang luas baik dari kondisi lahan, lingkungan maupun iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan unsur iklim dan produktivitas ubi jalar, mengetahui hubungan dari unsur iklim terhadap produktivitas ubi jalar serta mengetahui unsur iklim yang paling berperan dalam produktivitas ubi jalar pada dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian dilakukan pada bulan April – Oktober 2021 di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang dan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dengan menggunakan metode survei. Alat dan bahan yang digunakan yaitu data produktivitas dan unsur iklim tahun 2001-2020 yang dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi dengan menggunakan software Microsoft Office Excel 2016 dan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan situasi unsur iklim di dataran rendah dan dataran tinggi di wilayah jawa timur selama kurun waktu dua puluh tahun terakhir (2001-2020) berpengaruh terhadap produktivitas ubi jalar. Unsur iklim curah hujan di dataran rendah dan unsur iklim suhu udara di dataran tinggi memiliki hubungan yang nyata dengan nilai korelasi r mendekati 1 pada taraf 5% terhadap produktivitas ubi jalar. Unsur iklim curah hujan di dataran rendah berpengaruh nyata terhadap produktivitas ubi jalar dengan persamaan hasil regresi Y= 29,439 + 0,040X, ini menunjukkan apabila curah hujan meningkat satu mm akan meningkatkan produktivitas ubi jalar 0,040 ton/ha. dan unsur iklim suhu udara pada dataran tinggi berpengaruh nyata terhadap produktivitas ubi jalar dengan persamaan hasil regresi Y = -40,541 + 3,005X, ini menunjukkan apabila suhu meningkat satu derajat akan meningkatkan produktivitas ubi jalar 3,005 ton/ha. Unsur iklim yang paling berperan terhadap produktivitas ubi jalar dilihat dari nilai korelasinya yaitu unsur iklim suhu udara.
Pengaruh Metode Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Fattahurrozak, Achmad; Wicaksono, Karuniawan Puji
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.8

Abstract

Produksi jagung manis di Indonesia pada tahun 2014 menurut BPS sebesar 8,13 ton tongkol segar/ha, padahal potensi jagung manis dapat mencapai 14 ton/ha. Salah satu faktor penyebab produksi jagung manis meningkat ialah dengan melakukan pengendalian gulma yang tepat. Sebuah percobaan lapang untuk meneliti pengaruh metode pengendalian gulma pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Percobaan dilakukan sejak bulan Agustus hingga Oktober 2021 di lahan percobaan FP-UB di Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Percobaan ini dirancang dalam sebuah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 ulangan. Perlakuan metode pengendalian gulma terdiri dari 6, yaitu: Tanpa penyiangan gulma (P0), Penyiangan setiap minggu (P1), Herbisida pra tumbuh (P2), Herbisida pasca tumbuh Hari ke 21 hst (P3), Herbisida pasca tumbuh Hari ke 21 dan 42 hst (P4) dan Herbisida pra tumbuh + Herbisida pasca tumbuh Hari ke 21 hst (P5). Data yang diperoleh di analisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varians). Apabila uji F menunjukkan hasil signifikan, maka analisis dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida pra tumbuh (P2)  memberikan hasil produksi yang optimal dan memiliki nilai berbeda nyata dengan perlakuan herbisida pasca tumbuh dan tanpa penyiangan. Perlakuan tersebut meningkatkan hasil dari 6,58 ton ha-1 menjadi 21,05 ton ha-1 atau 68,74% lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa penyiangan. Kegiatan budidaya jagung manis menggunakan perlakuan herbisida pra tumbuh memiliki nilai B/C ratio 1,91 sehingga menguntungkan dan layak diaplikasikan pada usaha tani.
Respon Viabilitas Benih Kedelai (Glycine Max L. Merill) Akibat Konsentrasi dan Lama Perendaman Invigorasi Polyethylene Glycol Saadati, Riadhotus; Kristanto, Budi Adi; Anwar, Syaiful
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.5

Abstract

Benih kedelai cenderung akan mengalami kemunduran dalam kurung waktu 3-4 bulan. Invigorasi adalah perlakuan pada benih untuk meningkatkan viabilitas benih kedelai. Penelitian bertujuan untuk mengkaji status kualitas benih, mengkaji pengaruh konsentrasi, lama perendaman, serta interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan Polyethylene glycol terhadap viabilitas benih kedelai yang telah disimpan 2 tahun. Penelitian dilakukan di Desa Tamansari, Mranggen, Demak dan dilanjutkan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada bulan Januari – April 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 4 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Polyethylene glycol yaitu A0 = konsentasi 0%, A1 = konsentrasi 7,5%, A2 = konsentrasi 15%, A3 = konsentrasi 22,5%. Faktor kedua adalah lama perendaman menggunakan Polyethylene glycol yaitu B0 = tanpa rendaman, B1 = 5 jam, B2 = 10 jam, B3 = 15 jam. Data dianalisis dengan sidik ragam, dan parameter yang menunjukan perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan's pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih kedelai yang disimpan 2 tahun memiliki kemampuan untuk berkecambah pada hari ke-7 setelah semai 47,42%. Konsentrasi PEG 7,5% mampu meningkatkan pada parameter daya kecambah dan panjang akar. Lama perendaman Polyethylene glycol (PEG) selama 5 jam menurunkan daya hantar listrik, dan meningkatkan keserempakan tumbuh. Interaksi pemberian konsentrasi 7,5% dengan lama peredaman 5 jam dapat meningkatkan daya kecambah dan panjang akar, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 7,5% dan lama perendaman 5 jam Polyethylene glycol (PEG) mampu meningkatkan viabilitas benih kedelai yang telah disimpan selama 2 tahun.
The Effect of Pruning Water Shoots on Growth and Yield of 2 Varieties of Eggplant (Solanum melongena L.) in Polybags Nursabrina, Nazwa Asrita; Aini, Nurul; Nugroho, Agung
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.1.5

Abstract

Eggplant is a horticultural plant that can be cultivated in the highlands and lowlands in Indonesia. One of the cultivation techniques carried out on eggplant plants is pruning water shoots. Pruning makes the photosynthate produced by plants not only translocated to vegetative organs that are not needed. This study aims to determine the effect of pruning different water shoots on the growth and yield of eggplant plants. The study was carried out in Bogor Regency, West Java from April to August 2021. This study used a Randomized Block Design (RBD) consisting of 10 treatments and repeated 3 times. The observed parameters included growth observations and yield observations. The data obtained were analyzed using the ANOVA test and further tests were carried out using the Honest Significant Difference (HSD) test with a level of 5%. Based on the research, pruning treatment of several water shoots affects the growth and yield of eggplant plants. This was indicated by the increase in fruit weight, number of fruit, fruit diameter and length of eggplant. In the Yumi F1 variety pruning 3 shoots of water increased eggplant fruit weight by 52.7% and fruit number by 55.88% compared to the treatment without pruning. In the Pertiwi variety, pruning 3 shoots of water increased eggplant fruit weight by 33.81% and fruit number by 23.94% compared to the treatment without pruning.
Respon Tanaman Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) pada Berbagai Prosentase dan Waktu Pemangkasan Pucuk (Topping) Adhim, Fauzul; Suminarti, Nur Edy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tunggak  (Vigna unguiculata L.) adalah salah satu tanaman legume yang bijinya berpotensi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Biji kacang tunggak juga dapat dijadikan berbagai produk olahan seperti kecap, susu, keju, tauco, dan beberapa makanan tradisional lain (lepet, bubur, dan peyek). Saat ini produksinya cukup rendah karena masih jarangnya tanaman tersebut dibudidayakan oleh petani dan masih jarang diterapkannya manajemen tanaman yang baik oleh petani. Salah satu bentuk dari kegiatan manajemen tanaman adalah pemangkasan pucuk yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan cabang lateral. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2021 di lahan percobaan milik Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Muneng yang berlokasi di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Perlakuan prosentase pemangkasan (kontrol, pangkas 20%, pangkas 35%, dan pangkas 50%) sebagai petak utama dan waktu pemangkasan (dipangkas 21 HST, dipangkas 28 HST, dan dipangkas 35 HST) sebagai anak petak. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan diuji menggunakan F tabel pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan pucuk pada prosentase dan waktu yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tunggak. Berdasarkan  hasil  analisis  usahatani,  perlakuan kontrol lebih efektif dan efisien untuk diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1,19.
Respon 6 Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) terhadap Perbedaan Interval Penyiraman Nabilah, Hana; Karyawati, Anna Satyana; Islami, Titiek
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.7

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman pangan yang penting setelah padi dan jagung. Kandungan protein nabati, karbohidrat, dan lemak menjadikan kedelai banyak diminati oleh masyarakat baik berupa polong maupun hasil olahannya. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai adalah ketersediaan air dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon 6 varietas kedelai terhadap interval penyiraman yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2021 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang. Sebanyak 6 varietas dievaluasi menggunakan rancangan petak terbagi dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interkasi antara interval dan varietas terhadap parameter penelitian. Faktor utama perbedaan pertumbuhan dan hasil disebabkan oleh karakteristik sifak genetik yang berbeda pada masing-masing varietas.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Berbagai Dosis Pupuk dan Waktu Penyiangan Gulma Sebayang, Husni Thamrin; Sipayung, Rika Adelina
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemupukan dan pengendalian gulma dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemupukan dan waktu  penyiangan gulma terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah yang dilaksanakan pada bulan April 2021 hingga Juli 2021 di Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggunakan percobaan faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 : Perlakuan dosis pemupukan (P), P1: 150 kg ha-1 N ( 75 N Urea+ 75 N ZA), 75 kg ha-1 P, 75 kg ha-1 K., P2: 200 kg ha-1 N ( 100 N Urea+ 100 N ZA), 100 kg ha-1 P, 100 kg ha-1 K., P3: 250 kg ha-1 N ( 125 N Urea+ 125 N ZA), 125 kg ha-1 P, 125 kg ha-1 K. Faktor 2: Waktu penyiangan gulma  (G), G1: Penyiangan 14 dan 21 HST, G2: Penyiangan 14,21 dan 28 HST, G3: Penyiangan 14,21,28 dan 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan 200 kg ha-1 N ( 100 N Urea+ 100 N ZA), 100 kg ha-1 P, 100 kg ha-1 K tidak menunjukkan perbedaan dengan pemupukan 250 kg ha-1 N ( 125 N Urea+ 125 N ZA), 125 kg ha-1 P, 125 kg ha-1 K  tetapi nyata berbeda dengan pemupukan 150 kg ha-1 N ( 75 N Urea+ 75 N ZA), 75 kg ha-1 P, 75 kg ha-1 K pada hasil bawang merah. Perlakuan penyiangan gulma pada 14,21, 28 dan 35 HST memberikan hasil bawang merah yang lebih tinggi dibanding penyiangan gulma  pada 14 dan 21 HST dan penyiangan gulma pada 14,21 dan 28 HST.