cover
Contact Name
Fikri Zul Fahmi
Contact Email
jrcp@itb.ac.id
Phone
+6222-86010050
Journal Mail Official
jrcp@itb.ac.id
Editorial Address
The Institute for Research and Community Services (LPPM), Center for Research and Community Services (CRCS) Building, 6th Floor, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia,
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Regional and City Planning
ISSN : 25026429     EISSN : 25026429     DOI : https://doi.org/10.5614/jpwk
Journal of Regional and City Planning or JRCP is an open access journal mainly focusing on urban and regional studies and planning in transitional, developing and emerging economies. JRCP covers topics related to the analysis, sciences, development, intervention, and design of communities, cities, and regions including their physical, spatial, technological, economic, social and political environments. The journal is committed to create a multidisciplinary forum in the field by seeking original paper submissions from planners, architects, geographers, economists, sociologists, humanists, political scientists, environmentalists, engineers and other who are interested in the history, transformation and future of cities and regions in transitional, developing and emerging economies.
Articles 1,015 Documents
Prospek Pengembangan Model Interaksi Landuse-Transportasi Berbasis Teknologi Sistem Informasi Geografis Kusumantoro, Iwan P.
Journal of Regional and City Planning Vol 8, No 3 (1997)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.884 KB)

Abstract

Urban transportation analysis model has made great advances based on the development of computer technology. These improved capabilities will make possible for transportation analyst to deal more realistically with transportation problems and other problems in the urban spatial context. A new generation of spatial analysis models is being developed using modern GIS, such as the integration of landuse-transportation modeling based on GIS technology. This model will have a good prospect to be developed as a tool for urban spatial analysis.
Peningkatan Kualitas Lingkungan Fisik Alun-Alun Kota Yogyakarta Sebagai Ruang Publik Kota A, Sigit Dwiananto
Journal of Regional and City Planning Vol 14, No 3 (2003)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.63 KB)

Abstract

As parts of Kraton, the Squares of Yogyakarta have been through many changes. They are no longer considered as a transition between sacred space (Kraton) and profane space (the settlement outside the beteng), but as a public space to be utilized by everyone. This can be seen with the growing functional activities that replace cultural ones. This result is inevitable deterioration of the physical quality of the squares. This paper explores the ideas of upgrading the physical quality of the squares using design criteria and components that have been commonly acknowledged in designing public space. Findings show that the deviation of uses, the declined condition of design components, conflicts within activities, and the lack of maintenance, have caused the deteriorating quality of spaces. Thus, the design of the squares should emphasize on spatial arrangement of supporting activities and the reinterpretation of the image and identity of the squares as an integral part of Kraton.Keywords: public space, physical environment, design criteria and design components, supporting activities, image and identity
Pertumbuhan Kawasan Pinggiran Kota dan Perubahan Panjang Perjalanan Kombaitan, B.
Journal of Regional and City Planning Vol 3, No 4 (1992)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.645 KB)

Abstract

Pertumbuhan kawasan pinggiran kota, terutama di kota besar dan kota raya antara lain, telah membawa warna baru dalam permasalahan pengelolaan pembangunan kota. Beberapa dampak penting dapat dikenali, seberapa jauh panjang perjalanan penduduk kota berubah karenanya. Perwatakan pergerakan tempat tinggal yang terjadi dalam proses pertumbuhan kawasan pinggiran ini merupakan faktor penentu awai. Kemudian dua ciri utama pertumbuhan kawasan pinggiran tersebut yakni terjadi tidaknya suburban spra wi dan tingkat ketergantungan terhadap kawasan pusatakibatsebaran ruang tempatkerja dan keberhasilan pengembangan sub— pusat pelayanan kota menjadi faktor penentu lainnya. Dalam sistem perangkutan perkotaan yang masih bergantung kepada mobil pribadi, panjang perjalanan yang meningkat dikhawatirkan akan mengakibatkan terjadinya krisis bahan bakar minyak serta krisis lingkungan hidup perkotaan akibat emisi gas buang yang lebih cepat. 
Tingkat Pencemaran Perairan Ditinjau Dari Pemanfaatan Ruang di Wilayah Pesisir Kota Cilegon Fransisca, Alex
Journal of Regional and City Planning Vol 22, No 2 (2011)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.226 KB)

Abstract

Perkembangan wilayah Kota Cilegon sebagai kota industri dan jasa berskala besar memberikan pengaruh tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga terhadap perubahan pemanfaatan ruang. Hal ini berpotensi memberikan dampak lingkungan terutama pencemaran pesisir. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat pencemaran pesisir berdasarkan pemanfaatan ruang di wilayah pesisir sebagai masukan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cilegon. Hal ini diakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap mengidentifikasi indikator pencemaran, tahap mengidentifikasi tingkat pencemaran menurut Baku Mutu Air Laut (BMAL), dan tahap mengkaji tahapan pelaksanaan dan indikasi program pembangunan menurut RTRW. Hasil penelitian dari ketiga tahap tersebut: 1) keberadaan permukiman yang berdekatan dengan pantai maupun luasan lahan pertanian berdampak pada tingginya kuantitas limbah, 2) pencemaran bersumber dari beberapa lokasi permukiman berada di ambang batas BMAL bagi permukiman wisata, 3) kebijakan prasarana limbah di wilayah pesisir cenderung pada pengendalian limbah dari kegiatan industri serta pengendalian limbah permukiman tidak diprioritaskan.Kata kunci: pencemaran, pemanfaatan ruang, wilayah pesisir Development of Cilegon urban areas as large-scale industry and services city give effect not only on economic aspects, but also to changes in space utilization. This could potentially affect the environment, especially coastal pollution. Therefore, the purpose of this study was to identify the level of pollution of coastal areas based on the utilization of space in coastal areas as an input to the Spatial Plan of Cilegon. It is waged by three stages; stage of identifying pollution indicators, the stage of identifying pollution level based on the Sea Water Quality Standard (BMAL), and stage of study the implementation and development program indication in Spatial. The results of these three stages: 1) the existence of settlements adjacent to the beach and the area of agricultural land affected by the high quantity of waste, 2) pollution comes from multiple locations settlements are BMAL threshold for tourist settlements, 3) a policy of waste infrastructure in coastal areas tend to control waste from industrial activities and waste control settlements were not prioritized.Keywords: pollution, space utilization, coastal areas
Memanfaatkan Dampak Globalisasi Naipospos, Binsar
Journal of Regional and City Planning Vol 2, No 1 (1991)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.6 KB)

Abstract

Perhatian dunia terhadap perkembangan/ekonomi akhir—akhir ini mulai beralih ke Samudera Pacific. Kecenderungan globalisasi menyebabkan dunia menjadi satu kesatuan yang utuh. Eropah dan Amerika bukan lagi satu-satunya tempat untuk menanamkan modal. investor saat ini mulai memperhatikan negara di Samudera Pacific sebagai tempat untuk menanamkan modal. Negara di Samudera Pacific mulai dipertimbangkan sebagai pangsa pasar yang baik. Besarnya potensi sumber daya, tenaga kerja dan berbagai kemudahan lain merupakan salah satu daya tarik investor asing untuk menanamkan modal. Negara di Samudera Pacific mulai dianggap sebagai salah satu tujuan alternatip pengembangan investasi di masa datang.Untuk meiihat kecenderungan ini maka negara-negara di Samudera Pacific harus memanfaatkan pola pergeseran peralihan investasi ini. Dampak globalisasi perekonomian dunia bagaimanapun juga akan berpengaruh terhadap perekonomian negaraanegara di Samudera Pasifik. Sebagai suatu subsistem perekonomian global seharusnya negara-negara di Samudera Pasific dapat mengantisipasi kecenderungan di atas. Bagaimana dengan indonesia, yang merupakan salah satu negara potensial lainnya di kawasan samudera pasifik dalam memanfaatkan keadaan ini.Secara spesifik dapat dikatakan bahwa keadaan globalisasi perekonomian dunia akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai bagian dari suatu sistem perekonomian dunia maka lndonesia harus dapat pula mengantisipasi pergeseran peralihan pola investasi asing ini. Peralihan investasi asing ke Indonesia harus diantisipasi sedini mungkin. Pengkajian perilaku investasi dari negara asal harus diamati secermat dan seakurat mungkin. Pada saat ini 43. 15 % arus investasi asing datang dari Eropah dan Amerika.
Pola Sebaran Minimarket dengan Kinerja Usaha Toko Pengecer Tradisional di Kota Kecil (Studi Kasus: Kota Soreang, Tanjungsari, dan Lembang) Effandi, Faris
Journal of Regional and City Planning Vol 21, No 3 (2010)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.371 KB)

Abstract

Soreang, Tanjungsari, dan Lembang adalah kota kecil yang terletak di pinggiran kota Bandung, yang perkembangannya secara langsung dipengaruhi oleh kota Bandung. Kota-kota memiliki fungsi yang unik, Soreang sebagai kota pemerintahan, Tanjungsari sebagai kota pendidikan, dan Lembang sebagai kota pariwisata. Tidak adanya ketentuan rinci yang mengatur lokasi dan jarak antara toko ritel minimarket dan tradisional, menyebabkan pembangunan minimarket cenderung sangat dekat dengan pasar, toko, dan kios-kios pengecer tradisional. Oleh karena itu, dibutuhkan studi untuk mengidentifikasi pengaruh pola distribusi minimarket dalam kinerja bisnis ritel tradisional. Hasil studi menunjukkan bahwa pola distribusi minimarket di Soreang, Tanjungsari, dan Lembang cenderung terletak di pusat kota, terutama di sepanjang jalan provinsi atau nasional. Pola ritel tradisional di Soreang, Tangjungsari, dan Lembang cenderung menyebar dan mendekati desa dengan populasi yang tinggi, terutama di daerah pemukiman. Toko ritel tradisional cenderung terletak dekat dengan konsumen untuk meminimalkan biaya transportasi konsumen.Kata  Kunci:  Kota-kota  kecil,  Pengecer,  Minimarket,  pasar  ritel tradisional,  Kinerja. Soreang, Tanjungsari, and Lembang are small town located on the outskirts of Bandung, whose development directly influenced by the city of Bandung. These towns have unique functions, Soreang as government city, Tanjungsari as an education city, and Lembang as tourism city. The absence of detailed regulation on location and distance between minimarket and traditional retail stores, causes minimarket development tend to be so close to markets, shops, and stalls of traditional retailers. Therefore, study of identifying the influence of minimarket’s distribution patterns in traditional retail’s business performance is needed. The study shows that minimarket’s distribution pattern in Soreang, Tanjungsari, and Lembang are tend to be located in city centers, especially along the provincial or national road. Traditional retail’s pattern in Soreang, Tangjungsari, and Lembang tend to spread out and approached the villages with high population, especially in residential areas. Traditional retail stores tend to be located close to consumers in order to minimize transportation costs consumers.Keywords: Small towns, Retailers, Minimarket, Traditional retail market, Performance.
Manajemen Perkotaan Dalam Pembangunan Perkotaan Di Indonesia Patta, Jhonny
Journal of Regional and City Planning Vol 6, No 18 (1995)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.511 KB)

Abstract

...
Sustainability Of Jabotabek-Indonesia: Lessons Learned From The Asian Crisis Kusbiantoro, BS
Journal of Regional and City Planning Vol 10, No 3 (1999)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.575 KB)

Abstract

The Asian crisis shows how Jabotabek‘s previous rapid development is not sustainable. Development based on Jabotabek‘s comparative advantages should be reevaluated. For instance, industrial development relied on high import contents and cheap labor is very vulnerable to the global forces; insensitivity to integrated local community development contributes to social unrest; lack of supporting infrastructure degrades the environment all of this makes Jabotabek less sustainable economically, socially, and environmentally.
Beberapa Alternatif Sumber Pembiayaan Pembangunan DKI Jaya; Suatu Tinjauan dari Sudut Hukum Rajagukguk, Erman
Journal of Regional and City Planning Vol 5, No 11 (1994)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.913 KB)

Abstract

....
An Analysis of the Level of Development in Malang Regency Based on a Typology of Development Regions Latuconsina, Zulfikar Mohamad Yamin; Rustiadi, Ernan; Sahara, Sahara
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 1 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.662 KB) | DOI: 10.5614/jrcp.2018.29.1.1

Abstract

Abstract. A regionalization approach seeks to manage and to achieve development goals in line with regional characteristics. The development system of Malang Regency is conducted through regionalization approach that divided the area into six development regions (DR). Considering that each region has diverse characteristics/typology, describing this typology is the key to map the conditions and problems and to formulate alternative solutions. Thus, the main objective of the research is to analyze the development level of Malang Regency based on a typology of development regions. The specific objectives are as follows: (1) Analyzing the economic diversification in the development regions; (2) Analyzing the hierarchy of development regions; and (3) Analyzing the level of accessibility of the development regions. The research methods include entropy diversity index, scalogram, the level of accessibility (road density index and connectivity index) and cluster analyses. The results show that cluster analysis with proportional and comprehensive variables is able to describe the typology of development regions of Malang Regency, which are divided into three clusters, i.e.: (1) DR I  Malang City Ring as the only cluster with a has high development level, (2) DR II Kepanjen, DR IV Tumpang, WP V Turen and Dampit have a medium development level (3) DR III Ngantang and DR VI Sumbermanjing Wetan have a low development level.Keywords. Regional development, regionalization approach, regional typology, development region.Abstrak. Pendekatan perwilayahan merupakan salah satu pendekatan untuk mengelola dan mencapai tujuan pembangunan sesuai dengan karakteristik wilayah. Sistem pembangunan Kabupaten Malang dilakukan melalui pendekatan perwilayahan yakni dengan membagi Kabupaten Malang menjadi 6 wilayah pengembangan. Mengingat setiap wilayah pengembangan mempunyai karakteristik/tipologi yang cenderung berbeda-beda maka upaya penggambaran tipologi ini menjadi kunci untuk memetakan kondisi dan permasalahan sekaligus merumuskan alternatif solusi. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis tingkat pembangunan Kabupaten Malang berbasis tipologi wilayah pengembangan. Adapun yang menjadi tujuan antara adalah: (1) Menganalisis keragaman sektor perekonomian wilayah pengembangan, (2) Menganalisis hierarki wilayah pengembangan, dan (3) Menganalisis tingkat aksesibilitas wilayah pengembangan.  Beberapa teknik analisis digunakan yaitu indeks diversitas entropi, skalogram, tingkat aksesibilitas wilayah (indeks kerapatan jalan dan indeks konektivitas) dan analisis gerombol/klaster. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: analisis gerombol/klaster menggunakan variabel yang lebih komprehensif dan proporsional mampu menggambarkan tipologi wilayah pengembangan Kabupaten Malang secara lebih baik, yang terbagi kedalam 3 klaster, yaitu: (1) WP I Lingkar Kota Malang sebagai klaster tersendiri dengan tingkat perkembangan maju, (2) WP II Kepanjen, WP IV Tumpang serta WP V Turen dan Dampit dengan tingkat perkembangan sedang dan (3) WP III Ngantang dan WP VI Sumbermanjing Wetan dengan kondisi tingkat perkembangan rendah.Kata kunci. Pengembangan wilayah, pendekatan perwilayahan, tipologi wilayah, wilayah pengembangan.

Page 33 of 102 | Total Record : 1015


Filter by Year

1990 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 36 No. 2 (2025) Vol. 36 No. 1 (2025) Vol. 35 No. 2 (2024) Vol. 35 No. 1 (2024) Vol. 34 No. 3 (2023) Vol. 34 No. 2 (2023) Vol. 34 No. 1 (2023) Vol. 33 No. 3 (2022) Vol. 33 No. 2 (2022) Vol. 33 No. 1 (2022) Vol. 32 No. 3 (2021) Vol. 32 No. 2 (2021) Vol. 32 No. 1 (2021) Vol. 31 No. 3 (2020) Vol. 31 No. 2 (2020) Vol 31, No 1 (2020) Vol. 31 No. 1 (2020) Vol. 30 No. 3 (2019) Vol 30, No 3 (2019) Vol. 30 No. 2 (2019) Vol 30, No 2 (2019) Vol 30, No 1 (2019) Vol. 30 No. 1 (2019) Vol. 29 No. 3 (2018) Vol 29, No 3 (2018) Vol 29, No 2 (2018) Vol. 29 No. 2 (2018) Vol. 29 No. 1 (2018) Vol 29, No 1 (2018) Vol 28, No 3 (2017) Vol. 28 No. 3 (2017) Vol. 28 No. 2 (2017) Vol 28, No 2 (2017) Vol 28, No 1 (2017) Vol. 28 No. 1 (2017) Vol 28, No 1 (2017) Vol. 27 No. 3 (2016) Vol 27, No 3 (2016) Vol 27, No 2 (2016) Vol. 27 No. 2 (2016) Vol. 27 No. 1 (2016) Vol 27, No 1 (2016) Vol. 26 No. 3 (2015) Vol 26, No 3 (2015) Vol. 26 No. 2 (2015) Vol 26, No 2 (2015) Vol 26, No 1 (2015) Vol. 26 No. 1 (2015) Vol 25, No 3 (2014) Vol. 25 No. 3 (2014) Vol 25, No 2 (2014) Vol. 25 No. 2 (2014) Vol 25, No 1 (2014) Vol. 25 No. 1 (2014) Vol 24, No 3 (2013) Vol. 24 No. 3 (2013) Vol 24, No 2 (2013) Vol 24, No 2 (2013) Vol. 24 No. 2 (2013) Vol. 24 No. 1 (2013) Vol 24, No 1 (2013) Vol 23, No 3 (2012) Vol 23, No 3 (2012) Vol. 23 No. 3 (2012) Vol 23, No 2 (2012) Vol. 23 No. 2 (2012) Vol 23, No 1 (2012) Vol. 23 No. 1 (2012) Vol 22, No 3 (2011) Vol. 22 No. 3 (2011) Vol. 22 No. 2 (2011) Vol 22, No 2 (2011) Vol 22, No 2 (2011) Vol 22, No 1 (2011) Vol. 22 No. 1 (2011) Vol. 21 No. 3 (2010) Vol 21, No 3 (2010) Vol. 21 No. 2 (2010) Vol 21, No 2 (2010) Vol 21, No 1 (2010) Vol. 21 No. 1 (2010) Vol 20, No 3 (2009) Vol 20, No 3 (2009) Vol. 20 No. 3 (2009) Vol 20, No 2 (2009) Vol. 20 No. 2 (2009) Vol. 20 No. 1 (2009) Vol 20, No 1 (2009) Vol. 19 No. 3 (2008) Vol 19, No 3 (2008) Vol. 19 No. 2 (2008) Vol 19, No 2 (2008) Vol 19, No 1 (2008) Vol. 19 No. 1 (2008) Vol 18, No 3 (2007) Vol. 18 No. 3 (2007) Vol. 18 No. 2 (2007) Vol 18, No 2 (2007) Vol. 18 No. 1 (2007) Vol 18, No 1 (2007) Vol. 17 No. 3 (2006) Vol 17, No 3 (2006) Vol. 17 No. 2 (2006) Vol 17, No 2 (2006) Vol 17, No 1 (2006) Vol. 17 No. 1 (2006) Vol. 16 No. 3 (2005) Vol 16, No 3 (2005) Vol 16, No 2 (2005) Vol. 16 No. 2 (2005) Vol 16, No 1 (2005) Vol. 16 No. 1 (2005) Vol 15, No 3 (2004) Vol. 15 No. 3 (2004) Vol. 15 No. 2 (2004) Vol 15, No 2 (2004) Vol. 15 No. 1 (2004) Vol 15, No 1 (2004) Vol. 14 No. 3 (2003) Vol 14, No 3 (2003) Vol 14, No 2 (2003) Vol. 14 No. 2 (2003) Vol. 12 No. 4 (2001) Vol 12, No 4 (2001) Vol 12, No 3 (2001) Vol. 12 No. 3 (2001) Vol. 12 No. 1 (2001) Vol 12, No 1 (2001) Vol. 11 No. 3 (2000) Vol 11, No 3 (2000) Vol. 11 No. 2 (2000) Vol 11, No 2 (2000) Vol. 10 No. 3 (1999) Vol 10, No 3 (1999) Vol 10, No 1 (1999) Vol. 10 No. 1 (1999) Vol. 9 No. 2 (1998) Vol 9, No 2 (1998) Vol. 8 No. 3 (1997) Vol 8, No 3 (1997) Vol 8, No 1 (1997) Vol. 8 No. 1 (1997) Vol. 7 No. 22 (1996) Vol 7, No 22 (1996) Vol 7, No 21 (1996) Vol. 7 No. 21 (1996) Vol. 7 No. 20 (1996) Vol 7, No 20 (1996) Vol. 6 No. 19 (1995) Vol 6, No 19 (1995) Vol 6, No 18 (1995) Vol. 6 No. 18 (1995) Vol. 6 No. 17 (1995) Vol 6, No 17 (1995) Vol 5, No 16a (1994): Edisi Khusus Vol 5, No 16 (1994) Vol. 5 No. 16a (1994): Edisi Khusus Vol. 5 No. 16 (1994) Vol 5, No 16 (1994) Vol 5, No 11 (1994) Vol. 5 No. 11 (1994) Vol 4, No 9 (1993) Vol. 4 No. 9 (1993) Vol 4, No 9b (1993): Edisi Khusus Juli Vol 4, No 9a (1993): Edisi Khusus Februari Vol. 4 No. 9b (1993): Edisi Khusus Juli Vol 4, No 9c (1993): Edisi Khusus Oktober Vol. 4 No. 9c (1993): Edisi Khusus Oktober Vol. 4 No. 9a (1993): Edisi Khusus Februari Vol 4, No 8 (1993) Vol. 4 No. 8 (1993) Vol 4, No 8 (1993) Vol. 4 No. 7 (1993) Vol 4, No 7 (1993) Vol. 3 No. 4 (1992) Vol. 3 No. 4a (1992): Edisi Khusus Juli Vol 3, No 4a (1992): Edisi Khusus Juli Vol 3, No 4 (1992) Vol 3, No 3 (1992) Vol. 3 No. 3 (1992) Vol. 2 No. 1 (1991) Vol 2, No 1 (1991) Vol 2, No 1 (1991) Vol 1, No 1 (1990): Perkenalan Vol. 1 No. 1 (1990): Perkenalan More Issue