cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 608 Documents
LOCALITY VALUE AS A REFLECTION OF CORE VALUES INCORPORATE CULTURE: A STUDY OF LOCAL ADVERTISING AGENCY (PETAKUMPET) Agung Eko Budiwaspada; Fadillah Fadillah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.2.5

Abstract

Equivalent to the concept of culture in general, corporate culture is a value system that is believed, studied, applied, and developed by all individuals in the organization as a reference behavior to achieve corporate goals. If the agency's success is determined by its creativity in creating advertising idea, then the local advertising agency should have a chance to win the competition with a multinational advertising agency. To understand the existence of the local advertising agency creative ideas, the purpose of research is to understand the quality of creative ideas advertising messages by local advertising agencies as a modality for the competition in the globalization era and to gain an understanding of the reflection of corporate culture in local advertising agencies in order to identify the identity of Indonesian advertising. Using descriptive qualitative approach with semiotic analysis and content analysis, and choosing PT. Petakumpet as one of advertising agencies, this research showed that the reflection of core corporate culture values produces unique and distinctive indicators that refer to content in the vision and slogan, business environment, heroes, rituals and the network of advertising agency. The intensity of the reflection of each of the core values of corporate culture in the creative idea of advertising messages ultimately results in the characteristics that identify the advertisement of Petakumpet. Ads powered by high quality, creativity, and local generosity, will be able to penetrate beyond the local territory, in turn will become the identity of Indonesian advertising. At its peak, Indonesian ads will be able to compete globally.
FEASIBILITY OF CARPOOLING SCHEME DEVELOPMENT IN BANDUNG CITY FROM THE PERSPECTIVE OF TRAVELER PREFERENCES Miming Miharja; Annisa Utami
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.1.6

Abstract

The imbalance between supply and demand in Bandung City transport system has been the cause of the declining of this city transport performance. Supply approach by increasing road network capacity is considered as no longer effective due to limited developable road space. Demand approach seems to be a prospective solution to the problem. Among others, carpooling is considered as a promising scheme to reduce traffic volume by increasing average vehicle occupancy rate. The scheme is developed by attracting some travelers whose trip destination are in one corridor to join the same vehicle. This research figures out the feasibility of the implementation of carpooling scheme from the traveler preferences point of view. Based on Arcamanik Residential Area, Bandung City, the result of the research shows that this scheme is potential to be implemented with the percentage of respondent willingness to change mode in the beginning is 93%. However, after ride matching was introduced, respondents willing to join this scheme decline to 71% on leaving and 79% on the way back home. This research furthermore identifies some constraints in fulfilling traveler preference on carpooling scheme. The constraints are on the point to point pick-up system and walking distance preference that cannot totally be fulfilled.
COLOUR MAPPING OF NATURAL DYES IN BATIK PESISIRAN OF BATIK BATANG FROM BATANG REGENCY Kahfiati Kahdar; Chandra Tresnadi; Tyar Ratuannisa
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.1.13

Abstract

Tren dalam desain dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti peristiwa dunia, situasi ekonomi, pengaruh sub-kultur, perubahan sosial bahkan dapat muncul sebagai respons terhadap kondisi lingkungan alam secara global. Salah satu bentuk tren sebagai respons atas kondisi lingkungan alam adalah munculnya gerakan sustainable design, dalam tekstil gerakan ini ditemukan pula menjelma dalam bentuk eco-textile yang direalisasikan dengan penggunaan bahan utama dan bahan pendukung teknik pembuatan tekstil yang minim dampak terhadap lingkungan.Batik pesisiran merupakan salah satu tekstil tradisi di Indonesia yang memiliki nilai estetis tinggi, dua di antara aspek pembentuknya adalah ragam hias dan warna. Warna pada batik saat ini sebagian besar dihasilkan dari pewarna sintetis yang dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusianya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengkonversi skema warna sintetis batik ke skema pewarna alami dengan harapan dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan pengrajin di Kabupaten Batang yang terletak di pesisir pantai utara Jawa Tengah dalam menghasilkan desain dan kain batik ramah lingkungan. 
TEKNOLOGI CRYPTOCURRENCY BITCOIN DALAM TRANSAKSI BISNIS MENURUT SYARIAT ISLAM Asep Zaenal Ausop; Elsa Silvia Nur Aulia
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.1.8

Abstract

Cryptocurrency adalah uang virtual atau uang digital atau uang elektronik  yang berada di dunia maya yang tidak memiliki benda konkretnya, berbeda dengan uang fiat konvensional seperti rupiah, dollar atau rubble Rusia. Cryptocurrency ini amat banyak macamnya, antara lain Litecoin, Monero, Ether, Ripple, Ethereun, Qtum, Dash, Zcash, dan Bitcoin. Bitcoin adalah system jaringan consensus yang berfungsi sebagai system pembayaran baru melalui teknologi Blokchain. Blockchain adalah teknologi perangkat lunak yang mencatat semua transaksi keluar masuk uang secara life dan transparan melalui jaringan peer-to-peer (P2P) sehingga dapat diketahui oleh semua pengguna Bitcoin, sifatnya disentralisasi  yang sepenuhnya dikontrol oleh pengguna tanpa ada otoritas bank sentral. Akan tetapi di balik keistimewaan itu, ada kelemahan Bitcoin yaitu tidak memiliki underlaying asset, tak ada otoritas yang bertanggung jawab atas segala problema yang muncul,  pemiliknya  bisa pseudonymous bahkan anonymous sehingga rawan dijadikan sarana kejahatan seperti pencucian uang, juga fluktuasi nilai  Bitcoin sangat ekstrim, dan lebih didominasi oleh faktor publikasi opini marketing system. Itulah sebabnya penggunaan Bitcoin sebagai instrumen transaksi bisnis menimbulkan pro kotra di kalangan pakar ekonomi dan ulama.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran seputar teknologi Bitcoinnya sendiri, dan tentang keabsahannya penggunaan Bitcoin dalam transaksi bisnis menurut syari'at Islam. Teori yang digunakan adalah katagorisasi transaksi bisnis haram lidzatihi dan haram lighairihI dari ulama Salafi (tempo dulu) yang direkonstruksi oleh Adiwarman Abdul Karim Penelitian ini bersifat Liabrary Research. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka dari  berbagai media.. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa teknologi Bitcoin dengan Blockchain memang bisa diakui sebagai teknologi revolusioner yang sangat baik, tetapi di dalamnya terdapat unsur gharar dan maysir sehingga dikatagorikan sebagai gambling transaction,  kedudukan hukumnya adalah  haram lighairihi. Cryptocurrency is a virtual money or a digital money or an electronic money in illusion world which has no any concrete thing, it's different with conventional money such as rupiah, dollar, or rubble Russia. This cryptocurrency has many varieties such as Litecoin, Monero, Ether, Ripple, Ethereun, Qtum, Dash, Zcash, and Bitcoin. Bitcoin is a consensus network system which has a function as a new payment through Blockchain technology. Bitcoin is a software technology which takes note for all transactions lively and transparency through peer to peer network then known by all Bitcoin users, it has decentralist features are controlled by users without any central bank authorities. In other hands, this Bitcoin has shortages are Bitcoin has no underlying assets, there is no responsibility for the problems appeared, the users can be pseudonymous or even anonymous so it use it for tool of wickedness such as money catharsis, the value of this Bitcoin fluctuation also can be extreme and dominated by public opinions about marketing system. Therefore, the usage of bitcoin as the transaction instrument can occur pro and contra among economical experts and ulama. This research is purposed to get a representation around Bitcoin technology its self and the validation for using Bitcoin in business transaction according to Islamic sharia. The used theory is categorization business transaction haram lidzatihi and haram lighairihi from Adiwarman Abdul Karim. The used method in this research is descriptive analysis method. The data is collected by theories contemplations from various digital media, books and etc. This research concluded that the technology of Bitcoin and Blockchain can be avowed as the good revolution of technology but there is gharar and maysir subtances then categorized as gambling transaction, and its position is haram lighairihi. 
REPRESENTASI CALON PRESIDEN INDONESIA DALAM SURAT KABAR ELEKTRONIK ASING Dana Waskita
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi calon Presiden Indonesia di surat kabar on-line Sydney Morning Herald (SMH) pada tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dengan bantuan linguistik korpus atau Corpus-Assisted Critical Discourse Analysis. Pendekatan corpus-driven dan corpus-based digunakan untuk membantu pemilihan sumber data, pengumpulan data, dan identifikasi topik berita yang menggambarkan sosok kandidat. Teknik linguistik korpus yang digunakan untuk menganalisis kompilasi korpus meliputi frekuensi, kata kunci, kelompok, N-gram, kolokasi, dan konkordansi. Analisis kritis terhadap data mengungkapkan representasi kedua kandidat dan jenis wacana yang diciptakan oleh SMH.
INSTRUMEN KECEPATAN TENDANGAN PENCAK SILAT BERBASIS TEKNOLOGI Nurul Ihsan; Yulkifli Yulkifli; Yohandri Yohandri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.1.12

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum tersedianya instrumen kecepatan tendangan pencak silat yang berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan instrument kecepatan tendangan berbasis teknologi. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang menghasilkan desain rancangan instrumen yang telah teruji secara empiris. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan mengadopsi model Borg and Gall. Hasil uji reliabilitas yang menggunakan teknik test and retest, yaitu 0.671 pada kelompok sampel kecil (sample 14 orang) dan 0.746 pada kelompok sampel besar (sampel 32 orang) diperoleh hasil memiliki kriteria yang "kuat". Pengembangan norma instrumen melibatkan 382 orang sampel dengan kategori atlet dewasa. Kategori terdiri atas Baik Sekali (Putera < 0.31, Puteri < 0.36), Baik (Putera 0.32-0.39, Puteri 0.37-0.43), Sedang (Putra 0.40-0.48, Puteri 0.44-0.50) Kurang (putera 0.49-0.57, Puteri 0.51-0.57) Kurang Sekali (Putera > 0.57, Puteri > 0,57) Hasil analisis Ini menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi tinggi, dan layak dipergunakan sebagai instrumen kecepatan tendangan pencak silat.
PROFIL ATLET PAPUA PADA PON XIX JAWA BARAT BERBASIS ETNIS Saharudin Ita
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.2.8

Abstract

Apabila dilihat dari latar belakang kebudayaan, etnis Papua sangat beraneka ragam dan tersebar dari ujung timur Kota Jayapura, pesisir utara, dan Kota Merauke, serta pesisir selatan sampai ujung barat Kota Sorong. Secara etnografi, Provinsi Papua terdiri atas 466 etnis yang dalam penyebarannya secara ekologis-geografis berbeda antara pesisir pantai dan lembah, danau, perbukitan, dan kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan tepat dan faktual etnis yang dominan dalam menggeluti dunia olahraga di Papua sampai dengan PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat. Subjek penelitian ini adalah seluruh atlet Papua sebanyak 529 orang yang masuk dalam kontingen PON XIX. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui sebaran angket danwawancara kepada atlet yang sedang melakukan pemusatan latihan menghadapi PON XIX tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan, etnis yang menggeluti dunia olahraga di Papua dan tergabung dalam kontingen PON XIX tahun 2016 terdiri atas 23 suku (58,98%) dan yang non-Papua berasal dari 10 provinsi (41,02 %). Etnis Papua yang termasuk 5 besar adalah etnis Biak 23,07%, Sentani 22,11%, Yapen 20,19%, Lani 7,37%, serta Marind Anim 6,41%. Etnis non-Papua berasal dari 5 provinsi teratas adalah Jawa 54,83%, Ambon 14,74%, Makasar 9,67%, Batak 5,52%, dan Buton 4,6%. Etnis yang dominan dari kontingen Papua pada PON XIX 2016 di Jawa Barat adalah etnis Biak (etnis Papua) dan etnis Jawa (non-Papua).
Analisis Penerimaan Aplikasi Tracking Kuliner Halal oleh Wisatawan di Kabupaten Malang Sucipto Sucipto; Mas'ud Effendi; Ahmad Rizal Affandi; Herman Tolle; Aryo Pinandito
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.4

Abstract

Aplikasi tracking kuliner halal telah dikembangkan untuk melacak kuliner tersertifikasi halal di daerah kunjungan wisata. Aplikasi ini mengintegrasikan aplikasi Android dengan layanan Google maps dan Global Positioning System (GPS)  untuk membantu wisatawan mengetahui lokasi kuliner tersertifikasi halal dengan peta navigasi dan informasi menu makanan yang disajikan. Sistem tracking ini masih dikembangakan di daerah terbatas. Sebelum penggunaan aplikasi ini diperluas perlu dievaluasi penerimaannya oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode TAM (Technology Acceptance Model), dimana faktor yang diteliti adalah kemanfaatan dan kemudahan untuk menggunakan aplikasi. Data diolah dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian aplikasi tracking kuliner halal menunjukkan persepsi kemudahan berpengaruh nyata terhadap kemanfaatan aplikasi. Persepsi manfaat dan persepsi kemudahan masing-masing berpengaruh nyata terhadap minat menggunakan aplikasi. Pengguna yakin bahwa aplikasi yang mudah digunakan dan memiliki manfaat akan menarik minat masyarakat untuk menggunakan. Minat menggunakan aplikasi berpengaruh nyata terhadap penggunaan nyata aplikasi ini. Nilai predictive relevance sebesar 0,885 berarti model dinilai baik untuk menggambarkan keadaan sebenarnya di lapang.
IMPLEMENTASI TEORI FUNGSIONAL STRUKTURAL DALAM REGULASI PENYIARAN DIGITAL DI INDONESIA Nur Malik Maulana
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.3

Abstract

Perkembangan teknologi penyiaran di dunia sudah beralih pada teknologi digital. Indonesia termasuk tertinggal dalam pelaksanaan penyiaran digital dikarenakan belum adanya payung hukum, dimana UU No.32/2002 tentang Penyiaran belum memuat aturan mengenai penyiaran digital. Menggunakan teori Fungsional Struktural, tulisan ini menganalisa bagaimana regulasi penyiaran digital seharusnya dibuat. Sebenarnya teknologi digital merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah keterbatasan frekuensi pada penyiaran analog, akan tetapi melimpahnya frekuensi digital ini justru menjadi potensi konflik. Hingga sekarang, pembahasan regulasi penyiaran digital masih berlangsung sengit terkait model multipleksing yang akan digunakan. Untuk menghindari terjadinya konflik di sistem sosial, single multipleksing merupakan model paling tepat, yaitu pemerintah menjadi operator penyelenggara multipleksing penyiaran digital mengingat frekuensi merupakan ranah publik, dan supaya terciptanya keteraturan penyiaran di Indonesia.  The world's broadcasting technology has been shifting to digital technology. In Indonesia, digital broadcasting implementation is, in fact, still left behind compared to other countries as it has no relevant regulations. Law Number 32/2002 about Broadcasting does not contain regulations related to digital broadcasting. By using Structural Functional approach, this study analyzes how digital broadcasting regulations should be made. Digital technology is a proper solution to the limited frequency problems of analog broadcasting. However, the abundance of digital frequency is also a potential conflict. Until now, discussions on the regulation of digital broadcasting are still occurring fiercely, especially on the multiplexing model to be used. To avoid conflicts in the social system, single multiplexing is the most proper model, in which the government becomes the operator of digital multiplexing-broadcasting implementation, considering the fact that frequency is a public belonging. This can also embody broadcast regularity in Indonesia.
TEKNOLOGI DIGITAL DAN KUALITAS TENAGA KERJA PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI YOGYAKARTA Ngadi Ngadi; Devi Asiati
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.6

Abstract

Penggunaan teknologi digital telah berkembang luas di Indonesia termasuk pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Daerah terpencil yang semula mengalami hambatan untuk memasarkan produk barang dan jasa yang dihasilkan dapat terbantu oleh teknologi digital. Akan tetapi, teknologi digital juga berimplikasi terhadap kebutuhan kualitas sumber daya manusia. Artikel ini bertujuan untuk membahas penggunaan internet pada UMKM serta implikasinya terhadap perkembangan dan kualitas tenaga kerja. Data untuk analisis adalah hasil penelitian PPK LIPI tahun 2017 di Provinsi Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, focus group discussion (FGD), dan penelusuran pustaka. Hasil penelitian menunjukkan secara umum teknologi digital telah digunakan pada sebagian besar UMKM di Yogyakarta. Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah Provinsi Yogyakarta dan institusi swasta untuk memperkuat UMKM dalam menggunakan teknologi digital seperti rumah kreatif, pembentukan kampung digital, dan pusat layanan usaha terpadu. Penggunaan teknologi digital pada UMKM telah memperluas jaringan pasar dan meningkatkan permintaan barang/jasa. Peningkatan permintaan barang atau jasa berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan tenaga kerja di UMKM.  The use of digital technology has expanded widely in Indonesia, including on Indonesia's Micro Small and Medium Enterprises (MSME's). The remote areas that initially experienced barriers in marketing their products and services could be helped by digital technology. However, digital technology also has implications for the quality of human resources. This paper aims to discuss the use of internet on MSME's and its implications on the development and quality of labor. The data for the analysis are the results of Research Center for Population-Indonesian Institute of Sciences (PPK LIPI) research in Yogyakarta Province, 2017. Data collection was done by interview, FGD, and literature review. The results show that in general, digital technology has been used in most of the MSME's in Yogyakarta. Various policies have been made by the government and private institutions to strengthen the MSME's in digital use such as creative houses, digital village establishment, and integrated business service center. The use of digital technology has expanded the market network so as to increase the demand of goods/services. The increasing demand of goods or services will have implications for the increase in income and welfare of workers of the MSME's.

Filter by Year

2006 2025