cover
Contact Name
Arum Budiastuti
Contact Email
arumbudi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
up2dfibunair@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mozaik Humaniora
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24428469     EISSN : 2442935X     DOI : -
Mozaik Humaniora is a journal that focuses on the scope of humanities and accepts articles on cultural studies, linguistic and literary studies, as well as philology and historical studies.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Refleksi Kearifan Lokal dalam Sastra Indonesia Karya Sastrawan Jawa Timur Ida Bagus Putera Manuaba
MOZAIK HUMANIORA Vol. 16 No. 2 (2016): MOZAIK HUMANIORA VOL. 16 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.776 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v16i2.5857

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan mengungkapkan dan memaknakan refleksi kearifan lokal dalam karya-karya sastra Indonesia sastrawan Jawa Timur beserta korelasinya dengan sosial-budayanya. Dalam studi ini digunakan metode penelitian kualitatif terpadu (library research dan field research) yang dikerjakan secara analitis-kritis dan reflektif. Objek materialnya karya-karya sastra dan sosial-budaya sastrawan Jawa Timur, dengan strategi pemerolehan data dokumentasi dan observasi, serta teknik baca, simak, dan catat. Dalam studi ini ada dua temuan: pertama, refleksi kearifan lokal dalam karya-karya sastra Indonesia sastrawan Jawa Timur menyangkut harmoni antarmanusia dengan alam, kedalaman cinta, kesederhanaan hidup manusia, kesetiaan dan keikhlasan, romantika perkawinan, dan kebahagiaan hidup. Kedua, makna reflektif kearifan lokal dalam karya sastra Indonesia beserta korelasi dengan sosial-budayanya adalah adanya sinergi antara manusia dan alam; tanggung jawab dan kewajiban dalam menjaga, merawat, melestarikan, dan mengeksplorasi alam. Kata kunci: karya sastra Indonesia, refleksi kearifan lokal, sastrawan Jawa Timur AbstractThis study aims to reveal a local wisdom reflection in the Indonesian literature written by East Java authors and to define the local wisdom reflection in relation to their social-culture. This study was analytically, critically, and reflectively conducted in one integrated qualitative method (library research and field research). The data, literature works, were collected through some techniques such as documenting, observing, reading, referring, and taking notes. The findings show that first, the local wisdom reflection in the Indonesian literature written by East Java authors is concerned with the harmony relation between human and nature, the depth of love, the simplicity of a human’s life, the faithfulness and sincerity, the romance of marriage, and the happiness of life. Second, the local wisdom reflection is defined as a synergy between human and nature in which there are some responsibilities like preserving, taking care of, conserving, and exploring the nature. Keywords: East Java authors, Indonesian literature, local wisdom reflection
Surabaya sebagai Kota Kolonial Modern pada Akhir Abad ke-19: Industri, Transportasi, Permukiman, dan Kemajemukan Masyarakat Samidi Baskoro
MOZAIK HUMANIORA Vol. 17 No. 1 (2017): MOZAIK HUMANIORA VOL. 17 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.171 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v17i1.6597

Abstract

Kemajuan  Kota  Surabaya  pada  awal  abad  ke-20  ditandai  oleh  perubahan  di berbagai  bidang.Perubahan ini menyebabkan  munculnya  simbol  modernitas  kota,  seperti  industri,  transportasi,  dan permukiman modern. Perkembangan industri mampu mengubah mata pencaharian penduduk kota dari  sektor  pertanian  ke  pabrik  dan  kerajinan. Kegiatan  ekonomi  industri  didukung oleh masuknyakendaraan modern yang berfungsi sebagai alat angkutan barang dan orang. Kesempatan kerja yang terbuka mendorong laju  migrasi,  sehingga  populasi  penduduk  meningkat. Artikel  ini  menjelaskanunsur-unsur yang  menunjukkan perubahan  Surabaya  menjadi  kota  modern.  Penjelasan  lain berhubungan  dengan perubahan  tatanan  fisik kota dan  komposisi  penduduk. Tujuan  tulisan ini adalah untuk mengetahui  kemajuan  Kota Surabaya ketika  terjadi  perubahan  secara  simultan  yang disebabkan oleh perkembangan berbagai bidang.
Bentuk Sinkretisme Islam-Jawa di Masjid Sunan Ampel Surabaya Eko Sulistyo Kusumo Eko Sulistyo Kusumo
MOZAIK HUMANIORA Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.21 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v15i1.3847

Abstract

Dakwah Islam di tanah Jawa yang tidak terlepas dari peran serta tokoh-tokoh agama Jawa yang dikenal dengan sebutan wali atau sunan. Sikap bijak dari para wali dalam mengislamkan tanah Jawa selama enam abad merupakan salah satu kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan rasa dan cara hidup masyarakat sekitar sehingga memungkinkan terjadinya proses akulturasi. Keterlibatan budaya lokal dalam proses dakwah Islam sebagaimana terjadi di Masjid Sunan Ampel telah menjadi perhatian dari para antropolog dan sosiolog baik lokal maupun internasional. Penelitian ini berupaya untuk mengungkap bentuk-bentuk sinkretisme di Masjid Sunan Ampel sebagai bukti akulturasi Islam dan Jawa Hindu. Menggunakan bingkai metodologi kualitatif, penelitian ini mengambil data melalui wawancara mendalam dengan beberapa narasumber kunci, yaitu orang-orang yang mengetahui sejarah Masjid Ampel dan segala aktivitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk sinkretisme di Masjid Sunan Ampel, baik secara fisik arsitektur masjid maupun kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan di masjid. Paradigma sinkretisme kemudian, dalam praktik tradisi Islam- Jawa oleh di masjid Sunan Ampel Surabaya, adalah manifestasi politis Islam yang toleran terhadap kultur masyarakat Jawa. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kyai bukanlah cultural broker atau makelar budaya, seperti yang disampaikan salah seorang peneliti terdahulu, karena peran kyai di masjid Sunan Ampel sejak berdiri sampai sekarang adalah memberikan bentuk-bentuk tradisi asketis berupa tradisi kreasi sinkretis Islam-Jawa.Kata kunci: akulturasi, Islam-Jawa, sinkretisme, Sunan Ampel
Pengaruh Metode Quantum Writing terhadap Keterampilan Menulis Akademik Ida Bagus Artha Adnyana, Kadek Dwi Cahay Adnyana
MOZAIK HUMANIORA Vol. 17 No. 1 (2017): MOZAIK HUMANIORA VOL. 17 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.917 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v17i1.6592

Abstract

Kemampuan menulis mahasiswa, terutama dalam menulis akademik dibutuhkan dalam membuat tugas akhir atau skripsi. Sebagai bagian dari kemahiran berbahasa Indonesia kemampuan menulis akademik mahasiswa pendidikan vokasi S1- Terapan Politeknik Negeri Bali masih kurang memadai, dan untuk meningkatkan kemampuan menulis akademik diperlukan metode-metode pengajaran yang tepat. Penggunaan metode quantum writing dirasa tepat oleh para pengajar dan dibuatlah buku ajar dengan menggunakan metode tersebut.  Artikel ini membahas bagaimana pengaruh penerapan buku ajar dengan menggunakan metode quantum  dalam pembelajaran menulis akademik   pada  pendidikan vokasi S1-Terapan Politeknik  Negeri Bali. Pengumpulan data penelitian dilakukan  dengan observasi, wawancara, dan kuesioner  kepada 105 mahasiswa Program Studi D-4 Manajemen Bisnis Internasional  dan    Manajemen Informatika semester II   pada tahun ajaran  2015/2016, dan selanjutnya dianalisis dengan Mann-Whitney U-test.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 85,81 % responden  mengatakan bahwa buku ajar yang dikembangkan  sangat layak untuk mendukung  proses pembelajaran menulis akademik. Hasil uji lapangan juga secara signifikan menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar. Mann-Whitney U=2.027,5, n1 = 53, n2 = 52, p < 0,05, r = 0,41.[a1]  Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa perlakuan berupa penerapan metode quantum pada kelas percobaan memiliki efek yang sangat kuat terhadap kemampuan menulis mahasiswa. [a1]Narasikan hasil dari penghintungan sehingga terbaca untuk kalangan umum
PERGULATAN OKKY MADASARI DALAM ARENA SASTRA INDONESIA PASCA ORDE BARU WINTA HARI ARSITOWATI
MOZAIK HUMANIORA Vol. 17 No. 2 (2017): MOZAIK HUMANIORA VOL. 17 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.725 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v17i2.5373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pergulatan dan pandangan Madasari dalam arena sastra Indonesia pasca Orde Baru, sejak tahun 2010 hingga 2016. Madasari merupakan salah satu pengarang baru yang sedang naik daun sejak kemunculannya di tahun 2010 hingga 2016 lalu. Meski tidak berasal dari komunitas sastra legitimit, Madasari juga mendirikan berbagai program di luar karya sastranya, seperti Asean Literary Festival (ALF) dan Rumah Muara. Madasari seperti berusaha meraih legitimasi tertentu melalui praktiknya sebagai pengarang di arena sastra Indonesia tahun 2010 hingga 2016. Peneliti menggunakan metode strukturalisme genetik dengan pemanfaatan teori arena produksi kultural oleh Pierre Bourdieu untuk memahami pergulatan Madasari dalam arena sastra Indonesia tahun 2010 hingga 2016 serta legitimasi yang berusaha ia raih. Peneliti juga menelaah novel 86 karya madasari untuk memahami pandangan yang Madasari miliki mengenai masyarakat Indonesia. Peneliti menemukan bahwa melalui praktik-praktiknya di luar karya sastra, Madasari baru mampu meraih legitimasi populer. Hal itu tidak lepas dari pengaruh kondisi arena sastra Indonesia yang masih dikuasai agen sastra legitimit yang menentukan legitimasi dalam arena sastra. 
Pemanfaatan Tradisi Lisan di Era Industri Kreatif di Indonesia Dhanang Respati Puguh Dhanang Respati
MOZAIK HUMANIORA Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v13i2.3841

Abstract

AbstrakTradisi lisan tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Di era globalisasi sekarang ini, eksistensi tradisi lisan semakin terpinggirkan, bahkan di ambang kepunahan, sehingga memerlukan upaya-upaya untuk mempertahankan eksistensinya. Tulisan ini membahas tentang pemanfaatan tradisi lisan di era industri kreatif pasca reformasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah kritik sejarah, yaitu mengumpulkan sumber-sumber pustaka untuk kemudian dikritik dan dianalisis. Sumber primer didapatkan dari data oral tradisi dengan didukung dari sumber sekunder baik berupa dokumen tertulis maupun dalam bentuk visual. Para seniman telah memanfaatkan tradisi lisan dengan pendekatan, cara, dan teknik yang berbeda-beda dalam karya-karyanya menurut interpretasi mereka masing-masing dan telah berhasil memikat hati masyarakat pendukungnya. Daya kreatif atau kreativitas untuk memanfaatkan tradisi lisan yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan kekinian juga dimiliki oleh para seniman tersebut dan menuangkannya dalam produk-produk seni terbaru dalam bentuk musik, tari, teater, opera, film, dan sinema elektronik. Perkembangan industri pariwisata dan pertelevisian dewasa ini merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemanfaatan tradisi lisan dalam industri kreatif. Dengan kerangka berpikir semacam itu, tradisi lisan akan mendapatkan tempat dan dapat memberikan nilai tambah pada masyarakat.
What is Clean? Interpreting the Meaning of Healthy Urban Environment in Malang (1930-1960) Reza Hudiyanto
MOZAIK HUMANIORA Vol. 16 No. 2 (2016): MOZAIK HUMANIORA VOL. 16 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.624 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v16i2.5864

Abstract

AbstrakSejak akhir abad ke-19, baik pemerintah kolonial Belanda maupun penguasaha swasta telah membuat kemajuan ekonomi yang pesat. Sumbangan penting usaha perkebunan pada perekonomian telah memicu perkembangan pemukiman penduduk. Ketika urbanisasi meningkat sementara ruang kota justru semakin besar, masalah baru bermunculan, seperti persoalan kebersihan lingkungan. Penurunan kualitas lingkungan berdampak pada penurunan kualitas kesehatan. Kualitas hidup penduduk, baik dari kalangan Eropa maupun pribumi, semakin terancam manakala sejumlah penyakit tropis berpotensi menjadi wabah yang menyerang seluruh penduduk kota. Dengan memanfaatkan metode sejarah, artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana sikap penduduk dan pemerintah berkaitan dengan pengaturan lingkungan bersih selama kurun waktu 1930-1960. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman masyarakat pada masa kolonial dan pada masa kemerdekaan. Apabila pada masa kolonial terdapat garis pemisah yang tajam antara penduduk Eropa dan pribumi sehingga memengaruhi persepsi masalah kebersihan lingkungan, pada masa kemerdekaan pemisahan tersebut tidak muncul. Perubahan yang dramatis terjadi ketika muncul program perbaikan jalan dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Kata kunci: kebersihan, kesehatan, lingkungan perkotaan, persepsi, Malang AbstractSince the last decade of the nineteenth century, both the Dutch colonial government and private enterprises have made great economic progression. The crucial contribution of plantation industry to the colonial economy has triggered the improvement of particularly settlement.  Job opportunities invited peoples from nearby villages. This was the beginning of urban environment problem. The decline of the environmental quality had to do with the decrease of the health quality. The dwindling health quality among the native inhabitants brought about potential outbreak of tropical diseases that could spread and finally hit all city inhabitants. The epidemic would threaten the Europeans who shared the same space with the natives. Using historical method, the writer tried to discuss the response of Kampung dwellers to “urbanized process” in terms of environment. This article is based on archival document from Dutch Indies colonial Government and Dinas Kesehatan Kota Malang. The present study addressed the concept of “positioning” by looking at the influence of new Municipal-made environment from a historical point of view. From the research it can be concluded that since 1937, the Municipal government has begun to increase more technical personals and budgets to maintain many infrastructure projects. In comparison with the situation in the colonial periods in which the Municipal governments never included the Kampung inhabitants on their urban sphere, the era of the Indonesian Republic had showed the different situation. The dramatic change on the composition of local parliament paved the way for Kampung resident on the drafting of local regulation including health service. Keywords: clean, health, Malang, perception, urban environment
Transcoding Wacana Konstruksi dan Kontestasi Citra Jokowi dan Prabowo dalam Media Sosial pada Masa Kampanye Pilpres 2014 Eva Leiliyanti; Diyantari Diyantari; Irawaty Irawaty
MOZAIK HUMANIORA Vol. 17 No. 2 (2017): MOZAIK HUMANIORA VOL. 17 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.975 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v17i2.5507

Abstract

This study is a part of multi year layered case study on recommendation on public participation in political campaign in social media policy (Twitter). This paper scrutinises tweets and memes from Jokowi and Prabowo’s volunteers/supporters in 2014 Presidential Election during the campaign days (4 June – 5 July 2014) which were taken based on judgement sampling. The focus of the first layer study is the analysis of the written  text (tweet) and written and visual text (meme) from Jokowi and Prabowo’s volunteers/supporters in order to deconstruct the mechanism of the expressions of the written and visual text of both camps during the campaign days and to examine to what extent the expressions are used lead to negative or black campaign. Hallidayean transitivity system is deployed to analyze language variables employed in tweets whilst Kress and van Leeuwen social semiotics is applied to analyze the visual text in memes. Both tweets and memes are used as media in constructing, striking back and leading netizens’ opinions in digital democracy. It is found in this stage that tweets and memes represent not only cyber war in the form of discursive contestation of Jokowi and Prabowo’s image, but also transcode the discursive construction  and contestation of  Jokowi and Prabowo’s image.Keywords: tweets and memes, Jokowi and Prabowo, Presidential election 2014, transitivity system, social semiotic, transcode.    AbstrakTulisan ini merupakan bagian dari penelitian multi tahun studi kasus berlapis tentang usulan acuan kebijakan partisipasi publik dalam kampanye politik di media sosial (dalam hal ini Twitter). Tulisan ini menganalisis data tweets dan memes para relawan/pendukung Jokowi dan Prabowo di Pemilu Presiden 2014 selama masa kampanye (4 Juni – 5 Juli 2014) yang diambil berdasarkan judgement sampling. Fokus studi kasus lapis pertama ini adalah pada analisis bahasa tulis (tweets) dan bahasa tulis dan visual (memes) relawan/pendukung kelompok Jokowi dan Prabowo guna membongkar mekanisme pengekspresian bahasa tulis dan visual para relawan pendukung kedua kubu selama masa kampanye dan melihat sejauhmana ekspresi yang digunakan mengarah pada kampanye hitam ataupun negatif. Teori sistem transitivitas Hallidayean digunakan untuk menganalisis variabel bahasa tweets dan semiotika sosial Kress dan van Leeuwen untuk menelaah teks visual (memes),  yang mana keduanya digunakan relawan/pendukung Jokowi dan Prabowo sebagai media dalam mengonstruksikan, menyerang balik lawan dan menggiring opini netizen dalam digital domocracy. Ditemukan pada tahapan ini tweets dan memes tidak hanya merepresentasikan cyberwar dalam bentuk kontestasi diskursif pengonstruksian citra Jokowi dan Prabowo, tetapi juga terjadi transkode wacana konstruksi dan kontestasi citra Jokowi/Prabowo. Kata kunci:  tweets dan memes, Jokowi dan Prabowo, Pemilu Presiden 2014, sistem transitivitas, semiotika sosial, transkode.
Bifurkasi and Turbulensi as Scientific Metaphors in Dee Lestari’s Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh Irene Nany K.
MOZAIK HUMANIORA Vol. 16 No. 2 (2016): MOZAIK HUMANIORA VOL. 16 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.256 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v16i2.5858

Abstract

 AbstrakSupernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah novel karya Dewi (Dee) Lestari yang ditulis pada 2004 dan menghadirkan sejumlah isu terkait kehidupan manusia. Novel ini dapat dianggap sebagai fiksi ilmiah mengingat adanya sejumlah metafora ilmiah di dalamnya. Metafora ilmiah yang dimanfaatkan pada khususnya berasal dari fisika modern (Teori-teori Quantum), matematika, psikologi, biologi, dan ekonomi. Permasalah yang dianalisis dalam artikel ini adalah konsep dasar metafora ilmiah yang memiliki peran penting dalam memahami cerita novel ini. Telaah ini difokuskan pada istilah bifurkasi (bifurcation) dan turbulensi (turbulence) dalam kaitannya dengan teori Order dan Chaos, sebagai salah satu teori ilmiah yang dibicarakan di dalam novel. Telaah ini membahas bagaimana istilah ilmiah dimanfaatkan di dalam novel sekaligus memiliki kaitan dengan penceritaannya, serta memengaruhi interpretasi pembaca atas cerita secara umum. Pendekatan puitika kognitif Peter Stockwell dimanfaatkan untuk menelaah permasalahan tersebut. Melalui pemetaan konsep metafora ilmiah yang digunakan di dalam novel, ditemukan bahwa birfurkasi dan turbulensi menghadirkan sejumlah makna ketika keduanya dikaitkan dengan cerita.Kata-kata kunci: bifurkasi, metafora ilmiah, puitika kognitif, teori Order dan Chaos, turbulensiAbstractSupernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh is a novel penned by Dewi (Dee) Lestari in 2004 that brings many issues of human living in the vast universe. It appears to be science-fiction work since there are several uses of scientific metaphors emerged in the novel. The scientific metaphor uses are especially derived from modern physics (Quantum Theories), mathematic, psychology, biology and economy. The problem that is analyzed in this study is the underlying concept of some scientific metaphors that hold the crucial point in understanding the story. The study is focused on the use of term bifurkasi (bifurcation) and turbulensi (turbulence) for their connectedness to Order and Chaos theory, as one of the science theories discussed in the novel. The study discusses the way the scientific terms are used within the story and intertwined to its narrative, affecting the reader’s interpretation of the story in general. Cognitive poetic approach by Peter Stockwell is used to view the problem. By mapping the conceptual metaphor of the scientific terms used in the novel, the study finds that both terms represent their own meanings when they are connected to the story. Keywords: bifurcation, cognitive poetic, Order and Chaos theory, scientific metaphor, turbulence
Keterlibatan Indonesia dalam Perdagangan Tekstil dan Pakaian Dunia pada Abad ke-20 Harry Azhar Azis
MOZAIK HUMANIORA Vol. 16 No. 2 (2016): MOZAIK HUMANIORA VOL. 16 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.216 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v16i2.6631

Abstract

Perdagangan tekstil telah tunduk pada pengendalian unilateral, bilateral, dan multilateral melalui kebijakan perdagangan yang dilakukan oleh banyak pemerintah di seluruh dunia dalam beberapa dekade sejak awal abad ke-20. Masalah pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan merupakan alasan terpenting karena berkaitan dengan perlunya pengendalian perdagangan tekstil. Tindakan sejumlah negara yang terlibat memaparkan dinamikanya tersendiri. Apabila selama masa awal perkembangannya industri tekstil didukung oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara, yang sekarang dikenal sebagai negara-negara maju, sejak pasca-Perang Dunia II negara-negara berkembang semakin bertambah untuk berperan pula. Pasar industri telah menjadi target ekspor tekstil dan pakaian negara berkembang selama abad ke-20. Namun, peristiwa tersebut seringkali dikaji di bidang perekonomian, sehingga tulisan yang secara khusus menyoroti sejarah hubungan perdagangan tekstil global dengan kesejahteraan penduduk Indonesia belum maksimal dilakukan. Artikel ini membahas bagaimana keterlibatan Indonesia dalam perdagangan tekstil dan pakaian global pasca-Perang Dunia II. Dengan menggunakan metode sejarah, artikel ini menyajikan fakta bahwa Indonesia telah berperan dalam perdagangan tekstil dan pakaian global pada masa pascakemerdekaan. Keterlibatan Indonesia dalam perdagangan tersebut melesat selama kurun waktu 1980-1993, meskipun negara ini tidak terlibat lebih jauh dalam negosiasi untuk menentukan aturan perdagangan secara global. Sektor ini cukup menopang perekonomian, namun tidak begitu berpengaruh secara lebih signifikan pada kesejahteraan masyarakat pada skala nasional.

Page 3 of 20 | Total Record : 200