cover
Contact Name
Fadhila Inas Pratiwi
Contact Email
fadhila.inas@fisip.unair.ac.id
Phone
+6285333282505
Journal Mail Official
jhi@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Jurnal Hubungan Internasional, Cakra Studi Global Strategis, Ruang A203 Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus B Universitas Airlangga, Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 14119382     EISSN : 27151565     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Hubungan Internasional is a scientific journal published twice a year, every June and December. JHI invite discussions, reviews, and analysis of contemporary against four main themes: international peace and security; international political economy; international businesses and organization; as well as globalization and strategy. JHI published by Cakra Studi Global Strategis (CSGS), center of studies that examine the issues of international relations and this center of studies was under control by Airlangga University International Relations Department.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Assessing the Climate Commitments of the European Union in Energy Challenges Due to the Russia-Ukraine War 2022 Siti Zulhaiziah Azalea Zahfira
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.53901

Abstract

This research examines the European Union's (EU) climate commitments during the Russia-Ukraine war in 2022. EU as a proactive international organisation in global climate management, has made various efforts through policy and strategy formulation and implementation mechanisms, as well as by playing an important role in international climate negotiations. However, the Russia- Ukraine War has affected the EU's energy security and energy transition agenda. This research uses a qualitative approach and case study analysis method, with secondary data sources obtained through library research collection techniques. To answer the research questions, the conceptual framework of ‘environmental security' is used to analyse the energy response in the EU based on environmental protection considerations, which then illustrates the climate commitments in the EU during the Russia-Ukraine War. The research found that while some of these measures may come at the expense of the EU's climate mitigation efforts in the short term, the EU's overall energy response to avoid an energy crisis in its member states still demonstrates a strong commitment to the fight against global climate change.
Strategi Adaptif Kebijakan Luar Negeri Republik Indonesia Kerajaan Arab Saudi pada Pelaksanaan Ibadah Haji dan Pasca Pandemi COVID-19 2021 Alya Raihan Medina
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.54008

Abstract

Mewabahnya virus COVID-19 empat tahun silam, telah merubah pola kehidupan masyarakat secara global. Khususnya, pada bidang kesehatan. Pemerintah memberlakukan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sebagai syarat mendasar dari berlangsungnya aktivitas, baik secara formal maupun informal. Termasuk, pada pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Sebab, di dalam kondisi yang padat pengunjung, terdapat salah satu dari tahapannya yang minim jarak. Sedangkan, tahapan tersebut wajib untuk dilakukan. Situasi ini menimbulkan pro dan kontra akan keamanan dari kesehatan para jamaah. Melalui metode penelitian kualitatif dan strategi Adaptif, peneliti akan mengkaji bagaimana upaya pemerintah dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah sebelum dan sesudah pandemic COVID-19. Dari informasi yang diperoleh, pelaksanaan ibadah haji dan umrah mengalami sejumlah perubahan antara lain pengurangan kuota, penambahan syarat kesehatan dan pembatasan usia pada jamaah. Tindakan berikut adalah hasil diputuskan oleh Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi dengan pertimbangan keselamatan kedua warga negara dan tetap menjaga agar kunjungan ibadahnya dapat tetap berlangsung.
Paradiplomasi Jawa Barat Melalui Kerja Sama Sister Province antara Jawa Barat dan Souss-Massa Faishal, Alvin; Yulianti, Dina
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.54104

Abstract

Kerja sama luar negeri merupakan bagian integral dari suatu hubungan antarnegara di seluruh dunia. Bentuk dari kerja sama luar negeri yang dikenal adalah paradiplomasi. Di Indonesia, praktik paradiplomasi mulai berkembang pasca tahun 1998, pemerintah pusat pun mendukung hubungan kerja sama dalam praktik diplomasi tersebut dengan mengeluarkan beberapa regulasi- regulasi demi kelancaran paradiplomasi. Praktik paradiplomasi di Indonesia terdapat dua bentuk kerja sama yaitu sister city dan sister province. Artikel ini mendeskripsikan proses dan bentuk paradiplomasi antara Jawa Barat dan Sous-Massa (Maroko) yang telah menjalin sister province sejak 2017 hingga sekarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data, melalui studi literatur yang didapatkan dari website, jurnal, dan dokumen resmi dengan fokus pada telaah pokok bahasan secara rinci dan komprehensif. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pentingnya paradiplomasi dan soft power dalam membentuk hubungan internasional, serta potensi peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Maroko di masa yang akan datang.
Batasan untuk Keamanan: Analisis Kebijakan Pembatasan Ekspor Nikel Indonesia Menggunakan Pendekatan Poskolonialisme Purba, Jessica Angelina Anggraeni
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.54692

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebijakan pembatasan ekspor nikel Indonesia, sebagai produsen terbesar nikel dunia yang memiliki nilai tukar rendah, dengan pendekatan poskolonialisme. Pemerintah mengeluarkan peraturan ini pada 2019 dengan tujuan meningkatkan hilirisasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja untuk mempromosikan pengolahan dalam negeri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi pustaka. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk secara rinci menggambarkan dan menganalisis kebijakan pembatasan ekspor nikel Indonesia. Pendekatan studi pustaka melibatkan telaah mendalam terhadap literatur-literatur terkait kebijakan ekspor nikel dan kerangka pemikiran postkolonialisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan poskolonialisme Fanon dan Said untuk menganalisis kepentingan Indonesia dan dampaknya. Hasil penelitian ini adalah kebijakan pembatasan ekspor nikel tidak hanya menjadi langkah strategis ekonomi, tetapi juga simbol perang kemerdekaan yang melibatkan perjuangan identitas dan pembebasan mental dari pengaruh kolonial.
Pembelokan Estetika, Protes Budaya Populer, dan Aktivisme Digital: Semangka sebagai Simbol Perlawanan Palestina Hasna Dherin Syakira; Luna Shinkoo, Sovira; Nur Aini, Aisyah
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.55335

Abstract

Konflik antara Israel dan Palestina kembali pecah pada 7 Oktober 2023 setelah Hamas meluncurkan serangan kepada Israel. Sejak Perang Enam Hari 1967, masyarakat Palestina dilarang untuk mengibarkan bendera Palestina dan objek yang menyerupainya. Hal ini mendorong seniman Palestina untuk menorehkan kreativitasnya dalam karya seni dengan interpretasi relaitas yang berbeda, salah satunya adalah melalui Semangka. Semangka digunakan sebagai simbol protes dan perlawanan terhadap represi dan limitasi kebebasan berekspresi. Simbol ini meluas melalui aktivisme digital yang digerakkan oleh seniman lokal dan merambat ke influencer melalui media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan makna simbol semangka yang digunakan oleh masyarakat pasca modern dengan meninjau perkembangan penggunaanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori postmodern dan menggunakan pendekatan estetika oleh Ronald Bleiker yang berusaha untuk melihat keterlibatan seni dalam politik global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan estetika yang digunakan oleh Bleiker dapat menjelaskan peran estetika dalam peristiwa politik dan peran budaya populer dalam memfasilitasi dan menciptakan massa sehingga ketidakadilan sosial yang dirasakan dan dialami bersama dapat terlihat dan tersampaikan. Semangka sebagai simbol perlawanan digunakan untuk menghindari sensor online dan algoritma AI sehingga para aktivis tidak dikenai shadowban atas unggahan yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina.
Dampak Advokasi International Non-Governmental Organization pada Pasar Foie gras di Eropa MAULIDINA, NURUL QOMARIYAH; Siregar, Wahidah Zein Br
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.55589

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai advokasi yang dilakukan oleh beberapa International Non-Governmental Organization (INGO) yang berfokus pada pembelaan terhadap hak-hak hewan serta dampaknya terhadap pasar di Eropa. INGO-INGO ini mengecam adanya praktik kekejaman terhadap hewan seperti yang terjadi dalam proses produksi, salah satu makanan tertua di Eropa yang juga merupakan gastronomi Prancis. Mereka melakukan beberapa advokasi untuk mengungkap kekejaman produksi kepada masyarakat luas. Advokasi yang dilakukan oleh INGO-INGO tersebut telah mendapat banyak keberhasilan. Beberapa pihak, misalnya, mulai berhenti menyediakan dan mengkonsumsi sehingga hal tersebut mempengaruhi pasar di Eropa. Guna menganalisis dampak advocacy tersebut, peneliti mengumpulkan data melalui studi dokumen dari berbagai sumber yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif. Konsep yang digunakan adalah INGO sebagai aktor non-negara yang juga memiliki peran besar dalam menangani permasalahan pada kesejahteraan hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi yang dilakukan INGO menjadi salah satu faktor yang memberikan dampak pada pasar di Eropa. Beberapa data menunjukkan penurunan jumlah produksi Foei gras secara signifikan.
Komparasi Narasi Gerakan Pro-Palestina dan Pro-Israel di Amerika Serikat Menggunakan Teori Framing Mahayasa, Dias Pabyantara Swandita; Putri, Anggi Koenjani
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.55670

Abstract

Agresi yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang memuncak pada akhir 2023 memantik beragam gerakan sosial yang mendukung maupun kontra terhadap kebijakan Israel di berbagai negara. Di Amerika Serikat, kedua tipe gerakan tersebut saling berebut ruang publik, terutama di media sosial. Amerika Serikat adalah negara yang secara konsisten mendukung Israel, sehingga menjadikan narasi pro-Palestina adalah narasi yang kontra dengan sikap negara, dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan Teori Framing gerakan sosial untuk memahami bagaimana masing-masing model gerakan sosial memproyeksikan permasalahan dan mengartikulasikan solusi yang menggambarkan ikatan kolektif dari gerakan tersebut. Menggunakan konten analisis dari unggahan di X, penelitian ini menemukan bahwa posisi Biden sebagai representasi pemerintah Amerika Serikat menjadi pusat narasi dari kedua gerakan. Dalam gerakan pro-Palestina, Biden muncul dalam proses prognostic dengan narasi untuk tidak memilih Biden di pemilu 2024. Sedangkan dalam gerakan pro-Israel, Biden muncul sebagai bagian dari motivational narrative yang justru menjadi motivasi gerakan ini untuk mengorganisasi diri.
Pengelolaan Corporate Social Responsibility PT. Freeport Indonesia oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro da Costa, Don Louis Serbiano Kenneno
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.48740

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai penghubung antara PT. Freeport Indonesia dengan masyarakat dalam rangka menyediakan kebutuhan publik di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penyediaan kebutuhan publik ini merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang harus dipenuhi oleh PT. Freeport Indonesia. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kehadiran PT. Freeport Indonesia yang bergerak untuk mengeskplorasi tambang di Kabupaten Mimika dan kemudian ditinjau dengan penyebab yang membuat perusahaan perlu agar memberikan pertenggungjawaban sosial kepada masyarakat sebagai bentuk perbaikan atas dampak perusahaan terhadap masyarakat. Peneliti kemudian menemukan hal baru atas fenomena tersebut yang dapat menggambarkan YPMAK sebagai badan sosial yang bertujuan untuk menjaga dan menyalurkan tanggung jawab sosial perusahaan PT. Freeport Indonesia dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Berkembangnya Globalisasi yang membawa perusahaan perusahaan masuk ke negara lain untuk mengeksplorasi dan terutama menambang beberapa sumber daya alam suatu negara telah menjadi fenomena yang menggejala dan berdampak pada stabilitas alam dan sosial. Oleh karena itu, artikel ini akan menguraikan fenomena tersebut dengan perspektif teori Antonio Gramsci tentang Gerakan Sosial Intelektual. Kata Kunci: Perusahaan Transnasional, Gerakan Sosial Intelektual, Intelektual Organik, YPMAK, Corporate Social Responsibility .
The Impact of Monetary Connectivity: From Single Currency to Economic Growth Widjanarko, Yeremia Nicolaus
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.52017

Abstract

This research investigated the impact of the adoption of the Euro as a single currency in the European region (Eurozone) on transaction costs, consumption, investment, and economic growth. By combining monetary transmission theory, empirical data analysis, and case studies, this research revealed mechanisms that linked the single currency to increased economic activity and growth in the Eurozone. The results showed that the elimination of currency conversion costs, exchange rate uncertainties, and foreign currency risks had reduced transaction costs, encouraged cross-border trade, investment, and economic integration. The increase in transaction volume and value reflected an increase in household consumption, which in turn drove production, innovation, and further investment. The stability and confidence created by the European Central Bank and positive market expectations had contributed to sustained economic growth, as reflected in trend of the Eurozone’s gross domestic product (GDP). This research highlighted the transformative role of single currency system in promoting prosperity and economic stability across all member states. Keywords: Economic Growth, Euro, Eurozone, Monetary Connectivity, Monetary Transmission.
Between Sovereignty and Universal Norms: An English School Analysis of Global Responses to Russia’s Anti-LGBT Policies -, Cepi Novia Tristantri; Hafid Adim Pradana
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.54795

Abstract

Since President Vladimir Putin enacted anti-LGBT laws in July 2023, Russia has received a variety of responses, especially those focusing on human rights issues. However, there are quite a few parties who have criticized Russia’s policies. This study aims to understand the differences in global responses to Russia’s anti-LGBT policies, using the English School perspective. This article uses a qualitative descriptive method. Data collection was carried out through literature studies, which came from Scopus journal articles, official Russian government documents, and credible media reports. Using the pluralism and solidarity approaches contained in the English School, the findings in this article can be summarized in two main premises. First, if based on the pluralism approach, the decision of countries that choose not to condemn Russia’s anti LGBT policies can be understood as a form of respect for Russia’s sovereignty in an effort to maintain international order. Second, by using a solidarity approach, the opposition of some pro-LGBT countries and international organizations to Russia’s anti-LGBT policies can be understood as an effort to uphold universal values in order to create international order. Keywords: Anti-LGBT; English School; Pluralism; Russia; Solidarism.