cover
Contact Name
Fadhila Inas Pratiwi
Contact Email
fadhila.inas@fisip.unair.ac.id
Phone
+6285333282505
Journal Mail Official
jhi@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Jurnal Hubungan Internasional, Cakra Studi Global Strategis, Ruang A203 Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus B Universitas Airlangga, Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 14119382     EISSN : 27151565     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Hubungan Internasional is a scientific journal published twice a year, every June and December. JHI invite discussions, reviews, and analysis of contemporary against four main themes: international peace and security; international political economy; international businesses and organization; as well as globalization and strategy. JHI published by Cakra Studi Global Strategis (CSGS), center of studies that examine the issues of international relations and this center of studies was under control by Airlangga University International Relations Department.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Cooperation Between Indonesia Battery Cooperation (IBC) and Hyundai on the EV Battery Project in Indonesia as A Form of Renewable Energy Solution in Response to Climate Change Astuti, Widi; Putra, Ferdian Ahya Al
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.60634

Abstract

Energy frequently relates to bring up in relation to the Net Zero Emissions 2060 target. Finding a way to achieve zero carbon emissions with an energy sustainability solution in line with the seventeen Sustainable Development Goals (SDGs) is the goal. Indonesia and other nations follow the Energy Trilemma, which emphasized three primary factors—energy security, energy affordability, and sustainable energy—to become factors that are taken into account for planning and history in order to address all social, economic, and environmental aspects. More precisely, taking into consideration the capacities of both countries, South Korea and Indonesia have proposed several strategic alternatives, one of which is the EV battery project development strategy. In addition to resources and other forms of strategic support, South Korea invests in, owns, and controls technology for Indonesia. Indonesia is able to meet 52% of the world’s nickel demand. This study examines how the Hyundai consortia and the Indonesian Battery Corporation consortia worked together to build an EV battery project in Indonesia, which had an impact on both nations to achieve the solution of how to be one of the renewable energy solutions in response to climate change. Keywords: EV Battery; Trilemma Energy; Global Value Chain; Hyundai; IBC.
Degrowth Analysis on Indonesian International Tourism Destinations Nuryananda, Praja Firdaus; Rudiany, Novita Putri; Najaf, Abdul Rezha Efrat; Mawardi, Alfiandi Imam; Hamdan, Arva Rizqullah; Bilqis, Thufailah Nafiisah; Zein, Isynariyah
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.62921

Abstract

Greenwashing has become prevalent as many stakeholders falsely claim to adhere to green growth principles. Green growth also often neglects human rights aspects. This study proposes degrowth as an alternative to the dominant economic growth paradigm. Degrowth, which gained popularity during the post-pandemic recovery, emphasizes sustainability, justice, and independence from capitalist growth. While green growth often relies on technology for solutions, degrowth recognizes its potential limitations. In the Global South, degrowth can support local communities and challenge neo-colonial tourism practices. Community-based tourism, slow tourism, and responsible tourism are concrete manifestations of degrowth principles. These approaches aim to benefit local communities, reduce environmental impact, and promote sustainable tourism practices. This study focuses on three Indonesian international tourism destinations, Raja Ampat, Nusa Penida, and Labuan Bajo. By analysing the discourses surrounding these destinations, the study highlights the need for a transformative shift towards more sustainable and equitable tourism practices. Degrowth offers a roadmap for achieving balanced economic growth while prioritizing ecological preservation and social justice. Keywords: Green Growth, Degrowth, Sustainability, Justice, Tourism.
Peran National Central Bureau Interpol Indonesia Dalam Mengatasi Perdagangan Manusia: Studi Kasus Ferienjob Di Jerman Ikawati, Apri Lila; Yumitro, Gonda
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.61849

Abstract

Ferienjob di Jerman melalui modus magang merupakan contoh kejahatan transnasional berbentuk perdagangan manusia yang melibatkan warga negara Indonesia. Hal ini menjadi memprihatinkan disaat niat mulia para mahasiswa dalam menambah wawasan maupun pengalaman justru menjadi jebakan dan dimaanfaatkan oleh pelaku kejahatan dalam tindak perdagangan manusia. Salah satu instrumen vital dalam menangani kasus ini adalah National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia. Metode kualitatif deskriptif digunakan pada penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana peranan NCB Interpol Indonesia dalam mengatasi kasus perdagangan manusia Ferieinjob yang melibatkan warga Indonesia di Jerman. Data dikumpulkan dengan menggunakan dokumen resmi dan berbagai referensi yang didapatkan dari harzing: published or perish. Penelitian ini menggunakan teori liberalisme institusional untuk menganalisis peran NCB Interpol Indonesia dalam mengatasi perdagangan manusia melalui studi kasus Ferienjob di Jerman. Hasil penelitian pada kasus ini menunjukkan bahwa NCB Interpol Indonesia memfasilitasi pertukaran informasi, mengkoordinasikan kegiatan lintas batas dan mendukung proses investigasi. Kasus ini menunjukkan bagaimana kerja sama melalui organisasi internasional seperti Interpol dapat mengatasi tantangan global seperti kejahatan transnasional. Hasil penelitian ini dapat memperkuat klaim bahwa teori liberalisme institusional secara relevan menjelaskan upaya mengatasi permasalahan global melalui kerjasama internasional. Kata Kunci: Fereinjob; Interpol Indonesia; Jerman; Perdagangan Manusia.
Analisis Perubahan Pengakuan Nauru dari Republik Taiwan kepada People’s Republic of China dengan Chequebook Diplomacy -, Aprianti; Al Husaini, Haidir
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.63947

Abstract

Kehadiran China di Pasifik didukung dengan tiga tujuan utama; mendapatkan akses SDA dan investasi, persaingan dalam mendapatkan dukungan diploma tik dengan Taiwan, dan membendung dominasi Amerika Serikat yang ada di kawasan Pasifik. Dalam mencapai tujuan keduanya, China melakukan strategi diplomasi dollarnya dengan aktif memberikan bantuan ekonomi agar nega ra-negara di kawasan Pasifik mengalihkan pengakuan hubungan diplomati knya dari Taiwan ke China, khususnya yang dilakukan China kepada Nauru. Dengan menggunakan metode penelitian explanatory research akan dijelaskan alasan, faktor penyebab terjadinya, serta tujuan dari fenomena perubahan pengakuan diplomatik yang dilakukan oleh Nauru dari Taiwan kepada China, fenomena ini menunjukkan bagaimana chequebook diplomacy dapat diguna kan sebagai alat untuk mengubah kebijakan luar negeri suatu negara dan dina mika yang terjadi di kawasan Pasifik setelah terjadinya perubahan pengakuan yang dilakukan oleh Nauru dari Taiwan ke China. Penelitian ini menemukan bahwa chequebook diplomacy efektif digunakan sebagai alat dalam mengubah kebijakan luar negeri Nauru yang dilakukan oleh China. China berhasil men dorong Nauru untuk melakukan perubahan pengakuan hubungan diplomati knya dari Taiwan ke China. Kata Kunci: Chequebook Diplomacy; Diplomasi Dollar; Kebijakan Luar Negeri; Pengakuan Diplomatik; Nauru-China-Taiwan.
Kebijakan Luar Negeri Ekonomi Indonesia Terhadap Thailand dalam Cross-Border Payment Maharani, Rizka
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.64702

Abstract

Digitalisasi pembayaran pada era globalisasi mengarahkan pada integrasi keuangan dengan mekanisme cross-border payment yang diterapkan oleh ASEAN. Penerapan mekanisme ini masih dilakukan secara bilateral antarnegara anggota ASEAN yang salah satunya dilakukan oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Memorandum of Un derstanding (MoU) ditandatangani oleh masing-masing bank sentral sejak tahun 2022 ditujukan agar mengurangi ketergantungan dengan dolar AS yang menunjukkan hasil yang positif dan progresif dalam mekanisme ini. Hal ini menarik untuk diteliti karena transaksi rupiah terhadap ringgit lebih besar dibandingkan baht, tetapi Indonesia mel akukan implementasi cross-border payment dengan penggunaan QR Code pertama kali dengan Thailand. Selain itu, terdapat implementasi konversi nilai tukar antara Indo nesia dan Thailand yang ditentukan oleh Bank Indonesia dan Bank of Thailand selaku bank sentral masing-masing negara. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kebijakan luar negeri ekonomi Indonesia terhadap Thailand dalam cross-border payment, khususnya pada penggunaan QR Code melalui QRIS dan Promptpay. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penggunaan data kualitatif dan kuantitatif. Dengan menggunakan konsep Kebijakan Ekonomi Luar Negeri yang merujuk pada Hiscox (2014), artikel ini menemukan bahwa Indonesia melakukan kerja sama dengan Thailand dalam penggunaan QR Code karena adanya kesepakatan nilai tukar antara IDR dan THB untuk menjaga stabilitas nilai tukar mas ing-masing mata uang, pergerakan masyarakat untuk berwisata yang menunjukkan peningkatan transaksi QR Code, mencapai keuntungan bersama dan memulihkan sektor pariwisata dan UMKM, serta keterlibatan sektor swasta dan bank sentral independen dalam pengimplementasian hal ini. Kata Kunci: cross-border payment, Indonesia, QR Code, Thailand.
Candlelight Vigil dan Light-stick sebagai Repertoire of Contention dalam Demonstrasi di Korea Selatan tahun 2024 Saadah, Kholifatus
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.68775

Abstract

Masyarakat sipil memiliki peranan yang cukup penting dalam demokrasi. Per anan tersebut dapat dilihat dalam menjaga demokrasi dengan melihat akunta bilitas pemerintah dan menemukan hal-hal yang tidak tepat pada sistem yang berjalan. Salah satu negara dengan masyarakat sipil yang melakukan fungsi tersebut adalah Korea Selatan. Baru-baru ini, masyarakat Korea Selatan mel akukan protes besar-besaran kepada presiden terakhir mereka, Yoon Suk-yeol di tahun 2024, dan berakhir pada pemakzulan oleh Parlemen Nasional. Protes yang dilakukan oleh masyarakat Korea Selatan memiliki karakter damai, tan pa pemimpin dan penggunaan repertoire of contention, termasuk candlelight vigil dan yang terbaru, penggunaan light-stick. Protes yang dilakukan oleh masyarakat Korea Selatan tidak muncul begitu saja. Belajar dari sejarah seper ti Gwangju Uprising pada tahun 1980an, repertoire tersebut menggabungkan aspek budaya dan elemen generasi untuk memobilisasi partisipan dengan ma sif, dengan tetap mempertahankan prinsip nirkekerasan. Tulisan ini mengana lisis gerakan sosial yang dilakukan oleh masyarakat Korea Selatan melalui pen dekatan gerakan sosial oleh masyarakat sipil, menekankan pada adaptasi dan resonansi dari repertoire agar tetap relevan pada masa sekarang. Kata Kunci: Gerakan Sosial; Repertoire of Contention; Korea Selatan; Yoon Suk-yeol; Masyarakat Sipil.
TETO Surabaya’s Role in Promoting Indonesian Labor Migration Khoiriyah, Nur; Hakim, Fathoni
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.68995

Abstract

The rapid advancement of technology has dissolved geographical boundaries, integrating economic, political, and cultural dimensions. This has intensified societal connectivity through increased economic productivity and cultural exchanges, including labor migration. Taiwan, currently grappling with a labor crisis driven by declining birth rates and an aging population, has become a key destination for Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). The dependency ratio between the non-productive population (over 65 years) and the productive population is rising, with the elderly expected to make up 19.8% of the population by 2025, posing significant challenges to Taiwan’s productivity and economic growth. Conversely, remittances from Indonesian Migrant Workers (IMW) represent a vital opportunity for Indonesia’s economic growth and serve as a strategic approach to addressing labor market disparities. This study uses a descriptive qualitative methodology to analyze the role of Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya in facilitating international labor migration from eastern Indonesia to Taiwan, drawing on secondary data. Applying Lee’s push and pull theory (1966), the study concludes that through TETO Surabaya’s guidance and support, factors such as push-pull dynamics, intervening obstacles, and personal factors have ultimately promoted IMWs migration to Taiwan. Keywords: CPMI; Eastern Indonesia; International Labor Migration; Push and Pull Factors; TETO Surabaya.
Mitigasi Perubahan Iklim di Asia Tenggara: Peran Normatif ASEAN pada Negara melalui ASEAN Community Vision 2025 Mardila, Riana; Fadilla, Muhammad Farhan
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.69536

Abstract

Perubahan iklim merupakan tantangan utama yang dihadapi kawasan Asia Tenggara, yang mencakup peningkatan suhu ekstrem, banjir, dan kebakaran hutan. Sebagai salah satu wilayah yang paling rentan, ASEAN berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kerangka ASEAN Community Vision 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran normatif ASEAN terhadap negara dalam mitigasi perubahan iklim pada periode 2015-2020 dengan menggunakan teori peran organisasi internasional oleh Karen A. Mingst. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berdasarkan data sekunder, seperti dokumen resmi ASEAN, laporan internasional, dan artikel akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN memainkan tiga peran normatif pada negara (anggota): selaku arsitek dari kerangka mitigasi, peneliti dan pelapor akan penguatan kapasitas, serta inisiator dari platform kolaboratif antar negara (anggota maupun partner non anggota). Pada akhirnya ASEAN melalui ACV 2025 telah menunjukkan kelembagaan yang kokoh untuk upaya mitigasi perubahan iklim ini. Namun, faktor seperti kurangnya mekanisme sanksi, kesenjangan antara knowledge production dan policy action , dan belum adanya kebijakan yang terintegrasi di berbagai lini, terlihat seperti kelemahan yang dapat menjadi tantangan untuk pelaksanaan upaya mitigasi perubahan iklim ini pada tahap selanjutnya. Kata Kunci: ASEAN; Perubahan Iklim; ASEAN Community Vision 2025; Peran Organisasi Internasional; Kebijakan Regional.
Peran Pemerintah Kota Singkawang Pasca Letter of Intent (LoI) Friendship City dengan Pemerintah Kota Miri dalam Bidang Pariwisata Marbun, Posmanto; Lius, Jennifer; Rafiq, Muhammad
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.69566

Abstract

Penelitian ini menganalisis kerja sama sister city antara Pemerintah Kota Singkawang dan Pemerintah Kota Miri setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI) Friendship City, khususnya di bidang pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian dasar, yang bertujuan untuk menggambarkan peran aktif Pemerintah Kota Singkawang dalam menindaklanjuti LoI melalui berbagai upaya, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam praktik paradiplomasi. Teknik pengumpulan data meliputi aktivitas wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Singkawang berperan aktif melalui kunjungan delegasi, promosi pariwisata, dan partisipasi dalam festival HAM nasional. Hambatan yang dihadapi meliputi kegagalan komunikasi, kapasitas sumber daya manusia yang terbatas, dan kurangnya dukungan dari pemerintah pusat serta masyarakat. Pemerintah kota Singkawang disarankan mengadakan pelatihan diplomasi, membentuk kelompok kerja lintas perangkat daerah, dan meningkatkan transparansi guna mendukung keberlanjutan program sister city. Kata Kunci: Friendship City; Letter of Intent; Paradiplomasi; Pariwisata; Sister City.
Agenda Populis dalam Kebijakan Luar Negeri: Keputusan Javier Milei Menolak Undangan Keanggotaan BRICS Ramadhani, M Nuris Hisyam; Wijayati, Hasna
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i1.70078

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana agenda populis melatarbelakangi keputusan Presiden Argentina Javier Milei menolak undangan keanggotaan BRICS. Milei terpilih sebagai presiden di tengah kondisi krisis ekonomi berkepanjangan, menawarkan  perubahan radikal berbasis ideologi libertarian sebagai jawaban atas kekecewaan publik terhadap status quo. Milei memutuskan menolak undangan keanggotaan BRICS, setelah semasa pemilu menunjukkan sikap konfrontatif terhadap dua mitra dagang utama sekaligus anggota BRICS, China dan Brazil. Konsep populisme dan teori peran digunakan sebagai landasan teoretis. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan sumber data literatur. Penelitian ini menunjukkan bahwa populisme mengarahkan Milei menjadikan politik luar negeri sebagai kepanjangan tangan pertarungan politik domestik melawan ideologi kompetitor. Penolakan BRICS bertujuan untuk menegaskan legitimasi melalui perubahan orientasi politik luar negeri mendekat pada Amerika Serikat; mobilisasi dukungan melalui pembingkaian narasi pro kebebasan dan anti sosialisme-komunisme; serta penempatan prioritas utama pada insentif domestik dalam pelaksanaan politik luar negeri. Penelitian ini menawarkan perspektif mengenai bagaimana pemimpin populis memanfaatkan kebijakan luar negeri untuk kepentingan domestik mengonsolidasikan dukungan dan legitimasi politik. Kata Kunci: Argentina; BRICS; Javier Milei; populisme; teori peran.