cover
Contact Name
Fadhila Inas Pratiwi
Contact Email
fadhila.inas@fisip.unair.ac.id
Phone
+6285333282505
Journal Mail Official
jhi@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Jurnal Hubungan Internasional, Cakra Studi Global Strategis, Ruang A203 Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus B Universitas Airlangga, Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 14119382     EISSN : 27151565     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Hubungan Internasional is a scientific journal published twice a year, every June and December. JHI invite discussions, reviews, and analysis of contemporary against four main themes: international peace and security; international political economy; international businesses and organization; as well as globalization and strategy. JHI published by Cakra Studi Global Strategis (CSGS), center of studies that examine the issues of international relations and this center of studies was under control by Airlangga University International Relations Department.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Kebijakan Migrasi Australia Dalam Hal Pengalihan Pengungsi dan Pencari Suaka ke Nauru dan Papua Nugini Susanto, Corry Amanda
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.56191

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak kebijakan migrasi Australia dalam hal pengalihan pengungsi dan pencari suaka ke Nauru dan Papua Nugini. Insiden Kapal MV Tampa ini terjadi menjelang pemilu federal di Australia yang akan diadakan pada akhir tahun 2001. Angka dukungan terhadap John Howard pada saat itu termasuk rendah. Pemerintahan John Howard menggunakan isu Kapal MV Tampa sebagai keuntungan politik tersendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengkaji bagaimana dampak kebijakan migrasi Australia dalam hal pengalihan pengungsi dan pencari suaka ke Nauru dan Papua Nugini. Dalam menangani pengungsi, John Howard membentuk suatu kebijakan yang dikenal dengan sebutan Pacific Solution. Pacific Solution merupakan suatu kebijakan yang digagas oleh pemerintah Australia pada masa kepemimpinan John Howard untuk memindahkan pencari suaka dengan menyebarkannya ke negara-negara kepulauan di Samudra Pasifik. Sayangnya, banyak kritikus yang memberikan kritik bahwa kebijakan tersebut sama sekali tidak membantu negara-negara Pasifik maupun pengungsi sehingga menimbulkan ketergantungan negara-negara Pasifik terhadap Australia seperti Papua Nugini dan Nauru dimana kedua negara tersebut menjadi negara yang paling banyak menampung pengungsi dan pencari suaka. Kata Kunci: Australia; John Howard; Nauru; Pacific Solution; Papua Nugini.
Pembatalan Konser di SXSW Sebagai Langkah Diplomatik Grup Musik Reality Club dalam Respon Konflik Israel-Palestine SUWARTO, VISNU
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.57713

Abstract

Di tengah konflik Israel–Palestina yang belum mereda, satu langkah berani dilakukan oleh grup musik asal Indonesia, Reality Club. Band yang berasal dari Jakarta tersebut memberikan dukungan kemanusiaan kepada Palestina dengan membatalkan rencana konser mereka di SXSW, sebuah tempat perhelatan seni yang ada di Austin, Texas, Amerika Serikat. Reality Club yang sedang melakukan tour di Amerika Utara tersebut membatalkan rencana show mereka di SXSW karena ditemukan fakta bahwa SXSW didanai oleh angkatan darat Amerika Serikat yang memberikan bantuan besar kepada Israeli Defence Force atau tentara Israel yang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza. Dengan adanya pembatalan tersebut membuat Tour yang sedianya telah berjalan empat dari delapan kota dan menyisakan empat kota lagi, berkurang dengan hanya menjadi tiga kota, yaitu di Chicago, Toronto (Kanada) dan Brooklyn. Langkah diplomasi yang dilakukan oleh Reality Club merupakan salah satu bentuk kajian dalam Hubungan Internasional yang bernama Power Mass Movements. Reality Club, dalam hal ini memposisikan diri mereka sebagai penggerak dalam power mass movements yang mana Reality Club, sebagai musisi yang berpengaruh di Indonesia serta memiliki pengikut yang besar dari sosial media melihat bahwa mereka dapat menggunakan previlege mereka untuk menyuarakan kebenaran. Kata Kunci: SXSW, Langkah Diplomatik, Israel – Palestina, Gaza.
Perkembangan Diplomasi Ekonomi Indonesia Terhadap Tiongkok dalam Kerjasama Meningkatkan Ekspor Crude Palm Oil Tahun 2020-2023 Cantika, Suci; Nuzulian, Ully; Iriansyah, Adibrata; Nugrahaningsih, Nurfitri; Suratiningsih, Dewi
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.58153

Abstract

Kegiatan perdagangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) tahun 2020-2023 Indonesia ke Tiongkok mengalami naik turun volume ekspor yang disebabkan oleh cuaca yang ekstrim dan harga minyak nabati serta minyak bumi yang tinggi. Dalam menganalisa isu, penulis menggunakan konsep kerjasama internasional dan teori diplomasi ekonomi, serta metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bersumber dari wawancara dan penelitian kepustakaan. Pada indikator economic salesmanship, Presiden, Kementerian Perdagangan, dan KBRI Beijing menjadi aktor yang menjalankan diplomasi ekonomi dalam peningkatan ekspor CPO. Pada indikator economic networking and advocacy, GAPKI, APKASINDO, dan GIMNI menjadi stakeholder yang paling gencar mempromosikan CPO Indonesia. Pada indikator image building, Indonesia membangun citra positif perkebunan kelapa sawit dengan membuat sertifikat ISPO, industrialisasi komoditas CPO menjadi produk olahan, dan mengadakan seminar internasional. Kemudian pada indikator regulatory management and resource mobilization, Indonesia dan Tiongkok telah menyetujui regulasi perjanjian perdagangan bebas ACFTA. Kata Kunci: Diplomasi Ekonomi, Indonesia-Tiongkok; Minyak Kelapa Sawiti.
Representasi Nilai-Nilai Islam dalam Penyelenggaraan World Cup 2022 Qatar yahya, syifa' syauqi djohan; Hara, Abubakar Eby; Albayumi, Fuat
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.58891

Abstract

Representasi nilai Islam merupakan bagian dari cara Qatar dalam mengimplementasikan identitas Islam yang dimiliki oleh negaranya dalam penerapan kebijakan bernegara. Qatar yang merupakan negara Islam berupaya untuk menunjukan identitas keIslaman yang mereka miliki secara tegas dengan penerapan berbagai kebijakan yang mereka terapkan. Dalam penerapan identitasnya, konstruktivisme modern membantu menjelaskan bagaimana peran identitas dalam menentukan kebijakan yang diambil oleh sebuah negara. Selain itu, Diplomasi Publik juga diterapkan oleh Qatar dalam memperkenalkan identitas yang mereka miliki dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Adapun kebijakan yang merepresentasikan nilai Islam dalam World Cup 2022 yakni pelarangan simbol dan praktik Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ), pelarangan praktik Sex Outside Marriage, pelarangan konsumsi alkohol di ruang publik dan pelarangan perjudian. Peraturan-peraturan yang memiliki keterkaitan dengan syariat Islam diterapkan oleh Qatar pada setiap turis maupun atlet yang bertanding dalam Piala Dunia 2022. Qatar dengan identitas Islamnya berupaya untuk memperkenalkan pada dunia bahwa Islam adalah agama yang moderat dan menentang segala bentuk diskriminasi dan juga menolak untuk dipandang sebelah mata oleh masyarakat internasional. Kata Kunci: Representasi, Identitas, Islam, Qatar.
Daya Tarik Kerjasama Perjanjian Iklim California-Quebec bagi Pemerintah Daerah di Amerika Utara Anjani, Puspita; Azizah, Namira Putrie; Rahmadita, Winda; Putra, Farrel Firmansyah
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.59145

Abstract

Perjanjian karbon California-Quebec menunjukkan bagaimana mekanisme perdagangan karbon regional dapat memberikan manfaat bagi negara bagian dan provinsi. Kesepakatan ini menggabungkan rencana perdagangan emisi karbon Cap-and-Trade California dengan sistem Quebec untuk menciptakan pasar karbon gabungan terbesar di Amerika Utara. Pasar gabungan ini meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan biaya kebijakan bagi kedua pemerintah Quebec dan California. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kerjasama California-Quebec mampu menjadi model baru bagi pemerintah daerah di regional Amerika Utara dalam upaya mengimplementasikan kebijakan iklim regional melalui hubungan luar negeri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe analisis deskriptif. Dalam penelitian ini, digunakan teknik pengumpulan data sekunder dengan mengambil berbagai referensi yang relevan dan metode studi literatur. Penelitian ini menggunakan teori paradiplomasi transregional dan teori paradiplomasi hijau untuk menganalisis topik yang dibahas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Quebec dan California dalam menciptakan kestabilan harga karbon melalui perjanjian iklim mampu menarik negara lain di kawasan regional Amerika Utara untuk ikut berkontribusi dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Kata Kunci: Amerika Utara, California, Quebec, Perubahan Iklim, Emisi Karbon.
Tawar-menawar Antara Negara Tuan Rumah dan MNC dalam Penanaman Modal Asing (FDI) di Sektor Minyak dan Gas: Studi Kasus Pembatalan Kontrak Investasi Saudi Aramco di Kilang Cilacap Adam, fitrah
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.59435

Abstract

Penelitian mengenai hubungan antara pemerintah tuan rumah dan perusahaan multinasional (MNC) terkait penanaman modal asing (FDI) masih perlu dieksplor, terutama dalam konteks sektor minyak dan gas di Indonesia. Artikel ini mengkaji hubungan tersebut dengan menggunakan Political Bargaining Model (PBM) untuk menganalisis dinamika negosiasi antara Pertamina, perusahaan minyak milik negara Indonesia, dan Saudi Aramco, sebuah MNC besar, dengan menggunakan proyek Refinery Development Master Plan Cilacap sebagai studi kasus. Artikel ini meneliti apakah keselarasan tiga variabel PBM— tujuan relatif, sumber daya, dan kendala—mempengaruhi hubungan negara tuan rumah dengan perusahaan multinasional menjadi lebih kooperatif. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, artikel ini menemukan bahwa meskipun ketiga variabel tersebut telah terpenuhi, hal ini tidak menghasilkan hubungan yang sukses antara kedua pihak. Selain itu, artikel ini mengindikasikan bahwa buruknya iklim investasi di Indonesia adalah alasan utama kegagalan kerja sama tersebut. Kata Kunci: FDI, Pertamina, Saudi Aramco, RDMP Cilacap, Political Bargaining Models.
Misteri Perompakan di Perairan Benin sebagai Bentuk Perlawanan Marginaliasasi Dekolonisasi Dahomey Simanungkalit, Agnes Monica P.K
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.59925

Abstract

Perompakan di perairan Benin telah menjadi isu signifikan dalam diskursus keamanan maritim dan ekonomi global. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena perompakan di perairan Benin melalui perspektif poskolonialisme, dengan fokus pada dampak warisan kolonial dan marginalisasi ekonomi terhadap munculnya aktivitas perompakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis studi literatur, mengandalkan analisis historis dan ekonomi untuk menggali faktor faktor penyebab struktural di balik perompakan. Hasil kajian penelitian ini menunjukkan bahwa perompakan di Benin dapat dipahami sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan struktural yang diwariskan dari sejarah kolonial dan proses dekolonisasi yang tidak tuntas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perompakan di Benin bukan sekadar masalah kriminalitas, melainkan refleksi dari perlawanan terhadap marginalisasi dan eksploitasi ekonomi yang mendalam. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang perompakan maritim di Benin serta menawarkan wawasan bagi kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan. Kata Kunci: Perompakan, Benin, Poskolonialisme, Marginalisasi, Dekolonisasi.
Pandangan Feminisme Poskolonial terhadap Upaya Amerika Serikat dalam Mempromosikan Hak Perempuan di Afganistan Paska 9/11 -, Kintan Harum Puspita; Ihsan Fuad; Jacky Nevo Tambajong; Nuraeni
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.60097

Abstract

maju dalam mempromosikan dan menyebarkan agenda-agenda kesetaraan dan keadilan gender. Di beberapa kasus, perjuangan hak-hak perempuan dapat digunakan sebagai pembenaran atas perang dan perubahan rezim. Fenomena ini mendapat dukungan dari feminis liberal barat, yang mendominasi dukungan terhadap pemberdayaan perempuan di seluruh dunia. Berbeda dengan feminis liberal, feminis poskolonial memandang dukungan negara-negara utara terhadap perempuan di negara-negara selatan dengan penuh kecurigaan. Mereka berargumentasi bahwa isu-isu feminis dikooptasi oleh negara-negara utara untuk memajukan kepentingan geopolitik dibandingkan dukungan tulus terhadap hak-hak perempuan. Artikel ini bertujuan meninjau kembali secara kritis dukungan negara-negara utara terhadap perempuan negara-negara selatan dengan melakukan studi kasus mengenai perjuangan feminis Amerika mempromosikan hak-hak perempuan di Afghanistan. Upaya internasional yang dipimpin Amerika dalam mendukung perempuan Afghanistan mencapai kesetaraan politik dan sosial dijelaskan dan dianalisis dengan kacamata feminis poskolonial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam membahas hak-hak perempuan di Afghanistan. Kata Kunci: Afghanistan; Feminisme Liberal; Feminisme Poskolonial; Pemberdayaan; Hak Perempuan.
Implikasi Belt Road Initiative di Kazakhstan Terhadap Konektivitas Ekspor ke Eropa Lestari, Maharani Tri; Kurniawan, Andi
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.60592

Abstract

Infrastruktur dan konektivitas merupakan salah satu kendala utama dalam kinerja perdagangan luar negeri Kazakhstan. Sebagai salah satu negara di Asia, Kazakhstan menghadapi tantangan serius dengan kualitas infrastruktur yang rendah. Permodalan menjadi isu utama dalam pengembangan infrastruktur ini, sehingga kehadiran investasi dari Belt and Road Initiative (BRI) yang dipimpin oleh China sangat disambut baik oleh Kazakhstan. Namun, efektivitas dan keberhasilan investasi ini menjadi pertanyaan yang menarik untuk didiskusikan, terutama karena ekspor Kazakhstan ke negara-negara sekitarnya tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Sehingga, kehadiran Belt Road Initiative (BRI) yang diluncurkan pada tahun 2013 dengan upaya untuk meningkatkan perdagangan internasional dengan membangun jaringan infrastruktur yang luas antara negara-negara anggota Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak BRI terhadap konektivitas Kazakhstan ke Eropa dan pengaruhnya terhadap perekonomian negara tersebut. Menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, penelitian ini menunjukkan bahwa BRI telah berhasil meningkatkan konektivitas Kazakhstan ke Eropa melalui modernisasi infrastruktur vital seperti jalan raya, pelabuhan, dan stasiun kereta api. Kata Kunci: Kazakhstan; Belt Road Initiative; Infrastruktur; Konektivitas; Eropa.
Pengaruh Paris Agreement terhadap Industri Batubara di Indonesia Tahun 2017-2022 Savanna, Ayla
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i2.60603

Abstract

Isu Lingkungan telah menjadi isu hangat yang sering diperbincangkan dikarenakan mulai terasa dampak yang ditimbulkan olehnya. Salah satu dampak nyata yang dapat dirasakan adalah pemanasan global dimana salah satu faktor penyebabnya adalah banyaknya pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi, yang telah menyebabkan sebuah fenomena bernama Gas Rumah Kaca (GRK). Aktivis lingkungan mulai bermunculan dan mendesak pemerintah untuk segera mengatasi hal ini yang kemudian mendorong disahkannya Paris Agreement sebagai hasil kesepakatan Negara Negara untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Paris Agreement dalam industri batu bara di Indonesia. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, pengumpulan data bersumber pada web resmi pemerintah dan media massa pendukung lainnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Green Politics Theory gagasan Antroposentrisme dan Keamanan Energi. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh Paris Agreement terhadap industri batubara di Indonesia adalah dikeluarkannya Undang-Undang yang mengatur mengenai batasan produksi batubara tersebut. Kata Kunci: Perubahan Iklim; Industri Batu bara; Perjanjian Paris; Gas Rumah Kaca.