cover
Contact Name
Dr. Saiful, M.Ag
Contact Email
saiful.saiful@ar-raniry.ac.id
Phone
085361728880
Journal Mail Official
jurnal.mudarrisuna@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : 20895127     EISSN : 24600733     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MUDARRISUNA (JM) publishes scholarly articles on education science and Islamic education in particular, based on researches and project reports, book reviews. Jurnal MUDARRISUNA (JM) accepts submission in the field of education science and Islamic education science in scope Aqeedah, Morals, Jurisprudence, Islamic Law, Qoran, Hadith, History and Islamic Civilization to help spread new insights and concept, as well as highlights best-practices by and for many Islamic educational practitioners, teachers, lectures, and various education policy makers in the field. Published by Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh in cooperation with Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. This journal is published biannually in January-Juny and July-December. Registered with Print ISSN 2089-5127 and Online ISSN 2460-0733.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020)" : 11 Documents clear
ORIENTALISME DAN IMPLIKASI KEPADA DUNIA ISLAM Saifullah Isri
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7788

Abstract

Orientalism is repercussion of crusade which purposed to against Islam, because of crusade never being stopped. Even Though, the crusade showed the various forms and colors, such as the orientalist. Orientalist appears as the scientist in doing of the research and survey about something on science in intending to propogate any slander and issue; giving full rein of hatred and envy to Islam. The orientalist tries to against Islam and disturb the islamic missionary. It happened because they can not remove theirselves from passion effect to against Islam. Their effort not only in concealing to spread the hesitancy to islamic sources, include the evil in islamic law, direct the moslem in deviate thinking, and attack the arabic language (al-Quran language), but also in declaring the issues to help the propaganda which covered under islamic name.
ANALISIS KAJIAN KITAB KLASIK ARAB: EDUKASI AKHLAK PRASEKOLAH PERSPEKTIF ABDULLAH NASHIH ULWAN Devi vionitta wibowo; Ririn Dwi Wiresti
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7690

Abstract

The decline of morals in the present has triggered the emergence of a generation of preschool children who deserve to be watched out for. The existence of online games, uneducative books, and even pornographic sites is the trigger for all this. The purpose of this article is none other than to present a new scientific study regarding the study of morals for preschool children in the book Tarbiyatul Aula Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan. Researchers analyzed this book with a qualitative literature method in the form of content analysis of moral education content for preschool children, then analyzed based on the curriculum used in preschool learning. The results of the study state that there is a moral education environment in the book which consists of the realm of faith which requires children to know their Rabb, the domain of their personality which focuses on developing honesty, friendly learning, avoiding lies, and manners towards parents. All this is done in a supportive and positive social environment, namely the family is the first step in planting it. Parents instill children in order to have the nature of help, sympathy for others. Its application can be applied through the method of advice, demonstration, habits that become routine, as well as punishment in supervision. The implementation of moral education in the book into the 203 PAUD curriculum at Core Competency number 1, 2, which can refer to the development of children's moral behavior.Kemerosotan akhlak di masa kini memicu timbulnya generasi anak prasekolah yang patut untuk diwaspadai. Adanya game online, buku tidak mendidik, bahkan situs pornografi menjadi pemicu semua ini. Tujuan dari artikel ini tidak lain adalah meyajikan kajian kelimuan baru mengenai kajian akhlak bagi kanak prasekolah dalam kitab Tarbiyatul Aula Fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan. Peneliti menganalisis kitab ini dengan metode kualitatif kepustakaan berupa analisis konten isi edukasi akhlak bagi kanak prasekolah, kemudian dianalisis berdasarkan kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran Prasekolah. Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya ruang lingkung edukasi akhlak dalam kitab yang terdiri dari ranah keimanan yang mengharuskan anak untuk mengetahui Rabbnya, ranah kepribadiannya yang berfokuskan pada pengembangan pembelajaran kejujuran, ramah, menghindari kebohongan, sopan santun terhadap orangtua. Semua itu dilakukan pada lingkungan sosial yang mendukung dan positif, yaitu keluarga langkah awal untuk penanamannya. Orangtua menanamkan anak agar memiliki sifat tolong menolong, simpati kepada orang lain. Pengaplikasiannya dapat diterapkan melalui metode nasehat, percontohan, kebiasaan yang menjadi rutinitas, srta hukuman dalam pengawasaan. Adanya implementasi edukai akhlak dalam kitab ke dalam kurikulum 203 PAUD pada Kompompetensi Inti nomer 1,2, yaitu dapat mengacu pada pengembangan prilaku moralitas anak.
SEJARAH ISLAM DAN TRADISI KEILMUAN DI ACEH Imran Muhammad
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7843

Abstract

Almost all historians state that the area of Indonesia where Islam first entered is Aceh. Only among these experts, there are differences of opinion regarding the certainty of the coming year of Islam. To understand the dynamics of Islam in Aceh, among others, it can be traced through the history of the early entry of Islam to the archipelago, the role of ulama and umara (rulers), the function of educational institutions, and the way people understand and practice Islamic teachings. The values and behavior of life in Aceh shows the Islamic style in almost all its aspects. This is mainly due to the prevailing socialization institutions, namely dayah education which has produced militant clerics, who are not tired of leading the community towards deepening religious knowledge and the process of Islamization. Most of the rulers, including the Sultan, had received training from the ulama or at least received fatwas from them.
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Isnawardatul Bararah
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7842

Abstract

Pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui orang-orang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. fungsi pengelolaan sarana dan prasarana sangat mendasar sekali dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, menciptakan iklim sosio emosional dan mengelola proses kelompok, sehingga keberhasilan guru dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan, indikatornya proses belajar mengajar berlangsung secara efektif. Kajian dalam artikel ini antara lain memberikan pemahaman kepada pembaca tentang pengelolaan sarana prasarana pendidikan, sarana prasarana pendidikan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, dan pengelolaan terhadap pendayagunaan sarana prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
AQSĀM AL-QUR`AN: GAYA BAHASA AL-QUR'AN DALAM PENYAMPAIAN PESAN Misnawati Misnawati
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7766

Abstract

Qasam is one of the Arabs' habit since pre-Islamic in communicating to convince the interlocutor (mukhathab). This habit continues until Islam comes with the Qur'an as a guide to human life. The Qur'an descended on their environment and adapted to their habits in delivering divine messages. Human psychological conditions on receiving the message of Allah I are different. Some receive the message without the slightest doubt in their minds, so there is no need to swear to convince him and those who feel doubtful about the divine message so it is necessary to the amplifier and ironically, there is no confidence in the divine kalam, so that it must be accompanied by more than one amplifier. In the swearing, several elements must be fulfilled, namely fi`il qasam, muqsam bih, and muqsam alaihi. There are two models of qasam in the Qur'an, qasam zhāhir; which is clearly visible  fi`il qasam and muqsam bih, while qasam mudhmar; the fi`il qasam and muqsam bih are not mentioned. The existence of qasam in the Koran to eliminate doubts and misunderstanding mukhāthab of the al-Qur'an itself, which is why they increase their confidence in it and the truth is established that the Koran is truly a revelation of Allah I and revealed to the Prophet Muhammad r to be transmitted to the humankind.
MANAGING ETHNICITY, RELIGION, RACE, AND INTER-GROUP RELATIONS ISSUES: MULTICULTURALISM ISLAMIC EDUCATION Fajar Syarif
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.5426

Abstract

The prejudice and conflict caused by differences of tribe, faith, and group as well as students background can be pressed by multiculturalism of Islamic education. The Islamic education gives positive influence to acknowledgement and appreciation of differences in tribe, faith, and students’ background. The implementation of Islamic education learning in the multiculturalism perspective can be seen in the application of cooperative learning model where various groups (tribe, faith, race and intergroup) allows students to interact across culture so that students can have multicultural competencies.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN TERHADAP MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SMP NEGERI 1 DELIMA PIDIE Juairiah Umar
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7837

Abstract

Pemahaman peserta didik terhadap Mata Pelajaran Agama Islam dapat dikatakan baik apabila ranah afektif, kognitif dan psikomotor telah terintegrasi. Hal ini tidak akan terwujud jika miss-komunkasi antara pendidik dan peserta didik. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa ketiga ranah tersebut tidak memiliki standar penilaian dari pendidik. Untuk melihat realita di lapangan peneliti mengambil lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Delima Pidie. Aspek yang akan dibahas adalah bagaimana pemahaman peserta didik dalam ranah afektif, kognitif dan psikomotor terhadap mata pelajaran Agama Islam di kelas VIII SMP Negeri 1 Delima Pidie dan apa saja kendala yang dihadapi peserta didik dalam memahami Mata Pelajaran Agama Islam serta bagaimana solusi bagi peserta didik dalam memahami Mata Pelajaran Agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dalam ranah afektif berdasarkan rubrik pengamatan dinilai baik dengan indikator 80 – 100% (15 orang dari 25 siswa) memenuhi aspek yang diamati. Untuk ranah kognitif persentase hanya menunjukkan 55% (13 orang dari 25 siswa) yang mampu  dan menyelesaikan semua soal yang diberikan. Sedangkan untuk ranah psikomotorik tes dilakukan dengan unjuk kerja praktik melafazkan dan menuliskan ayat Al-Qur’an dari 25 siswa 14 orang memperoleh score 91-100 artinya siswa mampu mengekspesikan pemahaman terhadap materi. Adapun kendala yang dihadapi peserta didik adalah ketidakmampuan dalam memahami materi dan suasana kelas yang tidak variatif. Agar peserta didik merespon secara positif, pendidik perlu melakukan variasi metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Ada dua macam pendekatan untuk mengetahui perbedaan pemahaman pada individu yaitu: pertama menitik beratkan kepada pengajaran individual untuk memenuhi kebutuhan individu. Kedua berusaha memenuhi perbedaan individu dengan mengorganisir kegiatan-kegiatan belajar yang perlu bagi peserta didik dalam hubungannya dengan kegiatan kelompok.
ANALISIS KRITIS BUKU FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Maratul Qiftiyah
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7296

Abstract

Buku filsafat pendidikan Islami karya Ahmad Tafsir lebih mengarah pada filsafat pendidikan (umum). Namun, menurut beliau setelah mempertimbangkan kata Islam masih perlu dipertahankan, maka judul buku tersebut menjadi filsafat pendidikan Islami. Isinya mengenai banyak hal tentang pendidikan yang dibimbing oleh ajaran Islam karena penulis buku ini adalah Muslim. Menurut pendapat saya, ini adalah alasan yang tidak begitu logis. Jadi seolah-olah buku filsafat pendidikan Islam diberikan judul ini karena agama penulis, yaitu Islam. Selanjutnya dalam buku ini banyak yang ditulis bukan filsafat pendidikan Islam melainkan filsafat pendidikan umum (barat). Tetapi menurut penulis buku ini, hal itu tidak bisa dihindari, biasanya itu hanya ilustrasi untuk memudahkan konsep filsafat untuk dipahami. Sedangkan buku filsafat pendidikan Islam karya Drs. Muhammad As Said, M.Pd.I, tidak menjelaskan secara terang benderang asal muasal filsafat pendidikan Islam. Dalam buku tersebut malah lebih banyak mengutip dan membahas filsafat pendidikan barat. Buku ini juga menjelaskan bahwa filsafat umum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan filsafat pendidikan sebab pendidikan merupakan pelaksana dari pandangan filsafat dan kaidahnya dalam bidang pengalaman kemanusiaan yang disebut pendidikan. Namun tidak dijelaskan hubungan antara filsafat Islam dengan filsafat pendidikan Islam dan belum terlihat secara jelas kerangka dasar bangunan filsafat pendidikan Islam. Isi dari kedua buku tersebut juga lebih banyak membahas masalah filsafat umum seperti idealisme, realisme neoskolatisme, pragmatisme, dan eksistensialisme.
AL-NAFS DALAM AL-QUR’AN (Analisis Terma al-Nafs sebagai Dimensi Psikis Manusia) Zulfatmi Zulfatmi
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7838

Abstract

Istilah-istilah dalam al Qur’an memiliki makna yang kaya dan konteks yang ragam, termasuk istilah yang digunakan untuk menunjukkan instrumen psikis manusia. Al Nafs sebagai salah satu instrumen psikis manusia memiliki makna yang bervariasi sesuai objek dan konteks ayat, antara lain bermakna: nyawa, nafsu, diri dan hakikat diri manusia dan jiwa. Secara fungsional al-nafs juga dipersiapkan untuk dapat menampung dan mendorong manusia untuk melakukan perbuatan baik dan buruk. Dalam beberapa ayat dijelaskan kepada al-nafs telah diilhamkan jalan kebaikan dan jalan keburukan. Selain itu, ditemukan isyarat juga bahwa al-nafs merupakan tempat yang dapat menampung gagasan dan kemauan. Isyarat ini dipahami dari firman Allah dalam surat al-Ra‘d ayat 11, bahwa suatu kaum tidak akan berubah keadaannya sebelum mereka mengubah terlebih dahulu apa yang ada di dalam nafs mereka. Apa yang ada di dalam nafs itu dapat berupa gagasan, pikiran, kemauan, dan tekad untuk berubah. Dilihat dari tingkatannya al nafs terbagi menjadi tiga tingkatan: al- nafs al-‘ ammarah; al-nafs lawwamah ;dan al-nafs al-mutmainnah.
INTERNALISASI NILAI MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MASA PANDEMI COVID-19 Ranu Suntoro; Hendro Widoro
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7343

Abstract

The COVID-19 pandemic which has a significant influence on aspects that surround the lives of the people, is no exception to the aspects of formal education. The policy of physical application diverts by the government resulting in the application of learning from home through online at every level of the education unit. Therefore we need assistance in several ways, it is proposed that learning follows with its assessment, so that education services remain safe, concentrated on Islamic subjects that are the object of this study. The 4 main principles of the independent learning policy launched by the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2019 then became fresh education for teachers to open horizons and to address problems that occurred. Therefore this article describes the internalization of the value of independent learning in PAI learning during the COVID-19 pandemic that was implemented at SDN Rejosari 3. This study uses qualitative, data associations using participatory participation, studies, and interviews. In this study there are 2 aspects of internalization, namely; the basic idea of internalization that adheres to the normative aspects, namely the law and circular of the education office, as well as the subjectivity view of the teacher towards a free learning policy, namely the value of flexibility contained therein. As for internalization in the form of learning implementation plans, literacy awareness and social character and assessment patterns.

Page 1 of 2 | Total Record : 11