cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Sintesis dan Analisis Absorbsi UV-Vis Nanokomposit ZnO@CQD (Carbon Quantum Dots) Haya, Nabila Fadia; Astuti, Astuti; Usna, Sri Rahayu Alfitri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.406-412.2024

Abstract

Penelitian tentang sintesis dan analisis absorbsi UV-Vis nanokomposit ZnO@CQD telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa absorbsi UV-Vis ZnO terhadap penambahan larutan CQD. Sampel yang digunakan yaitu nanopartikel ZnO dan nanokomposit ZnO@CQD dengan variasi volume CQD 10 ml, 20 ml, dan 30 ml. Metode yang digunakan untuk pembuatan ZnO dan CQD adalah metode hidrotermal, sedangkan penggabungan ZnO@CQD dilakukan dengan metode sonikasi. Karakterisasi sampel menggunakan x-ray diffraction (XRD), fourier transform infrared (FTIR), dan spektrofotometer UV-Vis. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan ZnO dan ZnO@CQD (30 ml) memiliki struktur kristal wurtzite hexagonal untuk ZnO dan cubic untuk CQD. Ukuran kristal ZnO sebesar 27,27 nm, sementara ZnO@CQD (30 ml) 40,86 nm. Hasil uji FTIR pada variasi ZnO@CQD terdapat ikatan Zn-O yang menunjukkan terbentuk ZnO dan ikatan C=C menunjukkan terbentuknya CQD. Analisis hasil karakterisasi UV-Vis didapatkan rentang cahaya UV pada panjang gelombang 300-400 nm, sedangkan pada rentang panjang gelombang 400-700 nm absorbsi mengalami peningkatan karena variasi larutan CQD. Perhitungan nilai celah pita energi menggunakan metode touc plot didapatkan celah pita energi untuk ZnO sebesar 3,15 eV, sedangkan celah pita energi ZnO@CQD 10 ml, 20 ml, dan 30 ml berturut-turut adalah 3,17 eV, 3,12 eV, dan 3,16 eV.
Karakterisasi Reservoar Menggunakan Metode Inversi Impedansi Akustik Model Based pada Lapangan “OVI” Cekungan Sumatera Tengah Aisyah, Ovina; Namigo, Elistia Liza; Subhan, Muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.146-152.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi reservoar menggunakan metode inversi impedansi akustik menggunakan software Hampson-Russel dan Petrel pada Lapangan “OVI” Cekungan Sumatera Tengah Formasi Telisa. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan karakter fisis reservoar berdasarkan persebaran porositas dan volume shale. Daerah yang berpotensi terhadap hidrokarbon diidentifikasi menggunakan metode inversi impedansi akustik model based. Data yang digunakan adalah data seismik 3D Post-Stack Time Migration (PSTM) dan data tujuh sumur (OV1, OV2, OV5, OV12, OV16, OV31, dan OV32) terdiri dari sonic log, density log, porosity log, dan gamma ray log. Hasil dari inversi model based menujukkan nilai impedansi akustik sand berkisar dari 9,670 ft/s*gr/cc hingga 27,070 ft/s*gr/cc.
Pengaruh Penambahan Silika (SiO2) dan Suhu Pembakaran Terhadap Karakteristik Keramik Kordierit Berbasis Abu Sekam Padi Ulfah, Mutia; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.54-60.2024

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi keramik kordierit dengan menggunakan silika dari abu sekam padi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penambahan massa silika dan suhu pembakaran terhadap kerakteristik keramik kordierit dari abu sekam padi. Penelitian ini dilakukan dengan pembentukan silika dilakukan dengan pembakaran sekam padi pada suhu 700 °C selama 3 jam dengan penambahan NaOH 4M untuk membentuk silika gel. Sintesis keramik kordierit perbandingan massa 14% Magnesium oksida, 35% Alumina, dan 51% Silika dari abu sekam padi dangan metode solid state dengan pemanasan pada suhu (700, 800 dan 900) °C. Karakteristik sampel dilakukan menggunakan uji XRD dan untuk mengetahui nilai kekerasan digunakan microhardness tester. Selain itu dilakukan analisis sifat fisis kordierit meliputi pengukuran susut bakar, densitas dan porositas. Nilai susut bakar dan densitas mengalami kenaikan seiring dengan penambahan massa silika dan suhu pembakaran, kecuali pada suhu 700 °C dengan penambahan 10% silika nilai susut bakar menurun dan pada suhu 900 °C dengan penambahan 10% silika nilai densitas juga menurun. Penambahan massa silika dan kenaikan suhu pembakaran membuat nilai porositas semakin meningkat kecuali pada suhu 900 °C dengan penambahan 15% silika mengalami penurunan sebesar 20,65 %. Penambahan silika menurunkan nilai kekerasan keramik kordierit, sehingga dengan meningkatnya suhu kalsinasi maka nilai kekerasan juga menurun, kecuali pada sampel tanpa silika pada suhu 800°C. Berdasarkan hasil XRD tanpa penambahan silika pada suhu 700 °C diperoleh ukuran kristal sebesar 108,58 nm, dan pada suhu 900 °C dengan penambahan 10% silika sebesar 374,74 nm.
Pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO) Terhadap Kemunculan Mesoscale Convective Complex (MCC) di Wilayah Maluku Saragih, Rino Wijatmiko; Malago, Jasruddin Daud; Subaer, Subaer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.675-683.2023

Abstract

Awan Konvektif berupa tutupan awan yang cukup besar dan memenuhi karakteristik Mesoscale Convective Complex (MCC) yang terjadi selama tahun 2017 hingga 2021 pada wilayah Maluku. . Tutupan awan konvektif skala meso ini memiliki ciri durasi yang cukup panjang, bentuk semi melingkar dan memiliki pola tutupan awan yang besar. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis kemunculan kluster awan Mesoscale Convective Complex (MCC) serta pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO) terhadap jumlah kemunculan MCC. Pengolahan MCC ini menggunakan data citra satelit Himawari-8 kanal inframerah dengan algoritma yang telah dibangun dan berdasarkan karakteristik MCC yang ada di Indonesia. Data yang juga digunakan yaitu data sekunder tahun 2017-2021 yang terdiri dari data harian MJO diperoleh dari website BMRC (Bureau of Meteorologi Research Centre). Teknik analisis data yaitu dengan persamaan regresi linier sederhana menggunakan Software SPSS Statistict 25. Hasil analisis menunjukan jumlah kejadian MCC terbanyak terjadi pada bulan Maret, Mei, dan Desember. Jumlah kejadian MCC sedikit terjadi pada bulan Agustus dan Oktober. Besar pengaruh MJO terhadap kemunculan MCC tertinggi terjadi pada bulan Maret (56,7%) dan April (55,1%), sedangkan terendah terjadi pada September (0%) dan Juni (1,3%)
Karakteristik Koefisien Absorpsi Bunyi dan Impedansi Akustik Dari Serat Ampas Tebu dan Plastik Dengan Metode Tabung Oktavia, Reni; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.61-67.2024

Abstract

Kebisingan adalah suara atau bunyi yang mengganggu di lingkungan masyarakat sehingga menyebabkan kesehatan terganggu seperti menurunnya etos kerja dan tidak bisa konsentrasi. Untuk itu dilakukan penelitian tentang karakteristik koefisien absorpsi bunyi dan impedansi akustik dari serat ampas tebu dan limbah plastik dengan metode tabung impedansi telah dilakukan. Material akustik yang diuji adalah campuran limbah plastik dan serat ampas tebu dengan perbandingan massa plastik (g):massa ampas tebu (g) yaitu 15:0 (sampel 1), 5:15 (sampel 2), 10:15 (sampel 3), 15:15 (sampel 4), 20:15 (sampel 5), dan 0:15 (sampel 6). Frekuensi uji yang digunakan pada penelitian adalah 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, dan 8000 Hz. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien absorpsi bunyi tertinggi yaitu 0,96 pada sampel 6 saat frekuensi 1000 Hz, dan nilai koefisien absorpsi terendah yaitu 0,88 pada sampel 1 saat frekuensi 8000 Hz. Nilai impedansi akustik tertinggi yaitu 2,94 dyne.sec/cm5 pada sampel 6 saat frekuensi 1000 Hz, dan nilai impedansi akustik terendah yaitu 0,97 dyne.sec/cm5 pada sampel 1 saat frekuensi 8000 Hz. Semakin banyak serat ampas tebu yang ditambahkan pada plastik, maka nilai koefisien absorpsi semakin tinggi.
Identifikasi Potensi Air Tanah di Nagari Aie Dingin Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Putri, Jesika Maha; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.125-131.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi potensi air tanah di Nagari Aie Dingin Kabupaten Solok menggunakan metode geolistrik resistivitas satu dimensi konfigurasi Schlumberger. Akuisisi data dilakukan pada dua lintasan dengan panjang lintasan yaitu 100 meter, dimana Lintasan 1 di Jorong Koto Baru dan Lintasan 2 di Jorong Koto. Pemodelan menggunakan software IPI2WIN. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa lapisan di bawah Jorong Koto Baru terdiri dari empat lapisan yaitu lempung pasiran, tuff hablur, batu pasir, dan lempung sedangkan lapisan di bawah Jorong Koto terdiri dari tiga lapisan yaitu lempung, batu pasir, dan lapisan ketiga yang tidak terdefenisi. Potensi air tanah pada Jorong Koto Baru berada pada lapisan ketiga dengan resistivitas 48,7 Ωm dengan kedalaman 3,2 – 10,5 meter dan di Jorong Koto berada pada lapisan kedua dengan resistivitas 73,9 Ωm dengan kedalaman 2,7 – 20 meter. Berdasarkan kedalaman air tanah yang diperoleh dari hasil penelitian bahwa di Nagari Aie Dingin potensi air tanahnya kecil atau akuifernya dangkal dikarenakan kemampuan batuan di daerah penelitian untuk dapat mengalirkan air kecil.  Jenis akuifer daerah penelitian adalah akuifer tertekan.
Pengaruh Persentase Fly Ash terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan dengan Filler Serat Sabut Pinang Aulia, Hana; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.4.452-458.2024

Abstract

Research has been conducted on the effect of fly ash percentage towards physical and mechanical characteristics of lightweight concrete board with coir fiber as a filler. The study was aim to determine the effect of fly ash percentage with areca fiber as a filler on the physical and mechanical properties of lightweight concrete boards. The percentages of fly ash were 0%; 5%; 10%; 15%; and 20% respectively. The size of areca fiber was 0.2%, and the length of the fiber was 1 cm. Samples with 5 cm x 5 cm x 1 cm were used to measure density, porosity, and compressive strength, while samples with 20 cm x 5 cm x 1 cm were used for flexural strength testing. The lightweight concrete board was tested after 28 days. Compressive and flexural strength testing were conducted using a universal testing machine (UTM). Based on the results, the lowest density value was obtained at 20% fly ash content which was 1.06 g/cm3, while the lowest porosity value was obtained at 0% fly ash content which was 26.53%. The density values obtained from the research results were inversely related to the porosity values. The highest compressive strength of lightweight concrete boards without fly ash was achieved, with a value of 36.93 kg/cm2. The highest compressive strength value with fly ash was 30.20 kg/cm2 at 10% fly ash content. The highest flexural strength was 25.5 kg/cm2 at 20% fly ash content. The higher the fly ash content used, the greater the flexural strength value. The density and flexural strength values have met the SNI 03-2105-2006 and SNI 03-2104-1991 standards, but the porosity and compressive strength have not yet fulfilled the SNI standards.
Pengembangan Prototipe Alat Pengukur Medan Magnet Menggunakan Sensor Magnetik 49E Nur, Rechan Zahrotun; Aminah, Nina Siti; Aimon, Akfiny Hasdi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.4.573-578.2024

Abstract

The magnetic field is an interesting physical phenomenon and found in everyday life. Many currents technological developments are applications of the magnetic field concept, such as electronics, electric motors, fast trains, and others. In this research, a prototype for measuring magnetic fields was developed with a physics instrumentation system. This prototype can be used for experimental measurements of magnetic fields for physics lecture in the school. It was found that a magnetic field measurement tool could be made using a physics instrumentation system. So, this tool can be used as an experimental medium for measuring the magnitude of the magnetic field in permanent magnet and wires carrying electric current. The prototype was consisted a 49E magnetic sensor. It is hoped that the prototype can replace the Gaussmeter or Teslameter which are relatively expensive. The prototype magnetic field measuring instrument was calibrated by comparing the magnetic field strength measured by the 49E sensor with the Lutron GU-3001 Gaussmeter. Measurements are observed at the centre of the object and parallel to the position of the measuring instrument. The results of the measurements show that the average magnetic field strength on the Gaussmeter and 49E sensor is 246.7 μT and 487.3 μT for permanent magnet and 51.2 μT and 96.9 μT for coiled wires.
Investigasi Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Azizah, Verdillah Nur; Afdal, Afdal; Hadiyansyah, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.275-281.2024

Abstract

Investigasi bidang gelincir tanah longsor di Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto telah dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger satu dimensi. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kantor Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat pada empat lintasan yang berada di Desa Durian Duo dan Lubang Panjang. Panjang masing-masing lintasan yaitu 140 m, 100 m, 100 m, dan 200 m. Pengukuran nilai resistivitas batuan dilakukan menggunakan Resistivitymeter Naniura NRD 300 Plus. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software IPI2WIN versi lite dan Surfer untuk menampilkan citra lapisan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Desa Durian Duo bidang gelincir ditemukan pada kedalaman 3,86 meter sampai 18 meter dengan nilai resistivitas berkisar 154 Ωm dan 51 Ωm. Untuk Desa Lubang Panjang diperoleh nilai resitivitas berkisar 183 Ωm dan 430 Ωm, bidang gelincir ditemukan pada kedalaman 8,11 meter sampai 7,83 meter. Jenis batuan bidang gelincir pada daerah penelitian merupakan lapisan batu gamping. Bidang gelincir pada Desa Durian Duo dan Lubang Panjang termasuk kelas bidang gelincir yang dalam sehingga memiliki potensi tinggi untuk terjadinya tanah longsor.
Pendugaan Kedalaman Rembesan Lindi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alak Berdasarkan Metode Geolistrik Resistivitas Maubana, Wenti Marlensi; Nipu, Lidia Paskalia
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.372-378.2024

Abstract

Metode geolistrik resistivitas Schlumberger telah diterapkan untuk memperkirakan kedalaman rembesan lindi TPA Alak Kota Kupang. Survei geolistrik menggunakan resistivity meter tipe Naninura NRD-300 HF dengan jarak elektroda potensial antara 0,5 meter - 10 meter. Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan yang mewakili lokasi TPA. Lintasan 1 di utara barat laut dengan panjang lintasan 300 meter, lintasan 2 di barat laut sepanjang 275 meter, lintasan 3 di timur tenggara dengan panjang lintasan 300 meter, dan lintasan 4 di barat daya sepanjang 300 meter. Data geolistrik diolah dengan model inversi untuk memperkirakan kedalaman rembesan lindi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas berkisar antara 0,242 Ωm sampai dengan 535 Ωm. Pendugaan rembesan lindi mulai menyebar pada kedalaman 0,5 meter dari permukaan yang mengalir ke bawah tanah dan terakumulasi pada kedalaman 89,5 meter. Nilai resistivitas lindi berkisar 0,242 Ωm – 7,6 Ωm dan diduga terakumulasi pada lempung pasiran.