cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Analisis Pengaruh Komposisi Serat Pinang dan Sabut Kelapa Terhadap Sifat Fisis Papan Beton Ringan Dengan Agregat Halus Sekam Padi Habib Andrestama; Alimin Mahyudin
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.889 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.3.405-412.2021

Abstract

Telah dilakukan peneltian tentang analisis pengaruh komposisi serat pinang dan sabut kelapa terhadap sifat fisis papan beton ringan dengan agregat halus sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dari serat pinang dan serat sabut kelapa terhadap sifat fisis papan beton ringan dengan agregat halus sekam padi. Perbandingan persentase serat pinang dan serat sabut kelapa yang digunakan berturut – turut adalah 0,4 % : 1,6 % ; 0,8 % : 1,2 % ; 1 % :1 % ; 1,2 % : 0,8 % ; 1,6 % : 0,4 %. Pengujian yang dilakukan pada sampel yaitu uji sifat fisik (densitas dan porositas) dan uji sifat mekanik (kuat tekan dan kuat lentur). Nilai densitas minimum diperoleh sebesar 1,33 g/cm3 pada sampel A5, dan sudah memenuhi standar SNI 03-3449-2002. Sedangkan nilai porositas minimum diperoleh pada sampel A5 sebesar 28,59 %. Nilai kuat tekan maksimum yang diperoleh yaitu pada sampel A1 sebesar 50,87 kg/cm2. Untuk nilai kuat lentur maksimum yang diperoleh yaitu pada sampel B5 yitu sebesar 48 kg/cm2. Dari beberapa variabel yang diuji hanya nilai densitas yang sudah memenuhi standar SNI 03-3449-2002. Nilai porositas, kuat tekan dan kuat lentur masih belum memenuhi standar SNI 03-2015-2006.
Analisis Akurasi Sistem Sensor IR MLX90614 dan Sensor Ultrasonik berbasis Arduino terhadap Termometer Standar Inayatul Inayah
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.578 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.4.428-434.2021

Abstract

Studi uji perbandingan suhu tubuh telah dilakukan menggunakan sensor IR MLX90614 dengan termometer standar. Sistem dirancang menggunakan sensor IR MLX90614 dan sensor ultrasonik HC-SR04 berbasis arduino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sensor IR MLX90614 berdasarkan jarak dan membandingkan hasil pengukurannya dengan termometer standar model: AD80. Dalam penelitian ini, digunakan metode perbandingan langsung antara sensor IR MLX90614 dan termometer standar. Pengujian dilakukan dengan metode repeatabilty sebanyak 3 kali pada variasi jarak 10 – 60 cm. Pengujian ini dilakukan pada telapak tangan 3 orang dewasa yang berbeda. Berdasarkan data sheet sensor IR MLX90614, sistem memiliki akurasi yang baik jika sistem memiliki nilai error ±0.3oC. Akurasi ini terdapat pada pengujian dengan jarak 10, 20, dan 30 cm dengan rata-rata akurasi yaitu 99.7%, 99.5%, dan 99.7%.
Pengaruh Komposisi Serat Sabut Kelapa dan Pinang Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan dengan Fly Ash sebagai Filler Fajar Anugrah; Alimin Mahyudin
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.002 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.8-14.2022

Abstract

Telah dilakukan dilakukan penelitian mengenai pengaruh komposisi serat sabut kelapa dan pinang terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton ringan dengan fly ash sebagai filler. Serat diberikan sebanyak 2% dari volume cetakan dengan variasi serat kelapa 0,2%; 0,7%; 1,2%; 1,7% dan serat pinang 1,8%; 1,3%; 0,8%; 0,3%.  Sifat fisik dan mekanik yang diujikan meliputi densitas, daya serap air, porositas, kuat tekan dan kuat lentur. Penambahan serat sabut kelapa dan serat pinang dapat membuat sampel papan beton lebih ringan dibandingkan dengan GRC yang ada di pasaran. Dari hasil pengujian didapatkan  densitas terendah pada sampel PBR S1 (1,7% serat sabut kelapa + 0,3% serat pinang) sebesar 1,50 g/cm3. Namun, PBR S1 (1,7% serat sabut kelapa + 0,3% serat pinang) memiliki porositas tertinggi yaitu sebesar 30,64%. Fly ash dengan serat kelapa dan pinang mampu menambah kuat tekan serta kuat lentur dari sampel papan beton ringan. Kuat tekan lebih baik bila salah satu serat jauh lebih dominan seperti pada sampel PBR S1 yang dominan serat sabut kelapa dengan nilai kuat tekan 79,3 kg/cm2.  Sementara itu, untuk kuat lentur nilai  optimum didapatkan pada PBR S2 (1,2% serat sabut kelapa + 0,8% serat pinang) yaitu 60 kg/cm2. Densitas dari sampel papan beton ringan sudah memenuhi SNI 03-2105-2006 sedangkan porositas sampel belum memenuhi standar tersebut. Kuat tekan yang didapatkan  dari pengujian sampel memenuhi standar SNI 03-3449-2002 namun untuk kuat lentur masih belum memenuhi nilai kuat lentur dari SNI.
Karakteristik Quasi-Linear Convective System Menggunakan Radar Cuaca di Pontianak Tahun 2019 Aditya Mulya; Rezky Fajar Maulana
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2293.419 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.104-112.2022

Abstract

Quasi-Linear Convective System (QLCS) merupakan salah satu sistem konvektif bertipe linear yang dapat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik QLCS di wilayah Pontianak. Penelitian ini mengambil kasus QLCS yang terjadi selama tahun 2019 di Pontianak dengan memanfaatkan pengamatan berbasis radar cuaca C-Band dalam radius 150 km untuk menganalisis karakteristik QLCS. Karakteristik QLCS yang dianalisis berupa sebaran temporal dan spasial, tipe pembentukan, profil propagasi sistem, serta vertical wind shear lapisan bawah dengan menggunakan produk CMAX, CTR, dan VSHEAR. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kejadian sebanyak 16 kasus QLCS yang terjadi di wilayah cakupan radar cuaca Pontianak selama tahun 2019. Dari fase inisiasi, matang, hingga disipasi, sebagian besar QLCS mampu bertahan hingga 30–60 menit dan 60–90 menit dan lebih banyak terjadi pada siang hari di wilayah coastal plain dikarenakan sifat daratan yang lebih cepat menyerap panas dibandingkan lautan. Pada fase inisiasi, proses pembentukan QLCS lebih sering terjadi dengan tipe broken line dan broken areal. Arah propagasi QLCS cenderung ke arah barat dengan kecepatan yang dominan pada kategori fast moving (> 7 m/s) serta nilai vertical wind shear pada lapisan bawah lebih dari 5 m/s/km (strong) dari fase inisiasi, matang, hingga disipasi karena pengaruh angin darat dan angin laut serta pemanasan matahari yang kuat di wilayah ekuator.
Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Raspberry Pi 3 dengan Memanfaatkan Thingspeak dan Interface Android Sebagai Kendali Annisa Zikri; Elvan Yuniarti; Dewi Lestari
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.154 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.44-49.2022

Abstract

Padatnya aktivitas diluar rumah membuat sebagian orang lupa untuk menyiram tanaman sehingga saat kembali ke rumah didapati tanaman telah mati kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem penyiraman tanaman otomatis yang dapat dikontrol dari jarak jauh melalui Smartphone Android. Sensor YL-69 digunakan untuk mendeteksi kondisi kelembaban tanah. Apabila kelembaban tanah dibawah batas minimal maka pada tampilan aplikasi Android akan muncul pemberitahuan. Proses penyiraman akan aktif jika Raspberry Pi 3 menerima perintah dari pengguna melalui Smartphone Android. Proses pengiriman serta pembacaan data pada sistem ini diperantarai oleh ThingSpeak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengujian dilakukan dengan membandingkan keakuratan sensor yang digunakan dengan alat yang sudah beredar dipasaran. Penelitian ini menghasilkan karateristik yang menunjukkan DHT22 memiliki ketelitian sebesar 98.65% dan standar deviasi ±0.14 pada pengukuran temperatur udara. Ketelitian sebesar 98.72% dan standar deviasi ±0.38 untuk pembacaan kelembaban udara. YL-69 memiliki ketelitian rata-rata sebesar 95.22% dan standar deviasi sebesar ±5.4. Terdapat selisih waktu sebesar 1.2 detik pada waktu pengiriman data oleh Raspberry Pi 3 dan waktu penerimaan data oleh ThingSpeak. Sistem ini memiliki kecepatan respon sebesar 2 detik.
Studi Bahaya Seismik dengan Metode Probabilistic Seismic Hazard Analisys di Kabupaten Mentawai Riska Wulan Dari; Dwi Pujiastuti
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.701 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.4.532-539.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian bahaya/hazard gempa bumi untuk Kabupaten Mentawai sebagai daerah dengan resiko bahaya gempa bumi tinggi menggunakan metode probabilictic seismic hazard analysis (PSHA). Data gempa yaitu kejadian gempa bumi rentang tahun 1900-2019 yang diperoleh dari katalog BMKG, ISC, dan USGS. Dilakukan pemisahan gempa utama dan susulan menggunakan metode Garnerd dan Knopoff. Selanjutnya ditentukan nilai b-value dan a-value dengan persamaan maximum likelihood. Nilai percepatan gerakan tanah maksimum (PGA) dicari menggunakan rumus fungsi atenuasi yang didasarkan pada sumber gempa dengan menggunakan bobot ketidakpastian logic tree. Hasil yang diperoleh untuk nilai b-value sebesar 0,747 menunjukkan banyak terjadi gempa dengan magnitudo kecil di Kabupaten Mentawai. Besar a-value yaitu 6,19 menandakan Kabupaten Mentawai memiliki tingkat seismisitas tinggi. Nilai PGA diperoleh berkisar 0,4-0,7 gal untuk seluruh Kabupaten Mentawai. Nilai PGA untuk masing-masing Pulau di Kabupaten Mentawai yaitu berkisar 0,5-0,7 gal di Pulau Siberut, 0,4-0,6 gal di Pulau Sipora, 0,4-0,5 gal di Pulau Pagai Utara dan 0,6-0,7 gal di Pulau Pagai Selatan. Berdasarkan nilai PGA maka didapatkan bahwa Kabupaten Mentawai memiliki tingkat bahaya gempa sedang untuk keseluruhan daerah dan tinggi untuk Siberut Utara dan Pagai Selatan.
Kajian Suseptibilitas Magnetik Tanah Sebagai Indikator Longsor di Gunung Nago, Padang Gina Felita; Afdal Afdal; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2226.061 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.75-81.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis nilai suseptibilitas magnetik tanah daerah potensi longsor di kawasan Gunung Nago. Sampel tanah diambil pada empat lintasan yaitu lintasan A, B, C dan D dengan jarak antar lintasan 5 m yang terdiri dari 10 titik sampel, sehingga membentuk grid yang terdiri dari 40 titik sampel untuk tiap kedalaman. Sampel diambil dengan variasi kedalaman 25, 50 dan 100 cm sehingga dihasilkan 120 sampel tanah. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan MS2B Bartington Susceptibility Meter dengan dua frekuensi, yaitu frekuensi rendah (0,47 kHz) dan frekuensi tinggi (4,7 kHz). Hasil pengukuran χFD (%) menunjukkan nilai berkisar antara 0,72% hingga 10,26%. Berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik bergantung frekuensi χFD (%) lokasi penelitian memiliki kandungan bulir superparamagnetik yang rendah (kurang dari 10%) sehingga tanah daerah penelitian tersebut lebih kesulitan untuk menyerap air dan menjadikan area ini sulit terjadi longsor. Area kedalaman 25 cm memiliki nilai rata-rata χFD (%) sebesar 1,87% - 4,5% dan diperkirakan area kedalaman 25 cm memiliki kecenderungan rendah mengalami longsor. Sementara, area kedalaman 50 cm memiliki nilai rata-rata χFD (%) lebih rendah sebesar 1,64% - 5,19% dan diperkirakan kedalaman ini memiliki kecenderungan lebih rendah untuk terjadinya longsor.
Solusi Numerik Hamburan Gelombang Mikro TMz oleh Silinder Dielektrik dengan Method of Moment serta Volume EFIE dan Pulses Basis Function Helmi Fauziah; Agung Tjahjo Nugroho; Bowo Eko Cahyono
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1973.013 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.15-21.2022

Abstract

Solusi numerik hamburan gelombang mikro TMz oleh silinder dielektrik dapat dicari dengan menggunakan metode MoM (Method of Moment), dimana silinder akan dibagi menjadi beberapa sel. Persamaan medan datang dapat dicari dengan Volume EFIE dan rapat arus permukaan dapat dicari dengan pulses basis function. Sehingga akan mendapatkan magnitude medan total, fase dan error relatifnya. Hasil dari solusi numerik adalah solusi numerik akurat apabila jumlah sel yang digunakan semakin banyak. Pengaruh frekuensi dan jari – jari silinder terhadap magnitude adalah membuat grafik magnitude memiliki banyak bukit, serta pengaruh frekuensi dan jari – jari silinder terhadap fase adalah membuat grafik fase semakin merapat.
Pengukuran Konsentrasi Gas Radon (Rn-222) dan Gas Thoron (Rn-220) Menggunakan Detektor CR-39 pada Ruangan Kelas di Kota Lubuk Basung Morry Wulandarisman; Dian Milvita; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.22 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.113-118.2022

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 pada ruangan kelas di Kota Lubuk Basung.  Penelitian bertujuan untuk menentukan data awal konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) dalam ruangan, kemudian ditinjau berdasarkan ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014.  Pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 sebanyak 50 buah yang dipasang selama 3 bulan pada 9 lokasi sekolah.  Detektor CR-39 selanjutnya dietsa menggunakan larutan NaOH 6,25N selama 7 jam pada suhu 70oC untuk memperjelas jejak partikel alfa dari detektor.  Jejak yang terdapat pada CR-39 dibaca menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400 kali.  Hasil pengukuran konsentrasi gas radon tertinggi yaitu 135±9,55 Bq/m3 dan terendah yaitu 38±2,65 Bq/m3 dengan rerata pada ruangan kelas yaitu 84,06±5,89 Bq/m3.  Konsentrasi gas thoron (Rn-220) tertinggi yaitu 109±7,71 Bq/m3dan terendah yaitu 8±0,57 Bq/m3 dengan rata-rata 61,62±4,38 Bq/m3.  Konsentrasi yang didapatkan tidak melebihi rekomendasi ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014 sebesar 300 Bq/m3 untuk gas radon dan thoron.  
Karakterisasi nRF24L01+ dengan Kondisi Line of Sight dan Non-Line of Sight untuk Sistem Monitoring Bencana Banjir Muhamad Iqbal; Aldo Novaznursyah Costrada; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2026.137 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.50-56.2022

Abstract

Penelitian tentang karakteriasasi nRF2L01+ dengan kondisi line of sight dan non-line of sight untuk sistem monitoring bencana banjir. Penelitian dilakukan untuk melihat kemampuan transceiver nRF24L01+ dalam menstranmisikan data untuk sistem monitoring bencana banjir. Karakterisasi nRF24L01+ dilakukan di Pantai Air Manis, Jalan Bypass untuk kondisi line of sight, Jalan di Universitas Andalas, Perlintasan kereta api Alai Padang untuk kondisi non-line of sight. Hasil karakterisasi transceiver nRF24L01+ kondisi line of sight di Pantai Air manis sejauh 789,6 m dan 0,09 μtesla, di Jalan Bypass 268 m dan 1,74 μtesla. Kondisi non-line of sight di jalan di Universitas Andalas 318, 7 m dan 0,03 μtesla.Perlintasan kereta api Alai 127,94 dan 6,47 μtesla. Kondisi line of sight, non-line of sight dan noise medan elektromagnetik sangat mempengaruhi jarak transmisi data. Sistem transmisi menggunakan transceiver nRF24L01+ dapat digunakan pada sistem monitoring bencana banjir berdasarkan kekeruhan air sungai.

Page 55 of 179 | Total Record : 1790