cover
Contact Name
Sofyan Mahfudy
Contact Email
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Phone
+6281329446085
Journal Mail Official
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
LPPM, UIN Mataram, Jl. Pendidikan 35 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 18583571     EISSN : 25809628     DOI : 10.20414/transformasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni" : 12 Documents clear
Pendampingan pembuatan alat permainan edukatif topik ekologi berbasis STEAM pada kelompok guru PAUD Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Muhamad Imaduddin; Latifatul Nihayati; Toyib Wahyu Nugroho; Wisnu Bayu Murti; Latifatus Sa’adah; Desy Kurniasari
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.2702

Abstract

[Bahasa]: Implementasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), yang merupakan salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan oleh berbagai negara, masih belum banyak dipahami oleh banyak guru, termasuk pada kelompok guru PAUD PKG SMART. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui keterampilan dalam memproduksi Alat Permainan Edukaitf (APE). Kajian ini akan memaparkan bagaimana pelaksanaan proses pendampingan guru dalam memproduksi APE, serta bagaimana performa dan implemetasi guru dengan menggunakan APE topik ekologi dengan pendekatan STEAM. PkM ini merupakan aktivitas pendampingan dalam bentuk pembelajaran yang mengacu pada model pembelajaran berbasis proyek dengan tahapan utama yaitu launching, monitoring, dan evaluating. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari 90 guru yang terdiri dari 30 guru Pos PAUD, 30 guru Kelompok Belajar, dan 30 guru TK di wilayah kecamatan Temayang, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi produk dan performa kelompok, serta wawancara kelompok. Target model produk yang diharapkan adalah kotak yang utamanya difungsikan untuk mengajarkan konsep ekosistem darat dan perairan. Keberhasilan program ini ditunjukkan dari (1) terlaksananya tahapan pendampingan, (2) diperolehnya produk APE yang sesuai dengan target yang ditentukan tim, (3) performa guru sudah menunjukkan penambahan wawasan dalam mengimplementasikan APE dan memodifikasi APE dengan pendekatan STEAM dan (4) respon positif ditunjukkan dengan antusiasme guru Kata Kunci: alat permainan edukatif, STEAM, pendampingan, topik ekologi [English]: The implementation of STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), which is one of the approaches developed by many countries, is still not widely understood by many teachers, including early childhood teachers in PKG SMART. The purpose of this community service program is to improve teachers’ pedagogical competence through skills in producing Educational Game Tools (EGT). This article will describe how the teachers’ mentoring process is implemented in producing EGT, as well as how teachers’ performance and practices using EGT on the topic of ecology with the STEAM approach. This program is a mentoring activity that refers to a project-based learning model following three stages; aunching, monitoring, and evaluating. Participants consist of 90 early childhood teachers in Temayang sub-district, Bojonegoro regency, East Java. Data was collected through documentation, product observation and group performance, and group interviews. The expected product model is a box to teach the concept of terrestrial and aquatic ecosystems. The effectivity of this program is shown from (1) the implementation of the mentoring stages, (2) the produced EGT meets the specificationsset by the team, (3) teachers’ performance is better in implementing EGT and modifying EGT with the STEAM approach and (4) positive responses are evident in the teachers’ enthusiasm. Keywords: educational game tools, STEAM, mentoring, ecological topics
Pembuatan sistem informasi geografis dan virtual tour ruang terbuka hijau Kota Jambi sebagai media promosi wisata Ulfa Khaira; Tri Suratno; Reni Aryani; Edi Saputra; Mauladi Mauladi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.2777

Abstract

[Bahasa]: Pandemi Covid-19 bukan halangan untuk melakukan kegiatan wisata. Wisata di dalam kota merupakan pilihan yang tepat di masa pendemi seperti ini. Pemerintah Kota Jambi telah banyak membangun ruang terbuka hijau (RTH) dengan fasilitas rekreasi dan olahraga yang lengkap, namun RTH ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya promosi yang menyebabkan masih banyak masyarakat belum mengetahui keberadaan dan fasilitas yang disediakan RTH. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk membangun Sistem Informasi Geografis Ruang Terbuka Hijau berbasis web yang dilengkapi dengan virtual tour yang menampilkan simulasi panorama dari lokasi RTH. Pembangunan sistem ini menggunakan metode prototyping. Metode ini sangat cocok digunakan untuk sistem skala kecil dan bersifat customize yang diciptakan berdasarkan permintaan dan kebutuhan tertentu. Pengembangan sistem menggunakan bahasa pemrograman PHP, framework Laravel, dan Database Management System (DBMS) MySQL. Beberapa fitur yang berhasil dikembangkan antara lain pencarian taman, pencarian event, virtual tour, dan partisipasi masyarakat. Hasil dari kegiatan PPM ini adalah pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dapat dengan mudah menyebarkan informasi-informasi terkait RTH dan memudahkan pengunjung dalam mencari lokasi RTH dan petunjuk arah yang terintegrasi dengan google maps. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black box. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem informasi yang dibangun telah berhasil berjalan sesuai fungsinya. Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau (RTH), sistem informasi geografis, virtual tour [English]: Covid-19 pandemic is not a barrier to travel. Travelling in the city is a right choice during this time of pandemic. Jambi local government has provided manynew green open spaces with complete recreational and sports facilities. Unfortunately, the use of the public facilities is still not optimal due to lack of promotion. This community service program aims to develop a web-based geographical information system equipped with a virtual tour that displays a panoramic simulation of the green open space locations. The development of this system used a prototyping method. This method is very suitable for small-scale and customized systems based on certain requests and needs. The system development utilized PHP programming language, Laravel framework, and MySQL Database Management System (DBMS). Some of the features that have been successfully developed including park search, event search, virtual tours, and community participation. The result of this program is that local environment agency can easily disseminate information related to green open spaces and facilitate visitors in finding locations and directions integrated with google maps. A test of the system was carried out using the black box method. The results show that the developed information system has run successfully and properly. Keywords: Green Open Space, Geographic Information System, virtual tour
Pendampingan pembuatan bahan ajar berbasis etnomatematika untuk guru matematika di Indonesia Jeri Araiku; Somakim Somakim; Yusuf Hartono; Indaryanti Indaryanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.2838

Abstract

[Bahasa]: Kegiatan pengadian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam membuat bahan ajar matematika berbasis etnomatematika dan mengetahui respon peserta terhadap kegiatan tersebut. Metode yang digunakan adalah service learning yang terbagi menjadi dua kegiatan yaitu synchronous dan asynchronous. Anchronous terdiri atas penyampaian materi dan presentasi, sedangkan asynchronous berupa bimbingan pembuatan bahan ajar. Peserta yang mengikuti kegiatan PkM ini adalah sebanyak 408 guru matematika yang menghasilkan sebanyak 78 buah bahan ajar setelah revisi. Hasil pengabdian ini menunjukkan lima kesalahan yang dilakukan oleh guru matematika dalam menuliskan bahan ajar berbasis etnomatematika antara lain: (1) bahan ajar yang dibuat tidak sesuai template yang ditentukan, (2) bahan ajar tidak memanfaatkan filosofi/nilai budaya, namun hanya melihat bentuk objek, (3) bahan ajar tidak didasarkan pada budaya tertentu, (4) materi dan langkah pembelajaran tidak sesuai dengan filosofi budaya yang diangkat, dan (5) kegiatan tidak dirancang dengan baik dan berpotensi plagiat. Respon peserta terhadap kegiatan dapat dikategorikan sangat baik (4,55), sedangkan pengetahuan peserta mengenai etnomatematika dan kesulitan yang mungkin dihadapi peserta dalam membuat dan menerapkan bahan ajar berbasis etnomatematika di kelas tergolong baik, dengan nilai rata-rata masing-masing 3,9. Hal yang masih perlu diperhatikan oleh guru matematika adalah meluangkan lebih banyak waktu dalam mengeksplorasi nilai budaya sehingga filosofi dari budaya tersebut sesuai dengan konteks materi yang akan diajarkan. Guru juga perlu meningkatkan kemampuan dalam membuat dan menerapkan bahan ajar berbasis etnomatematika dalam proses pembelajaran matematika. Kata Kunci: etnomatematika, pembuatan bahan ajar, pengabdian kepada masyarakat, matematika [English]: This community service program (PkM) aims to assist teachers in designing ethnomatematics-based mathematics teaching materials and examine participants' responses to the program. The method used is service learning in the form of synchronous and asynchronous. The first included presentations and content discussions, while the latter was to guide the teachers design teaching materials. There were 408 mathematics teachers participated in this program which resulted in 78 revised teaching materials. There were five mistakes made by the mathematics teachers in designing the ethnomathematics-based teaching materials: (1) it did not comply the specified template, (2) it did not acknowledge cultural philosophies/values, but only refer to the shape of the object, (3) it did not adopt a specific culture, (4) the materials and learning steps were not in accordance with the cultural philosophy used, and (5) the activities were not well designed and have the potential for plagiarism. Participants’ responses to the program can be categorized as very good (4.55), while the participants' knowledge of ethnomatematics and the difficulties that participants may face in making and applying ethnomatics-based teaching materials in the classroom are classified as good, whereas each indicators has the average of 3.9. To the teachers need to spend more time exploring culture so that the philosophy of the culture is in accordance with the material to be taught. Also, the teachers should improve their ability to create ethnomathematical-based teaching materials and apply it in the instructional practices. Keywords: ethnomatematics, designing teaching materials, community service, mathematics
Peningkatan kemampuan digitalisasi promosi dan pemasaran produk kelompok eks-buruh migran di Kabupaten Wonosobo FX Anjar Tri Laksono; Santi Dwi Astuti; Asmoro Widagdo; Sachrul Iswahyudi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.2867

Abstract

[Bahasa]: Eks-buruh migran di Wonosobo memiliki asosiasi yang beranggotakan 30 orang. Hampir 80% anggota asosiasi memiliki unit bisnis di berbagai bidang seperti kerajinan kain batik, vas bunga, produk olahan pangan lokal, koperasi, jasa simpan pinjam, dan toko kelontong. Sekitar 90% anggota asosiasi tidak memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mempromosikan dan memasarkan produk dan jasa yang mereka miliki. Adanya era Revolusi Industri 4.0 dan wabah Covid-19 menyebabkan omzet usaha anggota mengalami penurunan hingga 40%. Oleh karena itu, tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan mitra dalam memasarkan produk mereka melalui teknologi informasi dan komunikasi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan mitra oleh akademisi Universitas Jenderal Soedirman. Materi pelatihan meliputi pengelolaan administrasi berbasis sistem informasi, perencanaan keuangan berbasis digital, pengunaan aplikasi akuntansi digital, pengelolaan risiko keuangan, dan pembuatan desain kontrol mutu produk inovasi. Setelah kegiatan pelatihan para buruh migran telah mampu membuat desain kemasan produk dengan Canva, membuat laporan keuangan dengan aplikasi catatan keuangan, dan mempromosikan produk usaha melalui media sosial. Pendampingan intensif selama satu bulan dilakukan untuk memastikan bahwa mitra mampu mengaplikasikan materi pelatihan secara berkelanjutan. Peningkatan kemampuan digitalisasi pemasaran produk untuk eks-buruh migran melalui kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan omzet penjualan rata-rata sebesar 22%. Kata Kunci: digitalisasi, promosi, migran, Wonosobo [English]: The ex-migrant workers association in Wonosobo has 30 members. Nearly 80% of the members have business units in various fields such as batik cloth, flower vases, locally processed food products, cooperatives, savings and loan services, and grocery stores. About 90% of the members do not have the ability to use information and communication technology (ICT) to promote and market their products and services. The era of the Industrial Revolution 4.0 and the Covid-19 outbreak caused the members’ business profit decrease by 40%. Therefore, the purpose of this community service is to improve the ability of partners in marketing their products through ICT. The method used in this program is training and mentoring by academics from Universitas Jenderal Soedirman. The training materials include information system-based administrative management, digital-based financial planning, the use of digital accounting applications, financial risk management, and quality control designs for innovative products. After the training, the participants are able able to design product packaging with Canva, make financial reports using financial records applications, and promote business products through social media. A month-intensive mentoring was carried out to ensure that partners were able to apply training materials continuously. In conclusion, this program develops the participants’ ability to digitize product marketing and increase their sales turnover around 22%. Keywords: digitization, promotion, migrants, Wonosobo
Kombinasi ecopreneurship dan saemaul undong sebagai upaya pengurangan degradasi hutan Eni Hidayati; Ida Ansharyani; Fachry Abdul Razak Afifi; Mastawan Mastawan; Sharfina Nabilah
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.2883

Abstract

[Bahasa]: Kawasan hutan di Desa Kelungkung, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah tangkapan hujan yang penting untuk menjaga ketersediaan air minum penduduk Kota Sumbawa Besar. Namun tekanan terhadap hutan semakin tinggi akibat pembukaan lahan untuk pertanian lahan kering. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi tekanan terhadap hutan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan kapasitas komunitas lokal dalam memulai upaya ecopreneurship guna mendapatkan penghasilan tambahan dan mengurangi tekanan terhadap hutan. Studi pustaka dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong dan penghambat seseorang menjadi ecopreneur. Selanjutnya intervensi dirancang untuk mengatasi faktor penghambat dengan menggunakan nilai-nilai pada konsep Saemaul Undong. Ecopreneur yang dikembangkan dalam PKM ini adalah pengembangan produk bernilai tambah dari komoditas lokal yang dianggap tidak/kurang bernilai ekonomis. Kelompok mitra yang dilibatkan yaitu kelompok Sumbawa Premium. Pendekatan yang dilakukan yaitu fasilitasi proses izin P-IRT dan penyediaan dukungan in-kind berupa peralatan. Selain itu, kelompok juga didampingi dalam pembuatan kemasan dan media promosi dan pemasaran. Produk yang dibuat yaitu selai dari buah-buahan yang tersedia di Desa Kelungkung yaitu selai jambu biji dan selai duwet, serta pengolahan biji mete menjadi mete madu panggang. Pada kegiatan PKM ini, kombinasi ecopreneurship dan konsep Saemaul Undong 2.0 merupakan pendekatan yang potensial untuk digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yang lebih berkelanjutan. Kata Kunci: degradasi hutan, ecopreneur, komoditi lokal, nilai tambah, saemaul undong [English]: Forest areas in Kelungkung Village, Sumbawa District, West Nusa Tenggara Province are important catchment teritories for freshwater and drinking water supply for the residents. However, threat toward forest is increasing due to conversion to dry land farming. Hence, efforts to reduce forest degradation is needed. This community service aimed at increasing local community’s capacity to initiate ecopreneurship effort to gain additional income and reduce dreadful impacts on the forest. A literature study was conducted to identify factors that support or hinder the people to be ecopreneur. Then interventions were designed to overcome the barriers by adopting the values of Saemaul Undong concept. The ecopreneurship developed in this program was the development of added-valued products from local products having low economic values. A partner group involved in this program is Sumbawa Premium Group. The approach used was by providing assistance to get the necessary license to disseminate their products to the market (P-IRT license) and key equipments to start the business. In addition, we facilitated the making of the product packaging, promotion materials, and marketing. The products made were guava jam, duwet jam, and roasted cashew nut with honey flavor. In this program, a combination of Ecopreneur and Saemaul Undong 2.0 concept is a potential approach in designing and implementing a more sustainable community service. Keywords: forest degradation, ecopreneur, local commodity, added value, saemaul undong
Sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 melalui Kuliah Kerja Partisipatif dari Rumah (KKP-DR) Lalu Ahmad Didik; Farizal Wahyudi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.2953

Abstract

[Bahasa]: Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, khususnya di Pulau Lombok mengakibatkan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam bentuk Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) dilaksanakan di lingkungan rumah mahasiswa masing-masing. Program ini selanjutnya disebut dengan Kuliah Kerja Partisipatif dari rumah (KKP-DR). Tema yang menjadi fokus dalam program ini adalah sosialisasi pencegahan penularan covid-19 dengan menekankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang sekaligus merupakan tuntunan agama Islam. Metode yang digunakan dalam program ini adalah sosialisasi kepada masyarakat di beberapa desa di Pulau Lombok yang merupakan desa asal mahasiswa. Program ini terdiri dari beberapa kegiatan seperti pemasangan pamflet dan penyebaran brosur, sosialisasi kampung sehat, seminar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pelatihan mencuci tangan, pembiasaan physical distancing, senam bersama, pemberian bantuan masker, pemberian bantuan hand sanitizer, dan bersih lingkungan masjid. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat program, ketepatan sasaran dan ketepatan metode yang diberikan kepada 10 orang kepala desa tempat mahasiswa melaksanakan KKP-DR. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan sangat setuju dimana 100% responden menyatakan kegiatan ini bermanfaat, 80% tepat sasaran dan 90% menyatakan kegiatan ini menggunakan metode yang tepat. Kegiatan ini dapat membantu masyarakat mengetahui informasi seputar Covid-19 dan mampu memberikan bekal pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: kuliah kerja partisipatif dari rumah (KKP-DR), sosialisasi, pencegahan Covid 19 [English]: The Covid-19 pandemic that hit the world, especially on the island of Lombok, makes students of the State Islamic University (UIN) Mataram carry out Participatory Community Service (KKP) program in their surroundings. This program is called home-based community program (KKP-DR). The focus of the program is the socialization on the transmission of COVID-19 prevention by emphasizing Clean and Healthy Lifestyle Behavior (PHBS), which is also an Islamic religious guidance. The method used was outreach to the community in several villages on the island of Lombok, where the students come from. The program was held in several activities such as the installation of pamphlets and distribution of brochures, socialization of healthy villages, seminars on Clean and Healthy Behavior (PHBS), hand washing training, physical distancing habituation, joint exercise, providing masks, providing hand sanitizer, and cleaning the mosques. The evaluation was carried out by 10 village heads considering the benefits of the program, the accuracy of the targets and the accuracy of the methods. The results of the implementation of this program are: 100% of respondents do agree that the program is useful; 80% of the respondents state that the program is effective; and 90% agree that the program apply the right method. In conclusion, KKP-DR can help the public find out information about Covid-19 and be able to provide provisions for preventing the transmission of Covid-19 by implementing a clean and healthy lifestyle. Keywords: KKP-DR, socialization, prevention of Covid-19 transmission
Pembuatan VCO memanfaatkan bonggol nanas sebagai sumber bromelin di Desa Bale Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Jaya Hardi; Bahri Syaiful; Riza Aulia Putri Buheli
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.2959

Abstract

[Bahasa]: Desa Bale Kecamatan Tanatovea merupakan salah satu daerah tertinggal di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Mata pencaharian masyarakatnya adalah petani, khususnya petani kelapa. Hasil pertanian kelapa di Desa Bale hanya diolah dalam bentuk kopra dan lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga penghasilan yang mereka dapatkan kurang maksimal. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan membuat olahan kelapa lainnya melalui teknologi murah, sederhana dan dapat dipasarkan langsung dengan nilai jual yang tinggi. Produk olahan kelapa yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat diantaranya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan dari kegiatan program pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan krim santan kelapa menjadi VCO dengan menggunakan enzim bromelin dari bonggol nanas. Tahapan awal program pengabdian adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat, memberikan pelatihan pembuatan krim santan, pembuatan sari dan bubur bonggol nanas, dan diakhiri dengan pembuatan VCO. Hasil program pengabdian ini adalah mitra pengabdian dapat memahami teknologi dan mengaplikasikannya dalam pembuatan VCO dengan memanfaatkan limbah bonggol nanas. Pada program pengabdian ini, produk VCO yang dihasilkan dengan menggunakan sari bonggol nanas lebih banyak dibandingkan dengan bubur bonggol nanas. Hasil pelaksanaan panyuluhan dan pelatihan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar lebih dari 97%. Pembuatan VCO dengan memanfaatkan bonggol nanas menjadi alternatif industri skala kecil untuk masyarakat. Kata Kunci: bonggol nanas, desa Bale, kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO) [English]: Bale Village, Tanatovea Subdistrict, is one of the underdeveloped areas in Donggala Regency, Central Sulawesi Province. The people are farmers, especially coconut farmers. Coconut agricultural products in Bale village are only processed in the form of copra and are mostly sold in the form of raw materials with less income. This problem can be solved by making other coconut products through cheap and simple technology that can be marketed directly with a high selling value. The coconut processed products can be developed to increase local people's income, including Virgin Coconut Oil (VCO). The purpose of this community service activity is to provide knowledge and skills to the farmers in using coconut cream to be processed as VCO by using the enzyme bromelain from pineapple cobs waste. The initial stage of the activity was to provide counseling to the community, then conduct a short training to produce coconut cream, extract and pulp of pineapple humps, and finally produce VCO. The results show that the participants can understand the technology provided and apply it to produce VCO using pineapple extracts waste. In this program, the VCO produced using the pineapple extract is more than that of the pineapple pulp. The results of the program reveal that the participants’ satisfaction level is over 97%. Producing VCO using pineapple humps is an alternative for a small-scale industry for the community. Keywords: pineapple cobs waste, Bale village, coconut, Virgin Coconut Oil (VCO)
Optimalisasi aspek teknis pada perancangan bisnis Virgin Coconut Oil (VCO) Zakka Ugih Rizqi; Adinda Khairunisa; Riska Iva Riana
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.3023

Abstract

[Bahasa]: Desa Rejosari adalah salah satu Desa di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) berupa pohon kelapa. Akan tetapi, pemanfaatan yang tidak maksimal sering mengakibatkan pembuangan kelapa disebabkan jumlah panen yang berlebih. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan SDA tersebut, dilakukan perancangan bisnis produksi Virgin Coconut Oil (VCO). Pengabdian fokus pada aspek teknis yang meliputi pemilihan lokasi produksi dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), analisis aliran produksi VCO, layout design, dan penentuan jumlah pekerja dan peralatan yang optimal berbasis simulasi. Hasil pemilihan lokasi produksi pada program pengabdian ini menunjukkan bahwa lokasi yang terletak di samping SMK VIP Maarif NU 1 Kemiri merupakan lokasi yang paling optimal dilihat dari kriteria kemudahan akses, luas bangunan, dan ketersediaan sarana dan prasarana. Kemudian untuk memenuhi permintaan selama 4 bulan ke depan, diperlukan 13 orang pekerja beserta peralatan yang mendukung proses produksi dengan investasi serendah mungkin. Selanjutnya layout dari lantai produksi VCO dirancang dengan pertimbangan dapat menghasilkan jarak seminimal mungkin sehingga mampu meningkatkan efisiensi serta mempermudah jalan keluar-masuk barang. Hasil analisis teknis kemudian disimulasikan menggunakan software Flexsim versi 2021 dan menunjukkan bahwa perancangan bisnis VCO telah mencapai hasil efektif dilihat dari ketercapaian output produksi dan efisien dilihat dari utilisasi pekerja. Uji coba produksi serta penyuluhan telah dilakukan sebagai bukti validasi. Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process (AHP), perancangan bisnis, simulasi, Virgin Coconut Oil (VCO) [English]: Rejosari Village is one of the villages in Purworejo Regency, Central Java, which has natural resource potential (SDA) in the form of coconut trees. However, the disposal of coconuts due to the excessive harvest and lack of utilization often happens. A Virgin Coconut Oil (VCO) production business was designed to optimize the utility of natural resources. This community service focuses on technical aspects analysis including the selection of production location using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, VCO production flow analysis, layout design, and the determination of the optimal number of workers and equipment based on simulation. The result of the production location selection indicates that the location next to the Vocational High School Maarif NU 1 Kemiri is the most optimal location seen from the criteria of easy access, building area, and availability of facilities and infrastructure. Then to meet the demand for the next 4 months, it requires 13 workers along with equipment that supports the production process with the lowest possible investment. Furthermore, the layout of the VCO production floor was designed with the consideration that it could produce a minimum distance to increase efficiency and facilitate the passage of goods in and out. The results of the technical analysis were then simulated using the Flexsim software and showed that the VCO business design has achieved effectiveness examined from the achievement of production output and efficiency from optimum workers utilization. Production trials and socialization were carried out as a validation evidence. Keywords: Analytical Hierarchy Process (AHP), business design, simulation, Virgin Coconut Oil (VCO)
Optimalisasi penggunaan Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran virtual untuk guru di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jember Moh. Arif Mahbub
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.3055

Abstract

[Bahasa]: Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring (dalam jaringan) akibat krisis pandemi global Covid-19 di Indonesia memberikan tantangan tersendiri khususnya bagi para pendidik. Kesiapan kompetensi guru dalam mengelola kelas daring dan kemampuan beradaptasi dengan moda pembelajaran virtual menjadi faktor kunci keberhasilan PJJ daring tersebut. Namun, data empiris menunjukkan ketidaksiapan para guru dalam mengimplemen-tasikan PJJ daring ini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan Edmodo dalam PJJ daring. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang merupakan para guru yang mengajar dilingkungan LP Ma’arif NU cabang Jember. Prosedur pelaksanaan program pengabdian ini terdiri dari tiga tahap yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya respon yang sangat positif dari para peserta pelatihan terkait integrasi Edmodo dalam PJJ daring. Selanjutnya, simpulan, keterbatasan, dan rekomendasi hasil program pengabdian didiskusikan dalam artikel ini. Kata Kunci: Edmodo, learning management system (LMS), pembelajaran jarak jauh, pembelajaran virtual [English]: Online learning during Covid-19 outbreak in Indonesia has seriously challenged the teachers. The teachers’ competencies in managing their online courses and the level of adaptability to virtual learning environments are both crucial factors to a successful online learning. However, empirical data demonstrate the low levels of readiness regarding the implementation of this online learning. As an attempt to resolve this problem, this community service program aims to optimize the use of Edmodo in online learning. Thirty-two teachers from Ma’arif Nahdlatul Ulama Educational Institution (LP Ma’arif NU) in Jember voluntarily participated in this program. The program was held in three phases; exploration, elaboration, and confirmation. It is found that the participants mostly have positive feelings about the integration of Edmodo into online learning. Furthermore, the conclusions, limitations, and recommendations of the program results are discussed in this article. Keywords: Edmodo, learning management system (LMS), virtual learning, distance learning
Business model untuk menciptakan strategi business longevity bagi kampung wisata Nila Firdausi Nuzula; Esti Junining; Isti Purwaningtyas; Didik Hartono
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2021): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i1.3102

Abstract

[Bahasa]: Pada tahun 2007, masyarakat Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kota Batu mengembangkan kampung wisata secara mandiri. Tokoh masyarakat dan penggerak usaha wisata berhasil mengajak masyarakat lokal untuk mengembangkan berbagai paket wisata yang fokus menawarkan pengalaman hidup di kampung kepada wisatawan. Namun, terjadinya pandemi menjadikan usaha wisata terhenti. Inisiatif untuk membangkitkan kembali partisipasi aktif masyarakat dusun hanya bertumpu kepada tokoh masyarakat dan inisiator kampung wisata. Para pemuda belum memiliki kemauan dan insiatif dalam melakukan promosi untuk membangkitkan dan meningkatkan skala usaha wisata. Pemahaman dan pengetahuan para pemuda kampung tentang prinsip dasar usaha wisata belum memadai dan merata. Untuk membantu mengurangi kekhawatiran tokoh masyarakat dan penggerak usaha wisata tentang keberlangsungan usaha (business longevity) Kampung Wisata Kungkuk, pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengenalkan prinsip dasar usaha wisata berbasis konsep business model canvas (BMC) kepada para pemuda desa pelaku usaha wisata. Dengan menerapkan metode Participatory Action Research (PAR), para pemuda diajak untuk berdiskusi aktif menentukan sembilan unsur business canvas. Hasil diskusi tersebut menjadi dasar identifikasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity) dan ancaman (threat) dan selanjutnya menjadi data untuk pengembangan strategi bisnis. Tim pengabdian membantu menerjemahkan berbagai usulan pemuda desa menjadi empat strategi pengembangan bisnis, yaitu competitive, invasive, diversification, dan defensive strategies. Salah satu rekomendasi kepada para pemuda kampung wisata adalah memperkuat komitmen dan mengembangkan kesepakatan bersama tentang langkah apa yang perlu diambil untuk menjaga dinamika dan kelangsungan usaha Kampung Wisata Kungkuk. Kata Kunci: kampung wisata, model bisnis canvas, penelitian tindakan partisipatif [English]: In 2007, the local community in Kungkuk, Punten, Batu City developed a tourism village through participative actions. The business was running well before the Covid-19 pandemic. Community leaders and tourism initiators have succeeded in getting local people to create various tour packages that focus on offering tourists the experience of living in a village. However, the pandemic brought the tourism to a halt. The leaders and tourism entrepreneurs are worried about the business longevity of kampung wisata. Even before the pandemic, the tourism development tends to be stagnant, and its continuity seems to rely only on the leaders. As the actors of the business activities, the youths do not have adequate knowledge and understanding of the basic principles of tourism business. In this case, a community program was held to introduce the business model canvas (BMC) concept to the youths to overcome the problems and take advantage of the pandemic period. By applying participatory action research (PAR), the youths were invited to have an active discussion determining the nine elements of the business canvas. The discussion resulted in the basis for identifying strengths, weaknesses, opportunities, and business threats. It then becomes factual information for developing alternatives of business strategies. We help the youths translate the data into four business strategies: competitive, invasive, diversification, and defensive. The program recommends some critical points to the youths; strengthen their commitment and make a consensus on what actions are required to maintain the dynamics and continuity of Kampung Wisata Kungkuk. Keywords: village tourism, business model canvas, participatory action research

Page 1 of 2 | Total Record : 12