cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EL-HIKMAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Penerapan Metode Inquiry pada Mata Pelajaran Fiqih dan Dampaknya terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII/A MTs Putri NW Narmada Kasih, Widia Nita
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran Fiqih di madrasah masih terpaku pada model pembelajaran konvensional, sehingga kegiatan pembelajaran hanya didominasi oleh aktivitas guru, siswa tidak leluasa bereksplorasi sehingga berpengaruh pada motivasi belajar yang berkurang. Artikel ini membahas penerapan metode inquiry pada mata pelajaran fiqih di madrasah dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian dirancang dengan menggunakan Penelitain Tindakan Kelas (PTK). Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus. Peningkatan motivasi belajar siswa diperoleh pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 24.2286. Metode Inquiry dapat meningkatkan motivasi belajar siswa apabila dalam penerapan kegiatan belajar mengajarnya guru: (1) membimbing siswa untuk memecahkan masalah, bukan menjelaskan materi; (2) memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat kesimpulan; (3) memaksimalkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
KONSTRIBUSI DAN IMPLIKASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI PADA PONDOK PESANTREN MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL al Idrus, S. Ali Jadid
EL-HIKMAH Vol 10, No 2 (2016): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum dapat dikatakan teori timbul dengan berpijak pada pandangan bahwa keberadaan manusia itu harus ditafsirkan dalam kaitan dengan kebudayaan, dan mempunyai tugas untuk mempertahankan dan mengembangkannya. pendidikan yang berorientasi pada dasar pandangan tersebutlah yang dipandang tepat. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan lembaga sosial harus tetap mempertahankan ideologi, idintitas serta paradigma pendidikannya, namun tetap juga melakukan adaptasi serta relevansi perkembangan global dengan menerima perkembangan ilmu pengetahuan serta menjadi lembaga yang dibutuhkan masyarakat dalam pemecahan permasalahan-permasalahan ummat. Kerjasama yang efektif dengan masyarakat dilakukan komponen yang ada di pesantren secara langsung maupun tidak langsung selalu dihadapkan dengan permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat. Secara fungsional semua komponen yang ada di pesantren ikut bertanggung jawab pada proses hubungan dengan masyarakat, namun dalam pelaksanaannya setiap komponen harus berperan sesuai dengan fungsi masing-masing. Pengembangan kerjasama baik dalam maupun luar negeri, merupakan salah satu program pengembangan institusi dalam menjalin hubungan dengan pihak lain secara sistematis dan terbuka. Kerjasama yang efektif dengan masyarakat dimaksudkan mengarah pada upaya perbaikan akademik dan non akademik. Pendidikan tinggi pesantren tidak saja sebagai organisasi sosial, namun juga organisasi dakwah, pengembang sumber daya manusia serta pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Islam dan global. secara fungsional memiliki berbagai peran memberikan pelayanan pendidikan dan pengajaran, juga sebagai agen perubahan atau pembaharuan dalam masyarakat. Sistem yang terbuka terhadap lingkungannya dan terintegral dari sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat, pengaruh masyarakat terhadap pesantren sangat kuat, demikian pula pengaruh pesantren terhadap masyarakat, kepada individu-individu yang ada dalam lingkungan karena keberadaan pesantren berada ditengah-tengah kehidupan dan menjadi bagian dari masyarakat. Secara operasional, kerjasama yang dilakukan pesantren  dibina dengan baik  untuk mendapatkan simpati dari masyarakat, pesantren terus melakukan inovasi, dengan meningkatkan layanan kepada masyarakat dengan cara menampilkan produk-produk unggulan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri.
bagian depan jurnal elhikmah vol. 10 no. 1 (Juni) 2016 Muhammad, Muhammad
EL-HIKMAH Vol 10, No 1 (2016): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PELAKSANAAN PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DI MTs. NURUL AROFAH NW KEL. GERANTUNG KEC. PRAYA TENGAH KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Mulki, Khaerul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama merupakan bagian pendidikan yang sangat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai, antara lain akhlak, keagamaan dan sosial masyarakat. Sebagaimana dipahami bahwa para siswa berkembang secara integral, dalam arti fungsi–fungsi jiwanya saling mempengaruhi secara organik. Karenanya sepanjang perkembangannya membutuhkan bimbingan sebaik–baiknya dari orang yang lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap jiwa para remaja yang menurut kodratnya terbuka terhadap pengaruh dari luar. Namun tidak jarang para remaja mengambil jalan pintas untuk mengatasi kemelut batin yang mereka alami itu. Pelarian batin ini terkadang akan mengarah ke perbuatan negatif dan merusak. Di sini posisi yang dapat diperankan oleh pendidikan akidah akhlak dengan niat memberikan modal bagi peserta didik nilai-nilai esensil bagi aspek relijiusitas siswa. Dengan demikian tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pendidikan aqidah dan akhlak mutlak diberikan, terutama di lembaga-lembaga pendidikan Islam yang sasaran utamanya adalah untuk membentuk anak didik memiliki kemantapan iman/aqidah dan memiliki kebermaknaan yang mantap atas akhlaknya sehingga hubungan dengan Tuhannya berjalan dengan baik dan hubungan dengan manusia/alam sekitar berjalan secara harmonis. Berikut ini, penulis akan memaparkan pelaksanaan pendidikan Aqidah Akhlak di MTS. Nnurul Arofah NW Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2011/2012.
PERSEPSI BURUH PASAR TERHADAP PENDIDIKAN ANAK (STUDI KASUS PADA BURUH PASAR MANDALIKA MATARAM) Arifin, Syamsul
EL-HIKMAH Vol 11, No 1 (2017): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara yuridis, prinsip education  for All merupakan amanat UUD 1945 (pasca-perubahan) khususnya pasal 28 C ayat (1) dan sekaligus menjadi dasar sistem pendidikan nasional Indonesia. Namun dalam kenyataanya, masih banyak anak-anak Indonesia tidak dapat mengenyam pendidikan di sekolah formal. Di antara mereka yang tidak dapat memperoleh salah satu hak azazinya tersebut adalah anak-anak dari kalangan orang tua yang berprofesi sebagai buruh pasar. Tentu, banyak faktor yang menyebabkan mereka kehilangan haknya, di antaranya adalah persepsi orang tua terhadap pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi buruh pasar terhadap pendidikan anak dalam tiga hal (urgensi dan tujuan Pendidikan, biaya, dan hubungan pendidikan dengan kehidupan anak) dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan memilih Pasar Mandalika Mataram sebagai lokasi penelitian. Penelitian memperoleh hasil sebagai berikut; pertama, Persepsi Buruh Pasar terhadap Pendidikan Anak (a) Secara umum para buruh pasar Mandalika Bertais Mataram memandang  pendidikan sangat penting bagi anak dan mereka meyakini mendorong dan membiayai pendidikan anak mereka di sekolah formal.  Apapun tujuan mereka menyekolahkan anak sangat variatif dari yang bersifat normatif sampai praktis-pragmatis; (b) Para buruh pasar sepakat bahwa biaya pendidikan di Indonesia (baca Lombok) sangat mahal; (c) Para buruh pasar memahami bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kualitas hidup yang dijalani seseorang, meskipun hubungan tersebut dalam situasi dan hal-hal tertentu tidak selalu linier. Atas dasar pemahaman tersebut, mereka berkeyakinan bahwa pendidikan anak berpeluang memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan masa depan mereka. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mereka dapat dibagi dalam dua bagian utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keinginan, latar belakang pengalaman, kepribadian, dan penerimaan, sedangkan faktor eksternal mencakup ukuran, kontras, intensitas, dan objek yang baru yang dialami.
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Lembaga Pendidikan Islam: Sebuah Alternatif Solusi Filsafat Sulhan, Ahmad
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini Pendidikan Nasional tengah menghadapi isu krusial. Isu yang paling sensitif terkait dengan mutu pendidikan, relevansi pendidikan, akuntabilitas, professionalisme, efisiensi, debirokrasi dan prilaku pemimpin pendidikan. Untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di lingkungan pendidikan tersebut terletak pada Manajemen Mutu Terpadu yang akan memberi solusi para professional pendidikan untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan. Karena Manajemen Mutu Terpadu dapat digunakan untuk membangun aliansi antara pendidikan, bisnis, dan pemerintah. Manajemen Mutu Terpadu dapat membentuk masyarakat responsive terhadap perubahan tuntutan masyarakat di era globalisasi ini. Manajemen Mutu Terpadu juga dapat membentuk sekolah yang tanggap dan mampu merespon perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan demi memberikan kepuasan pada stakeholders. 
PROBLEMATIKA PENDISTRIBUSIAN ZAKAT DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Bunut Baok Kecamatan Praya) Taisir, M.
EL-HIKMAH Vol 10, No 2 (2016): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemahaman masyarakat Desa Bunut Baok tentang pemanfaatan zakat, mekanisme dan problematika pendistribusian zakat di Desa Bunut Baok. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil temuan penelitian ini menguraikan bahwa, pertama, masyarakat tentang pemanfaatan zakat antara lain: (a) belum memahami jenis-jenis zakat mal; (b) belum ada upaya merubah bentuk zakat ke bentuk lainnya; (c) pemanfaatan zakat bersifat tradisional, lebih cenderung bersifat konsumtif. Kedua, mekanisme pendistribusian zakat di desa Bunut Baok bersifat tradisional dan individual. Ketiga, problematika pendistribusian zakat di desa Bunut Baok antara lain: (1) zakat disalurkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari atau konsumtif; (2) tidak ada lembaga yang mengelola dan mendistribusikan zakat kepada masyarakat; (3) muzakkimenyalurkan zakat secara individual; (4) belum ada upaya penyaluran zakat dalam bentuk lain, misalnya beasiswa atau modal usaha dan; (5) belum ada upaya mengumpulkan dan menyalurkan zakat. 
AKTUALISASI KUALITAS DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI KARYA TULIS ILMIAH Muzakkir, Akhmad
EL-HIKMAH Vol 10, No 1 (2016): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan sumberdaya pendidik merupakan faktor penentu dan sekaligus merupakan aset bangsa. Penentuan standar mutu atau quality assurance merupakan sebuah keniscayaan yang harus ada pada suatu lembaga pendidikan termasuk menyediakan tenaga pendidik yang qualified, konpeten dan profesional serta mampu terus mengembangakan kualitasnya melalui kegiatan ilmiah. Tulisan ini menyajikan penjelasan pentingnya kedudukan karya tulis ilmiah yang dikonseptualisasikan dalam berbagai peraturan dan tuntutan keprofesian khususnya dalam bidang pendidikan. Uraian penjelasan diarahkan sebagai suatu argumen pentingnya aktivitas penelitian yang bermakna usaha dalam meningkatkan perbaikan kualitas pelayanan dalam bidang pendidikan di mana guru merupakan salah satu komponen mutlak yang harus ada di dalamnya. Pengembangan ditelaah sebagai suatu prasyarat bagi guru untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran dan kualitas kompetensi serta profesinya.
Implementasi Pendidikan Karakter di MTsN 3 Mataram dan SMPN 1 Labuapi Tahun Pelajaran 2014/2015 Fitriatunnisa, Fitriatunnisa
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu konsep yang ditawarkan oleh bangsa Indonesia untuk menanggulangi krisis moral akhir-akhir ini. Dalam penyelenggaraannya disekolah, pendidikan karakter dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur, yaitu: pembelajaran, manajemen sekolah, dan ekstrakulikuler. Artikel ini menguraikan implementasi pendidikan karakter dua lembaga pendidikan yang berbeda, yakni di sekolah berbasis keagamaan (MTsN 3 Mataram) dan sekolah umum (SMPN 1 Labuapi) untuk membandingkan sisi implementasinya pada tiga jalur tersebut. Hasil temuan menunjukkan, bahwa dalam menanamkan nilai-nilai karakter yakni disiplin, toleransi dan peduli lingkungan antara MTsN 3 Mataram dan SMPN 1 Labuapi memiliki dasar atau alasan berbeda. MTsN 3 Mataram selaku sekolah agama lebih condong menanamkan nilai karakter kepada peserta didiknya dengan alasan nilai keagamaan itu sendiri. Sedangkan, SMPN 1 Labuapi selaku sekolah umum, dalam menanamkan nilai karakter kepada peserta didiknya dilandaskan pada falsafah kebangsaan itu sendiri. Kata Kunci:
DESIGN STRATEGY FOR STATE ISLAMIC UNIVERSITIES (PTKIN) TOWARDS SCIENCE AND TECHNOLOGY DEVELOPMENT IN INDONESIA Fattah, Abdul
EL-HIKMAH Vol 10, No 2 (2016): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the issues most discussed in the arena of contemporary Muslim thought in the last few decades is about Islam and science. Muslim intellectuals provide diverse responses to these issues, particularly associated with the character of modern science and technology. Some people regard science and technology as something neutral and universal. While others assess the science and technology is not neutral, depending on its creator. Therefore, Muslims must be careful with science and technology from the West. Noteworthy together is a contemporary Muslim scholar realized that the only way to drink in the glory (golden age) of Muslims is through the mastery of science and technology. In terms of locality Indonesia, the expectations of many lay on the State Islamic Universities (UIN, IAIN, and STAIN), especially in the framework of the integration between Islam and science and to eliminate the dichotomy of science that has made Muslims excluded from the global science and technology arena.