Articles
177 Documents
DINAMIKA MEDIA KOMUNIKASI SEBAGAI INTERAKSI POLITIK
Safitri, Priska Nur
KOMUNIKE Vol 11 No 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.077 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2282
Kekuatan media dalam komunikasi politik, menjadikan para aktor-aktor politik, dan partainya membentuk opini publik yang memmpengaruhi masyarakat. Era kecepatan informasi saat ini masyarakat dituntut untuk berfikir kritis supaya tidak terpengaruh oleh opini yang salah dan merugikan. Membangun citra untuk mendapatkan kekuasaan ditingkatkan agar dikenal positif masyarakat sebagai sarana branding. Hadirnya internet atau new media menguatkan aktor politik untuk menyebarkan konten demi popularitasnya naik. Maka sudah seharusnya ada regulasi terutama dalam ranah maya karena penyebarannya yang cepat, harus bener-benar mengawasi media. Supaya realitas dari media untuk menyampaikan informasi dalam hal ini politik tidak kehilangan esensinya.
MODERASI PENDIDIKAN PESANTREN BERBASIS PERJUMPAAN DALAM BAYANG-BAYANG RADIKALISME DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
Fikri, Muhammad
KOMUNIKE Vol 11 No 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.095 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2283
Moderasi pendidikan menjadi cita-cita semua manusia di dunia ini, karena itu yang paling dasar dalam diri manusia guna menciptakan perdamaian dalam dunia pendidikan yang tengah dibayang-bayangi oleh wacana radikalisme. Artikel ini pada dasarnya adalah penelitian lapangan dengan menggunakan teori bahasa atau komunikasi. Komunikasi atau dialog adalah bengkel tempat berlatih untuk menghilangkan permasalahan, untuk mengekspresikan kebenaran. Komunikasi atau dialog adalah institusi yang tidak bisa dihindari oleh setiap orang. Orang akan disebut sakit jika ia tidak pernah berinteraksi dengan sesama. Dalam berkomunikasi selalu ada hantaran bahasa saling kesefahaman. Begitu pentingnya bahasa dalam kehidupan kita sehari-hari hingga kita tidak menyadarinya, ia bagaikan nafas yang ketika hirup baru kita sadar akan pentingnya. Jika nafas kita sesak, maka kita tidak mampu berfikir, tidak banyak yang dapat kita perbuat karena kita hanya akan terfokus pada sesak itu sendiri. Kita cenderung tidak menghargai nafas sebelum kita merasakan sesak nafas. Pun demikian halnya dengan bahasa ketika kita berkomunikasi. Dan pendekatan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dengan melihat fenomena-fenomena yang terjadi di tengah-tengah realitas pesantren. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa pesantren sebagaisaran pendidikan moderasi masih belum efektif karena masih terjadinya persainganpersaingan di semua level, dengan pola relasi dominan terbangun adalah menang atau kalah. Akibatnya ancaman perpecahan dan saling mencurigai terjadi di manamana, nyaris menjadi trend yang tak terbendungkan, terlebih dalam dunia pesantren yang nyaris dipengaruhi oleh bayang-bayang radikalisme.
PANDANGAN TOKOH AGAMA TERHADAP PEMBAGIAN KERJA LAKI-LAKI DENGAN PEREMPUAN (Studi Kesetaraan Gender di Desa Terong Tawah, Labuapi - Lombok Barat)
Pratama, Muazin;
Zaelani, Zaelani
KOMUNIKE Vol 11 No 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.964 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2284
Karya ilmiah dengan judul pandangan tokoh agama terhadap pembagian kerja lakilaki dengan perempuan ini bertujuan untuk .mengetahui kesetaraan gender yang yang ada di Desa Terong Tawah khususnya dalam pembagin kerja antara laki-laki dengan perempuan yang sedikit banyak pasti memiliki dampak serta untuk memperjelas ranah pekerjaan bagi seorang laki-laki dan perempuan dan juga bagaimana para ulama menyoroti keadaan tersebut. Permasalahan yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah: (1) memperjelas peran kerja antara laki-laki dengan perempuan. (2) mengetahui pandangan para tokoh agama terhadap pembagian kerja antara laki-laki dengan perempuan dan (3) mengetahui dampak pembagin kerja antara laki-laki dengan perempuan di desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi Nonpartisipasi, wawancara tidak terstruktur dan teknik dokumentasi, dengan narasumber data dalam penelitian ini adalah mewawancarai tokoh agama yang paling berperan dalam masyarakat tersebut serta masyarakat Desa Terong Tawah pada umumnya , khusunya masyarakat yang telah berkeluarga dan bekerja. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa kesetaraan gender khusunya dalam pembagian kerja lakilaki dengan perempuan di desa Terong Tawah bisa dilihat dari banyaknya perempuan yang juga bekerja di ranah publik dengan tujuan membantu suami mengurangi beban rumah tangga dengan syarat mendapatkan izin dari pihak laki-laki. Kemudian dengan adanya pembagian kerja tersebut tidak memunculkan pendapat yang berbeda dari para tokoh agama yang telah diwawancarai yakni mereka menunjukan kesepakatan terhadap di perbolehkanya para perampuan untuk ikut bekerja di ranah pubik untuk membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan berbekal izin tersebut, dan dengan adanya pembagian kerja yang telah terlaksana memunculkan dampak, yaitu dapak positif dan negatif. Damfak positifnya yaitu masyarakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri dan kuat dalam hal membina rumah tangga sedangkan dampak negatifnya yakni dapat mengakibatkan kurangnya intraksi antar anggota keluarga khusunya pasangan suami istri yang dapat berujung pada ketidakharmonisan dalam keluarga bahkan menjadi awal retaknya sebuah rumah tangga sehingga munculnya dampak terbutuk yakni perceraian.
PENETRASI SOSIAL HUBUNGAN ANTAR BUDAYA WARGA RUMAH SUSUN (Study Komunikasi Interpersonal di Mandalika, Kota Mataram)
Fathoni, Muhammad;
Wahyuni, Sri Devi
KOMUNIKE Vol 11 No 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.994 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2285
Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana proses komunikasi antarbudaya yang terjalin antar penghuni rusunawa Mandalika di lingkungan Montong Are secara interpersonal. Serta bagaimana faktorfaktor yang mempengaruhi perilaku komunikasi dalam kerukunan penghuni. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi untuk mengurai dan mendeskripsikan bagaimana perilaku dan proses komunikasi antarbudaya dalam kerukunan penghuni rumah susun warga di lingkungan Montong Are dalam sudut pandang pengalaman komunikasi penghuninya. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi,wawancaradan dokumentasi. Proses pengumpulan data dengan tekhnik snowball sampling/chain sampling sebanyak 10 orang informan. Hasil penelitian yang ditemukan perkembangan hubungan kerukunan di rusunawa Mandalika dipengaruhi oleh perilaku komunikasi antarbudayamasing-masing penghuninya secara interpersonal melalui tahapan personality structure dalam bentuk memahami konsep diri sebagai penghuni.Kedua yaitu closnessself disclosure dalam bentuk keterbukaan antar sesama. Ketiga yaitu the depth and breadth of self-disclosure dalam bentuk pemahaman, dan keempat ialah regulating closeness dalam bentuk kepercayaan antar sesame penghuni. Faktor yang mempengaruhi kerukunan perilaku komunikasi antarbudaya terhadap penghuni rusunawa Mandalika ialah para penghuni memiliki rasa kekerabatan dan kekeluargaan terhadap sesama dan solidaritas tinggi, juga terbiasa akan heterogenitas budaya satu sama lain sehingga terciptanya komunikasi yang efektif.
PEMIKIRAN QAḌĀ’-QADAR JAMÄ€L AD-DĪN AL-AFÄ Ä€NĪDAN IMPLIKASINYATERHADAP PEMIKIRAN DAKWAH ‘AQLÄ€NIYAH
Muhyiddin, Ahmad Shofi;
Badi’ati, Alfi Qonita
KOMUNIKE Vol 11 No 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.848 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2286
Artikel ini difokuskan pada pemikiran JamÄl ad-DÄ«n tentang qaá¸Ä’-qadar dan implikasinya terhadap pemikiran dakwah aqlÄniyah. Artikel ini berupa kajian literatureyang datanya diperoleh dari studi kepustakaan. Kemudian data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisa dengan menggunakan pendekatan sosio-historis dengan metode historik elektifeliminatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa JamÄl ad-DÄ«n sangat menekankan pentingnya akal dan kebebasan manusia dalam pemikiran teologinya. Manusia, menurutnya, melalui akalnya mampu mempertimbangkan baik dan buruknya suatu perbuatan, kemudian dengan kehendaknya sendiri ia mengambil suatu keputusan, selanjutnya dengan daya yang demikian ia wujudkan dalam perbuatannyata. Manusia mempunyai kemauan sendiri atau irÄdah yang bebas, dengan tidak melupakan hubungan kebebasan pribadi itu dalam lingkungan kebebasan Allah SWT., dengan ungkapan lain bahwa qaá¸Ä’-qadar kecil yang ada pada manusia tetap berada dalam lingkup qaá¸Ä’- qadar besar pada Allah SWT. Qaá¸Ä’-qadar dalam pemikiran JamÄl adDÄ«n lebih mengarah pada sunnatullÄh (hukum alam). Artinya qaá¸Ä’- qadar adalah hukum alam yang mengatur perjalanan alam dengan sebab dan akibatnya (silsilah al-asbÄb). Pemikiran ini selanjutnya berimplikasi terhadap pemikiran dakwah aqlÄniyah, yaitu seruan atau ajakan kepada manusia untuk mengobarkan semangat tajdid/pembaharuan agar tidak terjebak dalam taklid sehingga akal tidak tunduk pada otoritas manapun. Konsep dakwah ‘aqlÄniyah JamÄl ad-DÄ«n ini mendapatkan sambutan yang cukup luas dan hampir menyebar ke seluruh dunia Islam. Pemikiran dakwah ‘aqlÄniyah bisa diimplementasikan melalui dua cara: pertama, melalui nalar dan intuisi. Dan kedua, melalui pengamatan. Pengetahuan sensual ini bergantung kepada pengetahuan aktual. Karena itu, menurut JamÄl ad-DÄ«n, manusia harus menghindari taklid dan mengoptimalkan akalnya untuk mengamati dan membaca atau meneliti ayat-ayat atau fenomenafenomena yang telah tersirat dan tersurat untuk mencapai kebenaran pengetahuan.
STRATEGI KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN DARUN NAJAH DUMAN DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS MASYARAKAT DI DESA DUMAN KEC. LINGSAR KAB. LOMBOK BARAT
Muhammad Syukri;
Zaenal Abidin
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 11 No. 2 (2019): Komunikasi dan Dinamika Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.135 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v11i2.2287
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sekurang-kurangnya mempunyai tiga ciri umum yaitu kyai sebagai figur sentral, asrama sebagai tempat tinggal para santri, masjid sebagai pusat kegiatan. Apapun ciri khususnya adalah adanya pemimpin yang kharismatik dan suasana keagamaan yang mendalam. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren mempunyai misi sangat luas dan komplek, yang paling mendasar adalah pemahaman terhadap agama dan dakwah islamiyah. Pondok Pesantren Darun Najah Duman merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di LombokBarat dan satu-satunya pondok pesantren yang ada di desa Duman Kec. Lingsar. Alamsyah Ratu Perwiranegara mengemukakan beberapa pola umum yang khas dalam pendidikan Islam tradisional pesantren sebagai berikut: Independen, Kepemimpinan Tunggal, Kebersamaan dalam hidup yang merefleksikan kerukunan, Kegotong-royongan, Motivasi yang terarah dan padaumumnya mengarah pada peningkatan kehidupan beragama. Itulah beberapa ajaran yang disampaikan pesantren dalam rangka religiusitas untuk kehidupan masyarakat ke depannya. Dampak positif strategi komunikasi pondok peantren Darun Najah dalam meningkatkan religiusitas masyarakat di desa Duman adalah: a. terjalinnya komunikasi antar lembaga/Internal pesantren. b.terciptanya hubungan religious antara masyarakat. c. terciptanya keharmonisan di desa Duman.
STRATEGI KOMUNIKASI KPID JAWA TIMUR DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA
Putri, Amalia Rosyadi;
Retpitasari, Ellyda
KOMUNIKE Vol 12 No 2 (2020): Quo Vadis Komunikasi Islam
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.352 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v12i2.2662
This research is motivated by a phenomenon that occurred in early March 2020, the Indonesian people were shocked by the Corona pandemic outbreak, this outbreak originating from China, finally infecting Indonesian society. Broadcast media, both television and radio, are competing to broadcast the Corona outbreak. Indonesian Broadcasting Commission (KPID) East Java as an independent state institution participates in overcoming panic and efforts to prevent the Corona outbreak. The purpose of this study is to describe and find out the communication strategy of the KPID East Java in preventing the spread of the Corona outbreak. The theory used is the analysis of The Pervasive Presence. The method used is qualitative using a phenomenological approach. The results of this study found that the communication strategy of the KPID East Java in dealing with the spread of the Corona outbreak consisted of three strategies, namely by live talk shows on television and radio, distributing circulars to radio and television broadcasting institutions throughout East Java via email and WhatsApp, and publication of information through social media and public sphere, namely the KPID East Java Instagram. These three communication strategies are part of the task of the KPID East Java in supervising broadcasting institutions and media literacy to the public.
DIGITAL LITERACY AND CYBERBULLYING BEHAVIOR OF YOUTHS IN INSTAGRAM
Rusdy, Marhamah;
Fauzi, Fauzi
KOMUNIKE Vol 12 No 2 (2020): Quo Vadis Komunikasi Islam
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.555 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v12i2.2699
This study aims to describe the level of digital literacy and cyberbullying behavior in adolescents on social media Instagram and to analyze the effect of digital literacy on cyberbullying behavior among adolescents on Instagram social media. The theory used is Gilster's theory of digital literacy. This study uses a quantitative approach with a correlational research type. The population in this study is late adolescents who are active students at the Faculty of Economics and Business, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen who use Instagram as media, totaling 70 people. The sampling technique is the total sample, namely the number of samples is the same as the population. With certain criteria by researchers, namely late adolescents aged 18-21 years, using Instagram, and active students at the Faculty of Economics and Business, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Bireuen. The results showed that the level of competency in digital literacy at the average of the subject of the research is high totaling 55 persons or 78,57%, the remaining is 15 persons or 21,42%, which pose at medium level. The level of cyberbullying behavior at the average of the research subject is categorized as low totaling 50 persons or 71,42 %, the remaining is 20 persons or 28.57%, which is categorized as medium. This indicates that the subjects of the research are not only competent in using the social media but also they have had critical thinking on the information they obtained from internet or social media. They also can identify the validity of the information, recheck and used digital media to prove the validity of the information.
PODCAST SEBAGAI STRATEGI DAKWAH DI ERA DIGITAL: ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN
Ummah, Athik Hidayatul;
Khairul Khatoni, M.;
Khairurromadhan, M.
KOMUNIKE Vol 12 No 2 (2020): Quo Vadis Komunikasi Islam
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.666 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v12i2.2739
Digital da'wah is a new demand and trend currently, because public especially the younger generation search religious knowledge through new media. Podcasts are one of the most popular new media because flexible and can be accessed on various platforms. This study aims to analyze the opportunities and challenges, and Podcast strategy model as an effective digital da'wah media. The research method is library research to analyze various literature with in-depth analysis to answer the research problems. The results showed that Podcast is an effective digital da'wah media because it can transform religious knowledge to the public; can be collaborated with other media; alternative media to disseminate audio content individually or institutionally; can be accessed safely and comfortably. The strategies to manage digital da'wah through Podcasts are identify characteristics of the da'wah object, create an interesting message of preaching, use the appropriate da'wah methods, and use the media according to the target.
PERENCANAAN INDUSTRI MEDIA TELEVISI ISLAM
Zubaidi, Ali Akbar
KOMUNIKE Vol 12 No 2 (2020): Quo Vadis Komunikasi Islam
Publisher : UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.458 KB)
|
DOI: 10.20414/jurkom.v12i2.2748
Today, media digitalization has become the foundation of media industry owners in presenting a variety of information and entertainment, including media television. With the establishment of various commercial television broadcasting institutions as well as the competition for the media competition which is quite tight. Seeing the development of television broadcasting media itself with heavy competition, Islamic television institutions, in particular, seem not ready to compete with other television institutions. Institutions that affect the unpreparedness of existing Islamic television broadcasting institutions are planning and strategy within Islamic television broadcasting organizations and institutions, both before they come to the process of running and maintaining broadcasting institutions for a long period of time. The research method used is library research with in-depth analysis to explore problems related to the theme. The results of this study indicate that there are several things that must be planned before deciding to determine an Islamic television broadcasting institution; a) planning human resources, b) planning institutions, c) planning a product or program. When an Islamic broadcasting institution plans well, the sustainability of the Islamic broadcasting institution can be managed and run for a long time. That way, the existence of Islamic television media is indirectly able to provide another option for the public in enjoying the broadcasts that are served.