cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Psiko-Edukasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
HUBUNGAN ANTARA STRESOR AKADEMIK DAN PROKRASTINASI AKADEMIK TERHADAP KEYAKINAN DIRI SISWA KELAS XI SMAN 1 CICURUG Sintamanik Martadinata
Psiko-Edukasi Vol 13, No 2 (2015): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan antara stresor akademik dan prokrastinasia kademik terhadap keyakinan diri siswa kelas XI SMAN 1 Cicurug.Metode yangdigunakandalampenelitianiniadalahmetode kuantitatif dengan jenis korelasional.Populasi penelitian ini yaitu siswa SMAN 1 Cicurug dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 1 Cicurug yang berjumlah 81 orang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling.Hasilpenelitian dari hubungan anatara stresor akademik dan prokrastinasi akademik terhadap keyakinan diri menunjukanF hitungsebesar 9.925 dengan nilai sig. sebesar 0,000.P-value = 0.000 lebihkecildariα = 0.05.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang positif dan signifikanantara stresor akademikdanprokrastinasiterhadapkeyakinandiri siswa kelas XI SMAN 1 Cicurug.
PELAKSANAAN KONSELING MODEL TERAPI KOGNITIF PERILAKU DALAM KASUS HAMBATAN PERILAKU ASERTIF DUA SUBJEK DI PANTI ASUHAN DORKAS Dita Adianti
Psiko-Edukasi Vol 15, No 2 (2017): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada fenomena hambatan individu untuk berperilaku asertif. Perilaku asertif merupakan keberanian individu dalam mengungkapkan apa yang dirasakan dan diinginkan secara jujur tetapi tetap menjaga hak-hak serta perasaan orang lain. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan konseling model terapi kognitif perilaku dalam kasus hambatan perilaku asertif dua subjek di Panti Asuhan Dorkas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara dan kuesioner. Hasil pelaksanaan konseling model terapi kognitif perilaku menunjukkan perubahan pola pikir pada kedua subjek tersebut.
PERBEDAAN KEBIASAAN BELAJAR DITINJAU DARI MOTIF BERPRESTASI MAHASISWA ANGKATAN 2014 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIKA ATMA JAYA Martinus Mukti Prabowo
Psiko-Edukasi Vol 15, No 2 (2017): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan belajar adalah keteraturan berperilaku otomatis dalam belajar yang ditunjukkan dengan indikator: cara belajar mandiri, cara belajar kelompok, cara mempersiapkan diri dalam pelajaran, cara memantapkan materi pelajaran,  dan cara menghadapi tes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebiasaan belajar ditinjau dari motif berprestasi mahasiswa angkatan 2014 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Subjek penelitian sebanyak 30 mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah instrumen skala penilaian. Analisis data menggunakan rumus analisis variansi. Koefisien reliabilitas instrumen kebiasaan belajar sebesar 0.95 dan instrumen motif berprestasi sebesar 0.96. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan secara signifikan pada kebiasaan belajar berdasarkan tingkatan motif berprestasi pada mahasiswa angkatan 2014 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Pendekatan Komunikatif Pada Siswa Sekolah Dasar Yohanna Claudia Dhian; Christina Darpi; Helena Susan Geovani
Psiko-Edukasi Vol 10, No 1 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan faktor yang utama dalam melakukan komunikasi. Bahasa mempunyai dua bentuk yaitu verbal dan nonverbal. Bahasa verbal adalah bahasa yang menggunakan kata atau kalimat untuk menyampaikan pesan atau ide dengan mengucapkan. Bahasa non verbal adalah kegiatan dalam menyampaikan pesan atau kata tanpa mengucapkan sepatah kata namun berupa gerakan tubuh dan mimik wajah. Berbicara merupakan produk dari bahasa verbal yang dikemas dalam bunyi ujaran dan penguasaannya disebut keterampilan berbicara. Pendekatan komunikatif adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang mengacu pada kebutuhan peserta didik dan fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi. Pendekatan komunikatif berusaha membuat si terdidik memiliki kecakapan berbahasa khususnya berbicara. Dengan sendirinya, acuan pokok setiap unit pelajaran ialah fungsi bahasa dan bukan tata bahasa, tetapi tata bahasa dapat digunakan sebagai  sarana untuk melaksanakan maksud komunikasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas rendah. Pada siklus pertama, penilaian tertuju pada ekspresi fisik anak dalam berbicara. Pada siklus kedua, penilaian tertuju pada ekspresi fisik dan ekspresi suara anak. Pada siklus ketiga, penilaian tertuju pada ekspresi fisik, ekspresi suara, dan ekspresi verbal anak dalam berbicara. Penilaian yang diberikan kepada siswa, yaitu berupa wawancara dan observasi secara individual.
Implementasi Penilaian Portofolio Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Vb Sd Bintang Kejora Ciputat Dessy Senny Simanjuntak
Psiko-Edukasi Vol 10, No 2 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research (CAR). Subjek penelitian yaitu peneliti yang berada di dalam kelas yang berperan sebagai guru atau observer dan siswa kelas VB SD Bintang Kejora Ciputat. Kelas VB berjumlah 29 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan empat pertemuan. Siklus pertama dan kedua terbagi dalam dua pertemuan yaitu pertemuan pertama dengan tujuan memprediksi isi wacana dan pertemuan kedua dengan tujuan menjawab pertanyaan bacaan dan menuliskan garis besar isi wacana. Siklus pertama dan kedua berpedoman pada penilaian portofolio. Penilaian portofolio memiliki tujuan yaitu siswa tidak hanya menilai diri sendiri tetapi siswa juga mendapatkan masukan dari teman dan guru. Setelah siswa menerima masukan dari teman dan guru, siswa dapat mengetahui kelebihan dan kelemahannya sehingga siswa dapat memperbaiki hasil pekerjaanya. Pada pertemuan pertama di siklus pertama dan kedua, siswa diminta menuliskan komentar atas hasil prediksi siswa terhadap isi wacana sedangkan pada pertemuan kedua di siklus pertama dan kedua, siswa diminta memberikan penilaian terhadap hasil jawaban pertanyaan bacaan dan garis besar isi wacana berdasarkan kriteria pedoman penilaian portofolio.
Penyesuaian Diri Siswa SMP Hati Suci Jakarta Ditinjau Dari Situasi Keluarga Metta Sukharini
Psiko-Edukasi Vol 10, No 2 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah individu yang mengalami masa  transisi dari periode anak-anak menuju periode dewasa di rentang usia 13 sampai 18 tahun. Penyesuaian diri adalah suatu proses mental yang dilakukan oleh individu untuk mengubah diri sesuai dengan lingkungan dimana individu tersebut berada agar terjadi hubungan yang selaras. Dalam proses penyesuaian diri ini, keluarga merupakan lingkungan pertama dimana remaja tumbuh, belajar, berkembang, dan memenuhi semua kebutuhannya. Keluarga utuh adalah  keluarga yang memiliki anggota keluarga yang lengkap seperti ayah, ibu, dan anak-anak, sedangkan keluarga tidak utuh adalah  keluarga yang memiliki anggota keluarga yang tidak lengkap karena salah satu orang tua sudah meninggal, perceraian orang tua, atau tidak hadirnya kedua orang tua.
Kematangan Karir Dalam Perencanaan Studi Para Siswa Kelas X Akuntansi SMK N 43 Jakarta Ester Dairiana
Psiko-Edukasi Vol 11, No 1 (2013): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan karir dalam perencanaan studi merupakan kematangan pilihan siswa untuk merencanakan studi berdasarkan minat karir yang diharapkan. Perilaku siswa diukur menurut lima aspek yaitu: penilaian diri, informasi pekerjaan, seleksi tujuan, perencanaan karir, dan pemecahan masalah karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kematangan merencanakan karir siswa kelas X Akuntansi SMK N 43 Jakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala penilaian. Instrumen kematangan karir terdiri dari 50 pernyataan yang telah diujicobakan, sebanyak 38 pernyataan dinyatakan valid dan reliabilitas instrumen sebesar 0.937. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan karir dalam perencanaan studi para siswa kelas X Akuntansi SMK N 43 Jakarta secara mayoritas berada pada tingkat kategori cukup mampu dan mampu. Pada tabel 3 menunjukkan bahwa 17 siswa (45%) berada dalam tingkat kategori cukup mampu dan 15 siswa (39%) kategori mampu, terdapat 3 siswa (8%) berada dalam kategori sangat mampu dan 3 siswa (8%) belum mampu. Saran penulis, pihak sekolah, khususnya guru Bimbingan dan Konseling dan pembina BKK mengadakan program peningkatan kematangan karir bagi siswa. Program peningkatan tersebut dapat berupa bimbingan kelompok yang melibatkan baik pihak internal sekolah maupun pihak eksternal (dunia usaha/dunia industri) yang telah menjadi mitra sekolah SMK N 43 Jakarta. Saran bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Unika Atma Jaya, adalah menjadi mitra SMK, khususnya guru BKK atau pembina BKK melalui program pengembangan profesionalitas guru yang bertujuan akhir pada terciptanya kematangan karir siswa. Program pengembangan ini dapat berupa pelatihan, seminar, atau kegiatan sejenis dengan melibatkan khususnya guru – guru Bimbingan dan Konseling/ BKK SMK diwilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bagi peneliti lain yang melakukan penelitian tentang kematangan karir remaja, disarankan untuk memperluas pembahasan kematangan karir tehadap faktor perkembangan remaja yang lain.
Keterampilan Interpersonal Para Frater X Yoseph Pedhu
Psiko-Edukasi Vol 11, No 1 (2013): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan interpersonal adalah kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Keterampilan interpersonal menentukan kemampuan seseorang untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan antarpribadi yang produktif. Keterampilan interpersonal memiliki empat komponen yaitu kemampuan untuk saling memahami, komunikasi yang akurat, kemampuan untuk saling menerima dan mendukung, serta kemampuan untuk mengatasi konflik antarpribadi secara konstruktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan keterampilan interpersonal para frater X. Subjek penelitian adalah para frater X yang berjumlah 44 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 16% frater berada pada kategori keterampilan interpersonal tinggi, 84% frater berada pada kategori keterampilan interpersonal sedang, dan tidak ada (0%) frater yang berada pada kategori keterampilan interpersonal rendah. Saran bagi para direktur, magister, para pembina dan pembimbing rohani untuk mengadakan kegiatan pengembangan keterampilan interpersonal secara khusus berhubungan dengan komponen kemampuan untuk mengatasi konflik antarpribadi secara akurat seperti mengikuti pelatihan atau workshop. Bagi para frater X disarankan untuk mengembangkan semua komponen keterampilan interpersonal agar dapat menjadi pribadi yang matang dengan melakukan konseling kelompok dan konseling individual dengan pembimbing rohani.
Hubungan Motivator Kerja Dengan Komitmen Kerja Guru SD Tarsisius II Jakarta Angelia Emy Soenarta
Psiko-Edukasi Vol 12, No 1 (2014): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivator kerja dengan komitmen kerja. Motivator kerja adalah faktor-faktor yangmemberikan dorongan bagi tenaga kerja, baik yang berasal dari dalam maupun luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, sedangkan komitmen kerja merupakan perasaan kelekatan tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Subjek penelitian ini adalah guru SD Tarsisius II. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan berupa skala penilaian tentang motivator kerja dengan komitmen kerja.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivator kerja dan komitmen kerja guru SD Tarsisius II. Hal ini berarti semakin banyak faktor-faktor pendukung motivasi kerja, maka komitmen kerja juga akan meningkat. Untuk meningkatkan komitmen kerja guru diharapkan Pimpinan Sekolah dapat menciptakan berbagai stimulasi kerja yang berperan sebagai motivator bagi guru untuk semakin mencintai profesinya sebagai pendidik.
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Dukungan Sosial Orangtua Dan Kesejahteraan Psikologis Siswa-Siswi Kelas X dan XI SMA Stella Maris Teluk Gong Maria Margareta Alquembindi
Psiko-Edukasi Vol 13, No 1 (2015): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan sosial orangtua adalah tanggapan atau kesan siswa terhadap dukungan yang diberikan orangtua kepada siswa yang meliputi dukungan instrumen dan dukungan emosional. Kesejahteraan psikologis adalah penilaian seseorang terhadap keadaan diri yangmeliputi enam komponen. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dan kesejahteraan psikologis siswa-siswi kelas X dan XI SMA Stella Maris Teluk Gong. Jenis penelitian adalah penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial orangtua dan kesejahteraan psikologis siswa-siswi SMAStellaMaris TelukGong dengan. Hal inimenunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial orangtua terhadap siswa,maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis siswa demikian pula sebaliknya. Saran kepada orangtua siswa-siswi SMAStella Maris Teluk Gong agar terus meningkatkan dukungan sosial kepada anak. Saran kepada para siswa SMA Stella Maris Teluk Gong agar meningkatkan hubungan emosional yang baik dengan orangtua dengan cara menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan orangtua.

Page 7 of 13 | Total Record : 129