cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Psiko-Edukasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN CLIENT-CENTERED PADA EMPAT REMAJA PUTRI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Veronica Maria
Psiko-Edukasi Vol 11, No 2 (2013): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelecehan seksual adalah suatu tindakan yang mengarah ke perbuatan seksual tidak diinginkan yang dilakukan baik secara verbal maupun non verbal yang berakibat merugikan orang lain atau korbannya.Konseling kelompok dengan pendekatan Client-Centered merupakan suatu upaya bantuan berfokus pada konseli yang dilakukan oleh konselor terhadap konseli dalam memecahkan masalah yang dialaminya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menangani dampak pelecehan seksual yang dialami oleh empat remaja putri korban pelecehan seksual melalui konseling kelompok dengan pendekatan Client-Centered.Subjek penelitian adalah ke empat remaja putri korban pelecehan seksual yang berusia 17 tahun.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dalam bimbingan konseling (PTBK).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi.Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan wawancara dan observasi menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan Client-Centered mampu menangani dampak pelecehan seksual ke empat remaja putri korban pelecehan seksual.Saran yang peneliti berikan kepada subjek adalah agar ke empat subjek dapat mengikuti konseling kelompok lanjutan atau konseling individual untuk kedepannya.Saran bagi guru BK dapat melakukan kegiatan konseling kelompok dan konseling individual sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru BK juga dapat membuat materi pencegahan pelecehan seksual sebagai langkah preventif pada program BK. Saran Pihak sekolah dapat merancang dan melakukan program sex education yang ditujukan kepada para siswa. Dan saran untuk orang tua dapat melakukan kerjasama dengan Guru BK untuk menangani permasalahan yang terjadi pada anaknya.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS KARYAWAN PT UTAMA BAKTI FARMASI Grace Zaratyka
Psiko-Edukasi Vol 15, No 2 (2017): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan psikologis karyawan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan, yang bertujuan agar dapat mencerminkan hasil evaluasi kinerja yang bertumbuh dan memiliki kepuasan karyawan dalam bekerja. Gaya kepemimpinan yang diterapkan menjadi salah satu faktor pendukung kesejahteraan psikologis pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis karyawan. Subjek penelitian adalah 43 orang karyawan PT Utama Bakti Farmasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis para karyawan PT Utama Bakti Farmasi.
Hubungan Antara Kemandirian dengan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas IV Sd Ivan Stevanus
Psiko-Edukasi Vol 10, No 1 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian  adalah  keadaan yang memungkinkan seseorang mengatur dan mengarahkan diri sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya yang meliputi aspek mengambil keputusan sendiri, menguasai hampir semua aktivitas fisik, bersosialisasi untuk unjuk peran, sadar akan tugas, mematuhi aturan dan dapat mengendalikan diri. Siswa kelas IV berada dalam usia sekolah dimana salah satu ciri-cirinya adalah usia berprestasi. Bentuk pencapaian prestasi dapat dilihat dengan perolehan hasil belajar yang maksimal. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada hasil belajar IPS kelas IV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD. Penelitian ini adalah penelitian korelasional.  Subyek penelitian ini adalah 110 siswa kelas IV dari SD Sariputra, SD Strada Nawar dan SD Strada Bhakti Nusa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian siswa kelas IV sebagian besar menunjukkan kategori tinggi sebesar 52% dari 110 siswa dan hasil belajar IPS menunjukkan sebagian besar kategori sedang sebesar 58% dari 110 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi guru dalam pembelajaran IPS melatih kemandirian siswa artinya bahwa siswa terlibat aktif dan mandiri dalam belajar IPS sehingga dengan siswa mandiri  maka siswa akan bertanggung jawab  dan sadar akan tugasnya dalam belajar sehingga diharapkan hasil belajar IPS siswa  dapat ditingkatkan.
Penanganan Kasus Seorang Remaja Putri Yang Mengalami Ketidakpuasan Citra Tubuh Melalui Model Analisis Transaksional Martha Khristia Trinanda
Psiko-Edukasi Vol 10, No 2 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis transaksional merupakan suatu model pendekatan dalam layanan konseling terhadap individu yang mempunyai filosofi dasar bahwa kepribadian terbentuk dari pesan yang diterima oleh individu saat berkomunikasi dengan significant others pada masa lampau. Citra tubuh merupakan suatu penilaian individu terhadap dirinya. Citra tubuh merupakan hal yang tidak bersifat mutlak, artinya setiap individu dapat menilai tubuhnya secara berbeda pada dimensi tertentu. Dilihat dari dimensi-dimensi tersebut, individu dapat merasakan kepuasan maupun ketidakpuasan terhadap tubuhnya. Ketidakpuasan citra tubuh merupakan bentuk ketidakpuasan individu terhadap tubuhnya dalam aspek kognitif, afeksi, persepsi, dan perilaku negatif. Remaja obesitas adalah individu berusia 11-19 tahun yang mempunyai indeks masa tubuh di atas 30. Dampak yang dihasilkan dari tubuh obesitas adalah dampak fisiologis yang mengakibatkan penyakit dan dampak psikologis di antaranya adalah rendahnya harga diri dan citra tubuh negatif. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus. Penelitian dilakukan di Komisi Remaja GKI Kebayoran Baru sejak April 2012-Agustus 2012. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk ketidakpuasan citra tubuh remaja putri obesitas dan mengetahui penerapan layanan konseling individual sebagai upaya penanganan ketidakpuasan citra tubuh. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Dalam mengecek kebenaran data peneliti melakukan triangulasi data yang didapat dari sumber lain yaitu adik dan ibu subjek. Hasil penelitian yang didapat adalah ketidakpuasan citra tubuh pada subjek bersumber dari pemikiran bahwa tubuh obesitas merupakan bentuk tubuh yang tidak ideal, menimbulkan kecemasan subjek untuk dapat diterima oleh orang lain di sekitar, serta menghasilkan perilaku menghindari timbangan berat badan sebagai mekanisasi perlawanan individu dalam menghindari hal yang mengingatkan individu terhadap bentuk tubuhnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model analisis transaksional dapat diterapkan sebagai upaya penanganan ketidakpuasan citra tubuh pada remaja putri obesitas.
Penggunaan Media Pembelajaran Diagram Pada Topik Perkalian Pecahan Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V B SDK Ricci 1 Jakarta Yanih Maryani
Psiko-Edukasi Vol 11, No 2 (2013): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran diagram pada topik perkalian pecahan dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V B SDK Ricci 1 Jakarta dalam pembelajaran menggunakan media diagram. Subyek dalam penelitian ini adalah peneliti dan 32 siswa kelas V B serta dibantu oleh observer. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa data kualitatif yaitu hasil observasi dan LKS yang dideskripsikan, serta teknik analisis hasil belajar diperoleh dari hasil pre-test dan post-test yang kemudian dicari nilai rata-ratanya dibandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil yang dicapai siswa, menunjukkan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran diagram pada topik perkalian pecahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V B SDK Ricci 1 Jakarta.
Kemampuan Berbahasa Reseptif Tiga Anak Tunarungu Taman Kanak-Kanak Kelas 1 dengan Metode Maternal Reflektif di SLB/B Pangudi Luhur Jakarta Barat Pardi Pardi
Psiko-Edukasi Vol 11, No 1 (2013): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbahasa reseptif tiga anak tunarungu Taman Kanak-Kanak kelas 1 dengan penerapan Metode Maternal Reflektif di  SLB/B Pangudi Luhur, Jakarta Barat. Subjek penelitian sebanyak tiga anak tunarungu yang mendapat program penempatan di Taman Kanak-kanak kelas 1 di SLB/B Pangudi Luhur, Jakarta Barat. Waktu pelaksanaan penelitian selama enam bulan, dimulai dari bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Juli 2012 dilakukan di SLB/B Pangudi Luhur Jl. Pesanggarahan 125 Kembangan Jakarta Barat. Variabel penelitian adalah kemampuan  bahasa reseptif. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah metode diskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan penerapan MMR yang dilakukan oleh guru kelas dan peneliti.Hasil penelitian kemampuan berbahasa reseptif  tiga  anak tunarungu taman kanak-kanak  kelas 1 dengan  metode maternal reflektif yaitu: (1) Y mampu berbahasa reseptif karena ada bimbingan yang intensif dari pihak sekolah dan orangtua. (2) Kemampuan berbahasa reseptif,  N menurun karena kurang mendapat bimbingan dari orangtua. (3) Kemampuan  berbahasa reseptif R meningkat, karena orangtua memberi drill ketika akan tes/ulangan. (4) Ketiga anak tunarungu Taman Kanak-kanak kelas 1 mampu berbahasa reseptif lisan dengan ujaran yang perlahan-lahan, bahasa yang sederhana, dan menyertakan gesture. (5) Ydan R mampu berbahasa reseptif tulis. (6) N kurang mampu berbahasa reseptif, karena penempatan huruf masih terbolak-balik.Saran yang dapat disampaikan kepada pemerhati anak tunarungu, hendaknya mempelajari dan mengaplikasikan MMR untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak tunarungu. Bagi Pimpinan Sekolah untuk melaksanakan program penempatan perlu meneliti perkembangan dari berbagai aspek yaitu aspek  mental, sosial, emosional, kesiapan belajar, pendampingan orangtua, dan kemampuan berbahasa anak. Pihak Sekolah hendaknya terus menerus menerapkan MMR secara konsekuen. Guru hendaknya menggunakan cara-cara yang inovatif untuk mengaplikasikan Metode Maternal Reflektif, supaya pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan berdaya pikat. Bagi mahasiswa BK-FKIP Atma Jaya, hendaknya mempelajari MMR untuk memperkaya wacana dan sumber informasi untuk  memberikan layanan konseling bagi anak tunarungu.
Motivasi Berprestasi Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Unika Atma Jaya Dominikus David Biondi Situmorang
Psiko-Edukasi Vol 12, No 1 (2014): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi berprestasi adalah usaha yang dilakukan oleh individu untuk mencapai prestasi atau suatu ukuran keunggulan tertentu. Tujuan penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya adalah untuk mengetahui tingkat motivasi berprestasi. Metode pengumpulan data menggunakan skala penilaian yang digunakan untuk mengukur motivasi berprestasi. Instrumen motivasi berprestasi terdiri dari 54 pernyataan yang dinyatakan valid dengan reliabilitas instrumen sebesar 0,947. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa untuk meningkatkan motivasi berprestasi selama studi dan kepada Ketua Program Studi BK diharapkan dapat memberikan pembinaan untuk meningkatkan motivasi berprestasi mahasiswa sebagai calon guru BK dan konselor.
Dampak Psikologis Pengalaman Kekerasan Pada Dua Wanita dan Rencana Tindak Lanjut Konseling Individual Dengan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy(CBT) Regina Claudia
Psiko-Edukasi Vol 12, No 2 (2014): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu kepada individu lain yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar. Dampak psikologis pengalaman kekerasan pada wanita pada umumnya ditunjukkan dengan tindakan memandang diri sendiri negatif, banyakmenyalahkan diri sendiri, dan perasaan negatif yangmuncul.Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui dampak psikologis akibat kekerasan dan rencana penangananmelalui konseling individual dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatifdengan metode studi kasus.Teknik pengumpulan datamenggunakanwawancaramendalam, pemberian daftar cek, dan observasi yang dilakukan saat wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dampak yang dialami oleh kedua subjek berupa dampak psikologis atau dampak afektif dan dampak lainnya, antara lain: mengingat kejadian secara sadar atau tidak sadar, menghindar dari segala sesuatu yang berkaitan dengan kekerasan, berteriak, tidak percaya dengan orang lain, dirinya tidak pantas dengan lelaki, penilaian negatif kepada pria, memendam dan mengurung segala permasalahan dalam dirinya sendiri,menyalahkan diri sendiri, danmenjauhi oranglain.Hasil penelitian ini menjadi dasar untuk rencana tindak lanjut penanganan kasus tersebut denganCognitive Behavioral Therapyteknikdialog Socrates.
Hubungan Persepsi Terhadap Iklim Organisasi dengan Motif Berprestasi Karyawan PT. Best Energy System Robin Robin
Psiko-Edukasi Vol 13, No 1 (2015): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motif berprestasi adalah dorongan individu untukmencapai prestasi atau keunggulan tertentu, yang diketahui melalui beberapa aspek yaitumenyukai tugas dengan tingkat kesulitan mudah atau menengah, suka menerima umpan balik, tekun dalam mengerjakan, berorientasi ke depan, dan memiliki tanggung jawab yang tinggi. Persepsi terhadap iklim organisasi adalah kesan, pendapat, dan tanggapan, individu terhadap suasana dalamtempat kerja yang dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu kualitas kepemimpinan, kejelasan tujuan organisasi, keadilan kompensasi, tanggung jawab dan kepercayaan, partisipasi, dan komunikasi. Jenis penelitian adalah penelirian korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan skala penilaian. Reliabilitas instrumen skala penilaian persepsi terhadap iklim organisasi sebesar 0.954 dan instrumen motif berprestasi sebesar 0,952. Jumlah sampel sebanyak 33 karyawan PT Best Energy System. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara persepsi terhadap iklimorganisasi dengan motif berprestasi karyawan PT. Best Energy System.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA ANGKATAN 2014 DAN 2015 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS PENDIDIKAN DAN BAHASA UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA Moses Rofinus Keo
Psiko-Edukasi Vol 13, No 2 (2015): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan psikologis adalah penilaian individu mengenai kemampuan dalam menerima diri, membina hubungan yang positif dengan orang lain, otonomi diri, penguasaan lingkungan, menentukan tujuan hidup, dan mengembangkan diri.Penelitan untuk mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 dan 2015. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Pendidikan dan Bahasa  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya angkatan 2014 dan 2015 yang berjumlah 45 orang. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 dan 2015 tergolong dalam klasifikasi sangat sejahtera dengan persentase sebesar 22,22%, klasifikasi sejahtera dengan persentase sebesar 60%, dan klasifikasi cukup sejahtera dengan persentase 18%. Tidak ada mahasiswa yang tergolong dalam klasifikasi kurang sejahtera dan klasifikasi sangat kurang sejahtera. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 dan 2015 tergolong sejahtera secara psikologis.

Page 5 of 13 | Total Record : 129