cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Psiko-Edukasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
PENERIMAAN DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BUKIT SION JAKARTA BARAT Eunike Christina Pratisya
Psiko-Edukasi Vol 13, No 2 (2015): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri adalah penilaian positif individu terhadap diri sendiri yang terkait mengenal dan menerima kelebihan dan kelemahan yang ada dalam dirinya, serta memiliki keyakinan, tanggung jawab, dan kepuasan dalam dirinya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah melihat penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Pertama Bukit Sion Jakarta Barat tahun pelajaran 2015-2016. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan skala penilaian yang digunakan untuk mengukur variabel penerimaan diri. Analisis data menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS (Statistical package for social science) versi 17,00. Hasil uji coba instrumen penerimaan diri terdiri dari 63 pernyataan yang valid. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa Sekolah Menengah Pertama Bukit Sion Jakarta Barat tahun pelajaran 2015-2016 termasuk dalam klasifikasi penerimaan diri cukup positif sebesar 54,19%. Komponen pada variabel penerimaan diri yang memiliki skor tertinggi adalah komponen individu memiliki keyakinan, tanggung jawab, dan kepuasan dalam dirinya dan skor terendah pada komponen individu mampu mengenal kelebihan dan kelemahan yang ada dalam dirinya.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN DETERMINASI DIRI SISWA KELAS X SMA CHARITAS Stefani Aprilia Bulu Geon
Psiko-Edukasi Vol 13, No 2 (2015): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determinasi diri adalah kemampuan individu untuk memiliki kontrol diri dalam memfasilitasi dirinya mencapai tujuan hidup pribadi dengan menerima kekuatan dan keterbatasan diri yang didasarkan pada tiga kebutuhan psikologis bawaan yaitu kebutuhan akan kompetensi, otonomi, dan keterikatan. Efikasi diri adalah keyakinan akan kemampuan diri dalam menyelesaikan sebuah tugas yang meliputi dimensi kesukaran, generalisasi dan kekuatan dalam penyelesaiannya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan  determinasi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Charitas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen skala penilaian. Hasil analisis korelasi antara efikasi diri dengan determinasi diri menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara efikasi diri dengan determinasi diri. Artinya semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula determinasi diri siswa, dan begitu pula sebaliknya.Saran dari penelitian ini ditujukan kepada guru BK dan kepala sekolah. Guru BK diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri dan determinasi diri siswa. Misalnya melalui program konseling individual, refleksi harian tentang kegiatan belajar, jurnal harian, dan dinamika kelompok. Kepala sekolah dapat mengadakan seminar tentang hubungan antara efikasi dengan determinasi diri dengan melibatkan siswa, orangtua, dan alumni SMA Charitas yang sukses.
DAMPAK MODEL KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY (REBT) PADA KASUS KESULITAN MENGONTROL DIRI DUA REMAJA PUTERI PANTI ASUHAN DORKAS JAKARTA PUSAT Eirene Rosiana Christanty
Psiko-Edukasi Vol 15, No 2 (2017): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan mengontrol diri adalah ketidakmampuan individu dalam mengontrol perilaku, kognitif, dan pengambilan keputusan yang sesuai dengan norma lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan model Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT). Model konseling REBT adalah model yang digunakan dalam proses konseling individual dengan menggunakan teknik dispute cognitive, dispute imageriy atau perasaan, reinforcement, dan activity homework. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua siswa yang tinggal di Panti Asuhan Dorkas. Hasil dari penelitian ini adalah model konseling individual REBT membantu YE dan JE untuk mengubah pola pikir irasional menjadi rasional.
Penerapan Pendekatan Pakem Untuk Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa Pgsd Pada Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Francine Francine
Psiko-Edukasi Vol 10, No 1 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi mahasiswa untuk belajar. Oleh karena itu saat dosen melaksanakan pembelajaran dibutuhkan proses pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa. Salah satu cara dengan menggunakan pendekatan PAKEM. Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan PAKEM dapat membuat mahasiswa lebih berani dan mampu mengungkapkan ide dengan memberikan argumen yang rasional terhadap topik yang sedang dibahas. Selain itu, mahasiswa mampu mengajukan pertanyaan yang bersifat kritis, mulai mampu mengungkapkan pendapat dan pernyataan serta saling menanggapi dan memberi komentar terhadap pendapat dan pernyataan dari dosen atau teman-temannya sehingga mahasiswa tidak lagi hanya sebagai pendengar tetapi terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan PAKEM dalam meningkatkan keaktifan mahasiswa di kelas. Subyek penelitian adalah 45 mahasiswa PGSD Unika Atma Jaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa di kelas. Suasana yang tercipta lebih menarik sehingga mahasiswa tidak mudah cepat bosan, dapat membangkitkan minat dan penguasaan mahasiswa terhadap materi kuliah serta membangkitkan minat untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan terlibatnya mahasiswa dalam pembelajaran
Layanan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Adlerian Sebagai Upaya Meningkatkan Motif Belajar Siswa Kelas III Sd Hati Suci Jakarta Lidwina Hesty Susiaty
Psiko-Edukasi Vol 10, No 2 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motif belajar adalah dorongan seseorang untuk melakukan suatu usaha dalam upaya menggali pengetahuan dan ilmu pengetahuan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan penelitian pada siswa kelas III SD Hati Suci Jakarta adalah untuk meningkatkan motif belajar siswa kelas III SD Hati Suci Jakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan yaitu salah satu starategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Model penelitian tindakan yang digunakan adalah model Kurt Lewin yang terdiri dari proses, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif belajar siswa kelas III dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian
Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Siswa Kelas V SDN Inti Tondo Palu Timur Najamuddin Laganing
Psiko-Edukasi Vol 11, No 2 (2013): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualiatas pembelajaran IPA pada siswa SDN Inti Tondo Palu dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas V dengan jumlah siswa 41 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, materi untuk siklus I yaitu pesawat sederhana, dan untuk siklus II yaitu sifat-sifat cahaya. Hasil penelitian pada siklus I didapatkan ketuntasan klasikal sebesar 78,04% dan nilai rata-rata 75,8, aktivitas guru berada pada kategori baik yaitu dengan rata-rata persentase aktivitas guru 90,6% dan aktivitas siswa berada pada kategori cukup yaitu dengan rata-rata persentase aktivitas siswa 81.25%. Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal sebesar 90,24% dan nilai rata-rata 76,43, aktivitas guru berada pada kategori sangat baik yaitu dengan rata-rata persentase aktivitas guru 96,35% dan aktivitas siswa berada pada kategori baik yaitu dengan rata-rata persentase aktivitas siswa 93,76%. Berdasarkan indikator penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Inti Tondo Palu.
Pengaruh Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah Model Polya Terhadap Aktivitas dan Prestasi Belajar Matematika di SDN Margorejo Tempel, Sleman Yogyakarta Indri Anugeraheni
Psiko-Edukasi Vol 11, No 1 (2013): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah model Polya terhadap aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa SD pada tema pokok keliling dan luas jajargenjang dan segitiga.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan dua variabel terikatnya adalah aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa SD dan variabel bebasnya adalah pendekatan pemecahan masalah model Polya dan pendekatan konvensional. Desain penelitiannya yaitu desain kelompok kontrol nonekuivalen. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Margorejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta. Subjek Penelitian sebanyak 71 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian dengan skor pre-test sebagai kovariat dengan taraf signifikansi 5 % (α = 0,05).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah model Polya berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa SD. Analisis aktivitas siswa menunjukkan bahwa aktivitas yang dilakukan siswa pada kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan aktivitas yang dilakukan pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan pendekatan pemecahan masalah model Polya sedangkan kelompok kontrol menggunakan pendekatan konvensional. Aktivitas yang dilakukan oleh kelompok eksperimen yaitu kegiatan memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah, membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah model Polya  membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran matematika dan prestasi belajar juga lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Hubungan Antara Kedekatan Emosional Siswa Pada Orangtua dan Keberadaan Psikologis Siswa Maria Claudia Wahyu Trihastuti
Psiko-Edukasi Vol 12, No 1 (2014): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedekatan emosional pada orangtua adalah derajat perasaan aman yang dipersepsi siswa dalam berinteraksi dengan orangtua. Keberadaan psikologis siswa adalah tingkat kepuasan siswa mengenai pengalaman hidup, antara lain berkaitan dengan rasa optimis, rasa mampu mengontrol kehidupan dan penentuan nasib sendiri, penguasaan lingkungan dan kemanjuran diri (self efficacy), serta pertumbuhan dan kegiatan bermakna (growth dan meaningful pursuits). Penelitian ini merupakan survei denganmenggunakan skala penilaian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen dismissing attachment style dan komponen secure attachment style adalah dua gaya kedekatan emosional pada orangtua yang banyak dialami oleh siswa. Pada variabel keberadaan psikologis, sebagian besar siswa memiliki tingkat keberadaan psikologis pada klasifikasi sedang. Komponen yang banyak dialami siswa pada penelitian ini adalah komponen optimis dan komponen self efficacy. Hasil analisis korelatifmenunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara gaya fearful/avoidance attachment style dan keberadaan psikologis; korelasi negatif antara preoccupied attachment style dan keberadaan psikologis; dan korelasi negatif antara komponen dismissing attachment style dan keberadaan psikologis. Hubungan antara komponen secure attachment dan keberadaan psikologismenunjukkan hasil yang tidak signifikan.
HUBUNGAN ANTARA SELF- EFFICACY DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XII JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN (AP) SMK ISLAM WIJAYA KUSUMA LENTENG AGUNG Ambros Suba
Psiko-Edukasi Vol 16, No 1 (2018): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian belajar adalah kemampuan merencanakan kegiatan belajar dengan berinisiatif memacu diri untuk belajar secara terus menerus, dan bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Self-efficacy adalah keyakinan siswa mengenai kemampuannya dalam menyelesaikan tugas berdasarkan variasi tingkat kesulitan, variasi jenis tugas atau aktivitas dan variasi usaha atau ketekunan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan kemandirian belajar. Subjek penelitian adalah siswa XII Administrasi Perkantoran (AP) 3 SMK Wijaya Kusuma Lenteng Agung. Pengumpulan data penelitian digunakan skala penilaian untuk mengukur variabel self-efficacy dan kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel self-efficacy dan variabel kemandirian belajar pada kelompok subjek penelitian ini sebesar 0,720. Guru Bimbingan dan Konseling diharapkan dapat memberikan bimbingan kelompok dan juga bimbingan individual kepada siswa. Dalam bimbingan tersebut yang harus dilakukan guru Bimbingan dan Konseling adalah mengarahkan siswa untuk melakukan pola pembelajaran yang baik dan memberikan pendampingan terkait perencanaan belajar untuk meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
KONDISI RESILIENSI MAHASISWA AKTIF PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS PENDIDIKAN DAN BAHASA UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA Veni Alvionita Tarigan
Psiko-Edukasi Vol 16, No 1 (2018): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu yang memiliki regulasi emosi, kontrol impuls, optimis, analisis kausal, empati, efikasi diri, mengambil hikmah untuk beradaptasi terhadap perubahan dan tekanan yang dihadapi sehingga mampu menghasilkan nilai positif untuk terus mengembangkan dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi resiliensi mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 138 mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan Konseling Unika Atma Jaya. instrumen pengumpulan data menggunakan skala penilaian yang digunakan untuk mengukur variabel resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (66%) mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Pendidikan dan Bahasa termasuk dalam klasifikasi resiliensi tinggi.

Page 8 of 13 | Total Record : 129