cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perkotaan
ISSN : 19789416     EISSN : 26151812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Perkotaan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel orisinal atas hasil penelitian atau kajian kritis mengenai suatu tema perkotaan yang disoroti dari beberapa sudut keilmuan. Jurnal Perkotaan terbit sejak Juni 2007 dengan satu tema untuk setiap terbitan. Terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Petunjuk penulisan artikel tertera di bagian belakang jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
Pengaruh Kualitas Layanan Transportasi Umum Terhadap Kepuasan Penumpang di Kota Sorong Hilmi Hilmansyah; La Ibal; Risman
Jurnal Perkotaan Vol. 18 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v18i1.7784

Abstract

Transportasi merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perkotaan. Kota Sorong sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan jasa di Papua Barat Daya memiliki kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, sehingga kualitas layanan transportasi umum, khususnya taksi kuning, menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas layanan transportasi umum (taksi) terhadap kepuasan penumpang di Kota Sorong. Metode yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA), Service Quality (SERVQUAL), dan Analisis Regresi Linier Berganda dengan lima dimensi kualitas layanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan penumpang, baik secara simultan maupun parsial. Dimensi responsiveness menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan penumpang. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,683 menunjukkan bahwa 68,3% variasi kepuasan penumpang dapat dijelaskan oleh kualitas layanan yang diberikan. Meskipun demikian, tingkat kesesuaian layanan sebesar 77% dan nilai GAP yang masih negatif pada seluruh atribut menunjukkan bahwa kinerja layanan belum sepenuhnya memenuhi harapan penumpang. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kualitas layanan taksi di Kota Sorong, terutama pada aspek aksesibilitas layanan, keandalan operasional, waktu tunggu, kenyamanan perjalanan, keselamatan, serta responsivitas pengemudi dan penyedia layanan guna meningkatkan kepuasan penumpang secara berkelanjutan.
Quantifying Urban Street Transformation: Integrating Informal Economic Activity Intensity (IIAEI) and Spatial Occupation Ratio (SOR) in Medan City I Gede Wyana Lokantara; Rafika Hilmi Nasution; Lia Lisyati
Jurnal Perkotaan Vol. 18 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v18i1.7911

Abstract

Informal economic activities significantly influence the spatial and functional transformation of urban street corridors; however, their quantitative impact has not been examined in depth. This study analyzes the restructuring of street space by informal activities by integrating spatial pattern analysis (linear, spot, and mixed) with two quantitative indicators: the Informal Economic Activity Intensity Index (IIAEI) and the Spatial Occupation Ratio (SOR). Empirical data from three urban corridors in Medan City demonstrate that street space transformation occurs systematically through the interaction between activity intensity and spatial distribution. The findings indicate a non-linear relationship between activity intensity and spatial occupation, with SOR reaching up to 100 percent in several corridor segments. Concentrated activities result in high spatial pressure even at lower intensity levels, whereas dispersed activities lead to lower pressure despite higher activity counts. This interaction yields three distinct corridor typologies: high-pressure corridors, concentration-based hotspots, and transitional corridors. This study introduces a novel quantitative framework that operationalizes the relationship between informal economic activities and street space transformation by integrating IIAEI and SOR, enabling a measurable and comparative assessment of spatial pressure. The integration of IIAEI and SOR enables an objective, comparative assessment of spatial pressure. The results underscore the need to transition from control-oriented policies to integrative, data-driven approaches, thereby positioning urban street space as an adaptive and inclusive socio-economic environment.
Manifestasi Prinsip Kota Kompak pada Kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta Susanti Widiastuti; Meyriana Kesuma; Judah Yosia Wanjoyo
Jurnal Perkotaan Vol. 18 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v18i1.8068

Abstract

Pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development atau TOD) merupakan strategi perencanaan perkotaan yang bertujuan terwujudnya kota yang berkelanjutan, efisien, dan kompak melalui integrasi antara sistem transportasi publik serta pemanfaatan ruang. Kawasan TOD Dukuh Atas di Jakarta menjadi salah satu contoh implementasi TOD berskala metropolitan yang direncanakan sebagai simpul integrasi berbagai moda transportasi sekaligus pusat aktivitas perkotaan dengan intensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi prinsip kota kompak pada kawasan TOD Dukuh Atas melalui identifikasi karakter kawasan berdasarkan empat aspek utama perencanaan kawasan transit, yaitu intensifikasi, pengembangan fungsi campuran, aksesibilitas transit, dan konektivitas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan analisis spasial, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan telaah regulasi tata ruang yang berlaku. Temuan studi menunjukkan bahwa TOD Dukuh Atas telah merepresentasikan prinsip kota kompak secara kuat pada aspek aksesibilitas transit dan intensifikasi kawasan. Namun, manifestasi prinsip kota kompak belum sepenuhnya merata karena campuran fungsi masih didominasi aktivitas komersial, sementara kualitas konektivitas dan aksesibilitas pejalan kaki belum tersebar secara konsisten pada seluruh segmen kawasan. Regulasi tata ruang berperan penting sebagai instrumen normatif untuk mengarahkan aspek tersebut, namun implementasi di lapangan masih belum sepenuhnya dapat diwujudkan.

Page 10 of 10 | Total Record : 93