Articles
81 Documents
Utilization of Organic Waste into Environmentally Friendly Household Cleaning Agents: Eco-Enzyme
Rapita Purba;
Gabriel Sontaria Manalu;
Siti Patimah;
Hilfi Pardi
Jurnal Perkotaan Vol. 16 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v16i1.5604
Waste is one of the major problems in terms of preserving the natural environment for humans. When waste is produced in large quantities, improper management will endanger human health and the environment. Making Eco-Enzyme (EE) products from waste, especially organic waste from homes, is one possible answer. Since Eco-Enzyme is made by fermenting organic waste using brown sugar as a substrate, it can be produced on a small scale. The aim of this project is to find out the advantages of producing Eco-Enzyme products from household organic waste, especially fruit and vegetable waste. This experiment uses the method of literature review and simple experimentation. The result of this experiment is an Eco-Enzyme product that is used as a disinfectant, a mixture of floor cleaning detergents, a pesticide residue cleaner, a descaler and a decrease in car radiator temperature, a hand-sanitizer (hand sanitizer) and also a skin wound medicine.
Identifikasi Karakteristik Bakteri pada Bus Umum di Daerah Jakarta Utara
Deka Prismawan;
Michael;
Nicky Nathanael;
Vivian;
Daru Seto Bagus Anugrah
Jurnal Perkotaan Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v15i2.5620
Jakarta merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang padat penduduknya sehingga sering terjadi kemacetan lalu lintas. Kondisi ini mendorong penduduk Jakarta untuk menggunakan transportasi umum sebagai sarana bepergian. Namun, padatnya aktivitas dan jadwal operasi transportasi umum menyebabkan pembersihan transportasi umum tidak dapat terlaksana setiap saat. Hal ini dapat menyebabkan tumbuhnya berbagai mikroorganisme, terutama bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik mikroorganisme yang terdapat pada salah satu transportasi umum di Jakarta sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna dalam menggunakan transportasi umum. Hasil penelitian ini juga dilakukan untuk melihat sebaran mikroba berbahaya yang kemungkinan tersebar di transportasi umum perkotaan. Sampel diambil dari salah satu transportasi umum di daerah Jakarta Utara. Sampel akan ditumbuhkan dalam media nutrient agar sehingga dapat diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, serta pewarnaan gram. Tingkat resistensi bakteri diamati dengan menumbuhkan bakteri dalam medium agar antibiotik. Berdasarkan hasil identifikasi dan pewarnaan gram, ditemukan bahwa bakteri pada transportasi umum di daerah Jakarta Utara didominasi oleh bakteri gram negatif. Profil persebaran bakteri di daerah Jakarta Utara masih tergolong aman bagi kesehatan, tetapi bakteri tetap dapat menginfeksi tubuh manusia, khususnya pada saluran pernafasan sehingga masyarakat pengguna transportasi umum harus selalu meningkatkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Penurunan Kualitas Air Reverse Osmosis Selama Penyimpanan Ditinjau dari Kontaminasi Bakteri
Daru Seto Bagus Anugrah;
Deka Prismawan;
Michael;
Caitlin Leticia Apin;
Alicia Angela Tanoso
Jurnal Perkotaan Vol. 14 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v14i2.5623
Teknologi Reverse Osmosis merupakan salah satu metode untuk mengolah dan memurnikan air agar dapat dikonsumsi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebersihan air merupakan cara penyimpanannya. Oleh karena itu, akan dilakukan evaluasi salah satu sumber air RO di daerah Jakarta Utara untuk menilai pertumbuhan bakteri dari sumber air tersebut dalam jangka waktu tertentu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memastikan apakah air RO aman dikonsumsi jika disimpan dalam jangka panjang. Sampel air dibagi menjadi 3 kelompok. Sampel 1 diambil dengan cara steril dan disimpan dalam wadah steril. Sampel 2 ditampung dalam botol lalu dituang ke gelas. Sampel 3 langsung ditampung dalam botol. Profil bakteri dari air RO akan diuji dengan teknik pour plate menggunakan media Nutrient Agar dan pengamatan akan dilakukan pada hari ke-0, 7, dan 11. Untuk sampel 1 tidak ditemukan adanya pertumbuhan bakteri pada hari ke-0, namun terdapat pertumbuhan bakteri pada hari ke-7 dan 11. Untuk sampel 2 dan 3, ditemukan adanya pertumbuhan bakteri mulai dari hari ke-0 sampai 11. Jika sampel 3 dan sampel 2 dibandingkan, dapat diamati bahwa jumlah bakteri pada sampel 3 lebih sedikit dibandingkan sampel 2. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, dapat dilihat bahwa cara penyimpanan sampel dapat mempengaruhi jumlah bakteri. Untuk sampel 3, air langsung disimpan dalam botol saja sedangkan untuk sampel 2, air masih dituang lagi dari botol ke dalam gelas sehingga kemungkinan terjadi kontaminasi silang lebih besar. Lalu, dapat diamati juga bahwa jumlah bakteri yang tumbuh akan semakin banyak seiring berjalannya waktu. Ini dapat terjadi karena wadah sering dibuka tutup sehingga dapat terjadi kontaminasi bakteri dari lingkungan sekitar yang lebih banyak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa air RO tidak bisa digunakan untuk penyimpanan jangka panjang karena terjadi peningkatan pertumbuhan bakteri sehingga menjadi tidak aman untuk diminum.
Pengaruh Good Cooperate Governance, Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Perusahaan dengan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi sebagai Variabel Moderasi
David Coelho;
Nenik Mey Yetty;
Adelina De Oliveira Da Silva;
Caetano Da Costa;
Olinda Da Conceicão;
Anastasia Sri Endang Purwatiningsih
Jurnal Perkotaan Vol. 15 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v15i1.5624
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh good Coorporate Governance, Kualistas Informasi dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Perusahan dengan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi sebagai variabel moderasi, apakah memperkuat atau memperlemah hubugan antara variabel depedent dengan variabel independent pada perusahan Cooperativa Café Timor (CCT-TL). Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah Kuatitatif, Populasi dalam penelitiaan ini adalah seluruh pegawai CCT-TL yang termasuk juga pada kantor cabang yaitu sebesar 570,dan sampel yang digunakan adalah 100 dengan pembulatan.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu dengan menggunakan Skal Likert dengan menyebarkan angket terhadap pegawai CCT-TL.Metode Statistik yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS) dan dari hasil penggelolah data mentah yang didapat dari jawaban responden dalam hal ini adalah Pegawai CCT-TL maka dapat disimpulkan bahwa Variabel Good Cooperate Governance tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Perusahaan maupun Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntnasi, Variabel Kualitas Informasi mempuyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Perusahaan dan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntnasi, sedangkan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi juga memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Perusahaan dan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi dan variabel yang terakhir sesuai dengan hasil penggelolah data yang menggunakan PLS menunjukan bahwa variabel Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh langsung secara signifikan terhadap variabel Kinerja Perusahaan.
Identifying the Effect of Harm on Competition in Price Parity Agreements
Sih Yuliana Wahyuningtyas
Jurnal Perkotaan Vol. 14 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v14i2.5669
The paper aims to examine the harmful elements of price parity agreements by expounding showcases from Indonesia and Germany and discussing whether the rule of reason is the best approach to prohibit price parity agreements. The research is based on a normative legal study using legal comparison (Indonesia, Germany, and the European Union); the data is collected employing library research. The harmful elements of price parity agreements lie in limiting the freedom of suppliers to set prices and creating entry barriers for new players. The rule of reason approach to defining illegality is based on assessing the harmful effects of conduct, which implies that the respective conduct as such (per se) is not prohibited and becomes prohibited only when the second part of the clause is met. Further, although an effect assessment is required, the approach does not require an actual effect. A potential effect is sufficient for the prohibition. The originality of the paper is found in three aspects: first, the analysis of legal theories and regulations by challenging them with a different approach from the current approach for competition law assessment; second, drawing conceptual solutions to deal with the current problems; and third, providing scientific arguments to underpin the use of the application approach.
Legal Issues of Online Reputation Portability in the Digital Economy
Sih Yuliana Wahyuningtyas
Jurnal Perkotaan Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v15i2.5670
Reputation influences the level of trust and expectation of others either in social or business interactions. It becomes more important in the digital society, where interactions are often faceless and intangible. However, online reputation systems are usually built within a certain environment, thus locally, and cannot be used beyond that particular environment. A question arises whether such a local online reputation system could lead to lock-in problems that adversely affect competition. This paper begins the analysis by examining the legal aspects of user review as a set of information provided by a reviewer and the reputation as information about the reviewee provided to (other) users. To analyze the legal aspects of online reputation portability, the paper discusses three key issues: first, the legal status of user reviews and addresses the issues of online reputation portability, as recognized under the new Indonesian Data Protection Act, Law No. 27 of 2022, in comparison to the EU General Data Protection Regulation (GDPR), Regulation (EU) 2016/679. Second, it explores whether the limitation of the use of online reputation leads to lock-in problems that might justify the intervention of competition law. Third, it examines online reputation as a reviewee’s asset and the impact of its limitation of use to competition in the viewpoint of Indonesian competition law under Law No. 5 of 1999 compared to EU competition law under Article 102 TFEU.
Persepsi Masyarakat Terhadap Singkong yang Dimasak dengan Biogas Lebih Tinggi Dibandingkan dengan LPG Melalui Evaluasi Sensori: Studi Kasus di Subang, Jawa Barat
Jovita Aurelia;
Daru Seto Bagus Anugrah;
Enny Widawati
Jurnal Perkotaan Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v15i2.5671
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh memasak dengan kompor biogas terhadap kualitas sensori singkong kukus dan rebus di Desa Ponggang, Subang, Jawa Barat. Indonesia merupakan produsen singkong terbesar ketiga di dunia, dengan Jawa Barat menjadi salah satu daerah penghasil utama. Pemanfaatan biogas yang diperoleh dari kotoran sapi sebagai sumber energi terbarukan untuk kompor memasak dilaksanakan sebagai bagian dari proyek masyarakat di Desa Ponggang. Biogas terutama terdiri dari metana dan karbon dioksida, menawarkan alternatif berkelanjutan dibandingkan metode memasak tradisional yang menggunakan bahan bakar gas cair (LPG) dan kayu bakar. Hal ini secara signifikan mengurangi emisi polusi seperti unsur karbon, karbon organik, materi partikulat, dan karbon monoksida. Pada penelitian ini dilakukan uji sensori untuk mengevaluasi perbedaan kualitas singkong yang dimasak dengan biogas dan LPG. Uji duo-trio menunjukkan mayoritas panelis tidak dapat menentukan perbedaan nyata antara singkong yang dimasak dengan biogas atau LPG. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa singkong yang dimasak dengan biogas sebanding atau bahkan lebih disukai dibandingkan dengan singkong yang dimasak dengan LPG dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur. Hal ini menunjukkan bahwa kompor biogas merupakan alternatif yang layak untuk masyarakat perkotaan tanpa mengurangi kualitas sensoris dari makanan yang disiapkan.
Tren Gaya Hidup Staycation dan Workcation terhadap Perkembangan Industri Perhotelan dan Pariwisata di Wilayah Perkotaan
Yerik Afrianto Singgalen
Jurnal Perkotaan Vol. 16 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v16i1.5699
Penelitian ini mengeksplorasi dampak tren staycation dan workcation terhadap perkembangan industri perhotelan dan pariwisata di wilayah perkotaan. Peningkatan permintaan wisatawan lokal yang memilih staycation dan profesional yang memiliki gaya hidup workcation mendorong industri perhotelan untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Dengan menggunakan kerangka kerja Customer Review and Analysis Framework (CRAF), penelitian ini mengumpulkan, memproses, mengevaluasi, dan merancang sistem informasi untuk memahami preferensi tamu serta mengoptimalkan strategi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa tren staycation dan workcation tidak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pertumbuhan sektor pariwisata perkotaan. Implementasi CRAF membantu manajemen hotel untuk lebih responsif terhadap kebutuhan tamu, sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Study of the Position of the Court Decision as a requirement to fulfil the condition of "Important Event" as in the Recording of the Application for Gender Reassignment
Putri Purbasari;
Vanka Aurellia
Jurnal Perkotaan Vol. 16 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v16i1.5703
Gender change is the choice and right of every individual. In Indonesia, there are no specific regulations regarding gender change. However, the rules regarding gender changes are closely related to Article 56, paragraph (1) of the Civil Administration Law (UU Adminduk) and its explanation. Article 56, paragraph (1) of the Population Administration Law states that the Civil Registration Officer records other essential events at the resident's request after obtaining a court decision with permanent legal force. Transgender or transsexual individuals have the same rights as other members of society or different genders, both men and women. Indonesian law recognizes that every human being is a legal subject. Article 1, paragraph (1) of the Civil Code (KUH Perdata) states that enjoying civil rights does not depend on political rights. This article aims to show that the conditions set by the state do not determine a person's position as a legal subject. Humans are recognized as legal subjects from birth until death. However, in reality, transgender or transsexual groups often receive unfair treatment from society and even the government. There have been many cases where a transsexual who applied for a gender change after undergoing gender reassignment surgery was rejected. Gender change or gender reassignment surgery is every human's right and must be legally protected. Every person with sexual orientation and gender identity has the right to enjoy all their human rights. Everyone is born free and equal in rights and dignity. Everyone also has the right to recognition before the law, and those with different sexual orientations and gender identities must also receive total legal capacity and equal rights.
Transformasi Jakarta menjadi Daerah Khusus: Peta Kebijakan dalam Kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Kristianto Pustaha Halomoan
Jurnal Perkotaan Vol. 16 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/perkotaan.v16i1.5711
Relokasi Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara memberikan kesempatan untuk melakukan transformasi penataan Jakarta dari status DKI (Daerah Khusus Ibukota) menjadi DKJ (Daerah Khusus Jakarta), dengan pendekatan pembangunan perkotaan berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kajian ini terbatas pada Analisa terhadap kerangka hukum UU Nomor 2 Tahun 2024 yang dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam melihat peluang penataan Jakarta menjadi Kota Berkelanjutan berdasarkan kebijakan yang ada pada saat ini. Kajian ini juga membatas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada Tujuan 6 (Sanitasi dan Air Bersih), Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), Tujuan 10 (Penurunan Ketidakadilan), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan Tujuan 17 (Kemitraan), yang dikaitkan dengan Komitmen Jakarta untuk agenda Pembangunan Berkelanjutan. Kajian ini disusun berdasarkan metode penelitian normative yang focus pada peraturan perundang-udangan terkait status Jakarta dan program Pembangunan berkelanjutan Jakarta. Kajian ini mencoba memberikan rekomendasi kebijakan terkait perubahan status Jakarta dari Ibukota Negara menjadi Daerah Khusus sehubungan dengan pemenuhan tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya sebagai kota yang berkelanjutan.