cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perkotaan
ISSN : 19789416     EISSN : 26151812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Perkotaan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel orisinal atas hasil penelitian atau kajian kritis mengenai suatu tema perkotaan yang disoroti dari beberapa sudut keilmuan. Jurnal Perkotaan terbit sejak Juni 2007 dengan satu tema untuk setiap terbitan. Terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Petunjuk penulisan artikel tertera di bagian belakang jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Analisis Kinerja Angkutan Umum Penumpang dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) di Kota Dili, Timor Leste (Studi Kasus Trayek 09) Joao Guterres
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i1.6700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja angkutan umum penumpang dan biaya operasional kendaraan pada Trayek 09 di Kota Dili, baik pada hari kerja maupun hari libur. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder dari Direção Nacional de Transportes Terrestres (DNTT), serta data primer melalui survei dinamis (dalam kendaraan) dan statis (di ruas jalan). Evaluasi dilakukan menggunakan 11 indikator kinerja utama, seperti faktor muat, kecepatan perjalanan, headway, dan jumlah kendaraan operasional, dengan sistem pembobotan berdasarkan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil menunjukkan bahwa kinerja Trayek 09 tergolong baik, dengan headway rata-rata 3,2 menit dan kebutuhan kendaraan sebanyak 22 unit pada hari kerja serta 20 unit pada hari libur. Biaya operasional kendaraan sebesar $0,16691/km, sementara tarif pelajar $0,15/km dan tarif umum $0,25/km. Dengan tarif rata-rata $0,20/km, diperoleh margin keuntungan sekitar 19,8%. Temuan ini menunjukkan efisiensi operasional yang baik serta menjadi dasar untuk evaluasi kebijakan tarif dan optimalisasi jumlah armada. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah dalam perencanaan transportasi umum yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta sebagai masukan dalam penetapan kebijakan subsidi tarif dan pengelolaan armada untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di Kota Dili.
Hotels and Airbnb Accommodations in the Greater Yogyakarta Urban Region - Indonesia: Competition or Complementarity? Musthofa, Azis; Rijanta, R.
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.6822

Abstract

Tourism, as the backbone of the economy of Yogyakarta Municipality, is also the main source of demand for accommodation services. Under these circumstances, Airbnb penetrates the accommodation market in the Greater Yogyakarta Urban Region (GYUR). As a company using the principle of the sharing economy, it specialises in accommodation services. Airbnb has grown tremendously, as it acquired 1,164 accommodation partners in the GYUR in 2017. The hotel industry is probably among the most affected by the presence of Airbnb. The rise of the sharing economy platforms seems to create competition between hotels and Airbnb accommodations. This paper focuses on examining the competition between hotels and Airbnb accommodations in the GYUR both in spatial and temporal terms. This research was conducted based on secondary data analysis and field observations. Secondary data analysis was performed through mapping of the distribution of hotels and Airbnb accommodations to explore possible competition between the two. Field observations focus on describing the neighbourhood environments and the accessibility of both types of accommodations. The research shows that Airbnb accommodations are mainly concentrated in the densely populated areas in the urban centre and in tourism-associated areas. Hotels are located in the best part of the city and are situated in close proximity to the city centres, allied infrastructure, and facilities. The high demand for accommodation in the GYUR enables the locals to register their assets as Airbnb accommodation. This is also caused by the absence of regulations governing this home-sharing activity.
Partisipasi Masyarakat sebagai Mediator Aksesibilitas dan Infrastruktur TIK dalam Implementasi Smart Mobility di Jakarta Syahbowo, Andika Hegar; Aang Gunawan; Sandriana Marina
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7223

Abstract

Mobilitas cerdas (smart mobility) merupakan salah satu dimensi dalam pengembangan smart city, terutama di kota metropolitan seperti Jakarta. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kondisi urbanisasi cepat, dominasi kendaraan pribadi, stagnasi penggunaan transportasi umum, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh aksesibilitas dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi terhadap implementasi smart mobility, dengan partisipasi masyarakat sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis deskriptif dan pemodelan struktural berbasis Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi smart mobility. Kedua faktor tersebut juga meningkatkan partisipasi masyarakat, yang pada gilirannya terbukti berperan penting dalam keberhasilan implementasi smart mobility di Jakarta. Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi masyarakat bukan hanya mendukung hubungan antara aksesibilitas dan infrastruktur teknologi dengan smart mobility, tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan sistem mobilitas yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi digital, integrasi sistem transportasi, dan penguatan kolaborasi masyarakat untuk mewujudkan smart mobility yang inklusif di suatu kota besar.
Kepuasan Kerja dan Persepsi Terhadap Kualitas Layanan Karyawan: Penelitian pada Pengemudi Taksi di Jakarta Maria Grace; Ajisuksmo, Clara Rosa Pujiyogyanti
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7248

Abstract

Pelayanan yang baik kepada pelanggan mempunyai peranan yang signifikan dalam membentuk citra dan menentukan keberhasilan perusahaan. Pengemudi taksi merupakan ujung tombak industri taksi, dimana sikap sopan, ramah, nyaman dan aman dalam melayani pelanggan memengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kepuasan kerja pengemudi taksi berhubungan erat dengan persepsi mereka terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan. Apabila pengemudi taksi mempunyai kepuasan kerja yang tinggi, maka persepsi terhadap kualitas layanan yang mereka berikan kepada pelanggan juga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji perbedaan kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan berdasarkan usia dan lama kerja. Survey dilakukan terhadap 152 pengemudi taksi PT X yang terdaftar di pool taksi di Jakarta Selatan. Untuk mengukur kepuasan kerja digunakan Job Satisfaction Survey dan untuk mengukur persepsi layanan yang diberikan digunakan Employee Perceived Service Quality. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dan persepsi kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan.
Spatial Evaluation of Urban Zoning in Moncongloe, Mamminasata New City, Indonesia Jumain, Aslam; Syafri; Aksa, S. Kamran
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7253

Abstract

Urban zoning plays a crucial role in ensuring sustainable spatial development, especially in emerging planned cities. This study evaluates the spatial structure and regulatory compliance of land-use zoning in Moncongloe, a strategic development unit of the Mamminasata New City in South Sulawesi, Indonesia. Using a descriptive-evaluative spatial approach, the analysis examines the alignment of the Detailed Spatial Plan (RDTR) with national planning standards, particularly focusing on land-use distribution, urban green space provision, and zoning balance. Results show a significant mismatch between planned land-use and regulatory requirements, with green open space accounting for only 0.35% of the total area far below the 30% minimum threshold mandated by ATR/BPN Regulation No. 14/2022. Residential zones dominate over 61% of the planning area, while protected, agricultural, and public service zones remain underrepresented. The study recommends spatial reallocation strategies, formal recognition of agro-ecological zones such as minapadi, and GIS-based zoning audits to enhance compliance and ecological resilience. These findings highlight the need for more integrative, regulation-aligned urban planning in Indonesia’s new city developments.
Integrating Sustainability into Cosmetic Manufacturing and Consumption: Challenges and Innovations Rachmawati, Putriana; Susanto, Sharon; Christian, Yulius Evan
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7353

Abstract

The global cosmetic industry continues to grow rapidly, with revenues projected to exceed USD 800 billion by 2030. However, the use of synthetic ingredients, plastic packaging, and energy- and water-intensive production processes has led to environmental impacts. This study examines the environmental impacts of the cosmetic industry through four key aspects: cosmetic ingredients, packaging, manufacturing processes, and consumer behavior. A literature review of publications from 2000 to 2025 obtained from major scientific databases was used. The results show that ingredients such as parabens, triclosan, and 1,4-dioxane contribute to pollution and environmental toxicity, while plastic packaging remains the main source of MPF. Sustainable alternatives, such as sugarcane straw extract, olive oil, whey protein isolate, and PLA-, cellulose-, and chitosan-based packaging materials, show strong potential to reduce environmental impact. Meanwhile, the adoption of renewable energy, waterloo systems, and recycling technologies in factories improves efficiency and reduces carbon emissions. Changes in consumer behavior, particularly among Generation Z, who are highly concerned about sustainability, also encourage producers to act more socially and environmentally responsibly. This study emphasizes the importance of implementing sustainable cosmetic practices to maintain a balance between industrial growth and environmental preservation.  
Evaluasi Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Jalan Tunjungan sebagai Ruang Publik Ikonik Kota Surabaya Hamamy, Muhammad Hisyam Al; Siswanto, Henri
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7381

Abstract

Jalan Tunjungan menjadi salah satu ruang publik yang lokasinya strategis dan sarat akan nilai historis sehingga menjadi salah satu destinasi wisata saat berada di Kota Surabaya. Oleh karena itu, untuk mendukung fungsi Jalan Tunjungan sebagai ruang publik maka diperlukan ketersediaan fasilitas pejalan kaki yang memadai. Pada penelitian ini, dilakukan pembagian rute perjalanan menjadi 4 rute agar seluruh jalur pejalan kaki yang ada di Jalan Tunjungan dapat diidentifikasi kondisinya. Selanjutnya, pada setiap rute dievaluasi kondisinya menggunakan metode walkability index untuk mengetahui tingkat pelayanan dari fasilitas pejalan kaki yang ada. Selain itu, pada keempat rute tersebut juga dilakukan analisis walking permeability untuk mengetahui aksesibilitas spasial Jalan Tunjungan dari lokasi-lokasi penting di sekitarnya. Dari hasil analisis walkability index diperoleh rute dengan nilai tertinggi pada Rute 1 (Gedung Siola) dalam kategori sangat baik dan nilai terendah pada Rute 3 (Tunjungan Plaza) dalam kategori baik. Sementara itu, hasil analisis walking permeability menunjukkan bahwa dari 4 rute terdapat 3 rute yang mengharuskan pejalan kaki berjalan lebih jauh dari seharusnya, yaitu pada Rute 2 (SMPN 3 Surabaya), 3 (Tunjungan Plaza), dan 4 (Pasar Tunjungan).