cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perkotaan
ISSN : 19789416     EISSN : 26151812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Perkotaan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel orisinal atas hasil penelitian atau kajian kritis mengenai suatu tema perkotaan yang disoroti dari beberapa sudut keilmuan. Jurnal Perkotaan terbit sejak Juni 2007 dengan satu tema untuk setiap terbitan. Terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Petunjuk penulisan artikel tertera di bagian belakang jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
Implementasi Pembelajaran Tematik di Lima SD Swasta Wilayah DKI Jakarta Ingridwati Kurnia; Nelli Ariani Saragih; Peronika Yulia; Enny Christina; Rosiana Kristanti
Jurnal Perkotaan Vol. 10 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v10i2.313

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang menggunakan tema untuk memadukan beberapa mata pelajaran atau bahan ajar, agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Meskipun pembelajaran tematik sudah diterapkan sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004) namun sampai saat ini (2017/2018) masih ada kepala sekolah dan guru SD yang mengalami kendala dalam mengimplemen-tasikan pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat kolaboratif dengan membandingkan implementasi (persiapan, pelaksanaan, dan penilaian) pembelajaran tematik di lima SD swasta di DKI Jakarta yaitu SD Santa Maria (JakPus), SD Strada Santo Ignatius (JakUt), SD Tarakanita 5 (JakTim), SD Kartika X-2 (JakSel), dan SD Bintang Kejora (JakBar). Perencanaan dalam bentuk Prota, Promes, dan Silabus sudah mengikuti panduan, hanya perlu disesuaikan dengan kalender sekolah, sedangkan penyusunan RPP dan perangkatnya dibuat guru pararel seminggu sekali. Pelaksanaan di kelas 1 sudah menerapkan tematik terpadu, sedangkan di kelas 4 masih tematik terjaring, menggunakan model dan metode pembelajaran cukup bervariasi dan mengaktifkan siswa, dan melaksanakan langkah pembelajaran saintifik walaupun belum optimal. Penilaian dalam bentuk penilaian autentik masih dirasakan sulit sehingga perlu dicari cara yang lebih memudahkan guru dalam mempersiapkan dan melakukan penilaian.
Titik Balik Evolusi Budaya Air Langit dengan Budaya Sains Eksperimental Air Langit (BSEAL) Vincentius Kirjito
Jurnal Perkotaan Vol. 9 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v9i2.344

Abstract

Budaya air langit merupakan sebuah pemikiran, kreativitas dan tindakan manusia terhadap salah satu kekayaan alam khas planet bumi beriklim tropis yaitu Air dari Langit yang umumnya disebut Hujan, Air Hujan. Pemikiran ini menjadi penting karena kreativitas tindakan yang berasal dari manusia sebagai mahluk yang berakal budi. Sementara itu, makhluk tak berakal budi (binatang, tumbuhan, bakteri, virus, tanah, batu dsb) menerima apa adanya saja. Hidup cukup menurut kodratnya saja. Bagaimana dengan manusia itu sendiri? Manusia sebagai mahluk berfikir memiliki nalar dan kreativitas dalam melihat fenomena alam, contohnya fenomena alam tentang hujan dan air hujan. Kreativitas dan tindakan manusia juga ditimbulkan atas berbagai pengalaman dan interaksi manusia itu sendiri dengan alam. Hujan sebagai fenomena dan fakta menimbulkan pertanyaan mengapa hujan terjadi. Nalar manusia seperti yang sudah disebut sebelumnya denga interaksinya dengan manusia lain yang dulu jumlah populasinya tidaklah banyak seperti sekarang memberikan pemahaman bahwa air sumber pangan di alam lebih dari cukup. Budaya hidup pindah sana pindah sini (nomaden) di era terdahulu juga menjadi salah satu faktor bagaimana inovasi pemanfaatan kekayaan alam terbatas, yang kemudia di era kini dengan terpaparnya budaya literasi (mengenal huruf) memunculkan berbagai perkembangan teknologi guna menciptakan teknik bangunan, kesehatan yang “kekinian” hingga mimpi-mimpi masa depan hidup di luar planet bumi ini. Contohnya, perkembangan revolusi industri di abad ke-17 hingga sekarang, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menigkatnya era peradaban digital sekarang ini. Pengalaman manusia dengan alam yang mengalami perkembangan dari era ke era dapat dilihat juga dalam perkembangan eksplorasi kekayaan alam. Contohnya, kekayaan alam cahaya Matahari misalnya. Manusia terpelajar mengambilnya. Para insinyur teknik bangunan (rumah, gedung) dan arsitek mengatur sedemikian rupa masuknya cahaya ke dalam gedung, rumah, sehingga memenuhi kebutuhan mata melihat, membaca dan sebagainya, bahkan membawa keindahan tata cahaya. Kekayaan air di dalam tanah, sungai, danau diambil dengan timba atau mesin pompa untuk kebutuhan minum, masak makanan, mandi, mencuci setiap hari. Contoh lain adalah mengeplorasi Kekayaan tanah atau (kesuburan tanah) yang sangat dipergunakan oleh petani untuk menghasilkan pangan bagi semua. Begitu pula dengan Kekayaan tambang dalam perut bumi yang dieksplorasi dan eksploitasi dengan teknik tinggi oleh para insinyur pertambangan dengan bayaran mahal oleh industri kapitalistik, seperti tambang emas, besi, batubara, minyak dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya perkembangan Kekayaan alam di udara, yaitu angin, oksigen yang sudah dengan sendirinya semua makhluk, teristimewa manusia menghirupnya sepanjang hidupanya secara terus menerus. Oksigen di udara ini paling banyak dihasilkan oleh hutan dan tumbuh-tumbuhan menyerap CO2 (Karbon monoksida) dan membuang O2 (oksigen). Para arsitek pun mengatur sedemikian rupa sebuah bangunan rumah agar udara, oksigen selalu mengalir dan berganti sehingga penghuninya merasa nyaman dan sehat. Bahkan oxigen itu dikemas menjadi komoditi kesehatan.
THE URBAN FARMING DENGAN HIDROPONIK MENGGUNAKAN ZAT PENGATUR TUMBUH UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG Yasinta Ratna Esti Wulandari; Anastasia Tatik Hartanti; Bernard Atviano
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i1.582

Abstract

Urban farming activities with hydroponics techniques is one of the positive activities that can improve the creativity of people in urban areas. Urban farming activities can help improve the quality of people's lives, the environment, and play a role in maintaining food security. The study consisted of independent variables consisting of several groups, namely control (AB-Mix), 0.5 ppm of IAA (Indole Acetic Acid), BAP (Benzyl Adenine Purine) 0.5 and 1.0 ppm, and combination of IAA / BAP 0.5 /1.0 ppm. The purpose of this study was to study the effect of these treatments on water spinach plant yields that include leaves number, plant height, antioxidant content, and water content. The results of morphological growth showed that treatment with IAA 0.5 ppm was the most optimal while treatment with 1.0 ppm BAP had the average of the shortest plant height, the average number of leaves at least, and the shortest root length average. While the chlorophyll test showed that the system unit with the treatment of 0.5 ppm IAA had the highest total chlorophyll content with an average of 9.55 μg/ml. From the overall result, it can be assumed that the IAA of 0.5 ppm has the most positive effect on water spinach among other treatments.
GAMBARAN PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNADAKSA DI TEMPAT KERJA STUDI PADA PESERTA PELATIHAN DI BBRVBD CIBINONG Faustine 2014070030; Penny Handayani
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i1.583

Abstract

The increasing number of people with disabilities in Indonesia who are at work and still perceived as a burden on companies affect disability to work. This study focuses on participant who has physical disabilities because people with physical disability are the second most in Indonesia and their conditions of disability that can be seen directly, and cause psychological problems. As individuals, people with physical disabilities need to live independently, one of the ways to fulfill it by working. Physical disabilities will be in new environments and new situations. This requires adjustment so that eventually they can work productively. This research is using qualitative method using one on one interview. Three participants have attended training in BBRVBD Cibinong. This study use stage passed and the factors that influence their adjustment in the workplace. The results of this study indicate that the three participants experienced an emerging stage of stress at the beginning of work, defense mechanism, resolving problems, and after eight to ten months in the workplace, they are already in the adjustment stage. Three participants were influenced by five adjustment factors from Schneiders (1964). There are other factors that affect their adjustment, namely the perspective that physical disabilities has equal rights and opportunities at work. The desire to be independent, and prove to others who have to insult their physical condition.
THE LEARNING CULTURALLY ACCEPTED INCLUSIVE DEVELOPMENT MODEL FOR PERSONS WITH DISABILITIES IN INDONESIA Irwanto Irwanto; Abdul Mujib; Firmansyah Firmansyah; Eriando Rizky; Widya Prasetyanti
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i1.588

Abstract

In rapid national development, persons with disabilities (PWD) are often lack behind due to lack of policy undertaking that accommodate their limitations and enabling their capacities and strengths. CBR model has been developed by WHO to empower PWD so that they are enabled to participate and contribute in their community as a equel members of the society. This study is reported as a lessons learned from two inclusive disability-based NGO in the districts of Cirebon and Tegal-Slawi. Leaders were funded by Leprosy Research Institute to identify sustained Community Based Organizations (CBOs) in Java and to learn the implementation of CBR principles and inclusive practices. Their journey found only some evidence of CBOs that adopt and implement CBR principles. The lessons learned are used to direct the future development of their respective organizations.
PELAKSANAAN PEMENUHAN HAK NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS IA TANGERANG Nugroho Adipradana; Erwin Adipradipto; Tisa Windayani
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i1.703

Abstract

Abstract In criminal justice system, it is important to make sure that the rights of the inmates are both protected and properly fulfilled. This is even more essential in the case of inmate children, bearing in mind all the aspects attached on them. The rights are regulated in the Art.4 of Law No. 11/2012 on Criminal Justice System for Children’s Court and and also Art 22 Law No 12/1995 on Correctional Institution. This research observes and analyzes how is the implementation of those rights in Special Correctional Facilities for Children Class 1A Tangerang. The method used is yuridis-empiris which dominated by observation and interviews. The result of the study is that the Special Correctional Facility observed has carried out the rights for inmate children in a suffice manner which comprises right for education, access to health, legal aid, access to information and others.
KESIAPAN PEMUDA URBAN INDONESIA DAN DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP BONUS DEMOGRAFI INDONESIA Monik Alamanda; Arief Cahya Nugraha; Edbert Gani Suryahudaya; Yoes Kenawas
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i2.765

Abstract

Indonesia sedang mengalami fenomena bonus demografi yang apabila dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi potensi besar untuk perekonomian negara. Untuk itu, diperlukan persamaan persepsi antara program yang dilontarkan pemerintah dan aspirasi pemuda Indonesia sebagai pemeran utama bonus demografi. Di semester akhir tahun 2018, kami melakukan survei daring terhadap generasi milenial dan Z urban di tiga kota terbesar di Indonesia yaitu area Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya, menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebesar n=1.380. Dari hasil survei tersebut ditemukan pemuda urban Indonesia belum memahami posisi sosial dan kekuatan mereka saat ini. Selain kesiapan pemuda, dibutuhkan juga sentuhan pemerintah dalam kaitannya dengan kebijakan-kebijakan strategis yang menyesuaikan dengan minat dan keunggulan pemudanya.
PENGARUH KENYAMANAN MATA, KEAMANAN MATA, HARGA, DAN GAYA HIDUP TERHADAP PEMILIHAN ALAT BANTU PENGLIHATAN KACAMATA DAN SOFTLENS: Pengaruh Kenyamanan Mata, Keamanan Mata, Harga dan Gaya Hidup Terhadap Pemilihan Alat Bantu Penglihatan Kacamata dan Softlens Yuanita Novitasari
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i2.779

Abstract

Mata adalah sistem optik yang berfungsi mengfokuskan berkas cahaya. Adanya kelainan refraksi akan menurunkan fungsi dari mata sebagai sistem penglihatan. Kelainan refraksi dapat diatasi dengan koreksi refraksi. Koreksi kelainan refraksi dapat dengan penggunaan kacamata ataupun softlens sebagai alat bantu. Semakin beragam mode kacamata dan softlens yang berkembang di masyarakat khususnya masyarakat Indonesia menyebabkan kacamata dan softlen bukan hanya sebagai alat bantu penglihatan saja tetapi juga untuk kepentingan fashion dan untuk mempercantik penampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kenyamanan mata, keamanan mata, harga dan gaya hidup terhadap pemilihan alat bantu penglihatan kacamata dan softlens. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survey dengan instrument penelitian berupa kuesioner. Populasi penelitian adalah pasien yang datang ke optik di Bekasi dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Hasil penelitian menujukkan bahwa variabel-variabel yang berpengaruh terhadap pemilihan alat bantu kacamata dan softlens adalah gaya hidup dan harga, sedangkan kenyaman mata dan keamanan mata tidak berpengaruh
THE IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX ANALYSIS (IPMA): SEBAGAI ALAT EVALUASI KEPUASAN DAN KEPENTINGAN PENGGUNA JALAN DI KOTA MANDIRI TANGERANG SELATAN Resdiansyah Mansyur
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i1.853

Abstract

The rapid growth of satelite city in South Tangerang will directly impact road infrastructure and environmental conditions. The purpose of this paper is to evaluate level of satisfaction and important of existing road infrastructure in satelite city. The study was to gain the perception of road users and other stakeholders regarding various elements of satelite city self-reliance in maintaining the quality of road infrastructure. Using one of satelite city in South Tangerang as a case, the specific research objectives are to: ascertain road user level of satisfaction with the road infrastructure and determine the most dominant factors affecting road user satisfaction. A questionnaire survey was conducted on road users in three selected roads at satelite city. Through a random sampling, a total of 384 responses were collected. After the survey, interviews were conducted with subject matter experts to understand the current practices and possible solutions to the problems. Data processing using SPSS software version 20.00 and analysed using Cronbach Alpha (α) statistical method and Importance Performance Matrix Analysis (IPMA) to know the level of satisfaction and important of user. The priority matrix analysis result shown that the safety improvement and comfort facilities for pedestrians, disabled provider and cyclists become important elements. The ranking of the importance elements in road performance based on user perceptions obtained the highest average value of 22 % which shows that the road safety element is the most important element in road performance.
A PRELIMINARY STUDY OF THE MEASUREMENT OF ROAD: WARNING SIGN EFFECTIVENESS IN DKI JAKARTA ACCORDING TO COMPREHENSION LEVEL Tuan Yanto
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i1.854

Abstract

Paper ini bertujuan untuk menyajikan hasil kajian awal mengenai pengukuran tingkat efektivitas rambu peringatan jalan raya Jakarta berdasarkan survei kepada para pengendara. Dalam kajian awal ini, diambil responden sebanyak 100 orang pengendara yang berdomisili di daerah Jabodetabek. Sebanyak 37 rambu lalu lintas yang digolongkan sebagai rambu peringatan (warning signs) diukur efektivitasnya dengan indikator nilai comprehension level sesuai dengan standar ISO 3684. Satu set kuesioner berisi 37 pertanyaan mengenai efektivitas rambu lalu lintas disebarkan kepada 100 pengendara. Nilai comprehension level untuk masing-masing rambu lalu lintas peroleh dengan menghitung persentase jumlah jawaban yang benar untuk masing-masing rambu. Hasil kajian pendahuluan ini menunjukkan bahwa nilai comprehension level sebanyak 22 dari 37 rambu peringatan berada di bawah 67%, sebagaimana acuan standar yang diberikan oleh ISO 3684. Kajian awal ini menunjukkan bahwa sebagai besar rambu lalu lintas di DKI Jakarta belum efektif untuk menyampai pesan peringatan (warning) bagi pengendara bermotor.