cover
Contact Name
Hamdan Akbar Notonegoro
Contact Email
hamdan_an@untirta.ac.id
Phone
+62254-395502
Journal Mail Official
flywheel@untirta.ac.id
Editorial Address
Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jend. Sudirman Km. 3 Cilegon,
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta
ISSN : 24077852     EISSN : 25977083     DOI : https://doi.org/10.36055/fwl.v0i0.
The journal publishes original and (mini)review articles covering the concepts of materials science, mechanics, kinematics, thermodynamics, energy and environment, mechatronics and robotics, fluid mechanics, tribology, cybernetics, industrial engineering and structural analysis. The journal follows new trends and progress proven practice in the mechanical engineering and also in the closely related sciences as are electrical, civil and process engineering, medicine, microbiology, ecology, agriculture, transport systems, aviation, and others, thus creating a unique forum for interdisciplinary or multidisciplinary dialogue.
Articles 222 Documents
The Copper Influence into Physical and Mechanical Properties of the Al-5Si Alloy Isom Mudzakir, MSi.; Suhariyanto Suhariyanto; Renanto Putra Wijaya; Hamdan Akbar Notonegoro; Bambang Soegijono
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume 7, Issue 2, October 2021
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.12566

Abstract

The microstructure and the hardness due to addition of copper of the Al-Si-Zn-Mg-Cu Alloy have been investigated. The copper has been varied from 0 wt.%– 4.9 wt.% in order to see how the microstructure and the hardness of the alloy change. The Heat treatment at temperature 510 oC during 5 hours and then cooling to ambient temperature, have done to foster the dissolution of copper in the crystal and then precipitate during cooling. The results show that the alloying element form a phase distributed in the matrix of the alloy. Increasing the content of the copper makes the form of the second phase smaller and at the matrix show fine particle distributed mostly entire of the surface. The hardness of the alloy increase as the copper content increase. The increase in hardness might come from the fine particle distributed in the matrix. The onset, endset and melting temperature tend to decrease as the copper content increase.
Kajian Karakteristik Temperatur Permukaan Panel terhadap Performansi Instalasi Panel Surya Tipe Mono dan Polikristal Asrori Asrori; Eko Yudiyanto
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.7134

Abstract

Indonesia mempunyai potensi rata-rata energi radiasi matahari global mencapai 4,5 hingga 5,5 kWh/m2/hari. Sehingga pemanfaat energi matahari dengan teknologi panel surya menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi krisis energi. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh radiasi matahari dan temperatur panel terhadap performansi tipe panel surya mono dan polikristal kapasitas 100 Wp. Pengujian dilakukan selama dua hari di atas gedung Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (7,944oLS ; 112,613oBT). Pengukuran data radiasi matahari, temperatur lingkungan, temperatur panel, tegangan dan arus keluaran panel dilakukan untuk mengetahui daya keluaran, efisiensi daya konversi panel dan Performance Ratio (PR) dari kedua panel tersebut. Hasilnya diketahui bahwa kenaikan temperatur permukaan panel surya berdampak pada penurunan daya keluaran panel. Untuk rata-rata radiasi matahari diatas 1000 W/m2 dengan rata-rata temperatur lingkungan 33 oC, maka untuk permukaan panel surya monokristal temperaturnya sekitar 30,6 oC terjadi kehilangan daya sebesar 2,3 %. Sedangkan pada panel polikristal, ketika temperatur permukaannya 47,5 oC terjadi kehilangan daya sekitar 10,12 %. Efisiensi konversi daya dari tipe monokristal adalah 11,90 %, dan tipe polikristal adalah 9,18 %. Sedangkan PR monokristal dan polikristal masing-masing adalah 0,63 dan 0,61. Sehingga untuk instalasi panel surya dalam penelitian ini performansi tipe monokristal lebih bagus daripada polikristal.
Pemanfataan Abu Ampas Tebu dan Polimer Alam Lateks sebagai Bahan Subtitusi Pembuatan Beton Polimer Ramah Lingkungan Fatah Sulaiman
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6419

Abstract

Beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil atau agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air membentuk suatu massa mirip batuan. Selama ini, bahan baku pembuatan beton yang didapat dari alam semakin menurun yang disebabkan adanya ekploitasi sehingga diperlukan sumber alternatif sebagai substitusi yang diperoleh dari banyaknya percobaan yang dilakukan, seperti abu ampas tebu untuk subtitusi semen dan lateks untuk subtitusi air. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah abu ampas tebu, serta mengetahui komposisi optimum abu ampas tebu dan lateks untuk pembentukan beton. Prosedur awal dari penelitian ini dimulai dari preparasi abu ampas tebu dengan cara dibakar untuk mendapatkan kandungan SiO2, melakukan uji lengket abu ampas tebu dengan semen, pelaksanaan pembuatan beton dengan mencampurkan bahan – bahan berupa pasir, semen, batu kerikil, air, abu ampas tebu dan lateks, beton yang didapat diuji kuat tekannya. Kondisi optimum terdapat pada campuran lateks 10% dan abu ampas tebu 10% dengan nilai kuat tekan 23,00 Mpa. Nilai kuat tekan tersebut mengacu pada SNI 03-1974-1990 kualitas K-277 dimana beton termasuk dalam beton normal struktural untuk aplikasi pembangunan dua lantai.
PERANCANGAN GILLNET HAULER BERTENAGA PENGGERAK HYBRID UNTUK KAPAL 5-10 GT Agri Suwandi; Dimas Agung Budiyawan
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.5177

Abstract

Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan tiga perempat wilayahnya adalah laut (5,9 juta km2) terdiri atas 3,2 juta km2 perairan teritorial dan 2,7 km2 perairan Zona Ekonomi Ekslusif, dengan panjang garis pantai 95.161 km. Luas wilayah perairan Indonesia tersebut telah diakui oleh UNCLOS (United Nation Convention of The Sea), hal tersebut mejadikan Indonesia kaya akan hasil laut yang dapat di manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Permasalahan yang ada ialah alat bantu tangkap ikan pada saat ini masih banyak yang menggunakan bahan bakar fosil untuk menggerakkan alat bantu tangkap ikan sehingga konsumsi bahan bakar pada kapal nelayan tinggi. Untuk dapat mengatasi hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang perancangan gillnet hauler bertenaga penggerak hybrid. Metode perancangan yang digunakan adalah metode French. Berdasarkan hasil perancangan, nilai varian 1 adalah 3,39, varian 2 adalah 3,83 dan varian 3 adalah 3,91. Varian 3, memiliki nilai tertinggi, sehingga menjadi konsep terpilih. analisis statik, didapat bahwa nilai aman von misses stress material rangka sebesar 206,8 MPa, dengan pembebanan yang diberikan sebesar 305 kg didapat nilai von misses stress maksimal sebesar 4,723 MPa, maka dapat disimpulkan desain aman untuk diaplikasikan.
ANALISIS KEPRESISISAN LOBANG BOR PADA PEMESINAN MAGNESIUM AZ31 MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Gusri Akhyar Ibrahim; Yanuar Burhanuddin; Didiek Embrijakto
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.5116

Abstract

Magnesium merupakan salah satu material bobot ringan yang sangat penting, terutama di bidang otomotif, dan biomedik. Aplikasi material magnesium dan paduannya di bidang material biomedik didasarkan pada sifat magnesium yang sangat mirip dengan sifat tulang manusia dan memiliki biocompatibility yang baik serta luluh di dalam tubuh. Aplikasi material magnesium juga banyak dikembangkan dengan cara ditanam (implan). Material paduan magnesium memiliki beberapa kelebihan secara kimia dan fisika, namun  dalam proses pemesinan paduan magnesium dikenal sebagai material jenis logam yang mudah terbakar, terutama pada saat proses pemesinan dengan kecepatan tinggi. Dalam penelitian ini, sudut mata pahat (point angle), pelumas dan parameter pengeboran dianalisa untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai kekasaran permukaan, kebulatan dan ketegaklurusan. Pada penelitian ini disain yang digunakan adalah Metode Taguchi L18 yang terdiri dari 3 faktor 3 level dan 1 faktor 2 level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekasaran permukaan dipengaruhi oleh adanya kontribusi dari sudut sudut mata pahat18,9% dan lubrikan 14,5%. dimana sudut mata pahat adalah 650 dengan lubrikan minyak sintetis.  Kebulatan dipengaruhi oleh sudut mata pahat 450 dari proses pengeboran, terutama jika terjadi interaksi pada kadar pemakanan 0,2 mm/rev dan lubrikan sintetis. Keakuratan sisi potong/cutting edge berakibat pada gaya tangensial sehingga berpengaruh pada kestabilan putaran dan kebulatan hasil pengeboran. Nilai ketegaklurusan magnesium AZ31 dalam proses pengeboran sangat dipengaruhi pula oleh parameter pemotongan kadar pemakanan yang menghasilkan signifikansi P = 0,044 , sedangkan nilai signifikansi yang paling tinggi adalah interaksi antara kadar pemakanan 0,1 mm/rev dengan lubrikan sintetis  pada P = 0,041.
RANCANGAN PENILAIAN RISIKO LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT (HIRA) Fatah Sulaiman; Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Bima Rofi
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6446

Abstract

Kota Cilegon selain dikenal sebagai Kota Baja, juga dikenal menjadi pusat industri petrokimia terbesar di Indonesia.  Sebagian besar industri baja dan petrokimia di Kota Cilegon menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). PT CK merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja. Dengan adanya penambahan kapasitas produksi baja per tahun-nya berdampak juga dengan jumlah limbah B3 yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penilaian risiko limbah B3 dengan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi limbah B3, menentukan jenis limbah B3 berkategori tinggi, mengidentifikasi permasalahan limbah B3, dan merancang mitigasi risiko untuk perbaikan. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa jenis limbah B3 dengan kategori tinggi adalah limbah slag dengan hasil penilaian risiko sebesar 44; limbah sludge sebesar 44; dan pelumas bekas dengan hasil penilaian risiko sebesar 40. Rancangan mitigasi yang diusulkan adalah pemilihan scrap pada proses peleburan logam, penggantian jenis oli untuk mesin hidrolik, pembuatan jadwal maintenance mesin, pelatihan operator produksi terkait limbah B3, dan pelapisan permukan baja untuk menghindari gesekan.
Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Sungai Ciliman Kabupaten Pandeglang Wahyuni Martiningsih; Herudin Herudin; Achmad Bahtiar Rifa’i
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.5841

Abstract

Sumber energi untuk pembangkit listrik yang berasal dari fosil semakin menipis membuat manusia harus mencari sumber energi alternatif. Salah satu sumber energi listrik alternatif tersebut adalah air. Pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai sumber utamanya dan menghasilkan energi di bawah 1 MW disebut PLTMH. Dengan besar debit rata-rata mencapai 9,18 m3/s dan head yang terukur mencapai 4,9 m. Sungai Ciliman di Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu sungai yang mempunyai potensi energi yang cukup besar. Menggunakan turbin jenis propeler, potensi awal yang dapat dihitung mencapai 357 kW. Hasil simulasi menggunakan software Turbnpro, total produksi energi pertahun yang dihasilkan adalah sebesar 2679,64 MWH.
Perilaku Ketahanan Korosi Komposit Coating Poliuretan/Silika/ Karbon Pada Baja Karbon Rendah Bambang Soegijono; Ferry Budhi Susetyo; Hamdan Akbar Notonegoro
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.4775

Abstract

Salah satu problematika kendaraan bermotor saat ini adalah korosi. Umumnya cat pelindung akan cepat rusak karena disebabkan kondisi operasional kendaraan pada lingkungan yang tidak menentu. Komposit coating poliuretan dengan variasi silika/karbon disiapakan, kemudian diaplikasikan pada material baja karbon rendah dengan spray gun. Pada lapisan yang terbentuk di lakukan analisis Fourier Trasform Infra Red (FTIR), Thermogravimetry (TGA), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Mikroskop Optik dan uji salt spray. Hasil FTIR, TGA, pengamatan optik dan uji salt spray menunjukkan semakin tinggi kadar karbon/silika maka akan semakin tahan terhadap korosi.
Development of Single Layer Edible Film Composite from Chitosan Nanoparticles-based as Fruit Packaging Materials Egi Erlangga; Agus Pramono; Endarto Yudo Wardhono
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume 7, Issue 2, October 2021
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.12560

Abstract

This experiment was conducted to develop chitosan-based edible films and chitosan nanoparticles with cellulose nanocrystals (CNCs) as stabilizers and fillers. Chitosan nanoparticles were synthesized based on ionic cross-linking with sodium tripolyphosphate and glycerol as plasticizer. The experiment began with making 1% w/v chitosan solution, stirred using a magnetic stirrer at 300 rpm for 24 hours then making CNP-TPP colloid solution, the chitosan solution was heated at 50 oC then added TPP solution with a concentration of 5% as much as 20% by weight. dry chitosan dropwise under constant stirring at 1000 rpm using a magnetic stirrer for five minutes. Making CNP-TPP-CNC-KMnO4 matrix, CNP-TPP colloid solution, added glycerol solution with variations of 5,10 and 15% w/w dry chitosan base and added CNC with variation 1-5% w/w dry chitosan base, stirred at 300 rpm for 30 minutes at room temperature. 8% w/w of dry chitosan base was added with KMnO4 at a temperature of 50 oC under constant stirring at 1000 rpm for five minutes. The film solution was poured into a petri dish and then heated using an oven at 62 oC for 12 hours. Various properties were characterized, mechanical properties and functional group characterization. The experimental results determined the optimum results of the film tensile strength test at 5% CNC and 10% glycerol variations. The tensile strength of the composite film reached a maximum value of 464.1 Mpa on a chitosan-based film and 266.3 MPa on a nano chitosan-based film. The addition of active agent KMnO4 as much as 8% can reduce the value of tensile strength by 46.3%.
Analisis Penurunan Tekanan Aliran Udara Pada Pipa Bertekanan Erlanda Augupta Pane; Ismail Ismail; Febrian Dwi Yudhanto; Budhi Suyitno
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.3111

Abstract

Penurunan tekanan pada sistem pemipaan bertekanan merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap pengaturan unit operasional kompresor dan air dryer pada area power house dalam mensuplai aliran udara ke dalam area welding dan area dieshop dikarenakan kerugian yang ditimbulkan, akibat tidak termanfaatkannya tekanan aliran udara secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menjadi penyebab kerugian penurunan tekanan pada sistem pipa bertekanan di unit area welding, power house, dan dieshop dengan menggunakan metode analisis besaran nilai kerugian yang terbagi menjadi dua sub bagian yaitu kerugian mayor (Mayor Pressure Loses) dan kerugian minor (Minor Pressure Losses) berdasarkan metode French dengan mengacu pada studi lapangan komponen pipa bertekan. Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa penurunan tekanan mayor pipa bertekan (hgs) sebesar 525.21 Pa atau memiliki persentase sebesar 51.61 %, sedangkan penurunan tekanan minor pipa (hL) sebesar 471.9 Pa atau persentase sebesar 46.37%. Persentase penurunan tekanan udara total maksimum berdasarkan lokasi ketiga area yaitu area welding, powerhouse, dan dieshop secara berurutan dapat diketahui yaitu 0.025%, 0.055%, dan 0.061%. Kondisi penurunan tekanan pipa tertinggi terdapat di area dieshop dengan nilai sebesar 719558.9 Pa, dimana ukuran tersebut kurang dari ukuran suplai laju aliran udara dari pipa bertekanan yang berasal dari kompresor dengan tekanan standar sebesar 720000 Pa, hal ini disebabkan sistem instalasi pipa bertekanan yang tidak mengikuti kondisi standar dan ukuran dimensi pipa yang kurang tepat.