cover
Contact Name
Hamdan Akbar Notonegoro
Contact Email
hamdan_an@untirta.ac.id
Phone
+62254-395502
Journal Mail Official
flywheel@untirta.ac.id
Editorial Address
Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jend. Sudirman Km. 3 Cilegon,
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta
ISSN : 24077852     EISSN : 25977083     DOI : https://doi.org/10.36055/fwl.v0i0.
The journal publishes original and (mini)review articles covering the concepts of materials science, mechanics, kinematics, thermodynamics, energy and environment, mechatronics and robotics, fluid mechanics, tribology, cybernetics, industrial engineering and structural analysis. The journal follows new trends and progress proven practice in the mechanical engineering and also in the closely related sciences as are electrical, civil and process engineering, medicine, microbiology, ecology, agriculture, transport systems, aviation, and others, thus creating a unique forum for interdisciplinary or multidisciplinary dialogue.
Articles 222 Documents
USULAN PENJADWALAN PERAWATAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA MESIN ELECTROLITIC TINNING LINE MENGGUNAKNA METODE RELIABILITY BLOCK DIAGRAM DI PT LATINUSA Tbk. Ade Irman; Yusraini Muharni; Arliannur ARLIANNUR
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6558

Abstract

Proses produksi dalam sebuah perusahaan seringkali mengalami terjadi gangguan salah satunya adalah kerusakan mesin. Gangguan ini dapat teratasi jika perusahaan melakukan kegiatan perawatan yang optimal. Perawatan yang optimal dilakukan guna menjamin agar mesin dapat beroperasi dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan agar kegiatan perawatan menjadi optimal yaitu dengan membuat kegiatan preventive maintenance. Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan yang memproduksi tinplate. Perusahaan ini mengalami downtime sebesar 144 jam pada salah satu mesinnya. Penelitian ini menggunakan metode reliability block diagram untuk menentukan keandalan mesin Electrolitic Tinning Line (ETL)  lalu dibuatkan penjadwalan preventive maintenance untuk setiap komponen kritis menggunakan simulasi monte carlo. Pada pengolahan data dihasilkan periode waktu perawatan diantaranya circulation – piping setiap 31 hari, roll – bearing/sol plate setiap 31 hari, roll – timming belt setiap 23 hari, roll – seal setiap 23 hari, circulation – nozzle setiap 2 hari, polisher setiap 23 hari, roll – universal joint setiap 33 hari, circulation – filter setiap 21 hari, roll – rotaty joint setiap 25 hari, roll – leveling setiap 48 hari, hydraulic – valve setiap 86 hari, pneumatic – piping setiap 42 hari, circulation – seal setiap 140 hari, dan circulation – valve setiap 14 hari. Dari hasil preventive maintenance yang dibuat, availability preventive maintenance lebih besar dari availability corrective maintenance maka dengan demikian penerapan preventive maintenance yang diusulkan tidak mengurangi availability dari mesin Electrolitic Tinning Line (ETL).
Pengaruh Peningkatan Temperatur Terhadap Nilai Kalor, Proksimat dan Ultimat Pada Sampah Padat Kota (MSW) Imron Rosyadi; Yusvardi Yusuf; Aswata Aswata; Muhammad A Fadhil; Haryadi Haryadi
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.5843

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang sampai saat ini merupakan tantangan bagi pengelola kota, peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya sebanding dengan peningkatan jumlah volume sampah. Sampah khususnya organik dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar padat menggantikan batubara sebagai sumber energi fosil berbentuk padatan jika ditangani dengan baik, perlu adanya penanganan untuk menjadikan sampah organik menjadi bahan bakar padat yang nilai kalornya memenuhi standar. Dengan memanfaatkan panas gas buang dari pembakaran insenerator menggunakan proses torefaksi memungkinkan nilai kalor sampah organik menjadi meningkat setara dengan batubara subbituminious. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur torefaksi terhadap nilai kalor dari sampah tersebut, guna meningkatkan nilai kalor dari sampah yang memiliki kadar air rata-rata >20%. Sampah organik yang digunakan yakni berbasis nasi sisa makanan dan kayu dalam bentuk pellet kayu dengan temperatur torefaksi 210 oC, 240oC, 270oC dan 300oC selama 1 jam. Pengujian hasil dari produk torefaksi yang dilakukan yakni uji nilai kalor, uji proksimate dan uji ultimate. Dari hasil penelitian, didapat nilai kalor meningkat sebesar 39,3% untuk nasi sisa dan 26,1% untuk pellet kayu dibandingkan dengan yang tidak ditorefaksi, peningkatan nilai kalor paling tinggi terjadi pada produk torefaksi temperatur 300oC yakni 5811 kal/gr untuk nasi sisa dan 5571 kal/gr untuk pellet kayu, hasil proksimate didapat peningkatan karbon tetap sebesar 41,14% serta 38,57% dan kadar abu sebesar 13,13% serta 14,21% sedangkan terjadi penurunan kadar air sebesar 8,54% serta 7,23% dan zat terbang sebesar 50,56% serta 48,73%, hasil ultimate didapat peningkatan karbon serta nitrogen dan penurunan hidrogen. Dari hasil uji tersebut, terjadi dekomposisi senyawa organik menjadi zat-zat volatile. Dengan terbentuknya zat-zat volatile, maka kadar O/C dan H/C akan terus berkurang sehingga meningkatkan kadar karbon sampel dan meningkatkan nilai kalor produk torefaksi.
PENGARUH KARBON AKTIF TERHADAP KECEPATAN API PEMBAKARAN PREMIXED MINYAK KELAPA Purnami TMUB
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.3653

Abstract

Minyak kelapa merupakan salah satu jenis minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan karena berasal dari tumbuhan. Kendala yang ada pada minyak nabati sebagai bahan bakar adalah proses aktifasi molekul yang tergolong lebih sulit. Dibutuhkan penambahan suatu senyawa lain untuk mempercepat aktifasi molekul minyak nabati sehingga menjadi bahan bakar yang efektif. Karbon aktif dipilih sebagai senyawa tambahan karena memiliki sifat yang mendukung dalam proses aktifasi ini. Pada penelitian ini dilakukan variasi penambahan kadar karbon aktif sebesar 0,01gram, 0,02gram, 0,04gram, dan 0,05gram pada minyak kepala. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh dari karbon aktif dalam meningkatkan kecepatan api premix pada minyak kelapa, nilai kecepatan api meningkat seiring dengan meningkatnya kadar karbon aktif yang ditambahkan. Nilai kecepatan api tertinggi terjadi pada penambahan kadar karbon aktif 0,05gram yaitu sebesar 47,63 cm/detik.
Analisis Desain Cetakan Sederhana Bipolar Plate Pada Proses Pembentukan Superplastis Ismi Choirotin; Mochammad Basjir
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.4444

Abstract

Bipolar plate adalah salah satu komponen dari fuel cell yang memiliki peranan penting dalam menentukan performanya menghasilkan energi. Dalam proses fabrikasinya, masalah yang sering terjadi adalah ketidak sesuaian dimensi akhir benda kerja, dan kegagalan atau kerusakan pada bipolar plate tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk memperoleh desain optimum dari cetakan sederhana bipolar plate pada proses superplastis, (ii) Mendapatkan metode alternatif dalam memprediksi proses superplastis dengan metode finite element analysis (metode simulasi).Metode yang digunakan adalah metode simulasi dimana pemodelan dilakukan dengan memvariasikan corner radius dari cetakan, yaitu sebesar 0; 0,5; 1,0 dan 2,0 mm. Untuk memverifikasi kebenaran hasil simulasi, dilakukan perbandingan dimensi akhir kedalaman saluran hasil simulasi dengan hasil eksperimental. Metode ini diharapkan akan menjadi solusi alternatif yang lebih hemat dalam segi waktu dan biaya, jika dibandingkan dengan metode trial-error. Dari proses simulasi yang dilakukan, disimpulkan bahwa desain cetakan dengan corner radius 2,0 mm, menghasilkan benda kerja dengan kedalaman saluran maksimum yaitu sebesar 6,348 mm dan tanpa kerusakan. 
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI PIPA ERW MENGGUNAKAN METODE NAWAZ ENSCORE HAM DAN GENETIC ALGORITHM Yusraini Muharni; Kulsum Kulsum; Devara Aulia Utami
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6385

Abstract

Penjadwalan merupakan suatu kegiatan pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan. Proses penjadwalan timbul jika terdapat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Permasalahan penjadwalan biasanya berkaitan dengan pengurutan pembuatan atau pengerjaan produk secara menyeluruh terhadap sejumlah mesin yang tersedia. Penelitian ini fokus pada penjadwalan  produksi pipa ERW pada perusahaan produsen pipa spiral. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  dengan menerapkan metode heuristic dan metaheuristic. Hasil dari kedua metode akan dibandingkan untuk mendapatkan makespan terbaik. Penjadwalan eksisting perusahaan dengan metode First Come First Served (FCFS) dan penjadwalan usulan dengan Metode Nawaz Enscore Ham(NEH)  dan Genetic Algorithm (GA). Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu metode usulan lebih baik dan memiliki efisiensi sebesar 5.77%.
UJI PERFORMA WALL MOUNTED SPLIT AIR CONDITIONER MENGGUNAKAN REFRIGERAN HC-290 SEBAGAI PENGGANTI REFRIGERAN HCFC-22 Ega Taqwali Berman; Radif Abdul Hapidz; Kamin Sumardi; Mutaufiq Mutaufiq
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.5448

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa wall mounted split air conditioner yang menggunakan refrigeran R-290 sebagai refrigeran pengganti R-22. Pemilihan R-290 karena merupakan bahan alami yang tidak mempengaruhi pada perubahan iklim, memiliki nilai ODP=0 dan GWP=20, harganya murah dan persediannya banyak. Performa dari sistem yang menggunakan R-290 akan dianalisis dan hasilnya dibandingkan dengan performa AC yang menggunakan R-22. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan memberikan indikasi positif terhadap penggunaan hidrokarbon sebagai refrigeran dalam sistem AC. Sehingga proses penggantian refrigeran (drop-in) dapat direkomendasikan untuk peralatan lama yang masih dipakai tanpa perlu modifikasi sistem dan tetap mempertahankan pelumas yang ada.
PENGARUH SUSUNAN DAN JUMLAH LUBANG BAUT TERHADAP KEKUATAN RANGKA MAIN LANDING GEAR UNTUK PESAWAT UAV Lasinta Ari Nendra Wibawa
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.4928

Abstract

This study examined the effect of the arrangement and number of bolt holes on the strength of the main landing gear frame for UAV aircraft using the finite element method. Linear static analysis was carried out using Autodesk Inventor Professional 2017 software. Main landing gear frame using Aluminum alloy 5083. Variable arrangement and number of bolt holes were 3 bolts (series), 3 bolts (zigzags), 4 bolts (series), 4 bolts (zigzags) ), 5 bolts (series), and 5 bolts (zigzags). The simulation results show that the safety factor is for the arrangement and the number of bolts 3 bolts (series), 3 bolts (zigzags), 4 bolts (series), 4 bolts (zigzags), 5 bolts (series), and 5 bolts (zigzags) were 3.498, 3.325, 3.843, 3.793, 3.401, and 3.338. 
Numerical Analysis of the Effect of Serrated Fin to the Heat Transfer in the Condenser Lohdy Diana; Febrian Kusumawardani; Wahyu Nur Fadilah; Muhammad Nabiel Ariansyah; Muhammad Farid Irfianto
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume 7, Issue 2, October 2021
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.12034

Abstract

Condenser is one of the most important components in the power generation industry, which serves to condense the output steam from low-pressure turbine for boiler feed water. Several ways can be used to improve the performance of the condenser, one way is to add a serrated fin on the outer tube to lower the temperature of the outlet. A serrated fin that is used has 0° and 30 segments per period, which is installed on the tube with the diameter of the outer of 0.03175 m. This research was carried out by using the numerical method of CFD 2D to compare the performance of the heat transfer on the tube without and with a serrated fin on the variation speed of 7 m/s and 9 m/s. By inputting the parameters of the inlet of 350.15 °K, the resulting value of the outlet serrated fin tube temperature which is lower than the annular tube (tube without the serrated fin). On the simulation of the serrated fin tube with an inlet velocity of 7 m/s resulting outlet temperature of 343.2 °K, lower than in the simulation on the annular tube which produces the outlet temperature of 344.53 °K.
PENINGKATAN SIFAT MEKANIK BAJA TAHAN AUS (ABRASION-RESISTANT STEEL) MELALUI PROSES PERLAKUAN PANAS UNTUK APLIKASI ALUTSISTA Tiara Triana; Bening Nurul Hidayah Kambuna
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6940

Abstract

Armour-steel diproduksi melalui proses Thermomechanical Controlling Process (TMCP) untuk menghasilkan baja dengan sifat kekerasan yang tinggi. Proses ini memadukan teknik pemanasan baja tahan aus pada temperatur austenite, proses pencanaian, dan proses pendinginan sehingga dapat mengontrol ukuran butir dan fasa akhir dari baja. Variabel proses perlakukan panas, seperti temperatur pemanasan, holding time (waktu tahan pemanasan), dan media quenching sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik yang dihasilkan. Selain metode perlakuan panasnya, komposisi baja yang digunakan juga berperan serta menentukan sifat mekaniknya. Variabel perlakuan panas yang menjadi fokus utama dari penelitian ini adalah pengaruh temperatur pemanasan dan waktu tahan (holding time) terhadap sifat mekanik baja yang dihasilkan, antara lain kekerasan dan ketangguhan, yang kemudian dihubungkan dengan pengamatan struktur mikro baja yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur tempering, kekerasan baja mengalami peningkatan dari temperatur 850 sampai 950 ˚C, kemudian mengalami penurunan pada temperature 1000 ˚C. Waktu tahan juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan sifat kekerasan baja, semakin lama proses pemanasan berlangsung, maka semakin tinggi pula kekerasan baja yang dihasilkan. Kekerasan tertinggi diperoleh pada baja dengan temperatur pemanasan 950 ˚C dan waktu tahan 45 menit. Peningkatan sifat mekanik berkaitan dengan pembentukan fase martensit karena proses tempering dan pendinginan cepat.
Simulasi Numerik Pengaruh Kecepatan Fluidisasi Terhadap Kerakteristik Pengeringan Batubara Pada Pengering Swirl Fluidized Bed Tanpa Cone dengan Kemiringan Sudu Pengarah 10 derajat Melvin Emil Simanjuntak
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6418

Abstract

Saat ini batubara batubara kalori rendah paling banyak digunakan sebagai bahan bakar di PLTU. Kadar air pada batubara jenis ini 25 – 70 % dengan nilai kalor kurang dari 5100 kkal/kg. Untuk menaikkan nilai kalornya maka batubara dikeringkan dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah dengan metode swirl fluidized bed. Pengeringan batubara pada penelitian  ini dilakukan dengan model 3D, transien, disrete phase dan injeksi. Batubara yang digunakan sebanyak 600 gr dan diameter yang diasumsikan 6 mm untuk setiap percobaan.  Laju aliran divariasikan untuk melihat karakteristik pengeringan dan kondisi udara di dalam chamber. Dengan laju aliran udara sebesar 0,0746, 01064 dan 0,133 kg/s diperoleh kadar air berubah masing-masing dari sebesar 31,23%; 30,77% dan 30,77% menjadi sebesar 22,5%; 18,14% dan 16,22%. Semakin ke arah outlet, sudut kemiringan aliran semakin kecil dan mengarah vertikal. Udara dengan temperatur lebih rendah dan fraksi massa uap air lebih tinggi terkonsentrasi di bagian tengah chamber. Temperatur udara paling rendah pada kisaran 306-308 K pada laju aliran 0,0746 dan 01064 kg/s. Dengan ketiga laju aliran partikel dapat terfluidisasi dengan baik.