cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2022)" : 12 Documents clear
Bioeconomic analysis of squid fisheries in the Karangantu fishing port of Banten Province Hafidz Zulghaffar Zain; Ririn Irnawati; Dini Surilayani
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.15589

Abstract

Squid is one of the catches of fisheries favored by the community and one of the fisheries commodities with high economic value. In 2017 the squid production in the Karangantu archipelago fisheries port reached 328 tons or 14.3% of the total capture fisheries production, which reached 2,293 tons. All Squid that enters the market come entirely from catches in nature (sea); if you only rely on the effort of catching it alone, one day, there may be overfishing. This study aimed to determine the optimal level of Squid (Loligo sp.) Resource management is based on biological and economic aspects in the Karangantu PPN. The study was conducted from April to May 2019. Retrieval of primary data and secondary data funds. The research procedure consisted of calculating CPUE (Catch Per Unit Effort), MSY (Maximum Sustainable Yield), and MEY (Maximum Economic Yield) using primary data and secondary data obtained from Karangantu. The calculation of bioeconomic analysis using the Gordon-Schaefer model showed that the highest profit value was in the MEY condition of 234,423 kg/year and 2,622 trips/year with a gain of Rp. 2,901,811,197. Based on the Fox model, the utilization rate of Squid (Loligo sp.) It is 129% and is in the status of over exploited.
KERAGAMAN HASIL TANGKAPAN EKONOMIS PENTING YANG DIDARATKAN DI PPI DUMAI Ratu Sari Mardiah; Tyas Dita Pramesthy; Shiffa Febyarandika Shalichaty
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.13696

Abstract

PPI Dumai adalah salah satu sentral pendaratan ikan di Provinsi Riau. Hasil tangkapan yang didaratkan memiliki nilai ekonomis penting. Jenisnya bervariasi dan memiliki nilai jual tinggi. Identifikasinya belum pernah dilakukan di PPI Dumai. Maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis hasil tangkapan ekonomis penting dan menganalisis keragaannya berdasarkan waktu pendaratan ikan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Oktober 2020 di PPI Dumai. Hasil tangkapan ekonomis penting yang di daratkan di PPI Dumai dibedakan menjadi dua, yaitu jenis ikan (137,32 ton) dan udang (73,64 ton). Jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis penting yaitu senangin (Eleutheronema tetradactylum), biang (Setipinna sp.) dan manyung (Arius thalassinus), sedangkan jenis udang terdiri atas udang putih (Penaus merguininsis), udang belang (Parapenaeopsis sculptilis) dan rajungan (Portunus pelagicus). Keragaan hasil tangkapan ekonomis penting dideskripsikan mulai dari musim puncak pendaratan hasil tangkapan ekonomis penting terjadi pada bulan Mei mencapai 42,85 ton. Ikan dan udang yang didaratkan mengalami penurunan pada bulan Juni sebesar 16,18 ton. Jumlah keduanya meningkat kembali pada bulan Juli dan Agustus. Penurunan terjadi kembali pada September dan Oktober. Bulan Oktober adalah pendaratan hasil tangkapan paling sedikit selama musim timur sebesar 23,56 ton.
Marine Environmental Management Strategies On The Activities Of Indonesia Archipelagic Sea Lane (ALKI) In The Lombok Strait Waters Heru Kurniawan Alamsyah; Melda Kamil Ariadno; Arsegianto Arsegianto; Susi Watina Simanjuntak
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.14853

Abstract

ABSTRACTThe acceptance of the concept of an archipelagic state in the 1982 United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) brought logical consequences, especially in providing passage rights for foreign ships in international shipping. The Lombok Strait as one of the straits designated as Archipelagic Sea Lanes (ALKI) is the entry point for international shipping from the Indian Ocean to the Pacific Ocean, vulnerable to navigational threats and pollution of the marine environment. This study aims to analyze the current use of the Lombok Strait as the Indonesian Archipelagic Sea Lane (ALKI II) and analyze the priority strategies for managing the Lombok Strait. The method used in this research is descriptive analytical method and AHP (Analitycal Hierarchy Process) in determining the priority strategy of Lombok Strait management. The data collection technique was carried out by conducting observations, interviews and surveys using questionnaires as primary data and collecting documents, books and journals as secondary data sources. The results showed that the Lombok Strait management strategy showed that the main priority of Lombok Strait management was the ecological dimension. In terms of management strategy, the existence of good order at sea is an alternative to the main strategy for the ecological, economic, socio-cultural, legal and institutional dimensions.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT IKAN PAYUS (Elops hawaiensis) SEBAGAI BAHAN BAKU GELATIN DENGAN PERENDAMAN HCL Sakinah Haryati; Indra Taruna Widodo; Bhatara Ayi Meata; Aris Munandar; Rifki Prayoga Aditia
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.14771

Abstract

Produk hasil perikanan yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan dari Provinsi Banten adalah bontot. Terobosan baru perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan zero waste  dalam pemanfaatan limbah, salah satunya pemanfaatan limbah kulit ikan menjadi bahan baku gelatin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah kulit ikan payus (Elops hawaiensis) sebagai bahan baku gelatin dengan perendaman HCl. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni – September 2015. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi HCl terbaik. Pembuatan gelatin limbah kulit ikan payus dilakukan dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan 2 kali ulangan (duplo). Hasil penelitian menghasilkan gelatin terbaik dari proses perendaman HCl 6% yang menghasilkan nilai hedonik warna 3,62; nilai hedonik bau 3,23; rendemen 11,22%; kekuatan gel 282,74 g bloom; viskositas 17,2 cP; kadar air 6,12%; kadar abu 0,86%; dan nilai pH 5,62.
Front Matter Juni 2022 Redaksi Jurnal Perikanan dan Kelautan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.15771

Abstract

The Effect of the Different Types Plants on the Recirculating Aquaculture System (RAS) on the Growth Performnace of Carp Seed (Cyprinus carpio) Raihan Wandri Samara; Iskandar Iskandar; Evi Liviawaty; Roffi Grandiossa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.13251

Abstract

Intensification of culture through stocking densities and high feeding rates can cause water quality problems. Utilization of the recirculation system in intensive cultivation is important to maintain water quality. This study aims to determine the best type of aquatic plants in RAS for the growth of carp fish seeds. The research in January - February 2021. The test fish used were carp fish with a length of 6 - 7 cm and a weight of 3 - 5 gr. The feed used is commercial feed with a protein content of 31 - 33%. Feeding was carried out at 08.00 A.M and 04.00 P.M  with 3% fish biomass. This study used an experimental method with CRD with 4 treatments and 3 replications. Treatment A (Control, without plants), treatment B (cotton fiber, bio balls, activated charcoal and kale), treatment C (cotton fiber, bio balls, activated charcoal and watercress plants) and treatment D (cotton fiber, bio balls, activated charcoal and pakchoy plants). The results showed that the use of different aquatic plants had a significant effect (P <0,05) on SR, SGR, length growth and absolute weight, plant height, and a number of leaves, but no significant effect (P> 0,05) on FCR. The best treatment in this study was B with an SR value of 82,22 ± 7,70%, SGR 4,08 ± 0,14%, absolute length 4,97 ± 0,27 cm, absolute weight 15,81 ± 1,96 gr, plant height 60,67 ± 18,01 cm, number of leaves 20,42 ± 9,66 leaves and FCR 1,10 ± 0,0896
Business Analysis Fumigation of Pangan Catfish with salai method in Kampar Regency, Riau Shiffa Febyarandika Shalichaty
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.13639

Abstract

Pangan Catfish is one of the native fish of Indonesian waters. The majority of catfish in Indonesia comes from aquaculture. Pangan Catfish production in 2020 in Kampar Regency reached 32.402.126 tons. Pangan catfish is impossible to be sold in fresh form because there is no market that can accommodate large amounts of fresh fish. The absence of business management in the center of the salai processing requires an analysis of the salai fish processing business. This needs to be done to see the feasibility of the salai fish processing business, especially after being affected by the Covid-19 pandemic. This research was conducted at the pangan catfish Processing Center in Koto Masjid Village, XIII Koto Kampar District, Kampar Regency, Riau Province. Business feasibility analysis used is Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), B/C Ratio and Payback Period. The businesses that were used as research samples were 8 business units. The amount of fumigasion business income reaches Rp. 17,469,000,000/year with costs that reach Rp. 16,290,804,375/ year. The average profit of fumigasion pangan catfish using the salai method in Kampar Regency is Rp. 1,178,195,625,-/ year or Rp. 98,182,987,-/month. Analysis of the business of fumigasion pangan catfis with the salai method in Kampar Regency has an NPV value of Rp. 5,543,328,918,-, the IRR value is 63%, the IRR value is 1.08 and the Payback period value is 3.27. The business of fumigasion pangan catfis said to be feasible with a return of capital in the medium category.
Analisis Vegetasi Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Alya Sekar Hapsari; Dede Sugandi; Riki Ridwana; Shafira Himayah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.14800

Abstract

Kawasan Hutan Manrgove Karangsong terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kawasan hutan mangrove karangsong merupakan salah satu wilayah hutan mangrove hasil rehabilitasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari – maret 2022 guna menganalisis vegetasi mangrove beradasarkan kerapatan vegetasi dan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan luas dan kerapatan vegetasi, metode yang digunakan adalah metode survei, dengan cara transek line plot (TLP). Parameter yang diamati adalah komposisi jenis, dan indeks nilai penting mangrove serta parameter lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 2 jenis vegetasi mangrove yaitu Avicennia Marina dan Rhizopora Mucronata. Pada tahap semai kerapataan jenis mangrove dalam keadaan kurang baik atau termasuk kedalam kerapatan jarang. Sedangkan untuk tahap pancang dan pohon dalam keadaan baik atau termasuk kedalam kerapatan rapat. Perubahan luas lahan di Kawasan Hutan Mangrove Karangsong dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan maupun faktor dari aktifitas manusia. Secara keseluruhan total luas Kawasan Hutan Mangrove menjadi ± 29 ha dalam kurun waktu 13 tahun ( tahun 2008 hingga 2022).
ANALISIS SOSIAL EKONOMI ASURANSI KECELAKAAN KERJA NELAYAN TRADISIONAL DI KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT GIANA NURALLYANDA
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.14745

Abstract

Riset ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk menganalisis hubungan sosial ekonomi terhadap probabilitas dalam memiliki asuransi kecelakaan kerja nelayan tradisional dan probabilitas keinginan nelayan membayar premi asuransi kecelakaan kerja. Riset ini dilaksanakan pada 10 Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dengan Tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode inferensial. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara terstruktur, dan teknik dokumentasi. Hasil riset didapat berdasarkan analisis regresi logistik biner dengan variabel independen yaitu Umur (X1), Pendidikan (X2), Pengalaman (X3), Sehat (X4), Merokok (X5), Pendapatan (X6), Jumlah Tanggungan (X7), terhadap probabilitas responden memiliki asuransi kecelakaan kerja dan terhadap probabilitas responden memiliki keinginan membayar asuransi kecelakaan kerja. Hasil koefisien determinansi menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh 22,1% terhadap probabilitas nelayan memiliki asuransi kecelakaan kerja dan variabel independen berpengaruh sebesar 14,5% terhadap probabilitas responden memiliki keinginan membayar premi asuransi. Berdasarkan Uji Wald yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa p-value variabel Pengalaman (X3) memiliki nilai sebesar 5,009 menunjukkan bahwa Varibel Pengalaman berpengaruh secara parsial terhadap probabilitas responden memiliki asuransi kecelakaan kerja. Nilai p-value Jumlah Tanggungan (X7) memiliki nilai sebesar 9,058 hal tersebut menunjukkan bahwa Jumlah Tanggungan Keluarga berpengaruh secara parsial terhadap probabilitas keinginan responden membayar premi asuransi kecelakaan kerja
ANALISIS FINANSIAL USAHA KAPAL PURSE SEINE (STUDI KASUS: KM DAYA CIPTA) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA, SUMATERA UTARA Tyas Dita Pramesthy; Muhammad Nur Arkham; Ratu Sari Mardiah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.13674

Abstract

Perikanan pukat cincin merupakan alat tangkap yang banyak digunakan diperairan Sibolga. Keberlanjutan usaha penangkapan ikan harus diuji dengan analisa kelayakan usaha agar usaha mendapatkan keuntungan dan berjalan untuk jangka panjang. Penelitian dilakukan pada Bulan Juli hingga Agustus 2020 dengan studi pada KM Daya Cipta bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Modal usaha purse seine terbagi 2 yaitu modal awal dan modal operasional. modal awal usaha purse seine senilai Rp.2.941.000.000 untuk kapal berukuran 77 GT dan modal operasional senilai Rp.60.000.000 untuk 12 hari pertrip layar. Hasil tangkapan utama purse seine adalah Tuna, Cakalang, dan Tongkol, sedangkan ikan tangkapan sampingan yang tertangkap beragam jenis seperti ikan Serai, Selar, Jabung, Pari, Salam dan Barakuda. Total biaya tetap yang dikeluarkan pada usaha kapal purse seine sebesar Rp. 488.400.000/ Tahun. Penerimaan hasil tangkapan KM Daya Cipta dalam sekali trip operasional adalah sebesar Rp. 151.471.000. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan operasional usaha purse seine pada KM Daya Cipta sebesar Rp. 76.348.200. bahwa nilai NVP KM Daya Cipta dalam satu tahun adalah Rp. 333.291.064 dan dengan nilai Net B/C 1,138. Hasil perhitungan analisis investasi dengan nilai Net B/C ratio > 1, dapat disimpulkan bahwa investasi layak dilaksanakan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12