cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2025)" : 9 Documents clear
KOMPOSISI MIKROPLASTIK PADA AIR DAN SEDIMEN DI PULAU TEGAS, KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Widiyanto, Irwan Nur; Widiastuti, Endang Linirin; Juliasih, Ni Luh Gede Ratna; Hasani, Qadar; Nurcahyani, Nuning
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.30758

Abstract

Sampah plastik masih menjadi masalah yang cukup serius di wilayah pesisir, termasuk Pulau Tegal. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sampah makroplastik di Pulau Tegal pada kurun waktu 2017-2022 dan menemukan bahwa sampah plastik mendominasi lebih dari 50%. Sampah makroplastik ini akan mengalami berbagai proses penghancuran selama perjalanannya, sehingga ukurannya menjadi lebih kecil, yang biasa disebut mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di perairan dapat membahayakan biota laut. Mikroplastik yang tertelan oleh biota laut dapat terakumulasi dan berpindah ke tingkat trofik yang lebih tinggi hingga mencapai manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan kelimpahan mikroplastik di perairan dan sedimen Pulau Tegal. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024. Sampel air dan sedimen diambil pada 4 stasiun dengan kedalaman <1meter dan >15 meter. Sampel air diambil sebanyak 200 ml, sedangkan sedimen sebanyak 200 g. Analisis laboratorium sampel air meliputi tahap-tahap berikut: penyaringan, degradasi bahan organik dengan H2O2 30%, pemisahan densitas menggunakan sampel NaCl 6 gram/20 ml, dan pengamatan mikroplastik. Analisis sampel sedimen dilakukan melalui tahap-tahap berikut: pengeringan sampel, pemisahan densitas menggunakan NaCl 150 ml, degradasi bahan organik dengan H2O2 30%, penyaringan, dan identifikasi. Mikroplastik yang ditemukan di perairan Pulau Tegal terdiri dari bentuk fiber, film, fragmen, dan pellet. Kelimpahan pada perairan tercatat sejumlah 164,3 partikel/m3 yang didominasi warna hitam. Pada sedimen Pulau Tegal ditemukan mikroplastik berbentuk fiber dan film. Kelimpahan pada sedimen tercatat sejumlah 275,3 partikel/kg yang didominasi warna hitam. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan gambar.
ETNOZOOLOGI TANGKAPAN NELAYAN DI DERMAGA BOM, KECAMATAN KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Nurfitriani, Desty; Wakhidah, Anisatu Z
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.30787

Abstract

Provinsi Lampung terkenal dengan hasil lautnya yang sangat melimpah. Salah satunya di Kabupaten Lampung Selatan yang pesisir pantainya panjang dan kaya akan hasil laut, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar dalam industri ikan tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi hasil tangkapan ikan nelayan di Dermaga Bom, Kecamatan Kalianda, mengetahui teknik penangkapan ikan hasil tangkapan nelayan di Dermaga Bom, serta untuk mengetahui pengelolaan hasil tangkapan nelayan oleh masyarakat Kalianda Bawah. Pengambilan data dilakukan menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, kemudian melakukan wawancara dan dokumentasi. Metode wawancara semi-struktural dilakukan dengan 30 responden, terbagi atas 10 orang sebagai nelayan, 15 sebagai pedagang ikan dan 5 orang masyarakat Kalianda Bawah terpilih mengenai jenis-jenis ikan tangkapan nelayan, teknik penangkapan ikan oleh nelayan dan pengelolaan hasil tangkapan nelayan. Hasil dari penelitian ditemukan 21 jenis tangkapan nelayan yang tergolong dalam 16 famili. Teknik dalam penangkapan ini menggunakan jaring rampus,jaring congkel,jaring congkel, dan pancingan. Pengelolaan hasil tangkapan masyarakat yang dilakukan kalianda bawah ada yang dikonsumsi langsung sebagai makanan sehari-hari atau diolah menjadi produk olahan seperti bakso ikan, otak-otak, dan pempek, serta ada yang diolah menjadi ikan asin.
MIKROPLASTIK DALAM SALURAN PERNCERNAAN IKAN DI WADUK JATIGEDE Radityani, Fitri Afina; Pratiwi, Niken Tunjung Murti; Kamal, Mohammad Mukhlis; Iswantari, Aliati; Wulandari, Dwi Yuni; Panggabean, Grin Tommy; Ayu, Inna Puspa; Sakina, Edna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.29836

Abstract

Jatigede Reservoir receives water masses and materials from the Cimanuk River, such as nutrients, sediments, and waste, including microplastics. This study aims to analyze the presence of microplastics in the digestive tract of caught fish in Jatigede Reservoir. Fish samples were obtained from fishermen, fish collectors, and fish farmers. Microplastic observations were carried out in the stomach and intestines of fish through the stages of observing fish eating habits, extraction, followed by FTIR analysis to determine the presence, abundance, and type of polymer. Carnivorous fish have the highest amount of microplastics. There is a marked difference between the amount of microplastics and the origin of fish intake. The shorter the fish's gut, the greater the amount of microplastics found. Based on their shape, the type of microplastic is dominated by fibers with a blue color. The most common polymer found is nylon. The digestive tract of fish in Jatigede Reservoir already contains microplastics of various types and colors, with varying amounts, according to the nature of eating fish.
PERBANDINGAN STOK KARBON PADA VEGETASI MANGROVE ALAMI DAN HASIL REHABILITASI DI PROVINSI BANTEN Susanto, Adi; Khalifa, Muta Ali; Munandar, Erik; Nurdin, Hery Sutrawan; Syafrie, Hendrawan; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Irnawati, Ririn; Rahmawati, Ani; Meata, Bhatara Ayi; Putra, Achmad Noerkhaerin; Alansar, Toufik; Sulistyono, Bakti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.20345

Abstract

Rehabilitasi mangrove dilakukan dalam rangka mengembalikan jasa ekosistem mangrove yang hilang akibat dari kerusakan ekosistem. Salah satu jasa ekosistem yang dipulihkan adalah kemampuan vegetasi mangrove untuk menyerap karbon. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan stok karbon pada vegetasi mangrove alami dan hasil rehabilitasi di Provinsi Banten. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun: Pertama Lontar sebagai stasiun pengamatan pada vegetasi mangrove hasil rehabilitasi; Kedua, Citeureup sebagai stasiun pengamatan vegetasi mangrove alami yang berada di muara sungai; Ketiga, Cigorondong sebagai stasiun pengamatan vegetasi mangrove alami sempadan pantai. Pengamatan dilakukan pada minimal 2 plot 10x10 m2 tiap stasiun, dengan parameter jenis mangrove dan lingkar batang yang dicatat menggunakan aplikasi MonMang 2.0. Hasil pengamatan pada ketiga stasiun ditemukan 7 spesies alami dan 1 spesies hasil rehabilitasi. Stok karbon tertinggi (129,89 – 177,08 ton/ha) ditemukan pada jenis mangrove Avicennia marina yang merupakan spesies alami dari stasiun Lontar dan Cigorondong. Sedangkan spesies rehabilitasi Rhizophora stylosa hanya terdapat stok karbon sebesar 20,38 ton/ha, nilai ini lebih kecil dari beberapa spesies alami lain. Hal ini dikarenakan biomassa tegakan mangrove jenis R. stylosa juga lebih kecil yang dipengaruhi oleh diameter batang yang kecil. Diameter batang yang kecil ini diduga karena pola penanaman yang terlalu rapat sehingga terjadi persaingan intraspesifik antar mangrove. Selain pengukuran stok karbon pada vegetasi, perlu juga dilakukan pengukuran stok pada kolam penyimpanan karbon lain.
Bioaccumulation of Iron (Fe) in Sepat Fish (Trichogaster trichopterus) in Miai River Waters Banjarmasin City Santoso, Heri Budi; Alivia, Nazillah; Muhamat, Muhamat
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.31768

Abstract

Miai River is one of the rivers with various anthropogenic activities such as dense settlements, factories, and landfills. Industrial waste and domestic waste generated by residents are suspected to result in water contamination by toxic materials. Fe pollution is a major concern in aquatic ecosystems, especially in the Miai River of Banjarmasin City. This study aimed to evaluate the concentration of Fe in water and sepat fish and determine its relationship with fish weight. This research was conducted by taking samples of fish and water at 2 different locations and for testing the heavy metal content was analyzed by AAS. The results of Fe levels in river water at point 1 averaged 1.155 mg/L and at point 2 averaged 2.102 mg/L, exceeding the specified quality standards. The results of Fe levels in fish at point 1 averaged 26.450 mg/Kg and at point 2 averaged 22.466 mg/Kg exceeded the standard limit. The relationship between Fe in water and in fish is r = -0.999, meaning that the correlation is very strong and opposite. The relationship between Fe in fish and fish body weight is very low with a value of r = 0.164.
PEMETAAN HABITAT BENTIK BERBASIS PIXEL MENGGUNAKAN CITRA SPOT-7 DI PERAIRAN DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN Kartika, Indah; Syahara, Ulfatul; Kurniawati, Esty; Apdillah, Dony; Febrianto, Try
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.32410

Abstract

Habitat bentik, yang merupakan bagian dari daerah pesisir, meliputi ekosistem terumbu karang dan lamun, keduanya sangat produktif dan vital bagi kehidupan laut. Ekosistem ini memberikan manfaat besar dalam bentuk barang dan jasa lingkungan. Desa Pengudang di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki ekosistem laut yang beragam dan sehat, termasuk ekosistem lamun dan terumbu karang. Wilayah ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi lamun dan daerah wisata, namun menghadapi perubahan ekosistem, termasuk kerusakan dan kehilangan, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Oleh karena itu, pemetaan dan pemantauan habitat bentik sangat penting untuk melacak perubahan yang terjadi. Citra satelit SPOT-7 digunakan untuk mengamati perubahan ini. Pengumpulan data dilakukan dari 10 Juni 2023 hingga 15 Januari 2024, dengan 250 titik observasi di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong. Penelitian ini menggunakan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC) untuk pemrosesan citra. Komponen penyusun habitat bentik di perairan Desa Pengudang terdiri dari enam jenis habitat yaitu Alga bercampur dengan Karang Mati (AKM), Karang Mati bercampur dengan Pasir (KMP), Lamun (L), Lamun bercampur dengan Pasir (LP), Pasir (P), dan Pasir bercampur dengan Karang Hidup (PKH). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan dalam tutupan habitat bentik dalam kurun waktu 6 tahun di perairan Desa Pengudang dari tahun 2016 hingga 2022. Overall Accuracy (OA) dari hasil klasifikasi adalah 65,33% untuk citra tahun 2016 dan 76% untuk citra tahun 2022. Pemetaan ini membantu untuk menilai kondisi ekosistem dan memberikan wawasan tentang perubahan lingkungan laut di wilayah tersebut.
APLIKASI GOOGLE EARTH ENGINE UNTUK KLASIFIKASI HABITAT BENTIK PESISIR NONGSA BATAM MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST Prabowo, Nico Wantona; Rusli, Ari; Ghazali, Muhammad; Lubis, Muhammad Zainuddin; radityani, Fitri afina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.33372

Abstract

This study aims to map benthic habitats in the coastal area of Nongsa, Batam, using Sentinel-2A satellite imagery processed using the Random Forest (RF) algorithm on the Google Earth Engine (GEE) platform. The study area includes Teluk Mata Ikan, Tanjung Bemban, and Batu Besar, Nongsa District, Batam City, Kepulauan Riau Province. Field data were obtained through snorkeling surveys and underwater photo documentation in 16-18 August 2024. The four main habitat classes that were successfully identified include coral, sand, seagrass, and rubble (dead coral fragments). The classification results show the dominance of non-living substrates in the form of sand and rubble in most of the study area, while seagrass and coral are distributed in a limited area. Validation of the classification results produced an Overall Accuracy value of 89.90%, indicating a very good level of classification accuracy and suitability. The combination of Sentinel-2A imagery, RF algorithm, and GEE has proven to be effective, efficient, and replicable for mapping tropical benthic habitats spatially and periodically as a basis for sustainable coastal area management.
Estimation Of The Sustanaible Potential Of Red Snapper (Lutjanus Malabaricus) Landed At The Sibolga Archipelago Fishing Port Fuah, Ricky Winrison; Rahayu, Rosi; Umam, Hairul; Pandang, Ivonda Vicanda; Agustina, Imelda
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.31375

Abstract

Continuous and uncontrolled fishing of red snapper will cause fish stocks to degrade, while there is no recruitment process and if caught without good management. Therefore, it is necessary to study the estimation of the sustainable potential of red snapper. The purpose of this study was to calculate Catch Per Unit Effort (CPUE) and assess the value of Maximum Sustainable Yield (MSY) and Total Allowable Catch (TAC/JTB) of red snapper. The research was conducted at Sibolga VAT with survey data collection method, while the surplus production method with Schaefer model. The results showed that the standardized CPUE value in 2018 was 0.060 tons/trip, in 2019 it decreased to 0.037 tons/trip, in 2020 it decreased to 0.029 tons/trip, in 2021 it increased to 0.041 tons/trip, and in 2022 it increased to 0.060 tons/trip, then a decrease occurred again in 2023 which was 0.055 tons/trip. The overall CMSY value calculated using the Scheafer model was 122.2 tons, so it can be concluded that the fishing status is fully exploited and overfished. While the FMSY value is obtained at 3201 trips, where the status is overfished and fully exploited because the fishing effort each year is above the FMSY value. The total allowable catch (TAC/JTB) is 97.8 tons. 
ANALYSIS OF OPERATIONAL ACTIVITIES AND FEASIBILITY OF PURSE SEINE FISHING GEAR AT THE COASTAL FISHING PORT (PPP) SADENG, GUNUNGKIDUL REGENCY, YOGYAKARTA MANIK, AGUSTINA SARTIKA YOS EKARISTI; SARI, RATNA JUITA
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.33227

Abstract

Purse seine fishing gear has advantages in the efficiency of catching large quantities of pelagic fish and is considered environmentally friendly because it does not damage the seabed. Handling fish catches from purse seine fishing gear at the Sadeng Coastal Fisheries Port (PPP), there are two types, namely by using salt and ice which can maintain freshness and increase the selling price. This shows that the feasibility of purse seine using ice and salt can improve community welfare and is feasible to be developed. The purpose of this study is to analyze operational activities (construction, fishing gear operating techniques, area and season of operation, size of vessels and engines) and the feasibility of purse seine fishing gear at the Sadeng Beach Fishing Port. The research was carried out by descriptive method, sampling by purposive sampling. The analysis was carried out by explaining the operation activities of the purse seine ship from preparation, determination of fishing areas, travel, the process of capture, transportation and management of catches on board, and landing. The 35 GT purse seine catching unit has a lower fixed cost because the depreciation costs and licensing fees that must be incurred are lower than the 45 GT purse seine fishing unit. Based on calculations, an average R/C value of 1.3121 was obtained. This indicates that the R/C value > 1, which means that the venture is profitable and worth developing.Keywords: Feasibility, Fishing Gear, Purse Seine,  Sadeng Beach Fishing Port

Page 1 of 1 | Total Record : 9