cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 8 Documents clear
KARAKTERISASI PENGARUH PENAMBAHAN IOTA KARAGENAN PADA EMULSI SUSU KACANG KORO Denni Kartika Sari; Indar Kustiningsih; Annas Eko Oktawiyono; Rosihan Apris Eko Prastyo
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.12295

Abstract

Kacang koro merupakan salah satu produk lokal yang belum banyak dikembangkan. Pengolahan susu kacang koro pedang membutuhkan sistem emulsi yang baik untuk meningkatkan stabilitas dari produk yang dihasilkan dan meningkatkan keawetan produk olahan kacang koro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penambahan emulsifier, kecepatan pengadukan, dan waktu pengadukan terhadap laju pengendapan susu kacang koro pedang pada stabilitas emulsi dengan pendekatan pengukuran creaming index, hukum stoke dan brown. Konsentrasi emulsifier divariasikan 0,07, 0,08, 0,09, dan 0,1 gram. Untuk kecepatan pengadukan 3000, 6000, dan 9000 rpm serta untuk waktu pengadukan 5, 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi emulsifier dan kecepatan pengadukan berpengaruh terhadap viskotitas dan stabilitas emulsi. Sedangkan semakin lama pengadukan akan memperkecil viskositas dan mempercepat pemisahan.  Hasil emulsi terbaik didapatkan pada variasi kecepatan pengadukan 9000 rpm, konsentrasi Iota karagenan sebesar 0,1 gram, dan lama pengadukan selama 5 menit dengan pendekatan pengukuran creaming index. Analisis ANOVA menunjukan bahwa kecepatan pengadukan, konsentrasi pengemulsi, dan waktu pengadukan pada proses emulsi susu kacang koro berpengaruh signifikan dengan nilai creaming index dimana nilai F hitung (F) < F tabel (Fcrit). Hal tersebut terlihat pula pada analisis respond surface yang didapatkan. Pengukuran stabilitas emulsi pendekatan metode stoke lebih efektif dibandingkan dengan metode Brown.
STUDI KINETIKA EKSTRAKSI MINYAK GAHARU DENGAN KOMBINASI FERMENTASI Dyra Raihan Fauziah; Arysca Wisnu Satria; Reni Yuniarti
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.14640

Abstract

Gaharu adalah salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak dijumpai di berbagai wilayah dan tipe hutan di Indonesia. Pemilihan gaharu sebagai bahan penelitian karena gaharu memiliki nilai komersial yang tinggi dan untuk memperoleh minyaknya cukup sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan fermentasi terhadap hasil rendemen (yield) minyak gaharu. Percobaan ini didahului dengan persiapan bahan yaitu: pencacahan, penghalusan, dan pengeringan. Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan pelarut n-heksana. Data hasil rendemen dan kandungan asam lemak bebasnya dianalisis guna mengetahui kondisi proses yang direkomendasikan. Proses perlakuan awal fermentasi dilakukan selama 2, 3, 4, dan 5 hari dan proses ekstraksi dilakukan sebanyak 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 siklus. Hasil proses fermentasi terbaik diperoleh dari perlakuan fermentasi selama 5 hari selama 12 siklus sebesar 0,3376 g minyak gaharu/g gaharu dan pada kondisi tersebut asam lemak bebas yang dihasilkan sebesar 6 mg NaOH/g sampel. Hasil bilangan asam yang digunakan masih memenuhi SNI dari minyak gaharu. Hasil analisis studi kinetika ekstraksi didapatkan model yang paling sesuai untuk substrat minyak gaharu, yaitu power law dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,95.
EKSTRAKSI KITIN DARI JAMUR TIRAM MENGGUNAKAN REAKTOR MICROWAVE Nufus Kanani; Wardalia Wardalia; Widya Ernayati; Endarto Yudo Wardhono; Rahmayetty Rahmayetty; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Tazkia Nuraviari Adeliana; Bimo Martino
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.15687

Abstract

Kitin adalah homopolimer yang tersusun dari N-acetyl d-glucosamine dan glucosamine yang terikat dengan β 1–4 glycosidic. Kitin umumnya diperoleh dari ekstraksi kulit udang melalui proses deproteinasi dan demineralisasi dengan tahapan proses yang lama dan panjang. Pada penelitian ini dilakukan isolasi kitin dari jamur tiram sebagai alternatif sumber bahan baku dengan bantuan reaktor microwave. Proses ekstraksi dilakukan pada variasi waktu antara 5-60 menit untuk memperoleh kadar protein yang optimum. Selanjutnya dilakukan variasi temperatur antara 50-80°C untuk memperoleh kadar kitin. Hasil perolehan kadar protein tertinggi didapatkan pada waktu reaksi selama 60 menit yaitu 99,91% dan kadar kitin tertinggi diperoleh pada temperatur 80°C dengan kadar kitin yang didapatkan sebesar 7,10%.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI KACANG HIJAU PADA PENINGKATAN NILAI GIZI MINUMAN KESEHATAN AREN JAHE Yeyen Maryani; Herayati Herayati; Agus Rochmat; Widya Ernayati Kosimaningrum; Ahmad Buhari; Ika Rifqiawati; Ina Indriana; Hani Nurul Fadhilah; Muhammad Farhan
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.16788

Abstract

Salah satu kebutuhan dasar bagi manusia adalah pangan. Jika ketersediaan pangan relatif lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan maka akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi secara nasional. Oleh karena itu, penting untuk menggali potensi sumber daya alam khususnya pangan yang terdapat di suatu daerah untuk diproduksi dan dikembangkan, misalnya pada Provinsi Banten yang mempunyai berbagai jenis pangan lokal salah satunya yaitu aren. Gula aren jahe sari kacang hijau telah berhasil diproduksi dan dianalisis kandungan nutrisinya melalui uji tingkat kesukaan produk dengan uji organoleptik, kadar air menggunakan metode mouisture analyzer, kadar abu menggunakan metode pemanasan, kadar protein menggunakan metode kjeldahl, kadar lemak menggunakan metode soxhlet, kadar gula menggunakan metode Luff Schoorl, dan aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP. Berdasarkan pengujian tersebut diperoleh kandungan nutrisi terbaik pada variasi gula aren jahe 70%:sari kacang hijau 30% dengan tingkat kesukaan yang paling tinggi dan hasil analisis yang hampir memenuhi SNI 01-4320-1996 tentang syarat mutu serbuk minuman tradisional yang memiliki kadar air 1,27%, kadar abu 1,35%, kadar protein 5,75%, kadar lemak 0,46%, kadar gula 97,54%, dan terbukti memiliki kandungan antioksidan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.
PENGARUH PENAMBAHAN LILIN LEBAH DAN GLISEROL PADA EDIBLE COATING BERBASIS PATI TALAS BENENG TERHADAP KUALITAS BUAH STROBERI Wardalia Wardalia; Nufus Kanani; Rudi Hartono; Muhammad Triyogo Adiwibowo
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.18000

Abstract

Buah stroberi merupakan komoditas buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi namun umur simpannya pendek. Kerusakan buah disebabkan oleh proses respirasi dan transpirasi. Salah satu cara untuk menekan terjadinya transpirasi yaitu dengan aplikasi edible coating berbahan dasar pati alami seperti pati dari talas beneng. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi optimum edible coating dari pati talas beneng dengan campuran lilin lebah dan gliserol terhadap kualitas buah stroberi. Tahapan dalam memproduksi edible coating ini preparasi matrik edible coating dengan cara melarutkan pati dengan konsentrasi 3% dalam akuades. Larutan pati dicampurkan gliserol dengan konsentrasi 0,5; 1; dan 2% (v/v) lalu masing masing campuran ditambahkan lilin lebah dengan variasi konsentrasi 0,4; 0,8; dan 1,6% (w/v). Hasil analisis menunjukkan bahwa edible coating berbasis pati talas beneng pada hari ke 5 didapatkan hasil yang terbaik, dengan penambahan gliserol dengan konsentrasi 1% dan lilin lebah dengan konsentrasi 1,6% memberikan susut bobot dengan nilai terendah 15,7%, menghambat penurunan kadar gula dengan nilai kadar gula 3,2% dan menghambat penurunan kadar vitamin C sebesar 12% sehingga dapat dikatakan bahwa edible coating berbasis pati talas beneng dengan penambahan gliserol dan lilin lebah dapat meningkatkan kualitas buah stroberi.
NANO CARBON SYNTHESIS FROM MICROALGAE CHLORELLA VULGARIS AS PRECURSOR OF SOLID PHASE CARBON Alexander William Prijadi; Arenst Andreas Arie; Budi Husodo Bisowarno
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.15652

Abstract

Nanocarbon is a nanometer-scale substance made entirely of carbon atoms. Generally, the synthesis of nanocarbon is usually conducted using a gas-phase carbon raw material which is toxic. Therefore, the use of solid-phase carbon raw material to synthesize nanocarbon started to develop. In this research, nanocarbon will be synthesized using variations of solid-phase carbon raw material derived from a novel carbon precursor, microalgae Chlorella vulgaris. Nanocarbons produced were analyzed using SEM, XRD, and TEM. SEM analysis did not show the nanocarbon formed. However, this may be due to the nanocarbon being very small. To ensure whether nanocarbon is formed or not, XRD analysis is conducted. XRD analysis shows the possibility of forming carbon nanotubes from the sample with activated carbon as a raw material. There were peaks at diffraction angles of 24–26° and 42–43,5°, which indicated carbon nanotubes. In addition, the dc value of this sample has a value like carbon nanotubes, which is 0.344 nm. In contrast, the other two samples, which used hydrochar and microalgae as raw materials, only indicated activated carbon after the synthesis. The TEM analysis supported by XRD analysis for a sample with activated carbon as a raw material showed the presence of carbon nanotubes. This is indicated by their rope-like morphology, which is not visible in SEM analysis due to their tiny size. At the same time, the other two samples did not show any morphology indicating the presence of nanocarbon. So, it can be concluded that the synthesis of nano carbon has been successfully carried out using activated carbon as raw material and produces nano carbon with the type of carbon nanotubes.
STUDI IN VITRO NANOEMULSI GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK KULIT DURIAN TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES Putri Ayu Maharani; Nur Khasanah; Annindea Erza Novadila; Dzurrotin Qurrota A’yun; Dita Rahmaningtyas; Zubaidah Ningsih
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.15308

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris merupakan kelainan berupa peradangan pada lapisan polisebaseus disertai adanya penumpukan dan penyumbatan keratin akibat adanya bakteri, salah satunya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan bahan-bahan alami berpotensi sebagai alternatif bahan aktif untuk pengobatan jerawat. Kulit durian mengandung senyawa antibakteri yaitu flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas nanoemulsi gel ekstrak kulit durian dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Uji yang dilakukan meliputi uji fitokimia, organoleptik, homogenitas, pH dan uji inhibisi bakteri. Karakterisasi yang dilakukan meliputi GCMS, FTIR, dan PSA. Gel nanoemulsi dibuat dengan formulasi minyak dalam air dari ekstrak kulit durian menggunakan teknik mikrofluidisasi. Hasil penelitian menunjukkan metode ekstraksi maserasi kulit durian menghasilkan 49 mL ekstrak dari 40 g sampel, senyawa utama antibakteri dalam ekstrak kulit durian adalah 5-Hydroxymaltol dari golongan flavonoid, teknik mikrofluidisasi dalam sistem emulsi menunjukkan potensi menurunkan droplet nanoemulsi, dan efektivitas nanoemulsi gel kulit durian pada konsentrasi 2g.
SINTESIS BIOPLASTIK DARI SELULOSA ASETAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT: SEBUAH KAJIAN Resi Levi Permadani; Silvia Silvia
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.16553

Abstract

Seiring perkembangan zaman, kesadaran masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan terus meningkat. Salah satu material yang tidak ramah lingkungan adalah plastik dan yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah kantong plastik. Material plastik yang banyak dimanfaatkan saat ini merupakan plastik berbasis petrokimia yang sulit terdegradasi di alam. Seiring dengan perkembangan teknologi, alternatif yang dapat menggantikannya yaitu bioplastik. Material bioplastik diproduksi dari bahan baku biomassa. Pemanfaatan limbah biomassa seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sangat berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan bioplastik. TKKS mengandung kadar selulosa yang tinggi, yang nantinya diproses menjadi selulosa asetat untuk pembuatan bioplastik. Limbah TKKS harus melalui proses pretreatment, delignifikasi dan bleaching terlebih dahulu untuk memperoleh selulosa murni, selanjutnya selulosa murni dilakukan proses asetilasi menghasilkan selulosa asetat. Pada proses pembuatan bioplastik, selulosa asetat sebagai matriks polimer ditambahkan bahan aditif seperti plasticizer dan filler untuk meningkatkan sifat fisik dan mekaniknya. Salah satu aplikasi dari bioplastik selulosa asetat yaitu untuk packaging atau kantong kemasan. Penggunaan limbah biomassa TKKS ini dapat memberikan nilai tambah yang semulanya hanya dibuang ke lingkungan atau dijadikan kompos. Artikel kajian ini membahas mengenai pembuatan bioplastik dari selulosa asetat tandan kosong kelapa sawit yang berfokus pada penambahan plasticizer dan filler.

Page 1 of 1 | Total Record : 8