cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Furnace
ISSN : 25551801     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 9 Documents clear
Analisa statistik terhadap variabel penelitian jumlah lapisan fiberglass dan waktu paparan sinar ultraviolet pada komposit poliester tak jenuh Partuti, Tri; Fadil, Muhamad; Dwiyanti, Yanyan
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/furnace.v1i1.27541

Abstract

Material jendela seperti kaca mudah pecah. Perlu dicari alternatif material pengganti dengan sifat seperti kaca yang tembus pandang tetapi tidak mudah pecah. Material komposit dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kaca. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit matriks poliester tak jenuh dengan penguat chopped strand mat (CSM) dengan metode hand lay-up. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh jumlah lapisan CSM terhadap kuat tarik, indeks bias dan sifat fisik komposit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lapisan CSM dapat meningkatkan nilai kuat tarik komposit dengan nilai kuat tarik sampel 0, 1, 2, 3 lapis sebesar 26,55 MPa, 36,06 MPa, 51,34 MPa, dan 63,91 MPa. Sedangkan paparan sinar-UV ternyata dapat menurunkan kuat tarik komposit. Pada sampel 0, 1, 2, dan 3 lapis setelah penjemuran selama 3 bulan terjadi penurunan nilai kuat tarik sampel masing-masing 15,81 MPa, 20,33 MPa, 21,69 MPa, dan 51,99 MPa. Hasil pengujian indeks bias menunjukkan paparan sinar-UV berpengaruh terhadap nilai indeks bias. Indeks bisa meningkat pada 0 dan 1 lapisan, tetapi menurun untuk 2 dan 3 lapisan setelah paparan UV 3 bulan. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat perubahan warna menjadi kuning pada komposit yang telah dijemur selama 3 bulan. Indeks bias material komposit yang dihasilkan belum memenuhi standar SNI 15-0047-2005 untuk kaca lembaran, yaitu 1,49 -1,55.  Korelasi antara variabel paparan sinar UV dengan indeks bias mempunyai kategori korelasi lemah, yaitu 0,159, sedangkan hubungan antara jumlah lapisan fiberglass dan indeks bias mempunyai kategori korelasi kuat, yaitu 0,896.
Karakterisasi Sensor Magnetic Induction Tomography untuk Inspeksi Cacat Las pada Pelat Baja Haryono, Didied; Sholehah, Amalia; Suwandana, Rahman Faiz; Muttakin, Imamul; Saputra, Aldy Yana
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/furnace.v1i1.27542

Abstract

Magnetic Induction Tomography (MIT) merupakan salah satu metode NDT yang saat ini sedang dikembangkan. Metode MIT ini mempunyai kelebihan seperti bersifat non-intrusive, contactless, aman dari radiasi, dan relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif desain sensor yang dikembangkan dalam menginspeksi cacat las serta menganalisis pola sinyal hasil inspeksi. Penelitian ini menggunakan jenis desain sensor tipe I, II, dan III, serta sampel uji yang digunakan adalah pelat baja SS400 dengan ukuran 10 cm x 10 cm. Eksperimen dilakukan dengan meletakkan sensor di atas cacat las dan sensor akan menginspeksi pada frekuensi 100 kHz – 500 kHz. Cacat yang diinspeksi berupa cacat retak dan cacat porositas diameter 5 mm dengan kedalaman 3, 7, serta 11 mm. Pada penelitian ini, besaran yang terukur adalah nilai impedansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor tipe I menjadi menghasilkan grafik karakterisasi yang paling optimal. Hal ini dilihat berdasarkan nilai gapimpedansi baja dengan udara yang paling jauh dan sensitivitas dalam inspeksi baja cacat. Kemudian, hasil pengukuran baja cacat menunjukkan nilai impedansi baja cacat berada di antara nilai impedansi baja normal dan udara. Pada frekuensi 172 kHz, nilai impedansi cacat porositas kedalaman 3, 7, dan 11 mm masing-masing adalah sebesar 34,518; 34,556; dan 34.587 mΩ. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengukuran dengan sensor tipe I sudah dapat membedakan cacat porositas dengan variasi kedalaman dengan pengukuran optimum pada kedalaman 3 mm. Selain itu, sensor tipe I juga sudah sensitif untuk melihat perbedaan bentuk cacat. Dari hasil penelitian, cacat retak dan cacat porositas yang ditunjukkan dengan hasil nilai relatif impedansi pada frekuensi 172 kHz, dimana cacat retak menjadi nilai yang paling kecil dibandingkan dengan nilai relatif impedansi cacat porositas sebesar 0,222 mΩ. Sementara itu, nilai relatif impedansi cacat porositas dengan variasi kedalaman 3, 7, dan 11mm masing-masing sebesar 0,287; 0,325; dan 0,356 mΩ pada kedalaman 11 mm, 0.325 mΩ. 
Pengaruh Ukuran Partikel dan Waktu Steam Aging Terhadap Kandungan f-CaO Pada Steel Slag Anwar, Matlaul; Milandia, Anistasia; Juniarsih, Andinnie
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/furnace.v1i1.27548

Abstract

Steel slag merupakan produk limbah utama yang terjadi dalam proses steelmaking pada furnace yang berasal dari hasil reaksi smelting besi dengan oksidator. Limbah steel slag dapat dimanfaatkan sebagai agregat, pupuk dan semen, tetapi dalam pemanfaatannya terdapat masalah karena kandungan kalsium oksida bebas (f-CaO) yang tinggi pada steel slag.Kandungan tersebut mengakibatkan ketidakstabilan volume ekspansi yang menyebabkan terjadinya pemuaian dan keretakan pada bahan bangunan dan jalan. Untuk mengurangi kandungan f-CaO pada steel slag dapat dilakukan dengan natural aging tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu dilakukan metode accelerated aging agar dapat mempersingkat waktu. Salah satu metodenya yaitu dengan steam aging treatment. Steam aging adalah sebuah proses aging menggunakan uap air untuk menurunkan kandungan f-CaO. Pada penelitian ini dilakukan proses steam aging menggunakan steamer dengan waktu aging selama 8 jam; 10 jam; 12 jam dan dengan ukuran partikel -20+35#, -35+50# dan -50+100#. Kemudian dilakukan proses titrasi volumetri untuk mengetahui mengetahui berapa % kandungan f-CaO pada sampel serta apakah kandungan f-CaO pada steel slag ini telah menurun atau berkurang. Dari hasil pengujian steam aging diperoleh % kandungan f-CaO secara berurutan sebesar 0,36; 0,31; 0,26; dan 0,24. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dibuktikan bahwa proses steam aging dapat digunakan untuk mengurangi kandungan %f-CaO pada steel slag sebanyak 30%.
Pengaruh Perlakuan Panas Quench Temper dan Aniling Ganda Terhadap Sifat Mekanik Dan Struktur Mikro Baja Tahan Karat Ultra Tipis Pada Aplikasi Elektronik dan Biomedis Aziz, Abdul; Partuti, Tri; Hasanah, Indah Uswatun; Alhamidi, Ahmad Ali; Suryana, Suryana; Maulana, Alief
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/furnace.v1i1.27538

Abstract

Sifat mekanik dan perubahan struktur mikro terjadi pada baja tahan karat (BTK) ultra tipis jenis SUS 316 di pelajari setelah diberi perlakuan panas quench temper 900oC, aniling ganda pada suhu 400oC pada BTK ultra tipis dan ditahan selama 1, 2 dan 3 jam. Percobaan dilaksanakan pada BTK butir halus dan berbutir kasar. Dari hasil pengamatan dengan mikroskop elektron SEM -EBSD, tidak terjadi transformasi fasa martensit pada struktur mikronya. Perubahan struktur mikro terjadi dalam bentuk perubahan sebaran grain misorientation (GMO) pada baja SUS 316 ultra tipis. Nilai kekerasan pun mengalami peningkatan dengan peningkatan waktu tahan dan ini pastinya berhubungan erat dengan surfaceroughening pada baja ultra tipis tersebut dan mampu bentuk pada baja ultra tipis. Selain itu ditemukan bahwa nilai surface roughening menurun seiring dengan meningkatnya waktu tahan pada baja ultra tipis.
Peningkatan Kekuatan Tekan Slag Depressant Dengan Penambahan Molase , Slag Blast Furnace Dan Kertas Habis Pakai Kambuna, Bening Nurul Hidayah; Oediyani, Soesaptri; Kusnadi, Kusnadi; Salman, Della Izzati
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jf.v7i1.35052

Abstract

.
Pengaruh Perlakuan Panas Quench Temper Dan Aniling Ganda Terhadap Sifat Mekanik Dan Struktur Mikro Baja Tahan Karat Ultra Tipis Pada Aplikasi Elektronik dan Biomedis Aziz, Abdul; Partuti, Tri; Hasanah, Indah Uswatun; Alhamdi, Ahmad Ali; Suryana, Suryana; Maulana, Alief Ali
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jf.v7i1.35007

Abstract

Sifat mekanik dan perubahan struktur mikro terjadi pada baja tahan karat (BTK) ultra tipis jenis SUS 316 di pelajari setelah diberi perlakuan panas quench temper 900oC, aniling ganda pada suhu 400oC pada BTK ultra tipis dan ditahan selama 1, 2 dan 3 jam. Percobaan dilaksanakan pada BTK butir halus dan berbutir kasar. Dari hasil pengamatan dengan mikroskop elektron SEM -EBSD, tidak terjadi transformasi fasa martensit pada struktur mikronya. Perubahan struktur mikro terjadi dalam bentuk perubahan sebaran grain misorientation (GMO) pada baja SUS 316 ultra tipis. Nilai kekerasan pun mengalami peningkatan dengan peningkatan waktu tahan dan ini pastinya berhubungan erat dengan surface roughening pada baja ultra tipis tersebutdan mampu bentuk pada baja ultra tipis. Selain itu ditemukan bahwa nilai surface roughening menurun seiring dengan meningkatnya waktu tahan pada baja ultra tipis.
Analisa Statistik Terhadap Variabel Penelitian Jumlah Lapisan Fiberglass Dan Waktu Paparan Sinar Ultraviolet Pada Komposit Poliester Tak Jenuh Partuti, Tri; Fadil, Muhamad; Dwiyanti, Yanyan
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jf.v7i1.35008

Abstract

Material jendela seperti kaca mudah pecah. Perlu dicari alternatif material pengganti dengan sifat seperti kaca yang tembus pandang tetapi tidak mudah pecah. Material komposit dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kaca. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit matriks poliester tak jenuh dengan penguat chopped strand mat (CSM) dengan metode hand lay-up. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh jumlah lapisan CSM terhadap kuat tarik, indeks bias dan sifat fisik komposit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lapisan CSM dapat meningkatkan nilai kuat tarik komposit dengan nilai kuat tarik sampel 0, 1, 2, 3 lapis sebesar 26,55 MPa, 36,06 MPa, 51,34 MPa, dan 63,91 MPa. Sedangkan paparan sinar-UV ternyata dapat menurunkan kuat tarik komposit. Pada sampel 0, 1, 2, dan 3 lapis setelah penjemuran selama 3 bulan terjadi penurunan nilai kuat tarik sampel masing-masing 15,81 MPa, 20,33 MPa, 21,69 MPa, dan 51,99 MPa. Hasil pengujian indeks bias menunjukkan paparan sinar-UV berpengaruh terhadap nilai indeks bias. Indeks bisa meningkat pada 0 dan 1 lapisan, tetapi menurun untuk 2 dan 3 lapisan setelah paparan UV 3 bulan. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat perubahan warna menjadi kuning pada komposit yang telah dijemur selama 3 bulan. Indeks bias material komposit yang dihasilkan belum memenuhi standar SNI 15-0047-2005 untuk kaca lembaran, yaitu 1,49 -1,55.  Korelasi antara variabel paparan sinar UV dengan indeks bias mempunyai kategori korelasi lemah, yaitu 0,159, sedangkan hubungan antara jumlah lapisan fiberglass dan indeks bias mempunyai kategori korelasi kuat, yaitu 0,896.
Karakterisasi Sensor Magnetic Induction Tomography Untuk Inspeksi Cacat Las Pada Pelat Baja Haryono, Didied; Sholehah, Amalia; Suwandana, Rahman Faiz; Muttakin, Imamul; Saputra, Aldy Yana
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jf.v7i1.35009

Abstract

Metode Magnetic Induction Tomography (MIT) mempunyai kelebihan seperti bersifat non-intrusive, contactless, aman dari radiasi dan relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif desain sensor yang dikembangkan dalam menginspeksi cacat las serta menganalisis pola sinyal hasil inspeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor tipe I menjadi sensor dengan karakterisasi yang paling optimal dilihat berdasarkan nilai gap impedansi baja dengan udara yang paling jauh dan sensitivitas dalam inspeksi baja cacat. Pada frekuensi 172 kHz nilai impedansi cacat porositas kedalaman 11 mm sebesar 34.587 mΩ, nilai impedansi cacat porositas kedalaman 7 mm sebesar 34.556 mΩ, dan nilai impedansi cacat porositas kedalaman 3 mm sebesar 34.518 mΩ. Hal tersebut menunjukkan pengukuran dengan sensor tipe I sudah dapat membedakan cacat porositas dengan variasi kedalaman dengan pengukuran optimum pada kedalaman 3 mm. Selain itu, sensor tipe I juga sudah sensitif untuk melihat perbedaan bentuk cacat yaitu cacat retak dan cacat porositas yang ditunjukkan dengan hasil nilai relatif impedansi pada frekuensi 172 kHz cacat retak menjadi nilai yang paling kecil dibandingkan dengan nilai relatif impedansi cacat porositas sebesar 0.222 mΩ. Sedangkan pada nilai relatif impedansi cacat porositas variasi kedalaman, nilai dari yang paling tinggi ke rendah adalah 0.356 mΩ pada kedalaman 11 mm, 0.325 mΩ pada kedalaman 7 mm, dan 0.287 mΩ pada kedalaman 3 mm
Pengaruh Ukuran Partikel Dan Waktu Steam Aging Terhadap Kandungan f-CaO Pada Steel Slag Anwar, Matlaul; Milandia, Anistasia; Januarsih, Andinnie
Jurnal Furnace Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jf.v7i1.35010

Abstract

Steel slag merupakan produk limbah utama yang terjadi dalam proses steelmaking pada furnace yang berasal dari hasil reaksi smelting besi dengan oksidator. Limbah steel slag dapat dimanfaatkan sebagai agregat, pupuk dan semen, tetapi dalam pemanfaatannya terdapat masalah karena kandungan kalsium oksida bebas (f-CaO) yang tinggi pada steel slag. Kandungan tersebut mengakibatkan ketidakstabilan volume ekspansi yang menyebabkan terjadinya pemuaian dan keretakan pada bahan bangunan dan jalan. Untuk mengurangi kandungan f-CaO pada steel slag dapat dilakukan dengan natural aging tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu dilakukan metode accelerated aging agar dapat mempersingkat waktu. Salah satu metodenya yaitu dengan steam aging treatment. Steam aging adalah sebuah proses aging menggunakan uap air untuk menurunkan kandungan f-CaO. Pada penelitian ini dilakukan proses steam aging menggunakan steamer dengan waktu aging selama 8 jam; 10 jam; 12 jam dan dengan ukuran partikel -20+35#, -35+50# dan -50+100#. Kemudian dilakukan proses titrasi volumetri untuk mengetahui mengetahui berapa % kandungan f-CaO pada sampel serta apakah kandungan f-CaO pada steel slag ini telah menurun atau berkurang. Dari hasil pengujian steam aging diperoleh % kandungan f-CaO secara berurutan sebesar 0,36 ; 0,31 ; 0,26 ; dan 0,24. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dibuktikan bahwa proses steam aging dapat digunakan untuk mengurangi kandungan %f-CaO pada steel slag sebanyak 30%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9