cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 Juli 2016" : 16 Documents clear
Analisis Efektifitas Mesin Bagging dengan Penerapan Total Productive Maintanance (TPM) pada PT. Lotte Chemical Titan Nusantara Silvia Noviarni; Evi Febianti; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.469 KB)

Abstract

PT. Lotte Chemical Titan Nusantara mengahasilkan produk bijih plastik.Mesin pengemesandalam perusahaan ini terdapat 2 mesin yaitu mesin bagging 1 dan mesin bagging 2.Permasalahan yang sering terjadi pada mesin bagging yaitu sering mengalami breakdownyang disebabkan oleh rusaknya komponen mesin secara tiba-tiba, total waktu Breakdown dimesin bagging 1 dan mesin bagging 2 paling tinggi pada tahun 2013 sebesar 21.614 menitsedangkan yang terendah 1.561 menit. Sehingga waktu bekerja mesin semakin berkurang.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE),menghitung nilai faktor Six Big Losses, dan mengetahui akar penyebab masalah dominan darifaktor Six Big Losses dengan menggunakan Fault Tree Analisis (FTA). Nilai OEE yangdidapat pada mesin bagging 1 sebesar 50,01% dan bagging 2 sebesar 66,30%. Faktorterbesar yang menyebabkan rendahnya efektivitas mesin bagging 1 yaitu reduce speed lossessbesar 28,70% dan mesin bagging 2 yaitu breakdown losses sebesar 17,08%. Akar penyebabmasalah pada reduced speed losses disebabkan oleh tidak adanya jadwal khusus pembersihanmesin, kurangnya pemberian pelumas mesin, pemilihan supplier film bag yang berbeda,materia film bag kurang bagus,mengejar target produksi, bantuan dari operator subkontrak,atau banyaknya permintaan produksi. Dan akar penyebab masalah pada breakdown lossesyaitu kurang perawatan mesin, mengejar target produksi, bantuan karyawan subkontrak, tidakadanya jadwal khusus pembersihan mesin, mesin sudah tua, pemilihan suku cadang tidak asliatau murah.
Usulan Layout Perkantoran Baru Menggunakan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan Di PT. Krakatau Bandar Samudera Fauzan Hamdani; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.399 KB)

Abstract

PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa dan merupakan pelabuhan terdalam di Indonesia yang disiapkan untuk menangani segala jenis cargo baik curah kering, curah cair maupun container. Pekerjaan yang dilakukan oleh setiap departemen memiliki keterkaitan satu sama lain, dimana letak dari satu departemen dengan departemen yang berhubungan harus saling berdekatan, sehingga layout dalam suatu perkantoran harus tertata dengan rapih. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat kedekatan, bobot jarak yang optimal dan perancangan layout pekantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera. Perancangan layout ini menggunakan metode Activity Relationship Chart dan blocplan. Perancangan layout ini juga memperhatikan flow bisnis dari perusahaan. Hasil dari penelitian ini berupa layout baru untuk perkantoran di PT. Krakatau Bandar Samudera. Layout ini mempunyai bobot jarak terkecil dari satu departemen ke departemen yang lain. Setelah dilakukan perancangan ulang layout perkantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera bahwa bobot jarak yang optimal adalah 492268,2 dengan penurunan sebesar 48,4 %. Usulan perkantoran baru mempunyai dimensi panjang sebesar 80,1 meter, dimensi lebar 57 meter sehingga luas nya adalah 4.564 m2. Dengan luas perkantoran utama yaitu 1.854 m2, luas pelayanan personil kantor adalah 1169 m2 dan allowance gang sebesar 51 %.
Strategi Diversifikasi Produk Pisau pada Industri Kreatif dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) Fandi Ardian Dwi Cahyo; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.361 KB)

Abstract

Diversifikasi produk merupakan strategi yang dilakukan pihak perusahaan dalam usaha mengembangkan dan memperbaiki kualitas produknya serta untuk meningkatkan nilai ekonomi suatu produk. Diversifikasi produk yang dilakukan oleh Industri Kreaktif Masyarakat PD. Setia Jaya adalah mengembangkan desain produk pisau dapur tradisional sesuai dengan karakteristik keinginan dan kebutuhan konsumen. Identifikasi variabel karakteristik konsumen terhadap produk pisau tersebut didapat melalui penentuan evaluasi produk berdasarkan dimensi bauran manajemen pemasaran 7P dengan menyebarkan kuisioner kepada konsumen pengguna pisau dari IKM tersebut. Dalam proses pengembangan produk terhadap karakteristik konsumen dibantu dengan berbagai sarana dan teknik. QFD adalah suatu sarana yang digunakan untuk menghubungkan karakteristik kebutuhan konsumen yang didefinisikan oleh konsumen ke dalam spesifikasi teknis produk. Pada matriks penggabungan karakteristik konsumen dan karakteristik desain produk dalam House of Quality menghasilkan korelasi antara kedua karakteristik tersebut sehingga menghasilkan nilai dari suatu hubungan karakteristik. Dalam pembentukan matriks hubungan ini ada tiga macam hubungan yang dapat terjadi yaitu, hubungan kuat, sedang dan lemah. Hubungan pada matriks tersebut diberi simbol-simbol yang mempunyai nilai yang berbeda yaitu hubungan kuat dengan nilai 9, hubungan sedang dengan nilai 3, hubungan lemah dengan nilai 1. Berdasarkan pada gambar House of Quality didapatkan nilai kepentingan absolut dan nilai kepentingan relatif, nilai tertinggi yang telah diklasifikasi ditentukan sebagai nilai prioritas karakteristik teknis yang diinginkan oleh konsumen. Dipilih lima karakteritik teknis tertinggi dari nilai persentase kepentingan relatif untuk menentukan prioritas desain produk yang akan dilakukan perancangan desain produk ekspektasi.
Analisis Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Rian Nirmawati; Hadi Setiawan; Nandang Sukandar
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.703 KB)

Abstract

Didalam sebuah organisasi, aspek manusia sangatlah penting dalam keberhasilan pencapaianvisi, misi dan tujuan organisasi. Peran manusia dalam organisasi adalah sebagai tiangsekaligus roda penggerak keberhasilan organisasi. Menyadari pentingnya sumber daya manusiabagi kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan, maka perusahaan harus mempunyailangkah untuk mendorong kinerja karyawan secara optimal. Permasalahan yang muncul di PT.XYZ yaitu terdapat ketidak selarasan antara karyawan dan perusahaan, perusahaan menuntutkaryawan dapat meningkatkan kinerja kerja dengan meningkatkan kompetensi, sedangkankaryawan menuntut perusahaan meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah kompetensi dan kepuasan kerja secara signifikan mempengaruhi kinerjakaryawan dengan metode analisis Stuctural Equation Modelling (SEM) dengan software Lisrel.Sebagai teknik analisis statistik SEM dapat menganalisis hubungan antar variabel besertakesalahan pengukuran. Hasil yang didapat bahwa kompetensi dan kepuasan kerja memilikipengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan, variabel kompetensi memiliki pengaruh yangpaling kuat dengan nilai loading factor 0,38. Variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh yangpaling kecil dengan nilai loading factor 0,07. Variabel kompetensi dan variabel kepuasan kerjasecara bersama-sama memiliki pengaruh sebesar 0.16 terhadap peningkatan kinerja karyawandi PT. XYZ.
Identifikasi Penyebab Kecelakaan Kerja dengan Metode 5W + H di Area Continous Casting Divisi SSP Roni Sahroji; Ade Sri Mariawati; Ani Ani Umyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.519 KB)

Abstract

PT. Krakatau Steel merupakan suatu perusahaan yang memproduksi baja, yang berpotensi mengandung bahaya atau kecelakaan yang tinggi. PT. Krakatau Steel terdiri dari beberapa divisi, yang salah satunya yaitu divisi SSP I (Slab Steel Plant). yang mana proses produksinya pembuatan baja slab yang hasil akhirnya akan diproses didivisi CRM (cold rolling mill) dan HSM (hot strip mill). Pada bulan Desember 2013 telah terjadi kecelakaan kerja yaitu kebakaran pada area Countinous Casting Machine SSP I. Hal ini disebabkan pada saat proses continous casting terjadi masalah yaitu pada slide gate tidak berfungsinya naik turun dikarenakan adanya kebocoran pada shroud sehingga tidak bisa ditutup pada saat baja memuai akibatnya baja cair yang ada pada leadel tidak tertampung lagi pada moul sehingga mengakibatkan kebakaran pada area tersebut. Dari kejadian kebakaran tersebut telah memakan korban 3 orang yaitu 2 orang meninggal dalam suatu ruangan spare part yang lokasinya tidak jauh dari tempat kebakaran terjadi. Kedua korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen untuk bernapas dan 1 orang mengalami patah tulang kaki pada mata kaki pada saat melakukan evakuasi penyelamatan diri. Dari kejadian ini banyak kerugian di terima karyawan maupun yang di tanggung perusahaan yaitu terhentinya proses produksi yang begitu lama, manusia, mesin, dan alat-alat produksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja,menghitung nilai ratio kekerapan,keparahan kerja dan Membuat penjadwalan pengecekan slide gate,Peneliti melakukan identifikasi penyebab terjadi kecelakaan dengan menggunakan fishbone serta melakukan usulan metode 5W+H untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan serta melakukan usulan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian setelah di identifikasi serta di analisa perlu adanya pembuatan jadwal pengecekan slide gate dan pergantian shroud setiap 3x proses.
Minimasi Makespan Penjadwalan Flowshop Menggunakan Metode Algoritma Campbell Dudek Smith (CDS) Dan Metode Algoritma Nawaz Enscore Ham (NEH) Di PT Krakatau Wajatama Muhamad Hidayat; Ratna Ekawati; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.511 KB)

Abstract

PT Krakatau Wajatama merupakan perusahaan yang menggunakan sistem flowshop dan menggunakan aturan First Come First Serve (FCFS). Pada penjadwalan FCFS ini order yang telah tiba lebih dahulu akan dilayani lebih dahulu. Apabila ada order yang tiba pada saat yang bersamaan maka mereka akan dikerjakan melalui antrian Metode FCFS memiliki beberapa kelemahan antara lain, memiliki besarnya makespan (waktu penyelesaian) dan dampak lain yang di akibatkan oleh hal tersebut adalah besarnya waktu idle dan besarnya work in process (WIP), jika makespan terlalu besar dikhawatirkan kalau sewaktu-waktu terjadi keadaan dimana waktu penyelesaian dari job yang dikerjakan melewati due date yang telah ditentukan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana meminimumkan makespan pada PT Krakatau Wajatama dan bagaimana mendapatkan urutan job yang terbaik yang digunakan oleh PT Krakatau Wajatama. Oleh karena itu untuk dapat menjawab tujuan dari penelitian tersebut perlu dilakukan penjadwalan metode Campbell, Dudek, Smith (CDS) dan metode Nawaz, Enscore, Ham (NEH).Metode Cambell, Dudek, Smith (CDS) ini merupakan proses penjadwalan atau penugasan kerja berdasarkan atas waktu kerja yang terkecil yang digunakan dalam melakukan produksi dan metode Nawaz, Enscore, Ham (NEH) adalah penjadwalan dengan pekerjaan total waktu proses semua mesin lebih besar, seharusnya diberi bobot yang lebih tinggi untuk dimasukkan terlebih dahulu ke dalam jadwal. Hasil dari metode CDS dengan makespan sebesar 75,879 jam dan urutan job 1-2-3 makespan ini memiliki selisih sebesar 9,054 jam dari metode FCFS yang memliki makespan sebesar 84,933 jam dan urutan job 1-3-2 dengan persentasi penurunan jarak 10,66 %, sedangkan untuk metode NEH didapatkan makespan sebesar 25,195 jam dan urutan job 3-2-1 makespan ini memiliki selisih sebesar 59,738 jam dari metode FCFS dengan persentasi penurunan jarak 70,33 %. Angka ini menunjukkan total makespan dan urutan job yang diperlukan untuk meminimasi waktu idle (menganggur).
Usulan Penjadwalan Perawatan Mesin Dengan Mempertimbangkan Reliability Block Diagram Pada Unit Stand CPL Di PT Krakatau Steel Aji Munaji; M. adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.281 KB)

Abstract

Jadwal perawatan yang tepat diperlukan untuk menghindari terjadinya breakdown dan juga untuk mempertahankan keandalan (reliabilitas) mesin sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kegagalan saat mesin bekerja. Untuk itu perlu dilakukan penentuan penjadwalan yang tepat untuk mencegah terjadinya breakdown dan mepertahankan keandalan mesin. Penelitian ini diterapkan pada sebuah perusahan yang bergerak dalam bidang produksi baja dengan jenis baja yang diproduksi adalah Cold Rolled Coil (CRC) dan Cold Rolled Sheet (CRS). Yang menjadi objek penelitian adalah unit stand CPL karena sering terjadinya downtime berdasarkan historis perusahaan. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menentukan reliabilitas setiap mesin pada stand CPL, menentukan reliabilitas sistem dengan reliability block diagram (RBD), dan menentukan jadwal perawatan untuk setiap mesin pada unit stand CPL. Metode yang digunakan adalah Reliability Block Diagram (RBD), metode ini dipakai untuk menganalisa reliabilitas sistem yang menjadi objek penelitian dan menentukan penjadwalan perawatan mesin, selain itu juga menggunakan model simulasi diskrit untuk membuat model dari sistem nyata dan mengetahui waktu rata-rata antar keusakan mesin (MTBF). Hasil yang didapat untuk reliabilitas setiap mesin adalah untuk mesin uncoiler 36%, mesin shearing 36,8%, mesin welder 36,8%, mesin pickling tank 36,8%, mesin rinsing section 36,8%, mesin drying 36,8%, mesin side trimmer 27,9% dan mesin recoiler 23,7%. Untuk nilai reliabilitas sistem berdasarkan reliability block diagram (RBD) adalah 72%. Jadwal perawatan terencana untuk mesin uncoiler setiap 29 hari, mesin shearing dan drying setiap 36 hari, mesin welder setiap 4 hari, mesin pickling tank setiap 29 hari, mesin rinsing section setiap 45 hari, mesin side trimmer setiap 10 hari, dan mesin recoiler setiap 10 hari. Dengan periode penjadwalan yang diusulkan diharapkan mampu meningkatkan reliabilitas sistem awal 72% menjadi 80%.
Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang dengan Menggunakan Metode CRAFT (Studi Kasus di Gudang K-Store, Krakatau Junction) Lina Yuliana; Evi Febrianti; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.37 KB)

Abstract

K-Store adalah unit usaha department store PRIMKOKAS (Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel), toko swalayan yang menjual barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. Pengoperasian department store tentunya tidak lepas dari keberadaan gudang/ruang penyimpanan barang. Adapun permasalahan yang dialami adalah layout gudang yang tidak tertata dengan baik membuat proses material handling menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan tata letak pabrik dengan meminimasi jarak material handling. Pengolahan data yang dilakukan adalah dengan metode CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities Technique). Metode CRAFT dilakukan dengan mempertukarkan lokasi kegiatan pada layout awal unuk menemukan pemecahan yang lebih baik berdasarkan peta hubungan aktifitas. Pertukaran-pertukaran selanjutnya membawa ke arah layout yang mendekati jarak material handling yang minimum. Hasil perhitungan menunjukkan jarak material handling pada layout awal adalah 257,3 meter. Sedangkan Hasil perhitungan menunjukkan jarak material handling pada layout usulan adalah 241,65 meter. Layout usulan dengan menggunakan metode CRAFT memberikan pengurangan total jarak material handling sebesar 15,65 meter. Dengan demikian, penerapan layout usulan akan membuat proses pergudangan di gudang K-Store menjadi lebih optimal.
Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik SAMSAT Kabupaten Pandeglang Agung Mandala; Shanti Anggraeni; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.867 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap (SAMSAT) telahmampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bertumbuhnya jumlah perusahaan financial(leasing) yang memberikan kemudahan kepemilikan kendaraan bermotor menyebabkan semakinbertambahnya jumlah kendaraan bermotor khususnya di Kabupaten Pandeglang , sehinggakebutuhan tingkat pelayaanan SAMSAT menjadi naik. Obyek dalam penelitian ini adalah pelayananwajib pajak kendaraan di SAMSAT Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukurkepuasan masyarakat terhadap pelayanan kantor bersama SAMSAT kabupaten Pandeglang. Untukmengetahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan SAMSAT Pemerintah mengeluarkan beberaparegulasi yang berkaitan dengan kualitas pelayanan publik, salah satunya adalah KEPMENPANNO.25/2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayananinstansi pemerintah, merupakan pedoman umum yang digunakan sebagai acuan bagi instansipemerintah. ada 14 hal yang berkaitan dengan kinerja dan pelayanan yang dilakukan oleh pegawaipelayanan, antara lain prosedur pelayanan, kesesuaian persyaratan, kejelasan pegawai, kedisiplinanpegawai, tanggung jawab pegawai, kemampuan pegawai, kecepatan pelayanan, keadilan pelayanan,kesopanan pegawai, kewajaran biaya, kepastian biaya, kepastian jadwal, kenyamanan linkungan,dan keamanan pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis nilai unsur – unsur tersebut,serta pengaruhnya terhadap kepuasan masyarakat. Nilai indeks kepuasan masyarakat di SAMSATKabupaten Pandeglang secara keseluruhan adalah 3,222, nilai IKM setelah diknversi adalah 80,561dimana mutu pelayanannya B dan kinerja unit pelayanan termasuk dalam kategori baik artinyamasyarakat merasa puas terhadap pelayanan SAMSAT.
Identifikasi dan Analisa Risiko Pelaksanaan Proyek Gudang 4 Unit (Blok A) Menggunakan Metode Project Risk Management (PRM) Dengan Pendekatan Jalur Kritis di PT. KIEC Raden Roro Indira Ramadhani; Hadi Setiawan; Suparno Suparno
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.63 KB)

Abstract

PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon bergerak dalam bisnis kawasan industri komersial, salah satu jasa pelayanannya yaitu pekerjaan pembangunan pergudangan. Pembangunan pergudangan di PT.KIEC merupakan penghasil keuntungan terbesar daripada pembangunan-pembangunan lainnya. Namun, pada kenyataannya, pembangunan gudang selalu tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati dan ada beberapa pekerjaan pembangunan gudang mengalami kegagalan kualitas. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan alternative identifikasi dan analisa risiko proyek yang lebih mencerminkan kondisi real dilapangan yang menggambarkan operasional pembangunan proyek melalui pendekatan Critical Path Method (CPM) dan Project Risk Management (PRM). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa: Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat kritis sebanyak 7 kegiatan, yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah keseluruhan, pekerjaan pondasi dan sloof, pekerjaan baja, pekerjaan atap, pekerjaan elektrikal dan pekerjaan finishing, Variabel risiko yang relevan terdapat 53 variabel risiko yang terdiri dari 14 variabel risiko sumber daya manusia, 32 variabel risiko operasional dan 7 variabel risiko biaya, Analisis risiko yang kemungkinan besar terjadi pada proyek ini menggunakan tabel Probability x Impact, menunjukkan bahwa risiko yang kemungkinan bernilai tinggi pada risiko sumber daya manusia terdapat 4 variabel risiko yaitu rendahnya tingkat pengalaman kerja, kurangnya keahlian manager dan pengawas proyek, tidak digunakannya perlengkapan safety yang disiapkan serta kurang tersedianya tenaga kerja dan tenaga ahli. Pada risiko operasional terdapat 3 variabel risiko yaitu kondisi cuaca (hujan), ketidaksesuaian SOP serta keterlambatan pengadaan material. Pada risiko biaya terdapat 4 variabel risiko yaitu kontrak tidak memenuhi dana yang cukup, kesalahan dalam estimasi biaya, kesalahan dalam estimasi waktu serta pembengkakan biaya kontruksi. Berdasarkan sumber risiko yang paling dominan yaitu keterbatasan dana dari pihak kontraktor yang sering menyebabkan terjadinya keterlambatan waktu proyek di PT. KIEC. Respon risiko yang dilakukan untuk risiko yang bernilai tinggi yaitu dengan risk reduction (meminimalkan) risiko yang terjadi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16