cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Identifikasi dan Analisa Risiko Pelaksanaan Proyek Gudang 4 Unit (Blok A) Menggunakan Metode Project Risk Management (PRM) Dengan Pendekatan Jalur Kritis di PT. KIEC Raden Roro Indira Ramadhani; Hadi Setiawan; Suparno Suparno
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.63 KB)

Abstract

PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon bergerak dalam bisnis kawasan industri komersial, salah satu jasa pelayanannya yaitu pekerjaan pembangunan pergudangan. Pembangunan pergudangan di PT.KIEC merupakan penghasil keuntungan terbesar daripada pembangunan-pembangunan lainnya. Namun, pada kenyataannya, pembangunan gudang selalu tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati dan ada beberapa pekerjaan pembangunan gudang mengalami kegagalan kualitas. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan alternative identifikasi dan analisa risiko proyek yang lebih mencerminkan kondisi real dilapangan yang menggambarkan operasional pembangunan proyek melalui pendekatan Critical Path Method (CPM) dan Project Risk Management (PRM). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa: Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat kritis sebanyak 7 kegiatan, yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah keseluruhan, pekerjaan pondasi dan sloof, pekerjaan baja, pekerjaan atap, pekerjaan elektrikal dan pekerjaan finishing, Variabel risiko yang relevan terdapat 53 variabel risiko yang terdiri dari 14 variabel risiko sumber daya manusia, 32 variabel risiko operasional dan 7 variabel risiko biaya, Analisis risiko yang kemungkinan besar terjadi pada proyek ini menggunakan tabel Probability x Impact, menunjukkan bahwa risiko yang kemungkinan bernilai tinggi pada risiko sumber daya manusia terdapat 4 variabel risiko yaitu rendahnya tingkat pengalaman kerja, kurangnya keahlian manager dan pengawas proyek, tidak digunakannya perlengkapan safety yang disiapkan serta kurang tersedianya tenaga kerja dan tenaga ahli. Pada risiko operasional terdapat 3 variabel risiko yaitu kondisi cuaca (hujan), ketidaksesuaian SOP serta keterlambatan pengadaan material. Pada risiko biaya terdapat 4 variabel risiko yaitu kontrak tidak memenuhi dana yang cukup, kesalahan dalam estimasi biaya, kesalahan dalam estimasi waktu serta pembengkakan biaya kontruksi. Berdasarkan sumber risiko yang paling dominan yaitu keterbatasan dana dari pihak kontraktor yang sering menyebabkan terjadinya keterlambatan waktu proyek di PT. KIEC. Respon risiko yang dilakukan untuk risiko yang bernilai tinggi yaitu dengan risk reduction (meminimalkan) risiko yang terjadi.
Analisa Perubahan Jam Kerja Shift di PT. MCCI Hendra Irawan; Yayan Harry Yadi; Ani Umiyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.847 KB)

Abstract

PT. MCCI adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kimia. Produk yang dihasilkan oleh PT. MCCI adalah PTA (Purified Terephtalic Acid) yang merupakan bahan baku dari industri pembuatan benang polyester, botol plastik, plastik film dan nylon tyre cord. untuk semakin mengefektifkan waktu kerja, perusahaan berinisiatif melakukan perubahan jam kerja dimana dimulainya waktu kerja shift I dari sebelumnya pukul 08.00-16.00 WIB menjadi pukul 06.00-14.00, shift II dari pukul 16.00-21.00 WIB menjadi pukul 14.00-22.00 WIB, dan shift III dari 00.00-08.15 WIB menjadi 22.00-06.00 WIB. Adapun tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh perubahan jam kerja shift terhadap produktivitas karyawan dan menentukan jam kerja shift yang paling sesuai dengan kondisi pekerjaan yang ada di PT. MCCI. Metode yang digunakan adalah dengan cara membandingkan jumlah karyawan yang sakit, jumlah masalah pabrik serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan berkenaan dengan perubahan jam kerja shift ini, selain itu juga dengan cara mengukur beban kerja karyawan dengan menggunakan metode NASA TLX. NASA TLX merupakan suatu metode pengukuran beban kerja dengan menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada pekerja secara subyektif. Berdasarkan penelitian, setelah diberlakukan perubahan jam kerja shift, jumlah karyawan yang sakit meningkat dari 70 menjadi 132, jumlah masalah pabrik dari 3 menjadi 10 kasus dan perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp47.955.000. beban kerja yang terukur untuk DCS-man 76,28, patrol 74,41 dan others 77,98 yang berarti masuk kategori tinggi.
Pengaruh Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja (Studi Kasus: Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten) Sinta Ramadhita; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.108 KB)

Abstract

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten sebagai salah satu organisasi perangkat daerah, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah. Dinas sebagai intansi pemerintahan dituntut untuk memiliki pegawai yang optimal dalam bekerja, namun demikian belum setiap pegawai pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten mampu menunjukan motivasi dan kepuasan kerja yang optimal. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat motivasi kerja, pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten. Untuk mengetahui faktor motivasi kerja apa yang paling berpengaruh terhadap kinerja, untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan kerja, pegawai, untuk mengetahui faktor kepuasan kerja apa yang paling berpengaruh terhadap kinerja, dan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja, pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten digunakan metode JDS sebagai alat ukur untuk motivasi kerja sedangkan metode MSQ untuk alat ukur kepuasan kerja. Dengan penyebaran kuisioner lalu data diolah menggunakan rgeresi linier berganda untuk mengetahui faktor motivasi dan faktor kepuasan kerja apa yang berpengaruh terhadap kinerja.
ANALISA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 DI PT. XYZ Ariesta Saputri; Putiri Bhuana Katili; Ade Irman Saeful Mutaqin S
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.347 KB)

Abstract

Suatu penjaminan kualitas sangat dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan kualitas yang diinginkan oleh konsumen. Sementara itu, quality assurance secara luas dijelaskan sebagai fungsi manajemen strategik yang berkaitan dengan berdirinya kebijakan, standar, dan sistem untuk pemeliharaan atau mempertahankan kualitas. Pada tahun 2010, PT. XYZ sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana implementasi ISO 9001:2008, apa saja data temuan/komplain, faktor apa saja yang menjadi penyebab adanya data temuan/komplain, dan langkah-langkah menuju ISO 9001:2015. Pengambilan data menggunakan metode brainstorming dan observasi dokumen perusahaan (System Quality Manual). System Quality Manual diuraikan sebagai diagram alir, data temuan/komplain diolah menggunakan diagram pareto untuk mencari jenis komplain dominan. Kemudian menggunakan diagram sebab – akibat untuk mencari penyebab adanya data temuan/komplain. Dari hasil dan analisis data penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 pada PT.XYZ diperoleh bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di PT.XYZ sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan penurunan jumlah komplain pelanggan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Faktor-faktor yang menjadi penyebab adanya data temuan/komplain adalah faktor tenaga kerja, metode, material, lingkungan, dan mesin.
Pengukuran Indeks Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan dan Penentuan Prioritas Perbaikan Di Puskesmas Dengan Metode (Potential Gain in Customer Value) Di Kota Cilegon Ahmad Faisal Gucci; Hadi Setiawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.187 KB)

Abstract

Reformasi dibidang kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat agar terwujud derajat kesehatan yang optimal seta dapat dijangkau oleh seluruh lapiran masyarakat. Hal ini tertuang  dalam keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 951/Menkes/SK/VI/2000 yaitu “Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal”.Kota Cilegon yang merupakan kota industri di Provinsi Banten sangat membutuhkan penyedia pelayanan jasa kesehatan yang memadai. salah satunya oleh Puskesmas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prioritas perbaikan layanan yang diinginkan oleh masyarakat serta mencari besaran tingkat kepuasan pasien pada puskesmas Kecamatan Cilegon dan Kecamatan Cibeber berdasarkan indeks Potential Gain in Customer Value (PGCV). Penelitian dilakukan selama lebih dari satu bulan dengan hasil bahwa pada Puskesmas di Kecamatan Cibeber nilai prioritas tertinggi yakni diperlukannya adalah kualitas layanan petugas seperti menerima kritik dengan nilai indeks kepuasan 7,33, memberikan informasi kepada pasien serta meningkatkan fasilitas puskesmas (7,04), sedangkan puskesmas di Kecamatan Cilegon memiliki prioritas perbaikan utama yakni cepat tanggap dalam menangani pasien (7,59) serta memperbaiki kualitas layanan dan prasarana (7,13). Penelitian ini menggunakan metode PGCV (Potential Gain in Customer Value).
Analisa Line Balancing Dengan Metode Genetika Algoritma Pada Lintasan Produksi Di PT. X Theresa Novita Sari; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.671 KB)

Abstract

Keseimbangan lintasan dalam aliran proses produksi tidak jarang masih kurang mendapatkan perhatian dalam suatu industri, padahal suatu industri perlu memperhatikan keseimbangan proses produksi dan produktifitas kerja. PT. X adalah industri garment, di dalam PT. X banyak lini produksi yang mengerjakan aktivitas produksi yang berbeda-beda, dengan adanya perbedaan aktivitas kerja maka masalah kelebihan atau kekurangan waktu produksi dapat berpengaruh pada keseimbangan arus produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai cycle time dan mendapatkan jumlah stasiun kerja baru yang seimbang untuk proses produksi di PT. X dan merekomendasikan usulan urutan proses produksi. Oleh karena itu dibutuhkan analisa line balancing, adapun penelitian ini menggunakan metode genetika algoritma. Hasil yang didapatkan nilai cycle time sebesar 1,510 dan jumlah stasiun kerja baru sebanyak 13. Usulan urutan proses produksi yang di berikan di dapatkan dari hasil iterasi kesepuluh dengan nilai line efisiensi sebesar 74,74 % dan nilai balance delay sebesar 25,26 %. Adapun urutan prosesnya ialah task 1, 2, 3, 7 dan 8 digabungkan menjadi satu stasiun kerja untuk stasiun kerja pertama, selanjutnya task 5 dan 6 digabungkan sebagai stasiun kerja kedua, task 4 menjadi stasiun kerja ketiga, task 9 dan 10 menjadi stasiun kerja keempat, task 12, 11, dan 13 untuk stasiun kerja kelima, task 14, 15, 17, 16, 18, dan 20 untuk stasiun kerja keenam, task 23, 19, 22, dan 21 untuk stasiun kerja ketujuh, task 25 dan 24 untuk stasiun kerja kedelapan, task 28, 27, dan 26 untuk stasiun kerja kesembilan, task 29, 38, dan 31 untuk stasiun kerja kesepuluh, task 30, dan 37 untuk stasiun kerja kesebelas, task 35, 33, 36, dan 34 untuk stasiun kerja keduabelas, dan penggabungan terakhir dalam line usulan ini ialah task 39 dan 32.
Analisis Proses Produksi HRPO Menggunakan Metode Lean Manufacturing Dengan Pendekatan Simulasi Di Divisi Cold Rolling Mill (Studi Kasus di PT. KS) Ekobuono Jati Widodo; Lely Herlina; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.591 KB)

Abstract

PT. KS (Krakatau Steel. Tbk) bergerak dalam bidang proses produksi baja. Salah satu divisi PT. KS adalah CRM (Cold Rolling Mill) yang memproduksi baja lembar dingin berupa coil. Penelitian ini mencakup proses produksi pada output produk mill CPL (Continuous Pickling Line) berupa HRPO (Hot Roll Pickle Oil) yang termasuk dalam kategori produk coil unggulan PT. KS. Namun pada kenyataannya, masih terdapat ketidak-efisienan dalam proses produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat perbandingan nilai PCE (Process Cycle Efficiency) setelah dilakukan identifikasi waste dan reduksi sub-sub aktivitas yang menyebabkan produksi belum optimal pada divisi CRM serta merancang pemodelan simulasi sistem untuk melihat perbandingan hasil output rata-rata unit dari simulasi antara kondisi eksisting dan usulan yang dipilih. Metode yang digunakan untuk mengatasi waste yaitu dengan lean manufacturing yang diantaranya terdapat 7 macam pemborosan yaitu overproduction, transportation waste, waiting, over processing waste, inventory, motion waste, dan defect product waste. Setelah dilakukan identifikasi terhadap seven waste, lalu dilakukanlah pemetaan untuk mengetahui tools yang tepat dengan menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Berdasarkan perhitungan waste workshop didapatkan persentase waste yang terjadi yaitu transportation waste sebesar 22,86 %, inventory sebesar 20%, motion waste sebesar 19,05% , defect product waste sebesar 17,14% , over processing waste sebesar 12,38 %, waiting sebesar 8.57%, dan overproduction yaitu sebesar 0%. Total waktu lead time process saat produksi HRPO sebesar 975, untuk mengurangi waktu lead time perlu dirancang perbaikan dengan menggunakan tools Process Activity Mapping, Big Picture Mapping, Simulation System, serta melihat perbandingan antara kondisi eksisting dan usulan terbaik dengan Process Cycle Efficiency. Setelah itu dirancanglah model simulasi dari usulan perbaikannya. Berdasarkan rekapitulasi Process Cycle Efficiency didapatkan peningkatan waktu produksi dari 68% menjadi 72%. Usulan simulasi model ke-2 menjadi usulan perbaikan yang dipilih untuk mengoptimalkan output HRPO dari 145 unit menjadi 164 unit. Dengan demikian terdapat peningkatan 19 unit produk HRPO dalam 1 shift kerja.
Optimasi Rute Pengangkutan Sampah Dengan Metode Vehicle Routing Problem With Time Window Menggunakan Binary Integer Programming Dwi Sutrisno; M. Adha Ilham; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.731 KB)

Abstract

Perkembangan suatu daerah ditandai bertambahnya masyarakat pada suatu daerah tersebut, demikian pula bertambahnya aktifitas keseharian di dalam lingkungannya. Sehingga secara fisik dapat terlihat dari sampah yang dihasilkan. Transportasi sampah adalah sub-sistem persampahan yang bersasaran membawa sampah dari lokasi pemindahan atau dari sumber sampah secara langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan menentukan rute pengangkutan sampah Kota Cilegon oleh armroll dengan metode Vehicle Routing Problem (VRP) dengan batasan waktu (Time Window). Titik yang diangkut berjumlah 36 titik dan jumlah kendaraan armroll yang tersedia adalah 10 unit. Penelitian ini menggunakan formulasi model Binary Integer Programming untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Formulasi ini dilakukan dengan cara menetapkan fungsi tujuan yaitu meminimasi waktu tempuh kendaraan dengan batasan waktu kerja tersedia dari setiap kendaraan adalah 420 menit dikurangi waktu tempuh kendaraan dari TPA ke depot selama 53 menit, sehingga batasan waktu kerja yang tersedia adalah 367 menit (Time Window). Hasil perhitungan dengan bantuan software WinQSB menghasilkan rute untuk 10 kendaraan yang tidak melebihi waktu kerja tersedia. Kendaraan 1 mampu mengunjungi 4 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 360 menit. Kendaraan 2 mampu mengunjungi 4 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 361.4 menit. Kendaraan 3 mampu mengunjungi 4 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 358.4 menit. Kendaraan 4 mampu mengunjungi 3 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 345 menit. Kendaraan 5 mampu mengunjungi 3 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 322.8 menit. Kendaraan 6 mampu mengunjungi 3 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 323.4 menit. Kendaraan 7 mampu mengunjungi 3 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 327 menit. Kendaraan 8 mampu mengunjungi 3 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 345 menit. Kendaraan 9 mampu mengunjungi 4 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 365 menit. Kendaraan 10 mampu mengunjungi 5 lokasi TPS dengan total waktu tempuh 365.8 menit.
Perencanaan Ulang dan Pengendalian Produk Heat Exchanger Menggunakan Metode Critical Path Method dan Penunjang Microsoft Project Di PT. Marvin Mas Teknik Kesuma Adi Jaya; Nurul Ummi; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.614 KB)

Abstract

Setiap perusahaan baik perusahaan persero maupun perseorangan tentunya mempunyai tujuan untuk mendapatkan laba seoptimum mungkin dari usaha yang bersangkutan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan. unsur yang tidak kalah penting dari berhasilnya suatu pengiriman bahan baku, dan yang lebih utama adalah menciptakan rasa puas bagi pemesan baik kulitas, biaya atau waktunya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas-aktivitas apa saja yang merupakan aktivitas kritis pada proses pengerjaan proyek Heat Exchanger pesanan PT. XYZ dan berapa biaya yang ditimbulkan pada pengerjaan proyek Heat Exchanger dengan durasi pengerjaan awal dan percepatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode CPM dan peneliti menggunakan aplikasi software Microsoft Project sebagai penunjangnya. CPM adalah merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan. Microsoft Proyek dirancang untuk membantu manajer proyek dalam mengembangkan rencana, menetapkan sumber daya untuk tugas-tugas, pelacakan kemajuan, mengelola anggaran dan menganalisis beban kerja. Aktivitas kritis dengan menggunakan metode CPM dan Software Ms. Project 2007 adalah 17 aktivitas dalam waktu 65 hari. Biaya yang ditimbulkan pada pengerjaan proyek Heat Exchanger untuk kondisi awal yaitu sebesar Rp 108.623.550, sedangkan untuk kondisi percepatan ditambah dengan biaya lembur tenaga kerja yaitu sebesar Rp 130.851.210.
Pengaruh Quality Of Work Life (QWL) Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) (Studi Kasus: PT. Krakatau Tirta Industri) Frediyan Satya Muda; Nurul Ummi; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.543 KB)

Abstract

PT Krakatau Tirta Industri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyaluran air bersih ke kawasan industri cilegondan sebagian untuk kebutuhan penduduk kota cilegon.Permasalahan yang dihadapi PT Krakatau Tirta Industri adalah akhir – akhir ini ini motivasi kerja karyawan menurun, dilihat dari tingkat kedisiplinan mengenai kehadiran karyawan dari seluruh karyawan yang ada sebanyak 15% karyawan yang tidak masuk kerja pada bulan Januari sampai Juli 2014, tidak ada sangsi tegas dari atasan terdapat karyawan yang tidak masuk kerja, 10% karyawan yang bekerja hanya seadanya dan perusahaan 1 kali memberi program pelatihan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh Quality of Work Life (QWL) terhadap produktivitas kerja karyawan dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan hasil yaitu employee participation berpengaruh negatif terhadap produktivtas kerja karyawan sebesar -0.18, career development berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.07, conflict resolution berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.08, communication berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.32, wellness berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.44, job security & a safe environment berpengruh negatif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar -0.01, dan equitable compensation & pride berpengaruh negatif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar -0.18. Untuk mencapai produktivitas yang baik maka Quality of Work Life (QWL) harus mempunyai carerr development, conflict resolution, communication, dan wellness yang baik.