cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Usulan Perencanaan Perawatan Mesin Coldsaw Dengan Metode Reliability Centered Maintenance Dan Reliability Block Diagram (Study kasus : PT. Krakatau Wajatama) Erik Maulana; M. Adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.748 KB)

Abstract

PT. Krakatau Wajatama merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi baja profil dan baja tulangan. Produksi perusahaan ini terus-menerus. Maka dari itu perlu adanya upaya sistem maintenance yang baik untuk menjaga kehandalan mesin. Mesin Coldsaw adalah objek yang diteliti karena memiliki waktu downtime terbesar. Tujuan penelitian ini menentukan komponen critical, menentukan pola distribusi komponen mesin coldsaw, menentukan nilai reliability mesin coldsaw, menentukan interval waktu perawatan guna meningkatkan kehandalan 85%, menentukan faktor kegagalan mesin dengan metode FMEA, dan menentukan kebijakan perawatan mesin dengan metode RCM. Data yang didapat diolah menggunakan Metode FMEA, RCM , RBD, lalu disimulasikan pada kalender tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan komponen kritis berdasarkan downtime terbesar adalah komponen Plate Sliding dengan waktu 11,5 jam. Faktor penyebab kegagalan diperoleh dari metode FMEA, dan kebijakan yang diambil berdasarkan Decision Worksheet. Reliability komponen Plate sliding sebesar 23,75%, reliability komponen Translation sebesar 26,71%, reliability komponen roll table sebesar 31,84%, reliability stopper sebesar 36,79%, dan reliability V-Belt sebesar 50,00%. Nilai RBD eksisting mesin Coldsaw sebesar 37,43%. Diusulkan jadwal Preventive maintenance guna meningkatkan reliability 85%, sehingga komponen Plate sliding 27,06% dengan usulan 60 hari, komponen Translation 34,67% dengan usulan 20 hari, komponen Roll Table 39,81% dengan usulan 15 hari, komponen Stopper 85,07% dengan usulan 9 hari, dan komponen V-Belt 61,43% dengan usulan 90 hari.
Penentuan Grade Jabatan setingkat Staf menggunakan Hay Job Evaluation Methods (Studi Kasus Divisi Keuangan dan Administrasi PT.XYZ) Amirul Mu'minin; Putiri Bhuana Katili; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.428 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa inspeksi dan audit. Unit usaha yang dijalani adalah jasa pengujian dan analisa, jasa layanan sertifikasi, jasa layanan pelatihan, jasa layanan konsultasi. Dalam rangka meningkatkan mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan suatu organisasi, maka faktor SDM (sumber daya manusia) atau karyawan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Kontribusi karyawan memiliki andil besar dalam mencapai tujuan organisasi. Proses restrukturisasi organisasi dilakukan dengan tahap analisis jabatan, wawancara dengan atasan pemegang jabatan dan konsensus dengan pihak terkait, hal ini bertujuan agar kegiatan tepat sasaran. Kriteria pembobotan Hay Sistem yaitu Know-How, Problem Solving dan Accountability. Pada jabatan setingkat Staf di Divisi Keuangan dan Administrasi PT.XYZ. Hasil pembobotan kriteria Hay System yaitu, bobot tertinggi ada pada kriteria Tingkat Pengetahuan (Know-How) sebesar 42,2%, selanjutnya kriteria Penyelesaian Masalah (Problem Solving) 35,2%,  dan kriteria Tanggung jawab (Accountability) sebesar 22,6%. Sedangkan Hasil penentuan bobot subkriteria Hay System pada masing-masing kriteria adalah untuk subkriteria Technical Know-How sebesar 21,2%, subkriteria Thinking Environment sebesar 19,8%, subkriteria Management Breadth sebesar 15,7%, subkriteria Thinking Challenge sebesar 15,4%, subkriteria Magnitude sebesar 8,1%, subkriteria Impact sebesar 7,5%, subkriteria Freedome to Act sebesar 6,9%, dan untuk subkriteria Human Relation Skill sebesar 5,5%. Hasil dari penentuan Grade jabatan menggunakan metode Hay System, diperoleh Grade jabatan Staf Akutansi dan Staf Verifikasi berada di Grade 7, Staf HR & D (SDM), Staf Legal dan Staf Keuangan berada di Grade 8, Staf IT berada di Grade 10, Staf Administrasi Umum berada di Grade 11, Staf Gudang, Staf Data Entry/Maintanance berada di Grade 12 dan Staf Inventarisasi berada di Grade 13.
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Pada Alfamidi Bukit Palem Cabang Kota Cilegon Leonard Wedy M; Hadi Setiawan; Sirajuddin -
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.663 KB)

Abstract

Alfamidi Bukit Palem cabang kota Cilegon merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyediaan produk yang ada di kota Cilegon. Pengukuran kualitas pelayanan perlu dilakukan demi tercapainya kepuasan pelanggan terhadap kinerja jasa penyedia produk yang dilakukan oleh Alfamidi Bukit Palem. Beberapa permasalahan yang terjadi pada Alfamidi bukit palem dari hasil wawancara kepada pelanggan yaitu adanya keluhan pelanggan pada jasa layanan yang diberikan dan karena pelanggan Alfamidi Bukit Palem merupakan pelanggan terbesar, maka peneliti melakukan penelitian mengenai evaluasi kinerja jasa agar mengetahui tanggapan,  keinginan dan harapan pelanggan terhadap pelayanan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan variabel yang harus menjadi prioritas perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Alfamidi bukit palem dengan metode IPA (Importance Performance Analysis). Penelitian ini menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) yaitu  kinerja tingkat kepentingan suatu atribut. IPA (Importance Performance Analysis) kemudahan untuk diterapkan dan tampilan hasil analisa yang memudahkan usulan perbaikan kinerja. IPA mempunyai fungsi utama untuk menampilkan informasi berkaitan dengan faktor-faktor pelayanan yang menurut konsumen sangat mempengaruhi kepuasan dan loyalitas mereka, dan faktor-faktor pelayanan yang menurut konsumen perlu ditingkatkan karena kondisi saat ini belum memuaskan. gap ialah kesenjangan yang terjadi antara perusahaan dengan konsumennya. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kesesuaian kinerja dengan kepentingan pelanggan pada layanan yang diberikan secara keseluruhan rata-rata adalah sebesar 90.42 %, hasil dari tingkat kesesuaian kinerja dengan kepentingan tiap-tiap dimensi ialah pada dimensi pelayanan (Product) dengan persentase kenyataan 87.47%, dimensi harga (Price) dengan persentase kenyataan 87.10%, dimensi penampilan lokasi (Place) dengan persentase kenyataan 88.51%, dimensi promosi (Promotion) dengan persentase kenyataan 98.59%. Sedangkan variabel yang menjadi prioritas perbaikan pada penelitian kali ini  dengan evaluasi dari hasil metode IPA (Importance Performance Analysis) terhadap kinerja jasa pengguna Alfamidi berdasarkan persepsi pelanggan secara umum harus dilakukan perbaikan berdasarkan jumlah atribut yang berada pada kuadran I sebanyak 4 atribut dan kuadran III sebanyak 5 atribut yang harus dilakukan perbaikan.
Usulan Penjadwalan Perawatan Mesin Dengan Mempertimbangkan Reliability Block Diagram Pada Unit Stand CPL Di PT Krakatau Steel Aji Munaji; M. adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.281 KB)

Abstract

Jadwal perawatan yang tepat diperlukan untuk menghindari terjadinya breakdown dan juga untuk mempertahankan keandalan (reliabilitas) mesin sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kegagalan saat mesin bekerja. Untuk itu perlu dilakukan penentuan penjadwalan yang tepat untuk mencegah terjadinya breakdown dan mepertahankan keandalan mesin. Penelitian ini diterapkan pada sebuah perusahan yang bergerak dalam bidang produksi baja dengan jenis baja yang diproduksi adalah Cold Rolled Coil (CRC) dan Cold Rolled Sheet (CRS). Yang menjadi objek penelitian adalah unit stand CPL karena sering terjadinya downtime berdasarkan historis perusahaan. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menentukan reliabilitas setiap mesin pada stand CPL, menentukan reliabilitas sistem dengan reliability block diagram (RBD), dan menentukan jadwal perawatan untuk setiap mesin pada unit stand CPL. Metode yang digunakan adalah Reliability Block Diagram (RBD), metode ini dipakai untuk menganalisa reliabilitas sistem yang menjadi objek penelitian dan menentukan penjadwalan perawatan mesin, selain itu juga menggunakan model simulasi diskrit untuk membuat model dari sistem nyata dan mengetahui waktu rata-rata antar keusakan mesin (MTBF). Hasil yang didapat untuk reliabilitas setiap mesin adalah untuk mesin uncoiler 36%, mesin shearing 36,8%, mesin welder 36,8%, mesin pickling tank 36,8%, mesin rinsing section 36,8%, mesin drying 36,8%, mesin side trimmer 27,9% dan mesin recoiler 23,7%. Untuk nilai reliabilitas sistem berdasarkan reliability block diagram (RBD) adalah 72%. Jadwal perawatan terencana untuk mesin uncoiler setiap 29 hari, mesin shearing dan drying setiap 36 hari, mesin welder setiap 4 hari, mesin pickling tank setiap 29 hari, mesin rinsing section setiap 45 hari, mesin side trimmer setiap 10 hari, dan mesin recoiler setiap 10 hari. Dengan periode penjadwalan yang diusulkan diharapkan mampu meningkatkan reliabilitas sistem awal 72% menjadi 80%.
Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang dengan Menggunakan Metode CRAFT (Studi Kasus di Gudang K-Store, Krakatau Junction) Lina Yuliana; Evi Febrianti; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.37 KB)

Abstract

K-Store adalah unit usaha department store PRIMKOKAS (Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel), toko swalayan yang menjual barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. Pengoperasian department store tentunya tidak lepas dari keberadaan gudang/ruang penyimpanan barang. Adapun permasalahan yang dialami adalah layout gudang yang tidak tertata dengan baik membuat proses material handling menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan tata letak pabrik dengan meminimasi jarak material handling. Pengolahan data yang dilakukan adalah dengan metode CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities Technique). Metode CRAFT dilakukan dengan mempertukarkan lokasi kegiatan pada layout awal unuk menemukan pemecahan yang lebih baik berdasarkan peta hubungan aktifitas. Pertukaran-pertukaran selanjutnya membawa ke arah layout yang mendekati jarak material handling yang minimum. Hasil perhitungan menunjukkan jarak material handling pada layout awal adalah 257,3 meter. Sedangkan Hasil perhitungan menunjukkan jarak material handling pada layout usulan adalah 241,65 meter. Layout usulan dengan menggunakan metode CRAFT memberikan pengurangan total jarak material handling sebesar 15,65 meter. Dengan demikian, penerapan layout usulan akan membuat proses pergudangan di gudang K-Store menjadi lebih optimal.
Analisa Beban Kerja Dan Penentuan Tenaga Kerja Optimal Dengan Pendekatan Work Load Analysis (WLA) Anang Prabowo; Hadi Setiawan; Ani Umyati
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.635 KB)

Abstract

CV. XYZ adalah suatu industri kecil yang bergerak di bidang manufaktur. Dalam proses produksinya, CV. XYZ masih menggunakan mesin manual dimana untuk menggerakan mesinnya diperlukan tenaga manusia. Dari hasil pengamatan terhadap CV. XYZ, terlihat adanya aktivitas kerja yang beban kerjanya relatif tinggi. Tingginya beban kerja disebabkan oleh aktivitas kerja yang menggunakan kondisi fisik yang tinggi seperti menggerakan tuas pada mesin secara berkali-kali, serta diperlukan tingkat ketelitian dan konsentrasi di dalam melakukan pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja karyawan di lantai produksi dan menentukan jumlah tenaga kerja yang optimal di lantai produksi CV. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode work load analysis (WLA). Dari hasil pengolahan data di dapat bahwa beban kerja yang dialami karyawan di CV. XYZ tergolong tinggi yaitu diatas 100%. Dari hasil pengolahan data didapat kelebihan beban kerja adalah 25.1% untuk satasiun pemotongan, 20.5% untuk stasiun pencetakan dan 19.6% untuk stasiun pengepakan. Untuk tenaga kerja optimal, setiap stasiun diberikan penambahan 1 tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja mengakibatkan perusahaan mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar, untuk mengatasi hal itu peneliti merekomendasikan untuk memberikan insentif kepada setiap karyawan yang memiliki beban kerja berlebih yaitu dengan cara mengkalikan kelebihan beban kerja dengan gaji karyawan perbulan. Dimana hasilnya adalah Rp. 318.750,- untuk stasiun pemotongan, Rp. 256.250,- untuk stasiun pencetakan dan Rp. 245.00,- untuk stasiun pengepakan
Analisa Keputusan Pemilihan Supplier Pada PT. Mega Sakti Haq Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Mentari Indria Cahya; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.088 KB)

Abstract

PT. Mega Sakti Haq merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi dan penyediaan tenaga kerja. PT. Mega Sakti Haq berpengalaman dalam bidang kontruksi seperti proyek perbaikan jalan maupun pembuatan gedung, akan tetapi untuk proyek maintenance pipa PT. Mega Sakti Haq baru pertama kali mendapatkannya. PT.Mega Sakti Haq membutuhkan bahan baku berupa pipa dalam proyek maintenace pipa, oleh karena itu diperlukannya pemilihan supplier pipa.Memilih supplier yang efisien sebagai rekan kerja PT. Mega Sakti Haq dengan pendekatan DEA (Data Envelopment Analysis) dengan model CCR Output Oriented. Perusahaan supplier pipa dalam DEA disebut DMU (Decision Making Unit), DMU dalam penelitian ini ada 4. Prinsip kerja DEA adalah membandingkan data input dan output dari suatu DMU dengan data input dan output lainnya pada DMU yang sejenis sehingga akan menghasilkan nilai efisiensi relatif tiap DMU. Setelah DMU diketahui kemudian ditentukan kriteria input dan outputnya, adapun input dalam penelitian ini adalah harga dan order fullfitment sedangkan kriteria output adalah pelayanan, pembayaran, garansi, dan pengiriman. Kemudian dilakukan pembobotan untuk masing-masing kriteria dengan menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process), dan bobot untuk kriteria pembayaran 0,529, kriteria pengiriman 0,138, kriteria garansi 12,1 dan kriteria pembayaran 0,212. Setelah bobot diketahui barulah melakukan perhitungan DEA, perhitungan dilakukan dengan software DEAP ver 2.1. Dari hasil perhitungan supplier yang memiliki nilai efisiensi relatif 100% adalah PT. B dan PT. D sedangkan dengan PT. A mendapatkan nilai efisiensi relatif 0,796, PT. C mendapatkan nilai efisiensi relatif 0,886. Dikarenakan terdapat 2 supplier yang memiliki nilai efisien 100% maka dilihat peers yaitu PT. A, PT. B, dan PT. D mengacu pada PT. D, sedangkan PT. B mengacu pada PT. B, maka didapatkan DMU terpilih adalah PT. D.
PROSES PEMBUATAN DAN ANALISIS KELAYAKAN BIAYA PRODUKSI PRODUK STANG MOTOR Zafar Sodik; Evi Febianti; Ade Irman Saeful M
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.252 KB)

Abstract

Di masa sekarang sektor industri rumahan semakin berkembang sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat presentase pengangguran semakin berkurang, maka dari itulah harus ditanamkan budaya wirausaha pada jiwa personalnya, khususnya pada mahasiswa. Karena banyak mahasiswa yang berfikiran hanya ingin bekerja pada instansi unggulan namun karna banyaknya persaingan sehiyang menyebabkan pengangguran. Dari itulah peneliti berusaha membuat produk Stang . Laboratorium Sistem Produksi Teknik Industri Untirta adalah sebuah laboratorium yang mempunyai kelengkapan proses produksinya yaitu dari kelengkapan mesin yang menunjang proses produksi. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin membuat suatu produk yang bernilai jual, sehingga dapat menumbuhkan jiwa wirausaha pada mahasiswa.Waktu baku adalah waktu normal yang diperlukan operator untuk menyelesaikan pekerjaannya yang ditambahkan dengan  kelonggaran (allowance) , dan Mettode BEP adalah metode yang digunakan untuk mengetahui pada titik berapa hasil penjualan sama dengan jumlah biaya.Hasil penelitian menunjukan waktu baku untuk setiap proses yaitu, adalah untuk proses Pengukuran didapatkan waktu siklus sebesar 14,30 detik , proses pemotongan didapatkan waktu siklus sebesar 19,66 detik , proses penghalusan didapatkan waktu siklus sebesar 25,40 detik , proses pembendingan didapatkan waktu siklus sebesar 43,75 detik dan proses finishing  didapatkan waktu siklus sebesar 37,00 detik. Dan Dari hasil uji kelayakan didapatkan haraga harga pokok produksi untuk Stang Motor sebesar  Rp 37.000,-/(HasilPembulatan) produk dengan keuntungan 50 %. Dan di dapatkan bahwa payback periode usaha ini adalah pada bulan ke-3 2,0471 (57 hari).Berdasarkan hasil perhitungan diatas dapat diketahui bahwa nilai IRR pada bulan ke-11 yaitu 49 %. Nilai tersebut lebih besar dari pada suku bunga bank yaitu sebesar 7 – 9 % (Sumber Bank Indonesia). Hal ini dapat dikatakan usaha layak untuk diinvestasikan
Penentuan Kriteria Kendaraan di Area Penyimpanan Studi Kasus Tunas Daihatsu Cilegon Akhmad Zaenal; Hadi Setiawan; Shanti K Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.517 KB)

Abstract

Perkembangan bisnis supply otomotif saat ini cukup pesat, hal ini dapat kita amati banyak bermunculan dealer-dealer otomotif roda empat di perkotaan. Konsumen mengalami indent dalam pembelian kendaraan. Salah satunya dealer mobil yang seringkali mengalami kesulitan dalam menentukan jenis kendaraan yang akan di stock karena keterbatasan lahan untuk pembelian kendaraan di perusahaan tersebut.karena itu saya meneliti di PT. Tunas Mobilindo Perkasa. Untuk menentukan kriteria -kriteria jenis kendaraan yang akan disimpan berdasarkan kebutuhan konsumen dan menentukan nilai rangking bobot prioritas kriteria stakeholder mobil berdasarkan kebutuhan konsumen. Penilitian ini menggunakan metode AHP, metode ini sebuah kerangka untuk pengambilan keputusan denan efektif dari persoalan yang komplek dan mempercepat pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan kedalam bagian-bagian atau variable dalam susunan hirarki. Didapatkan data dan dihitung menggunakan Software Expert Choice 11 dan metode AHP untuk mengambil keputusan penyimpanan jenis mobil. Berdasarkan data yang didapat dari pengolahan data menentukan nilai rangking bobot prioritas kriteria stakeholder berdasarkan kebutuhan konsumen yang akan di pilih oleh PT.Tunas Mobilindo Perkasa yaitu dari subkriteria order dengan rangking 1 mendapatkan nilai random Indek (RI) 0, Consistency Rasio (CR) 0, kriteria Delivery performance dengan rangking 2 mendapatkan nilai random Indek (RI) 0, Consistency Rasio (CR) 0, kriteria Pelayanan service dengan rangking 3 mendapatkan nilai random Indek (RI) 0,58 Consistency Rasio (CR) 0,007, kriteria Garansi dengan rangking 4 mendapatkan nilai random Indek (RI) 0,9 Consistency Rasio (CR) 0,048, kriteria Fokus dan tujuan dengan rangking 5 mendapatkan nilai random Indek (RI) 1,12 Consistency Rasio (CR) 0,048, kriteria Kualitas dengan rangking 6 mendapatkan nilai random Indek (RI) 1,24 Consistency Rasio (CR) 0,048.
Penjadwalan Single Machine Dengan Metode Algoritma Branch And Bound Untuk Meminimasi Total Lateness Dan Jumlah Tardy Job Muhamad Syafei; Evi Febianti; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.763 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja las. PT. XYZ mempunyai 2 jenis mesin yaitu mesin ERW (Electric Resistance Welding) digunakan untuk pembuatan pipa baja dengan las longitudinal dan mesin SPM (Spiral Pipe Machine) digunakan untuk pembuatan pipa baja dengan las spiral. Jumlah mesin ERW yang hanya 1 buah membuat pembuatan pipa longitudinal sangat bergantung pada efektifitas penggunaan mesin ERW tersebut. Hal ini yang menyebabkan sering terjadinya keterlambatan dalam proses penyelesaian job. Tujuan dari penelitian ini yaitu meminimasi total lateness dan jumlah tardy job pada produk pipa longitudinal yang terjadi di PT. XYZ dengan metode algoritma branch and bound. Sebelum melakukan perhitungan algoritma branch and bound dilakukan penentuan jadwal inisial dengan aturan priority rule EDD(earliest due date), SPT(shortest proccesing time) dan LDD(last due date). Hasil penelitian ini didapatkan nilai total lateness pada jadwal existing sebesar 1616 jam dan 6 tardy job dengan urutan sequencing job (1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15), kemudian dilanjutkan dengan pembuaatan jadwal inisial EDD, SPT dan LDD. jadwal inisial EDD menghasilkan total lateness 720 jam dan 6 tardy job yaitu job ke-2, 5, 8, 11, 12 dan 14 dengan urutan job (10-9-7-13-1-3-4-6-12-8-2-5-11-14-15). Jadwal inisial SPT menghasilkan total lateness sebesar 880 jam dan 4 tardy job yaitu job ke-1, 2, 3 dan 10 dengan urutan job (14-5-8-9-11-12-13-10-4-7-15-6-3-1-2). Sementara jadwal inisial LDD menghasilkan total lateness sebesar 4296 jam dengan 8 tardy job yaitu job ke-1, 3, 4, 6, 7, 9, 10 dan 13 dengan urutan job (15-14-11-2-5-8-12-3-4-6-1-13-7-9-10). Pada perhitungan metode algoritma branch and bound baik itu menggunakan jadwal inisial EDD, SPT maupun LDD menghasilkan 24 alternatif sequencing yang sama dengan nilai total lateness 344 jam dan 2 tardy job yaitu job ke-1 dan ke-2 akan tetapi alternatif sequencing yang dipilih ialah alternatif sequencing yang dihasilkan oleh metode algoritma branch and bound dengan jadwal inisial EDD dan SPT. Hal ini dikarenakan jadwal inisial EDD terbukti menghasilkan jadwal alternatif dengan total lateness yang minimum sedangkan jadwal inisial SPT menghasilkan jadwal alternatif dengan jumlah tardy job yang minimum. Oleh karena itu alternatif jadwal sequencing dengan urutan job (9-8-5-10-7-4-11-13-12-14-15-6-3-1-2) dipilih sebagai alternatif jadwal sequencing terbaik.