cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
USULAN PENJADWALAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA KOMPONEN KRITIS MESIN STONE CRUSHER MENGGUNAKAN MODEL AGE REPLACEMENT Rizky Karunia; Putro ferro Ferdinant; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.335 KB)

Abstract

PT. Bukit Sanurwijaya merupakan perusahaan yang bergerak di sektor produksi pertambangan yaitu quarry dan stone crusher. Berdasarkan laporan kegiatan produksi harian selama tahun 2016, dari total 3.208 jam operasional, hanya 54% jam efektif digunakan untuk produksi, 46% jam  mesin berhenti memproduksi karena aktivitas maintenance. Perawatan mesin yang biasanya dilakukan perusahaan berupa corrective maintenance, sehingga diperlukan suatu tindakan perawatan untuk mencegah terjadinya kerusakan. Strategi yang tepat untuk menjaga keaandalan mesin adalah dengan menentukan jadwal preventive maintenance sebagai acuan interval waktu perawatan komponen dan jenis kegiatan perawatan yang optimal dengan tujuan minimasi downtime. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rekomendasi jenis tindakan dalam aktivitas perawatan yang dilakukan pada komponen kritis mesin stone crusher menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM), dan untuk menentukan jadwal preventive maintenance pada komponen kritis mesin stone crusher menggunakan model age replacement. Hasil penelitian usulan jadwal preventive maintenance memiliki nilai Reliability (R) rata-rata 5,61% lebih besar, nilai Availability (A)  rata-rata 0,08% lebih besar, serta memiliki nilai Downtime (D) rata-rata 0,08% lebih kecil dibandingkan corrective maintenance. Dalam interval waktu 1 tahun yaitu 8.760 jam, waktu downtime corrective maintenance adalah 730 jam, sedangkan waktu downtime preventive maintenance hanya 485 jam, maka preventive maintenance menurunkan downtime selama 245 jam dalam setahun. Hal ini menunjukkan bahwa usulan jadwal preventive maintenance lebih baik dibandingkan dengan corrective maintenance yang selama ini diterapkan perusahaan.
Analisis Kualitas Layanan Dengan Metode KANO Berdasarkan Dimensi SERVQUAL Pada PT. AKR Ali Mustakim; Shanti Kirana Anggraeni; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.373 KB)

Abstract

PT.AKR terletak di Jl.Brigjen KH.Syam’un Kota Cilegon. PT.AKR yang dibangun ditahun 2011 sudah mulai uji coba dan dipergunakan terhitung sejak 2001. Dengan semakin ketatnya persaingan serta pelanggan yang semakin selektif dan berpengetahuan, PT. AKR selaku salah satu penyedia pelayanan jasa konstruksi harus selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan, harus diketahui terlebih dahulu apakah pelayanan yang telah diberikan kepada pelanggan selama ini telah sesuai dengan harapan pelanggan atau belum Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan, mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kualitas kinerja pelayanan di PT.AKR dan menganalisa strategi perbaikan kinerja pelayanan. Penelitian ini diawali survey pendahuluan untuk menguji validitas dan realibitas kuesioner, lalu pengambilan data dilakukan penyebaran kuesioner ke pelanggan selaku pengguna jasa di PT.AKR. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode KANO dimana metode ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa dan berdasarkan dimensi SERVQUAL dimana metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut apa saja yang harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas pelayanannya. Atribut pelayanan yang paling berpengaruh di PT.AKR yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya antara lain berkaitan dengan Sumber Daya Manusia dan kelengkapan fasilitas yang memadai dalam melaksanakan kegiatan pelayanan perusahaan terhadap pelanggan.
Analisis Pengaruh Internal Motive Mc Clelland terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB) (Studi Kasus: Anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Provinsi Banten) Fredy Irwan Saputra; Hadi Setiawan; Shanti Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.368 KB)

Abstract

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan salah satu organisasi nonprofit yangberfokus pada pengembangan kualitas pemuda di Indonesia. Sumberdaya anggota merupakanpenggerak utama dalam organisasi untuk mewujudkan visi dan misi organisasi. Internal Motivemerupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas dan sikap dari seseorang dalammelakukan setiap aktivitas dan kinerjanya didalam organisasi. Organizational CitizenshipBehaviour (OCB) merupakan sikap seseorang dapat melakukan pekerjaan melebihi standar yangada dengan sukarela. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruhantara internal motive dengan OCB dan juga untuk mengetahui jenis internal motive yangmemiliki pengaruh paling besar dalam mempengaruhi peningkatan OCB dalam anggotaorganisasi KNPI di Provinsi Banten. Hipotesis yang diambil dalam penelitian ini adalah terdapatpengaruh positif antara internal motive terhadap OCB dan adanya internal motive yang memilikipengaruh paling besar terhadap OCB. Adapun penelitian ini menggunakan software metodeStructural Equation Modelling (SEM). Hasil yang didapat bahwa semua menunjukkan adanyapengaruh yang signifikan antara internal motive terhadap OCB. Didapatkan kesimpulan bahwaNeed for Achievement memiliki pengaruh yang paling kuat jika dibandingkan dengan variabellainnya dengan nilai muatan faktor standar sebesar 0,49 dan Need for Power sebagai variabeldengan pengaruh yang paling lemah terhadap OCB hal ini ditunjukkan dengan nilai muatan faktorstandar sebesar 0,04.
USULAN IMPLEMENTASI PILAR FOCUS IMPROVEMENT UNTUK MENGURANGI LOSS POTENTIAL VALUE PYGAS PRODUCT DENGAN PENERAPAN SIKLUS PDCA Anjar Hermawan; Ratna Ekawati; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.249 KB)

Abstract

PDCA Cycle merupakan sebuah proses pemecahan masalah dengan empat langkah mulai dari Plan, Do, Check, Action yang secara terus menerus dilakukan untuk mengendalikan dan meningkatkan kualitas. Untuk menghasilkan suatu produk yang baik dalam arti sesuai spesifikasi dan keinginan konsumen, peru diterapkan pengendalian kualitas pada proses produksi dengan cara melakukan pengawasan sistem mutu, melakukan pembenahan dan perbaikan sehingga nantinya dapat menghasilkan produk yang memiliki keunggulan dan kompetitif. Proses pemecahan masalah tersebut sangat cocok diterapkan pada produk industri olefin yang menyediakan standar produk tinggi yang ditujukan kepada kepuasan konsumen. Salah satu produk pada penelitian ini berupa pygas yang mempunyai loss potential value sebesar 93,842%. Metode yang digunakan untuk mengurangi loss tersebut berupa seven tools, yaitu stratifikasi data, histogram dan pareto diagram, peta kontrol berupa Cussum-Ewma, fishbone diagram, tabel CFMEA, FMEA dan NGT, scatter diagram. Hasil pengolahan data tersebut akan menghasilkan solusi pemecahan masalah yang dibuat dengan tabel FMEA action, tetapi pada penelitian ini hanya membuat usulan solusi untuk mengurangi loss petential value pada produk pygas. Dari metode inilah diharapkan diketahui tindakan yang akan dilakukan untuk menanggulangi loss yang terjadi. Diharapkan pula data yang diolah akan memberikan informasi yang berguna meningkatkan kenerja / pengendalian kualitas bagi perusahaan dan memberikan kepuasaan bagi konsumen.
Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard di PDAM Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang Tiara Marselia; Putiri Bhuana Katili; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.704 KB)

Abstract

PDAM adalah salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih untuk kepentingan masyarakat umum. PDAM terdapat disetiap provinsi, kotamadya, dam begitu pula di Kabupaten Serang. Peneliti mengadakan penelitian di PDAM Kabupaten Serang karena selama ini pengukuran kinerja yang dilakukan PDAM Kabupaten Serang menggunakan 2 pengukuran, yaitu Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum dan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM). Adapun hasil pengukuran kinerja menurut Kepmendagri pada tahun 2013 adalah 54,66 dengan kategori “Cukup”. Sedangkan hasil kinerja yang dikembangkan oleh BPPSPAM pada tahun 2013 adalah sebesar 3,040 dengan kategori “Sehat”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menentukan Key Performance Indicators (KPI) dari masing-masing perpektif dan mengetahui penilaian kinerja secara keseluruhan pada PDAM Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang dengan menggunakan Balanced Scorecard. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data berupa data sekunder dengan cara dokumentasi, yaitu mempelajari dokumen yang berkaitan dengan seluruh data yang diperlukan dalam penelitian. Selain itu, mengumpulkan data primer dengan cara observasi, yaitu survey langsung ke lokasi penelitian. Hasil pengukuran kinerja PDAM Kabupaten Serang secara keseluruhan dengan menggunakan Balanced Scorecard sebesar 3,791 dalam kondisi cukup baik.
USULAN PERBAIKAN MAINTENANCE UNTUK MENURUNKAN DOWNTIME PADA MESIN PAY – OFF REEL DENGAN PENDEKATAN LEAN MAINTENANCE DI PT XYZ Amirachman Hendrasnoto; Kulsum MT; Ade Irman Saeful
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.496 KB)

Abstract

PT XYY merupakan perusahaan manufaktur hulu ke hilir yang bergerak dalam pembuatan baja. Mesin pay – off reel adalah mesin yang memiliki downtime terbesar pada tahun 2016 dengan 5420 menit. Tujuan penilitian ini mengetahui komponen kritis mesin pay – off reel, menghitung nilai reliability, mengetahui lamanya waktu preventive maintenance untuk menjaga kehandalan pada kondisi 85%, dan menghitung persentase efisiensi perawatan. Data diperoleh dengan pendekatan metode Lean Mintenance dengan menganalisa kegiatan perawatan dengan menggunakan maintenance value stream mapping (MVSM) lalu dicari nilai MTBF pada setiap komponen, dan disimulasikan untuk mendapatkan perawatan preventif. Hasil penelitian ini menghasilkan komponen – komponen kritis, yaitu komponen piston hydraulic, gearbox, hyraulic pump, swivel drive, bero sensors, valve, clavis cylinder, bearing, dan panel control. Nilai reliability mesin pay – off reel adalah sebesar 0,3942.  Diterapkan kondisi kehandalan hingga mencapai 85% sehingga didapatkan interval perawatan untuk komponen control panel setiap 20 hari, komponen gearbox setiap 40 hari, clavis cylinder setiap 20 hari, bearing setiap 30 hari, piston hyraulic setiap 40 hari, hydraulic pump setiap 60 hari, valve setiap 30 hari, swivel drive setiap 20 hari, dan bero sensors setiap 20 hari. Dan persentase efisiensi perawatan untuk komponen bearing 60,61%, clavis cylinder 54,14%, gearbox 65,85%, hydraulic pump 50,68%, piston hydraulic 60,06%, swivel drive 55,25%, bero sensors 52,85%, valve 55,56%, dan panel control 62,89%.
Perancangan Ulang Fasilitas Produksi Menggunakan 2-OptAlgorithm Di PT. XYZ Setiawan Adi Nugroho; Evi Febianti; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.277 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan peusahaan yang memproduksi besi baja profil dan tulangan dengan kegunaan sebagai baja beton dan pembangunan konstruksi, untuk dapat meraih keunggulan di tengah kondisi persaingan bisnis yang semakin ketat.Salah satu faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan jangka panjang adalah pengukuran kinerja perusahaan.Selama ini perusahaan mempunyai kinerja yang kurang baik, karena tidak terfokuskan sepenuhnya untuk memanfaatkan fasilitas produksi dengan baik.Tujuan perancangan ini adalah mendapatkan tata letak alternatif untuk fasilitas produksi di area Roll Turning Shop yang baik dari segi teknis dan efisien untuk keperluan produksi dan mendapatkan tata letak mesin yang optimum untuk proses produksi di PT.XYZ. Faktor yang terjadi dalam permasalahan ini adanya jarak yang sangat jauh dari aktivitas pekerjaan antar masing-masing fasilitas, dimana penempatan mesin Auxilary ke tempat area produksi Barmill,Sectionmill dan Mekanik Perawatan yang berjarak 2 km, hal ini menjadi hambatan dalam proses pengiriman spare-part ke divisi tersebut. Yakni merelokasi mesin auxiliary ke Departemen Roll Turning Shop dengan menggunakan metode ABSmodel 2 dengan 2-OPT meupakan solusi terbaik untuk memberikan usulan layout tata letak mesin di PT XYZ. Pengolahan data menghasilkan tata letak usulan yang lebih efektif dan efesien dengan menggunakan metode tersebut hasil perhitungan dari solusi awal hasil yang diperoleh total biaya perpindahan dari layout awal sebesar Z* 851500. Setelah mengalami 1 kali iterasi menggunakan Absmodel 2, makaperubahan 2 departemen mesin, diperoleh layout baru stasiun 2 dengan nilai Z* optimum sebesar 825500, maka mencari nilai optimum kembali dengan mendapatkan nilai Z* optimum 802750 yaitu terdapat pertukaran area pekerjaan las dengan mesin press, serta menjadi layout baru usulan stasiun 3. kemudian kembali menukarkan semua posisi antar mesin agar mendapatkan nilai yang optimum sebagai acuan mendapatkan posisi mesin yang ideal dari segi efisiensi, dan di dapat nilai Z* sebesar 767000 dengan , bahwa stasiun 4 merupakan penempatan mesin yang sangat ideal berdasarkan kedekatan antar mesin dan jarak tempuh material yang akan dibuat sebagai spare-part yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dinas produksi dan perawatan di PT XYZ.
Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Blok B1, B2, B3 Menggunakan Dedicated Storage Dan Validasi Hasil Dengan Pendekatan Simulasi di PT. XYZ Donny Setiawan; Lely Herlina; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.411 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan gudang logistik. PT. XYZ memiliki 34 gudang yang digunakan untuk menyimpan berbagai produk para costumer nya, diantaranya yaitu baja, coil, semen, material bangunan, biji pellet, serta oli. Penelitian kali ini dilakukan pada gudang blok B1, B2, B3 PT. XYZ yang ditempatkan produk oli dari pihak PT. ABC. Permasalahan yang ada saat ini adalah belum adanya aturan baku mengenai tata letak produk di gudang. Sehingga berakibat pada terganggunya proses bongkar muat dan aktivitas material handling. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang layout yang baik berdasarkan prinsip dedicated storage, mengetahui total jarak dan biaya material handling sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan. Untuk menjelaskan persoalan tersebut, digunakan metode dedicated storage dan validasi hasil dengan pendekatan simulasi. Hasil perancangan dengan metode dedicated storage adalah dengan menempatkan produk yang berdasar pada aktifitas keluar masuk produk di gudang dengan jarak tempuh slot terpendek terhadap pintu keluar masuk gudang sehingga didapatkan total jarak material handling sebesar 45671,9 m dengan biaya material handling sebesar Rp 52.606.721. Jarak ini mengalami penurunan sebesar 33574,22 m dan penurunan biaya material handling sebesar Rp 38.672.132 atau sekitar 42,36% dari jarak sebelumnya, yaitu 79246,12 m dengan biaya material handling sebesar Rp 91.278.853.
Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Performance Prism Di PT. XYZ Yogi Rahabistara; Putiri Bhuana Katili; Hadi Setiawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.731 KB)

Abstract

Metode pengukuran kinerja Performance Prism digunakan untuk memperbaiki metode pengukuran kinerja pada PT. XYZ. PT XYZ sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia air baku. Selama ini sistem pengukuran kinerja di PT. XYZ belum merepresentasikan kinerja keseluruhan karenahanya menggunakan pengukuran kinerja berdasarkan standra kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Key Performance Indicator berdasarkan stakeholder yang ada di PT. XYZ dengan metode Performance Prism. Menghitung nilai bobot pada Key Performance Indicator dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process, dan membandingkan niali achievment dan target pada Key Performance Indicator. Pengukuran kinerja dengan metode Performance Prism digunakan karena dapat merefleksikan kebutuhan dan keinginan dari setiap stakeholder yang diidentifikasikan dalam bentuk tujuan (objective). Pengukuran kinerja tersebut merupakan pengukuran yang terintegrasi meliputi seluruh aspek perusahaan (stakeholder) yang menyangkut kepuasan stakeholder dan kontribusi stakeholder kepada perusahaan Pengukuran kinerja dalam penelitian ini juga didukung oleh beberapa metode antara lain pembobotan dengan Analytic Hierachy Process (AHP) untuk mengetahui skala nilai prioritas setiap KPI, Scoring System dengan metode Higher Is Better, Smaller Is Better dan One Zero untuk mengetahui nilai indeks total perusahaan pada tingat perusahaan. Hasil pengukuran kinerja pada PT. XYZ dengan Performance Prism berupa 56 KPI meliputi 11 KPI stakeholder Investor, 14 KPI stakeholder Costumer, 10 KPI stakeholder Employess, 10 KPI stakeholder Supplier, 11 KPI stakeholder Regulator. Dari perhitungan pengukuran kinerja dengan menggunakan Higher Is Better, Smaller Is Better dan One Zero diperoleh nilai kinerja perusahaan sebesar 111.53.
Usulan Penjadwalan Produksi Dengan Metode Campbell Dudek Smith, Heuristic Pour dan Palmer Untuk Meminimasi Makespan Di PT. Krakatau Wajatama Muhammad Kholis Majid Hasan Nova; Muhammad Adha Ilhami; Kulsum -
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.017 KB)

Abstract

PT. Krakatau Wajatama merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi baja, salah satunya adalah baja profil yaitu produk IWF.150, IWF. 250, U.150, dan U.250. Bahan Baku yang digunakan adalah Bloom. Tipe aliran pada proses pembuatan baja profil adalah flowshop dengan 6 mesin yaitu mesin. Permintaan konsumen terhadap produk IWF.150, IWF.250, U.150, dan U.250 sangat tinggi yaitu sebesar 70% dibandingkan dengan produk jenis yang lain. Urutan pengerjaan job yang dilakukan tidak menggunakan metode apapun, sehingga waktu penyelesaian untuk seluruh job menjadi lama melebihi 29 hari atau 696 jam, maka perlu adanya minimasi waktu penyelesaian seluruh job (makespan).Minimasi makespan yang dilakukan dapat memendekan waktu penyelesaian seluruh job, sehingga dapat mencapai target produksi dan dapat meningkatkan kapasitas produksi. Tujuan peneltian ini adalah untuk menentukan urutan job yang optimal agar diperoleh makespan yang minimum dengan metode CDS, Heuristic Pour, dan Palmer dan mengetahui nilai makespan yang minimum yang dihasilkan dari penjadwalan yang dilakukan. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, diperoleh makespan untuk kondisi eksisting sebesar 755,55 jam, metode CDS sebesar 666,24 jam, metode Heuristic Pour sebesar 666,24 jam, dan metode Palmer sebesar 865,43 jam, maka didapatkan metode yang optimal yaitu metode CDS dan Heuristic Pour dengan makespan sebesar 666,24 jam dan urutan job 1-4-3-2 atau urutan job yang dikerjakan dimulai dari produk IWF.150, kemudian U.250, kemudian U.150, dan job terakhir yaitu IWF.250.