cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2010)" : 13 Documents clear
KAJIAN PERSEPSI HARAPAN SEKTOR INFORMAL TERHADAP KEBIJAKAN PEMBERDAYAANUSAHA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TOJO UNAUNA Muzakir, Muzakir
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.275 KB)

Abstract

Pemberdayaan sektor informal merupakan bagian dari pemberdayaan perekonomian rakyat guna pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Untuk memperbaiki pola pemberdayaan sektor Informal di Kabupaten Tojo Unauna, maka dipandang perlu untuk melihat persepsi harapan para pelaku sektor informal terhadap kebijakan pembedayaanusaha pemerintah daerah kabupaten Tojo Unauna dilihat dari berbagai aspek. Dalam pelaksanaan penelitian ini tipe penelitian yang digunakan bentuk penelitian deskriptif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah dipusatkan pada pelaku usaha sektor informal di Kabupaten Tojo Unauna. Data primer dihimpun melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden pemilikusaha  (responden) dalam katagori sektor informal dengan jumlah sampel 50 responden. Sementara data sekunder dihimpun dari instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah Analysis frekwensi & crostabulasi atas persepsi harapan para pelaku sektor informal terhadap kebijakan pembedayaanusaha Hasil menelitian menemukan bahwa pola pemberdayaan dengan pemberian pelatihan dalam meningkatkan pendapatan, bantuan modal usaha, cara-cara pengelolaan usaha dan pendampingan usaha sangat diharapkan dari pemerintah. Faktor-faktor meningkatkan pendapatan, bantuan modal usaha, cara-cara pengelolaan usaha dan pendampingan usaha secara simultan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan PAD dari sisi retribusi daerah. Hal ini berarti bahwa pemberdayaan sektor informal, khususnya pedagang sektor informal berperan positif dalam meningkatkan perolehan/peneriman pendapatan pemerintah untuk membiayai pembangunan kota.  
ANALISIS PENGARUH KONVERSI HUTAN TERHADAP LARIAN PERMUKAAN DAN DEBIT SUNGAI BULILI, KABUPATEN SIGI Lipu, Sance
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.53 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan lahan untuk bidang pertanian dan perkebunan semakin mendesak seiring bertambahnya penduduk suatu wilayah dan juga akibat migrasi dari wilayah lain. Konsekuensinya adalah perambahan dan konversi hutan yang tidak dapat dielakkan, termasuk di daerah studi. Konversi hutan berakibat langsung dan tidak langsung pada perilaku hidrologis suatu kawasan atau Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti menurunnya kemampuan air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah akibat pemadatan tanah secara sistemik yang secara simultan meningkatkan larian permukaan (surface runoff) dan meningkatkan risiko banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendapatkan besaran dan rasio limpasan langsung dan debit aliran sungai saat banjir dan saat air normal dengan membandingkan sub-DAS yang masih tertutup hutan asli dengan sub-DAS yang sudah beralih fungsi menjadi lahan terbuka dan pertanian/perkebunan. Dari hasil analisis dan simulasi data dapat disimpulkan bahwa konversi hutan berakibat pada meningkatnya volume larian permukaan dan debit aliran di Sungai Bulili sebesar 219.8 mm; dengan membandingkan total limpasan pada tahun 2002 dan 2004 pada bendung 2 (sub-DAS terkonversi) dan bendung 3 (sub-DAS hutan asli), walaupun curah hujan tercatat lebih kecil pada tahun 2002 dibandingkan dengan tahun 2004. Disamping itu, analisis terhadap beberapa kejadian banjir di daerah studi menunjukkan pola hidrograf dengan kenaikan debit yang tajam dan besar (koefisien kepencengan rerata 6.0) dengan waktu tiba banjir menjadi lebih pendek di sub-DAS terkonversi dengan waktu tiba banjir berkisar 25 – 30 menit pada bendung 1 dan berkisar 40 – 55 menit pada bendung 2. Rasio debit antara bendung 2 dan bendung 1 pada tahun 2002 adalah 2.33 meningkat menjadi 4.57 pada tahun 2004 dengan rasio banjir maksimum tercatat tahun 2002 sebesar 1.41 dam meningkat tahun 2004 sebesar 3.13.
MIGRASI WANITA DAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA Vadlun YL, Fadlia
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.397 KB)

Abstract

Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui migrasi wanita dan ketahanan ekonomi keluarga dan faktor-faktor apa yang mendorong wanita bermigrasi untuk ketahanan ekonomi keluarga. Obyek daripada penelitian ini adalah wanita yang bermigrasi keluar negeri (TKW). Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan yaitu Palu Barat dan Palu Utara. Alasan yang dilakukan di dua Kecamatan ini rata-rata ada Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sudah berumah tangga sementara suaminya bekerja serabutan. Ada yang lajang, dan ada yang sudah bercerai (janda). Penelitian ini dilakukan secara survey, Pengambilan Populasi seluruh wanita yang melakukan TKW, sampel diambil secara purposive. Teknik pengambilan data dengan wawancara pendahuluan, wawancara mendalam, observasi dan quisioner. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etik dan emik. Hasil daripada penelitian adalah wanita bermigrasi mempunyai persepsi sebagai berikut : (1) memberikan harapan untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang tinggi, (2) negara tujuan adalah negara (Arab), sehingga tidak susah memperoleh uang. (3) merupakan jalan yang terbaik untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. (4) selain mendapat upah juga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. (5) ladang bagi tenaga kerja untuk mendapat penghasilan yang dapat mendukung ekonomi keluarga. Faktor pendorong adalah karena (1) kebutuhan yang sangat mendesak, (2) ingin memperbaiki rumah atau membangun rumah, (2) untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, (4) ingin memberangkatkan orang tua naik haji, (3) karena alasan suami tidak punya pekerjaan, tidak memberi nafkah, suami kawin lagi, anak-anak tidak tahand engan ibu tiri. Faktor penarik bermigrasi di negara Arab : (1) Negara tujuan kaya, mudah memberikan gaji yang tinggi, (2) banyak lapangan kerja yang tersedia, (3) memberikan kesempatan naik haji (Umroh), (4) negara Islam. Kesimpulan : Dampak wanita bermigran adanya perubahan sosial di pedesaan, adanya tambahan kepemilikan usaha tani, adanya pengembangan usaha. Saran-saran : Perlu perlindungan migran agar terhindar dari kekerasan, serta adanya jaminan keamanan saat kembali ketahan air, (2) untuk pihak terkait para migran diberikan pembekalan yang maksimal supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii PADA KEDALAMAN PENANAMAN YANG BERBEDA Serdiati, Novalina; Widiastuti, Irawati Mei
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.8 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput laut Eucheuma cottonii yang tertinggi apabila ditanam pada kedalaman yang berbeda. Penelitian dilakukan  selama kurang lebih 50 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali. Perlakuannya adalah: K1 ( kedalaman 30 cm ), K2 ( Kedalaman 45 cm ), K3 ( Kedalaman 60 cm ). Parameter yang diukur adalah pertumbuhan dan produksi. Metode budidaya yang digunakan dalam penelitian adalah metode long line. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis ragam, apabila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT. Penanaman rumput laut Eucheuma cottonii pada kedalaman yang berbeda memberikan pengaruhyang sangat nyata secara statistik terhadap pertumbuhan dan produksi. Pertumbuhan dan produksi rumput laut Eucheuma cottonii tertinggi adalah yang ditanam pada kedalaman 30 cm. Kisaran kualitas air yang diperoleh selama penelitian masih layak untuk budidaya rumput laut Eucheuma cottonii
TEKNIK PENGUASAAN ENGLISH VOCABULARY DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Tungka, Novalita F.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.152 KB)

Abstract

Kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi lisan dan tulisan ditentukan dari penguasaan mereka akan kosakata bahasa Inggris. Ketika dosen dan mahasiswa sebagai sumber daya manusia di bidang pengajaran bahasa Inggris memiliki tingkat penguasaan kosakata bahasa Inggris yang rendah, kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan dan tulisan juga mengalami hambatan besar bahkan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini akan berdampak sangat besar terhadap pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris nantinya di berbagai tingkat pendidikan. Tulisan ini mencoba mengangkat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan penguasaan kosakata bahasa Inggris sehingga tujuan pembelajaran bahasa Inggris sebagai alat komunikasi lisan dan tulisan dapat tercapai dengan optimal.
PENGARUH INDEKS HARGA SAHAM REGIONAL TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA Kasim, Moh. Yunus
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.93 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Indeks Harga Saham Regional terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia  dan menganalisis Indeks Harga Saham regional teridentifikasi  yang memiliki pengaruh dominan terhadap IHSG di BEI. Ruang lingkup penelitian ini dilakukan terhadap 5 (lima) Indeks Harga Saham Regional yang merupakan Indeks Harga Saham yang sering di publikasikan dan cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia dan IHSG di BEI. Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data  yang meliputi perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan di BEI dan beberapa Indeks harga Saham pada beberapa Bursa Saham Regional.  Metode penelitian adalah menggunakan  Explanatory Research, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalan analisis jalur (Path Analysis) denganmenggunakan program AMOS 5. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Selama periode 2005–2008, terdapat pengaruh simultan dan parsial Indeks Harga Saham Regional terhadap IHSG di BEI, yakni melalui Indeks Harga Saham di Kuala Lumpur (KLCI) dan Indeks Harga Saham di Singapur (STI),. STI di Singapur memiliki pengaruh yang dominan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pengaruh sebesar 39,83%.
IMPLEMENTASI STRATEGI MELALUI PENYUSUNAN PROGRAM, PARTISIPASI ANGGARAN DAN PROSEDUR TERHADAP KINERJA KOPERASI DI KOTA PALU Husnah, Husnah
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.236 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyusunan program, partisipasi anggaran dan prosedur terhadap kinerja koperasi di kota Palu. Penelitian dilakukan terhadap lembaga koperasi yang berada diwilayah kota Palu dan masih aktif sebanyak 61 koperasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan koperasi, artikel dan literature yang mendukung. Selanjutnya analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil pengujian menunjukan bahwa penyusunan program (X1) tidak berpengaruh terhadap kinerja, partisipasi anggaran (X2) berpengaruh terhadap kinerja dan prosedur  (X3) berpengaruh terhadap kinerja. Pengaruh variable yang dominan terhadap kinerja koperasi adalah variable  prosedur.
KONSEP PENANGANAN ALUR DI BELOKAN DALAM RANGKA PENGELOLAAN SUNGAI DI SULAWESI TENGAH Ishak, M. Galib
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.588 KB)

Abstract

Provinsi Sulawesi Tengah memiliki 6 buah Satuan Wilayah Sungai (SWS) diantaranya SWS Buol-Lambunu, SWS Parigi-Poso, SWS Bongka-Malik, SWS Lombok-Mentawa, SWS Laa-Tambalako dan SWS Palu-Lariang, dan terdiri dari sekitar 157 buah sungai dan tidak termasuk sungai-sungai kecil yang berfungsi sebagai anak-anak sungai. Terdapat beberapa sungai besar dengan debit relatif konstan sepanjang tahun seperti Sungai Poso (Luas DAS ± 1101.87 km2 dan panjang sungai ± 68.70 km ), Sungai Bongka (Luas DAS ± 3085 km2 dan panjang sungai ± 122 km), Sungai Laa (Luas DAS ± 2875.60 km2 dan panjang sungai ± 96.30 km), Sungai Tambalako (Luas DAS ± 1045.60 km2 dan panjang sungai ± 83.70 km), Sungai Gumbasa (Luas DAS ± 1276.65 km2 dan panjang sungai ± 61.50 km) dan Sungai Palu (Luas DAS ± 3043 km2 dan panjang sungai ± 90 km). Secara umum, konfigurasi memanjang sungai-sungai tersebut memiliki profil berbelok-belok (bermeander) akibat proses morfodinamik sungai yang terjadi secara terus menerus, yang ditandai dengan belokan-belokan ringan dengan sudut belokan besar sampai belokan-belokan berat dengan sudut belokan kecil. Pada dasarnya belokan sungai memiliki arti penting terhadap fenomena hidraulis aliran di sungai. Konsep eko-hidraulik memandang belokan sungai sebagai  wahana retensi untuk mereduksi akumulasi aliran banjir di hilir. Namun sebaliknya belokan sungai juga justru menjadi faktor penyebab terjadinya luapan banjir dan terjadinya gerusan lokal di sisi luar belokan. Kedua potensi tersebut harus dikelola secara bijak sehingga permasalahan yang timbul bisa direduksi dan manfaat/potensi yang dimilki dapat dioptimalkan. Oleh karena itu perlu dikemukakan konsep-konsep pengelolaan dan penanganan sehingga belokan sungai memiliki potensi yang baik dalam pengelolaan sungai dan pengendalian banjir.
DAERAH PENANGKAPAN DAN STATUS ALAT TANGKAP IKAN RONO(Xenopoecilus Oophorus) DI DANAU POSO Gundo, Meria Tirsa
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.319 KB)

Abstract

Keberadaan spesies ikan Rono (Xenopoecilus oophorus)di danau Poso diidentifikasi pertama kali pada tahun1988 oleh Kottelat. Ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) merupakan ikan endemik berukuran kecil  yang memiliki warna hitam kehijau-hijauan.  Berdasarkan data “Red List of Treatened Animal 2009 of IUCN” (www.iucnredlist.org) diketahui populasi jenis ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) ini sedang teracam punah jika tidak dikelola secara benar.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang jenis dan penggunaan alat tangkap serta kondisi daerah penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) di danau Poso. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Sepetember 2009 di Danau Poso Sulawesi Tengah. Untuk mencapai tujuan penelitian  maka dilakukan  beberapa kegiatan yaitu : Inventarisasi dan dokumentasi  jenis alat penangkapan dan alat bantu penangkapan. Pengamatan kondisi ekologis di stasiun, melakukan wawancara  dengan nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus), identifikasi daerah penangkapan dengan menggunakan GPS Garminetrex. Kemudian dipetakan diatas peta dasar skala 1: 25.000. Berdasarkan hasilpenelitian diketahui bahwa Alat Tangkap yang digunakan dalam penangkapan ikan Rono  (Xenopoecilus oophorus) ialah  Jaring yang dimodifikasi dari waring  berwarna hitam dengan ukurang mata jaring  ± 3mm x 3mm. Alat bantu penangkapan yang digunakan dalam penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) terdiri atas: 1). Lampu petromaks; 2). Perahu dayung tradisional dan perahu motor (Katinting) ; 3). Seser dari bahan yang sama dengan jaring, dibuat berbentuk lingkaran dengan pegangan dan bingkai dari besi dengan diameter ± 50 cm. Status alat tangkap ini tidak ramah lingkungan karena selektivitas  alat tangkap dan alat bantu penangkapan sangat rendah sehingga mengancam keberadaan populasi ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) yang merupakan ikan endemik di Danau Poso.  Selanjutnya diketahui pula bahwa terdapat tiga daerah penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) di danau Poso yaitu: 1). Bagian Utara Danau Poso, masyarakat setempat menamakan daerah-daerah perairan ini adalah: Tando Dilana, Watu Mpangasa, Tamuu, Tando Lala,  Tando Duwangko; 2). Bagian Barat Danau Poso yaitu di daerah perairan Tando Dumalanga bagian Selatan dan perairan Tando Dumalanga bagian Utara; 3). Bagian Timur Danau Poso yaitu di daerah perairan bagianUtara desa Tolambo.
PEMANFAATAN TOMAT AFKIRAN UNTUK PRODUKSI LIKOPEN Mappiratu, Mappiratu; Nurhaeni, Nurhaeni; Israwaty, Ila
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.465 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi produksi likopen melalui proses perebusan dengan air bebas mineral atau aquades. Pencapaian tujuan telah dilakukan pemisahan likopen dari tomat afkiran menggunakan perlakuan pengaruh rasio air/tomat afkiran, pengaruh waktu, dan pengaruh suhu perebusan terhadap rendemen dan derajat kemurnian produk likopen. Derjat kemurnian likopen ditentukan menggunakan metode spektrofotometri.  Hasil yang diperoleh menunjukkan derajat kemurnian likopen dipengaruhi oleh rasio air/tomat afkiran, waktu dan suhu perebusan, sedangkan rendemen likopen hanya dipengaruhi ole h rasio air/tomat afkiran. Rendemen likopen tertinggi (2,91 %) terdapat pada penggunaan rasio air/tomat afkiran 1,5 : 1 (b/b), waktu perebusan 75 menit dan suhu perebusan 50 oC, sedangkan derajat kemurnian likopen tertinggi (68 %) terdapat pada  rasio  air/tomat afkiran  1,5 : 1 (b/b), waktu perebusan 75 menit dan suhu perebusan 80 oC

Page 1 of 2 | Total Record : 13