cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 494 Documents
Optimization of Extraction from Sappan Wood and Its In uence on Food Bacterial Contaminants Putranti Adirestuti; Ririn Puspadewi; Athina Mardatillah; Dismayana Anggita; Meidy Helena; Alfa Octavia; Yosinta Putri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl 1, No. 1 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.904 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.16119

Abstract

Sappan wood has already known as an ingredient of jamu, especially in Central Java. If it dissolved in hot water, it will show a red color and has been used as health drink for blood current obstruction, diarrhea, blood cough, dysentry, malaria and tetanus. The red pigment of sappan wood contained avonoid and polyphenol. The two kind of extractions of sappan wood used in this experiment were obtained by boiling water extraction at 90oC in 15 minutes and maceration in ethanol 50% overnight. The aim of this research was to nd the potential of inhibiting sappan wood for presence of bacterial contaminants in food, such as Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Pseudomonas aeruginosa in several time storages. Microbial examination by observing visual characteristics of damage to the food model and the decrease number of food bacterial contaminants. The result showed that ethanol extract 10% of sappan wood inhibited a food bacterial contaminants in three days at cold temperatures storage (8-10OC), and percent decrease population of E. coli, S. aureus and P. aeruginosa were 99.74%, 96.28%, and 99.88%, respectively. Key words : Ethanol extract, food contaminant bacterias, inhibiting, sappan wood, water extract
Pengaruh Jenis Penyalut Terhadap Stabilitas Likopen Dalam Bentuk Sediaan Mikrokapsul Amila Amila; Cepy Hadiansyah; Yukeu Fazriah; Fitrianti Darusman; Indra Topik
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.673 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i3.9558

Abstract

Berbagai penelitian membuktikan bahwa likopen dapat menurunkan resiko berbagai penyakit seperti gangguan kardiovaskular, diabetes,  hiperkolesterolemia dan kanker. Akan tetapi, likopen sangat mudah mengalami reaksi isomerisasi dan oksidasi selama proses pengolahan maupun penyimpanan karena memiliki banyak ikatan tak jenuh, sehingga aktivitasnya jadi menurun. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan stabilitas likopen dilakukan teknik mikroenkapsulasi. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui pengaruh jenis penyalut terhadap stabilitas likopen hasil mikroenkapsulsi dengan metode spray dry. Jenis penyalut yang digunakan adalah Hidroksi propil β-siklodekstrin (M1) dan kombinasi Whey protein-Maltodekstrin (M2). Mikrokapsul yang diperoleh dievaluasi meliputi Efisiensi Enkapsulasi (EE), kandungan lembab dan sifat organolpetis, lalu dilanjutkan dengan pengujian stabilitas pada suhu kamar dengan dua kondisi yang berbeda yaitu  terpapar cahaya dan tidak terpapar cahaya. Hasil evaluasi menunjukan nilai EE untuk M1 dan M2 adalah 7,6 % dan 8,2 %, Kandungan lembab 5,4 % (M1) dan 5,09% (M2), dan semua formula menunjukan sifat organolpetis yang hampir sama yaitu berbentuk serbuk berwarna jingga dengan bau khas. Hasil uji stablitas menunjukan bahwa baik M1 maupun M2 tidak mengalami penurunan kadar selama 4 minggu penyimpanan pada tempat tidak terpapar cahaya, sedangkan pembanding dalam bentuk serbuk likopen bebas mengalami penurunan kadar sebesar 40,9%. Pada penyimpanan terpapar cahaya M1 dan M2 mengalami penurunan kadar masing masing sebesar 48,7% dan 43,37%, sedangkan pembanding 96,75%. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa kedua jenis penyalut tidak mempengaruhi stabilitas likopen dalam bentuk mikrokapsul. 
The Purple Sweet Potato Body Scrub Cream Formulation I Made Agus Gelgel Wirasuta; Ni Komang Dewi Triastuti; Kadek Sintia Deviyanthi; Dyah Aryani Sartika; Putu Dyah Utari
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.506 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v5i1.13747

Abstract

Anthocyanin is active compound of purple sweet potato, has effect as anti-oxidative, anti-inflammatory, and anti-itching, make them interesting ingredients for skin treatment. The body scrub is one of popular cosmetic product in SPA industry. Their stability property is one crucial factor to develop a purple sweet potato body scrub cream. The steam and oven heating of tuber were involved on the scrub powder preparation.The oven and non-heating preparation scrub powder provided fine-sized powder more than 50%, but the steaming produced granular particle distribution. Total anthocyanin content in scrub grains was 326.8 mg/100 g for steam preparation, 103.3 mg/ 100 g for oven, and 34.4 mg/100g for non-heating, respectively. The steamed scrub powder preparation method produced stabile anthocyanin content in body scrub cream for 25 days observation.  
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Benalu Mangga (Dendrophthoe petandra) Terhadap Mencit Swiss Webster Diantika Luhuri Nurfaat
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.262 KB)

Abstract

Benalu mangga (Dendrophthoe petandra L. Miq.) merupakan obat tradisional yang dapat berkembang menjadi obat herbal terstandar. Pembuktian secara ilmiah mengenai keamanannya penting untuk diketahui, salah satu caranya melalui uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai toksisitas akut (LD50), tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga, dan gejala klinis yang ditimbulkannya. Mencit dibagi dalam kelompok kontrol dan kelompok uji dengan lima variasi dosis (4, 8, 16, 32, 64 g/kg berat badan mencit) diberikan secara per oral. Hasil penelitian menggunakan metode analisis probit pada mencit jantan dan betina menunjukkan tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga tidak toksik berdasarkan klasifikasi toksisitas Harmita dan Radji, yakni berada pada rentang dosis > 15 g/kg berat badan tikus. LD50 mencit jantan sebesar 34,28 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 23,99 g/kg berat badan tikus, sedangkan pada mencit betina sebesar 22,41 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 15,69 g/kg berat badan tikus. Hasil skrining farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba benalu mangga menimbulkan pengaruh pada sistem saraf pusat yaitu menurunkan efek retablismen dan gelantung pada mencit jantan, serta memberikan efek katalepsi pada mencit betina.Kata kunci: Ekstrak etanol Dendrophthoe pentandra L. Miq., toksisitas akut, nilai LD50
Aktivitas Antikanker Pektin Kulit Buah Kakao Terhadap Jumlah Sel Goblet Kolon Kinanthi P Rizki; Wahyu W Rochmah; Nandan G Cempaka; Sugi Hartono; Fifteen A Fajrin
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.118 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v2i3.7903

Abstract

Jumlah penderita kanker kolon yang tinggi mendorong penelitian akan pengobatan yang lebih efektif dan mengurangi efek samping dari pengobatan masa kini, salah satunya adalah dengan pengobatan secara herbal. Kulit buah kakao (Theobroma cacao) memiliki kandungan pektin yang diketahui dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antikanker kolon dari pektin kulit buah kakao (Theobroma cacao) pada tikus yang diinduksi dengan 7,12-dimethylbenzen(α)anthrasena (DMBA) dengan dosis 20 mg/kgBB. Tikus dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu kelompok I kontrol negatif, kelompok II pektin dosis 8 mg/kgBB, kelompok III pektin dosis12 mg/kgBB, dan kelompok IV pektin dosis 16 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan dosis uji tertinggi, yaitu 16 mg/kgBB memberikan aktivitas terbaik dalam memulihkan kembali sel goblet yang rusak akibat induksi dari senyawa karsinogen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pektin kulit buah kakao (Theobroma cacao) memiliki potensi aktivitas antikanker kolon pada dosis uji.Kata kunci: DMBA, kulit buah kakao, pektin, sel goblet.Kata kunci: DMBA, kulit buah kakao, pektin, sel goblet
Optimasi Kondisi Pemisahan Glibenklamid Kombinasi Metformin dalam Plasma Darah Menggunakan KCKT Astri Rohayati; Aliya N Hasanah; Nyi M Saptarini; Anisa D Aryanti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.675 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v2i3.7906

Abstract

Glibenklamid merupakan obat antidiabetika golongan sulfonilurea yang umumnya dianalisis dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), kromatografi cair-spektrometri massa, elektroforesis kapiler dan spektrofotometri ultraviolet-visibel. Analisis menggunakan instrumen membutuhkan pretreatment sampel, diantaranya dengan ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat atau Solid Phase Extraction (SPE). Salah satu kekurangan SPE yaitu selektivitas metode ini tergantung dari pemilihan penjerap yang didasarkan pada kemampuannya berikatan dengan analit. Kekurangan SPE tersebut diperbaiki dengan teknik Molecularly Imprinted Polymer (MIP). SPE-MIP glibenklamid telah dibuat dengan menggunakan monomer fungsional, asam metakrilat (MAA). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk optimasi kondisi pemisahan glibenklamid menggunakan SPE-MIP dengan monomer asam metakrilat yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan melalui tahapan penyiapan alat dan bahan, optimasi kondisi dan uji kesesuaian sistem KCKT, optimasi kondisi ekstraksi, validasi metode analisis, serta analisis data statistik. Hasil analisis glibenklamid kombinasi metformin yang dipreparasi dengan SPE-MIP monomer asam metakrilat memberikan hasil yang memenuhi persyaratan seperti analisis glibenklamid kombinasi metformin yang dipreparasi dengan SPE C-18. SPE C-18 dan SPE-MIP MAA berbeda nyata dalam memperoleh kondisi optimum ekstraksi glibenklamid. Kata kunci: Asam metakrilat, glibenklamid, KCKT, SPE-MIP
Isolation And Characterization of Physicochemical Properties of Mucilago Gedi Leaf (Abelmoschus manihot L. Medik) Elvie Rifke Rindengan; Marline Abdassah; Anis Yohana Chaerunisaa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.952 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v5i3.16744

Abstract

The aim of this research was to isolation of mucilage from gedi leaf (Abelmoschus manihot L. Medik) and characterized physicochemical properties. The isolation result was yellowish brown powder that swelling and dissolves slowly in water, but does not dissolve in ethanol, methanol, acetone and ether. The yield is 1.33%. Swelling index value 100% and viscosity 28 ± 2.65 mpas, pH 7.1. Proximate analysis showed 10.46% water content, 38.80% ash, 14.66% protein, 0.69% fat, 35.38% carbohydrate Water holding capacity (WHC) and  oil holding capacity (OHC) of musilago are respectively 4.23 ± 0.18 and 0.65 ± 0.14. Viscosity, Swelling index, WHC and OHC mucilage gedi leaf  may be considered as pharmaceutical excipients.Keywords: Mucilage, Abelmoschus manihot, swelling, viscosity
Daya Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Kopi Robusta (Coffea Robusta) Terhadap Pereaksi DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Mauizatul Hasanah; Bella Maharani; Ensiwi Munarsih
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.901 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i2.10456

Abstract

Radikal bebas memiliki efek menyebabkan terjadinya kerusakan sel dalam tubuh sebagai pemicu berbagai penyakit. Antioksidan diketahui memiliki kemampuan untuk meredam radikal bebas. Telah dilakukan penelitian potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak kental dan fraksi daun kopi robusta (Coffea robusta). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70 % selama 3 x 5 hari pada suhu ruangan, diperoleh ekstrak kental dengan rendemen 15,9 % b/b. Fraksinasi dilakukan dengan pelarut berdasarkan perbedaan kepolaran diperoleh fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air. Uji antioksidan menggunakan alat Spektrofotometer Uv-Vis dengan metode penghambatan radikal bebas DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) terhadap ekstrak kental dan fraksi n-heksan, etil asetat dan air pada beberapa konsentrasi, yaitu 100 ppm, 80 ppm, 60 ppm, 40 ppm, 20 ppm. Hasil penelitian menunjukkan penghambatan radikal bebas (% Inhibisi) ekstrak dan fraksi meningkat sesuai peningkatan konsentrasi uji. Nilai % Inhibisi ekstrak kental, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air, pada konsentrasi 100 ppm berturut-turut adalah 93,7 %, 95,56 %, 69,54 % dan 61,28 %. Hasil perhitungan IC50 yang diperoleh untuk ekstrak kental adalah 43,83 ppm, fraksi n-heksan adalah 38,32 ppm, fraksi etil asetat adalah 37,07 ppm dan fraksi air adalah 73,62 ppm.
Formulation of Instant Granule Containing Nano Calcium from the Shell of Freshwater Mussels (Anodonta woodiana) for Autism Children Tri Aminingsih; Sata Yoshida Srie Rahayu; Yulianita Yulianita
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl 1, No. 1 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.738 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.16125

Abstract

The small particle size of nano calcium from freshwater mussels shell will tend to increase the absorp- tion of calcium by human’s body and will be very well consumed by children with special needs to suppress hyperactivity disorders that caused by mercury. This study aimed to create and determine the best instant granule formulation containing nano calcium from freshwater mussels shell. The research method began with the manufacture of freshwater mussels shell powder and isolated nano calcium. Nano calcium was tested for its solubility in acid. The granule formula was made with stevia varia- tions. Instant granule evaluation included granule ow test, rest angle, compressibility, water content, solubility, hedonic test, and calcium bioavailability. The results showed that nano calcium was soluble in 1:1 ratio of citric and tartrate acids, so that each formula needs 1.2% citric and 1.2% tartrate acids. Based on the avor, aroma, and texture, the most preferred granule formula contained 600 mg nano calcium, 60 mg citric acid, 60 mg tartaric acid, 400 mg stevia each sachet weighing 5 g. The best in- stant granule evaluation showed that the ow rate was 4.253 g/sec, 33.90 rest angle, 4.65% compress- ibility, 2.21% water content, soluble time 58 second and calcium bioavailability was 100%. Key words: Calcium bioavailability, detoxi cation, freshwater mussels, instant granule, nano cal- cium.
Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya dari Tongkol dan Rambut Jagung (Zea Mays L.) Herni Kusriani; Lia Marliani; Erlina Apriliani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.345 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i1.10428

Abstract

Zea mays L. (Jagung) adalah tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan pemanfaatan limbah dari jagung masih sebatas sebagai pakan ternak, sedangkan pemanfaatan kandungan komponen didalamnya masih sangat terbatas. Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman jagung antara lain alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, fenol, steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Senyawa fenol banyak berperan dalam aktivitas antioksidan dan tabir surya. Sampel tongkol dan rambut jagung diduga berpotensi sebagai sumber antioksidan dan tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak dan fraksi tongkol dan rambut jagung serta kadar fenol totalnya. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1 Difenil-1-Pikrihidrazil (DPPH) dan uji aktivitas tabir surya dengan penentuan nilai sun protected farctor (SPF) dengan spektrofotometri yang diukur pada λ 290-320nm. Penetapan kadar fenol total diukur dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin Ciocalteu dan diukur dengan spektrofotometri pada λ 765nm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dan tabir surya terbaik ditunjukkan oleh fraksi etil asetat rambut jagung dengan nilai IC50 sebesar 45,18 μg/mLdan nilai SPF sebesar 23,943 serta kadar fenol totalnya sebesar 106,010 mg/G ± 0,431. Fraksi etil asetat rambut jagung memiliki aktivitas antioksidan, tabir surya, dan kadar fenol yang lebih tinggi dari yang lainnya.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue