Articles
344 Documents
تنفيذ التربية الخلقية بالمدرسة المتوسطة الإسلامية المتكاملة دارالتقوى جنانجان فونوروكو العام الدراسى 2014-2015م
Heru Saiful Anwar dan Fahma Ismatullah
At-Ta'dib Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v10i2.452
كانت تربية الأخلاق مكانة أساسية في تعاليم الإسلام، بحيث أن الأخلاق التى عملها رسول الله صلى الله عليه وسلم تشمل على الأخلاق بين الناس وربهم، والأخلاق بين الناس بعضهم ببعض، والأخلاق بين الناس والبيئة الطبيعية. وبتلك الأخلاق الثلاثة، يمكن أن يكون الناس المؤمنين المتقين حتى حصلوا على السعادة في الدنيا والآخرة. فلذلك، يجب على المربين أن يعلموا أولادهم تربية الأخلاق منذ صغارهم. لكن الواقع اليوم، فقد كثير الأولاد الذين لا يتخلقون بالأخلاق الإسلامية. وكانت المدرسة كأحد مراكز التربية الثلاث لها دور هام في غرس تربية الأخلاق في ذهن المتعلمين. وكانت المدرسة المتوسطة الإسلامية المتكاملة دار التقوى جنانجان فونوروكو من أحد المؤسسات التربوية التى اهتمت اهتماما كبيرا بتنمية أخلاق المتعلمين الإسلامية. وذلك ظاهر في كثرة البرامج التى قامت بتنفيذها هذه المدرسة لتكوين أخلاقهم المحمودة.
Pembentukan Kata Dalam Bahasa Arab (Sebuah Analisis Morfologis “K-T-B”)
Hanif Fathoni
At-Ta'dib Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v8i1.513
Bahasa merupakan sistem, tentu saja bahasa bersifat sistemis ataumempunyai atauran-aturan yang khas. Lebih jelasnya, bahasa merupakanfenomena yang memadukan bagian makna dan bagian bunyi mempunyai 3subsistem, yaitu subsistem fonologis, subsistem gramatikal, dan subsistem leksikal.Morfologi atau tata bentuk adalah bidang linguistik yang mempelajari susunanbagian-bagian kata secara gramatikal. Sedangkan proses morfologis adalah suatuproses yang mengubah leksem atau satuan leksikal menjadi kata.Dalam proses pembentukan kata ada tiga komponen yang sangat eratberkaitan, yaitu leksem (input), morfem dan kata (output). Dengan kata lainproses pembentukan kata itu bisa terjadi pula proses pembentukan morfematau satuan terkecil kata. Seluk-beluk struktur kata serta pengaruh perubahan-perubahan struktur kata terhadap golongan dan arti atau makna kata itulahyang dipelajari oleh bidang morfologi. Begitu pula dalam bahasa Arab yangbertipe fleksi; bahasa yang tidak bisa terlepas dari seluk-beluk perubahan-perubahan struktur kata. Oleh karena itu, merupakan hal yang menarik apabilapembentukan kata dalam kajian bahasa Arab dapat ditelaah dan dikaji secaramendalam dalam sebuah analisis morfologis. Sehingga diharapkan akanmenghasilkan paradigma baru dalam memahami bahasa Arab.
Sejarah dan Perkembangan Pendidikan Islam di Malaysia
Mohd Roslan Mohd Nor
At-Ta'dib Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v6i1.547
The aim and purpose of education in Islam is among others to form acohesive Muslim personal in the development of spiritual, physical, emotional,intellectual and social. It is not only produced good citizens but also covers theformation of a complete human capital in terms of religious and worldly life.In addition, the education that is based on the teachings of Islam also aimed atproducing righteous human that can meet the needs of the world and life inthe hereafter. The main focus of this article is about the history and developmentof Islamic Education subject in Malaysia. It also includes the etymology ofeducation and the Islamic education debate from the views of scholars andacademics. Discussions also focused on the development of Islamic educationsubject in Malaysia in the early period of Islam, development during the Westerncolonization and development of education in Islam after the country gainedindependence.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DAN TANTANGANNYA MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS
Andi Wiratama
At-Ta'dib Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v5i1.582
Pendidikan adalah aspek terpenting bagi kehidupanmanusia. Dengan pendidikan manusia diharapkan menjadi esensiyang beradab, berlaku adil, bijak, dan menjunjung tinggi realitaskebenaran. Sebaliknya, tanpa pendidikan, ia akan menjadi dzalim,arogan dan menentang kebenaran, atau dalam kata lain, tetapdalam ke-insanan-nya yang banyak salah dan lupa. Untuk itu,pendidikan yang dilakukan dengan benar dan tepat yangmerupakan kebutuhan primer manusia akan membawa kepadaperbaikan tatanan kehidupan manusia baik individu maupunkelompok.Akan tetapi pendidikan dewasa ini lebih diorientasikankepada upaya untuk mencetak pekerja yang memiliki intelektualdan skill dalam segala bidang. Sehingga menjadikan pendidikanhanya sebatas proses transfer ilmu dan kemampuan saja tanpamemperhatikan penanaman nilai dalam diri anak didik. Nilai(values) yang merupakan esensi pokok dalam proses pendidikanterabaikan begitu saja. Hal tersebut banyak dipengaruhi olehadanya westernisasi ilmu pengetahuan yang dipelopori olehBarat dan telah mengikis system pendidikan yang mengedepankannilai sebagai hasil dari proses pendidikan. Oleh Karena ituulama muslim Syed Naquib Al-Attas menawarkan suatu bentukislamisasi ilmu pengetahuan dengan konsep ta’dib sebagai prosespenempatan anak didik pada tempatnya, yaitu pada puncakmoral, adab, dan etika. Ini merupakan usaha untuk mengembalikanpendidikan kepada tujuannya yang hakiki.
Manajemen Pembiayaan Pendidikan dalam Perspektif Islam
Ahmad Munir
At-Ta'dib Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v8i2.502
Pembiayaan pendidikan pada dasarnya menitikberatkan pada upayapendistribusian benefit pendidikan dan beban yang harus ditanggungmasyarakat. Biaya secara sederhana adalah sejumlah nilai uang yangdibelanjakan atau jasa pelayanan yang diserahkan pada siswa. Pembiayaanpendidikan berhubungan dengan distribusi beban pajak dalam berbagaijenis pajak kelompok manusia serta metode pengalihan pajak ke sekolah.Hal yang sangat penting dalam pembiayaan pendidikan adalah berupabesar uang yang harus dibelanjakan, dari mana sumber uang yangdiperoleh, dan kepada siapa uang harus dibelanjakan. Pada umumnya,lembaga pendidikan Islam mengalami beberapa kendala terkait denganmanajemen pembiayaan pendidikan. Padahal, dalam Islam, sistempendidikan formal yang diselenggarakan negara, sepenuhnya ditanggungoleh negara (Baitul Mal). Sejarah Islam setidaknya sudah menunjukkan halitu. Maka lembaga pendidikan Islam seharusnya kembali kepada khittahpengelolaan pembiayaan pendidikan sebagaimana sudah dicontohkan olehpara khalifah di kekhilafahan Islam.
Tinjauan Filosofis Tantangan Pendidikan Islam Pada Era Globalisasi
., Syamsirin
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Era globalisasi adalah sebuah era di mana setiap informasi dapat diterimadan diserap oleh seluruh penduduk bumi, tanpa batas penghalang yang dapatmenghalanginya. Luasnya dunia sudah tidak lagi menjadi penghalang untukpenyebaran berita dan isu apapun yang up todate. Hal ini tentunya menjadi halyang baru bagi beberapa orang yang belum memiliki pemikiran yang maju, danbahkan akan menjadikannya hanya akan terlindas oleh cepatnya pertumbuhanteknologi dan kemajuan zaman, karena tidak sanggup menghadapi perubahanyang demikian cepat.Melihat fenomena tersebut, pendidikan adalah faktor yang dapat dijadikansebagai jaminan bagi pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapatmenghadapi tantangan globalisasi dengan era digital informasinya. Demikianpula pendidikan Islam, yang lebih cenderung membawa misi religiusitas punjuga harus ikut berperan di dalamnya. Dengan membekali para peserta didiknyadengan kekuatan keimanan, ketakwaan, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan yangberimbang sehingga dapat membawa para peserta didik tersebut pada kondisiyang siap menghadapi segala tantangan era informasi.
PRINSIP PENDIDIKAN MORAL PADA SURAT AN-NUR AYAT 30–31 DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM
In’amul Wafi
At-Ta'dib Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v4i1.572
Tujuan pendidikan Islam adalah membentuk generasiberkualitas pemimpin yang memiliki ciri sebagai insan yangshalih, sehat, cerdas, dan peduli bangsa. Seorang pemimpin yangmampu mengenalkan manusia akan perannya di antara sesamasebagai pribadi yang bertanggung jawab, mengenalkan manusiaakan interaksi social dan alam sekitar serta mengenalkan manusiaakan pencipta.Dalam upaya mengenalkan manusia pada interaksi sosialdan tanggung jawab dalam tata hidup bermasyarakat tidak lepasdari masalah moral dan etika dalam berinteraksi. Di sini posisiakhlak mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap individumanusia dan komunitas masyarakat. Dalam kaitannya denganhal itu, pendidikan moral merupakan hal yang signifikan dalammembentuk generasi berkualitas pemimpin yang berakhlak.Beberapa prinsip pendidikan moral telah banyak kita temukandalam sistem pendidikan islam, diantaranya prinsip pendidikanmoral yang terkandung dalam surat An-Nur ayat 30-31 yangberkenaan dengan akhlak dalam berinterakasi dalam sebuahkomunitas kehidupan. Suatu prinsip pendidikan islam yang dikajidalam prespektif psikologi Islam yang dinilai berdasarkan aspekkejiwaan manusia, etika, dan aqidah keislaman itu sendiri.
Adverbia Dalam Lingusitik Arab
Alif Cahya Setiyadi
At-Ta'dib Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v7i1.528
Makalah ini mengkaji konsep sintaksis bahasa Arab yang lebih menekankanpada pembahasan adverbia bahasa Arab. Konsep adverbia dalam bahasa Arabterbagi menjadi tiga bentuk utama yang tergambar dalam al-mukammilât almanshûbah,al-majrûrah, dan at-tawâbi’. Setiap bentuk adverbia tersebut memilikikategori, fungsi dan peran masing-masing dalam sebuah kalimat. Karakteristikmasing-masing bentuk adverbia di atas mampu menunjukkan kekhasan bahasaArab dalam system adverbianya. Untuk itu kajian ini akan menitikberatkan padausaha penyepadanan konsep-konsep linguistik umum dengan Arab dalam rangkamelihat karakteristik bahasa Arab.
Pendidikan dan Faham Liberalisme
Moch Tolchah
At-Ta'dib Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v3i2.563
Lahirnya liberalisme tidak terlepas dari perkembanganmutakhir Barat sejak era renaissance dan Aufklaerung, yang secaramassive mendasari berbagai perubahan besar dalam kultur danperadaban Barat, sehingga dunia pendidikan yang memiliki posisistrategis dalam struktur kebudayaan setiap bangsa dengansendirinya juga tidak luput dari keharusan menyesuaikan diridengan tuntutan liberalisasi.Padahal, liberalisme yang nota bene menjadi penopangkemajuan Barat dengan berkembangnya sains, teknologisasi danindustrialisasinya juga menyisakan penderitaan dan krisiskemanusiaan, hingga menimbulkan respon keras dengan lahirnyasosialisme-komunismeTulisan ini mencoba menelusuri sejauh mana implikasiliberalisme terhadap pendidikan. Selain itu tulisan ini jugadiarahkan dalam rangka penelusuran terhadap berbagai dampakpositif dan negatifnya. Sehingga tulisan ini diharapkan dapatmembangun sikap kritis terhadapnya.
Rekonseptualisasi dan Reposisi Guru di Era Globalisasi
M. Miftahul Ulum
At-Ta'dib Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v3i1.492
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa keterpurukandunia pendidikan di negara ini dialamatkan kepada guru sebagaigarda terdepan pelaksanaan pendidikan. Eksistensi guru sebagaitransfer of knowledge dan transfer of value, memangmemainkan peran yang sangat signifikan dalam menentukankualitas out put sekolah ataupun madrasah. Guru yang sudahterlanjur dianggap sebagai “makhluk” serba bisa, dituntut untuklebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Hal ini menjadipenting agar guru tidak terjebak dalam mitos karya sehinggadapat memandulkan etos kerja.Redefinisi, rekonseptualisasi, dan reposisi guru danperanannya perlu segera dilakukan terutama mencermatituntutan era pembelajaran yang lebih demokratis, egaliter sertadalam upaya memanusiakan siswa sebagai sosok yang memangjelas-jelas berbeda dengan guru. Terobosan baru sebagai sebuahlompatan yang berbeda dengan sebelumnya setidaknya akanmemberikan nuansa dan suasana baru sehingga guru benar-benarpantas digugu dan ditiru oleh siswanya.