Articles
344 Documents
PERANAN BAHASA DALAM PERKEMBANGAN FILSAFAT
Amir Syuhada
At-Ta'dib Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v5i1.586
Sebagai sarana komunikasi, bahasa memiliki peran yangsangat besar dalam mentransformasi pemikiran seseorangkepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan sehinggadapat dimengerti. penggunaan dan pemahaman bahasa yang baiktelah mewujudkan perkembangan ilmu pengetahuan dari segalabidang, tidak terkecuali filsafat. Dalam tugas pokoknya, filsufmenggunakan analisis bahasa sebagai sarana untuk menguraikankonsep-konsep filosofis sehingga mudah dipahami danberkembang sesuai dengan peradaban ummat manusia.Untuk menganalisis peranan bahasa dalam perkembanganfilsafat, penulis membagi fase perkembangan filsafat menjadiempat bagian. Dari sinilah dapat diketahui konsep-konsep dankarakter filsafat pada masing-masing zaman. Tentunya memilikiperbedaan dan ciri-ciri tersendiri, walaupun demikian,perkembangan yang terjadi merupakan hasil dari pengembangandan sikap kritis para filsuf terhadap konsep-konsep lama.
UUGD dan Dampaknya bagi Peningkatan Kualitas Guru
Abd. Madjid
At-Ta'dib Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v3i1.490
Dalam konteks pendidikan, guru sebagai salah satukomponen mikrosistem pendidikan yang sangat strategis danbanyak mengambil peran di dalam proses pendidikan secaraluas. Bahkan guru merupakan penentu paling besar terhadapprestasi belajar siswa. Tidak ada usaha inovatif dalam pendidikanyang dapat mengabaikan peran guru, lebih-lebih bagi negaraberkembang seperti Indonesia yang sarana prasarananya terbatasdan secara geografis wilayahnya sangat luas.Artikel ini mencoba untuk memaparkan persoalankompetensi, sertifikasi dan prospek Fak. Tarbiyah pasca UUGD.Karena begitu urgen dan strategisnya peran guru, makapenanganan guru harus dilakukan secara sistematik, sistemik,kelembagaan dan terpadu antara pihak lembaga penghasil(LPTK), pengguna lulusan, dan pihak yang berkewajiban untukmembina, mengawasi dan Menjamin mutu guru. Oleh karenaitu, menarik untuk didiskusikan bagaimana dampak UUGDterhadap peningkatan kualitas guru.
Peranan Psikolinguistik dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Moh. Ismail
At-Ta'dib Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v8i2.508
Fenomena bahasa dan berbahasa adalah hal yang erat kaitannyadengan kehidupan manusia. Bahasa merupakan kajian ilmu linguistik, dimana ia dipelajari sebagai bahasa yang mencakup beberapa komponen:fonologi, morfologi, sintaksis, semantik. Sedangkan berbahasa merupakankajian psikolinguistik, yang mengkaji kegiatan manusia dalam memperoleh(acquitation), meresepsi (reception) dan memproduksi (production) bahasa.Berbahasa dimulai dari enkode simantik dan sintaksis dalam otak penuturdan berujung pada dekode simantik dan dekode sintaksis dalam otakpendengar. Hasil kajian psikolinguistik banyak dimanfaatkan dalammemahami pemerolehan bahasa pertama maupun dalam pembelajaranbahasa kedua atau bahasa asing. Pasalnya, ruang lingkup kajian psiko-linguistik sangat bermanfaat bagi pembelajaran bahasa. Di dalamkurikulum pendidikan bahasa, mata kuliah psikolinguistik dimasukkandalam kelompok mata kuliah proses belajar-mengajar, bukan padakelompok mata kuliah linguistik/kebahasaan. Hal ini karena pokok bahasandalam psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan kegiatan proses belajar-mengajar bahasa itu. Tulisan ini mencoba memaparkan pengertian danruang lingkup psikolinguistik, pembelajaran bahasa Arab, kemudianmenguraikan peranan dan signifikansi psikolinguitik dalam pembelajaranbahasa Arab yang dijabarkan melalui unsur-unsur kurikulum pembelajar-an bahasa Arab (tujuan, materi, metode, evaluasi) dan prinsip-prinsippembelajaran bahasa.
Streamlining Education Institution Through Waqf Enlargement: An Experience of Gontor System
Bahroni, Imam
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Education is a process through which a person could actualize himselfto be powerful individual and part of community. Powerful because he couldnot only live in the society but develop the community, he is also ready to leadand ready to be led and make the people dynamic. A person in this instance,who wishes to actualize his potencies, needs various trainings, positive and rightmovements for physics, mind and heart. First, when the physical movementcontinuously carried out in this life, he becomes physically strong and healthy.That is why a person needs sport, good food, and enough resting. Second, themind also needs to be trained through various movements in the form of hardthinking on a positive and qualitative thing where the strong knowledge lays.Third, in order to strengthen his heart a person needs spiritual movement. Thismovement is naturally done through worship, pray and remembrance of Allah,fasting and night prayer. When these three kinds of movements practiced in lifeit becomes strength for the human being as an individual and part of the groupof people in the society.
PENDIDIKAN ISLAM: Memayu Hayuning Bawono
Moh. In’ami
At-Ta'dib Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v4i1.576
Pendidikan islam merupakan suatu proses dalam menemukantrasformasi baik dalam diri maupun komunitas. PendidikanIslam sendiri berupaya membimbing dan mengarahkanpertumbuhan serta perkembangan diri dan kelompok menujuperbaikan mental yang akan terwujud dalam perbuatan danmembebaskan manusia dari berbagai ikatan, intimidasi, daneksploitasi.Pendidikan Islam di Indonesia dalam upayanya membebaskandiri dari segala bentuk ikatan, intimidasi dan eksploitasiperadaban baru selalu menghadapi berbagai tantangan-tantanganserius yang memerlukan perhatian yang lebih dari pemerintahdan kalangan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan untukmenjaga eksistensi pendidikan Islam di Indonesia. Karenabagaimanapun pendidikan Islam merupakan warisan sejarah yangharus di jaga kelestariannya.Pesantren dan madrasah sebagai bentuk lembaga pendidikanislam di indonesia dewasa ini dihadapkan pada beberapabentuk konformisme kurikulum dan sumberdaya manusia, dampakperubahaan sosial politik, perubahaan orientasi pendidikan,dan globalisasi. Untuk itu dibutuhkan dukungan penuh daripemerintah dalam mengikis segala bentuk kelemahan pendidikanIslam serta mewujudkan pembaharuan sistem dengan jalanmenjadikan pendidikan Islam sebagai faktor penting dalam upayamewujudkan manusia seutuhnya di kalangan mayoritas
نحو استراتيجية تعليم اللغة العربية الفعال
Dihyatun Masqon
At-Ta'dib Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v3i2.567
Bahasa merupakan alat utama yang digunakan dalampembelajaran, tanpa bahasa pembelajaran tidak akan berjalandengan baik. Demikian juga dalam memahami berbagailiteratur dan buku diperlukan bahasa yang baik sehingga dapatmemahaminya dengan baik pula.Mengingat bahasa yang digunakan oleh al-Qur’an adalahbahasa Arab, maka sangat dianjurkan bagi seorang muslim untukdapat berbahasa Arab dengan baik sehingga diharapkan dapatmemahami al-Qur’an dengan baik tanpa ada salah penafsiran.Tulisan di bawah ini mencoba membaca bagaimanametode pembelajaran bahasa Arab yang digunakan PondokModern Gontor Ponorogo kepada anak didiknya, dengan harapansiswa tidak hanya belajar “qawa’id” bahasa Arab dikelas, akantetapi lebih dari itu, siswa dapat berbicara dengan bahasa Arabdalam kesehariannya.
Manhaju Ta'lim al-Lughah al-Arabiyah fi al-Jamiat al-Indunisia
Abdul Hafidz Zaid
At-Ta'dib Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v3i1.496
Di antara bahasa-bahasa besar dunia yang dipelajari atasdasar kekuatan idealisme keagamaan adalah bahasa Arab. Maka,menjadi suatu hal yang sangat wajar, jika bahasa Arab di Indonesia—sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia—menjadi bahasa yang memiliki grafik perkembangan cukupsignifikan. Oleh karena itulah, beberapa perguruan tinggi diIndonesia mencoba untuk menawarkan program-programpengajaran bahasa Arabnya, yang pada dasarnya merupakankelanjutan dari metode “sorogan” yang telah dikenal di Indonesiasejak beberapa abad silam, dengan lebih menekankan pada aspektuturnya. Institut Studi Islam Darussalam, sebagai perguruantinggi pesantren yang bernaung di bawah Pondok ModernDarussalam Gontor, memiliki kelebihan yang menjadikannyasebagai satu-satunya perguruan tinggi yang dapat menerapkanDirect Method dalam pengertian yang sebenarnya.
The Nature of Evolution: A Study on the Philosophy of A.M. Iqbal
Imam Bahroni
At-Ta'dib Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v7i1.523
The nature of human being evolution in the philosophy of AllamaMuhammad Iqbal is different from the conception of other modernphilosophers. This natural evolution basically springs from the real Love whichflourishes in the inner being of an individual.Love as described by Iqbal is not physical, sexual or biological principle.It is the inward drive of all life to attain to its full maturity and development. Itis a primal urge to live, to progress and bring out all the inner wealth andresources of being. Every phenomenon and activity that is not related to thisprimal urge and does not subserve its purposes, leads to stagnation and decay.He voices strong condemnation of scientific reason, arts and religion whenthey carve out for themselves autonomous fields of action or set themselvesup as independent forces. According to Iqbal, all specialized activity, whether itis intellectual, artistic or religious, is a differentiation of the primal urge whichhe calls Love and apart from it has no title to independent, autonomous existence.Iqbal further explains that a philosophy which does not spring from thedepth of life is so much empty trash; and thought which is not inspired by loveor the will to progress, construct, create and beautify the world is dreadening.Similarly a religion without the flame of love of the urge to advance, improveand enrich life is only lifeless ritualism. Disbelief and atheism are as good asIslam, if inflamed by love, while Islam is no better than paganism if it is devoid of Love.
Konsep Zaman Dalam Nahwu (Tinjauan sintaksis semantis)
Alif Cahya Setiyadi
At-Ta'dib Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/at-tadib.v6i2.557
Az-zaman dalam kajian bahasa merupakan salah satu bagian pembahasanilmu al-Nahwu. Secara definisi az-zaman memiliki keterkaitan yang erat denganpembahasan dalam dirasah al-shiyagh al-fi’liyah atau pembahasan bentuk-bentukverba. Az-zaman dalam pengertian fi’il sebagaimana dikatakan oleh para ahlinahwu adalah segala yang menunjukkan suatu kejadian yang berhubungan denganwaktu kejadian. Selain itu Az-zaman juga berkaitan dengan tarkib al-jumlah untukmengetahui hubungan kata-kata secara kontekstual.Dalam telaah sintaksis semantis bahasa Arab, az-zaman memiliki fungsidan peran sebagai penentu waktu dan aspek terjadi suatu kejadian. Tandakewaktuan dan aspek dalam struktur sintaksis Arab dapat dilihat dalam konsepaz-zaman (tense), kemudian al-jihah (aspect), tauqitiyât, dan al-muqârib. Kata az-zamândengan vocal panjang menunjukkan waktu terjadinya pekerjaan, sedangkan kataaz-zaman dengan vocal pendek menentukan aspek suatu kejadian. Konsep waktulain yang memiliki hubungan dengan suatu kejadian dalam struktur sintaksisbahasa juga ditunjukkan oleh tauqitiyât dan al-muqârib.