cover
Contact Name
Saiful Anwar
Contact Email
saifulanwar@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
attadib@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AT TA´DIB
ISSN : 02169142     EISSN : 25033514     DOI : -
At-Ta'dib adalah media ilmiah bidang kependidikan Islam, baik berupa studi kepustakaan, hasil penelitian maupun karya ilmiah terkait. Terbit dua kali dalam setahun, sebagai sarana pengembangan tradisi keilmuan insan tarbiyah dan pendidikan pada umumnya. Jurnal kependidikan Islam ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Manajemen Pendidikan Pesantren Dalam Perspektif Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A Awaluddin Faj
At-Ta'dib Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v6i2.558

Abstract

Dewasa ini, salah satu persoalan yang sedang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam adalah persoalan peningkatan mutu pendidikan dan pengelolaan manajemen yang efektif dan efisien. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatan mutu pendidikan baik melalui pembinaan, pelatihan, peningkatan kompetensi guru, pengadaan bahan ajar dan pelajaran, memperbaiki sarana dan prasarana. Namun demikian, indikator dalam meningkatkan mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Maka dari itu perlu adanya sebuah manajemen yang baik dan pemimpin lembaga yang berpengetahuan luas dan berpengalaman. Untuk itu, manajemen dan model kepemimpinan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam lembaga pendidikan, yakni sebagai sarana pokok bagi suatu lembaga dalam meningkatkan dan mengoptimalkan sumberdaya manusia untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Dalam sejarah Islam, kekalahan ummat Islam pada perang Uhud dan kemenangan pada perang Badar merupakan bukti bagaimana manajemen yang baik mampu berperan dalam mengoptimalkan sumber daya manusia menuju satu tujuan bersama.
PERSONALITY EDUCATION ACCORDING TO ALLAMA MUHAMMAD IQBAL Imam Bahroni
At-Ta'dib Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v10i2.454

Abstract

        This paper is aimed at discussing the concept of Personality Education according to Allama Muhammad Iqbal. In relation with the concept, Muhammad Iqbal (1873-1938), emphasized the proper development of the individuality of man. He maintained that an individual should be exposed to all kinds of formative and challenging experiences; otherwise his individuality will shrink and wither[1]. Iqbal underscored the importance of freedom, which allowed for experimentation with the environment, for the exercise of choice and discrimination in the use of methods and substance, and for learning by direct, firsthand experience. Despite his emphasis on the individual, Iqbal did not ignore the role of the community and its culture in the give-and-take dynamics with the individual. Iqbal also subscribed to the view that there must be harmony between the material and spiritual elements in man, which educational theory should consider. He valued intellect, but he criticized contemporary thought for overstressing it at the expense of intuition or love. From Iqbal's writings, the characteristics of the good man could be inferred. First, the good man is creative and original, for creativity is the most precious and distinctive gift of man. He must be able to use his intelligence to harness the forces of nature for his own good and also to increase his knowledge and power. Secondly, the good man lives his life in the name of the Lord, dedicating his powers and knowledge to working out His purpose and thereby deserving himself for the position of God's vicegerent on earth.[1] K.G. Saiyidain, (1977), Iqbal's educational philosophy, 8th ed.,Lahore: SH Muhammad Ashraf, p. 14.
Efisiensi Metode dan Media Pembelajaran dalam Membangun Karakter Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Agus Budiman
At-Ta'dib Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v8i1.514

Abstract

Pembelajaran berkarakter adalah salah satu upaya untuk mencapaipembelajaran yang efisien tidak terkecuali pembelajaran pendidikan agama islam(PAI). Peran guru sebagai motor pembelajaran benar-benar menjadi simpulutama. Ada tiga unsur yang dapat menunjang tercapainya pembelajaran PAIyang berkarakter; kompetensi guru, ketepatan memilih metode dan mediapembelajaran, serta kemampuanya memotivasi siswa.Guru yang memiliki kompetensi, apabila mampu memilih metode danmedia yang tepat pada pembelajaran PAI yang memang memiliki kekhasantersendiri, akan dapat menghadirkan sebuah pembelajaran dalam racikanya yangmantap. Pembelajaran akan terasa menyenangkan bagi siswa sehingga dapatmenginternalisasikan nilai-nilai religius yang terkandung dalam materipembelajaran PAI, dan itu secara tidak langsung juga dapat memotivasi siswauntuk mengembangkan dirinya dan menemukan mutiara-mutiara indah dalammateri pendidikan agama islam sehingga mampu membentuk watak danakhlaknya.
Mengenal Muhammad Abu Zahrah Sebagai Mufassir Muhammad Badrun
At-Ta'dib Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v6i1.548

Abstract

In the history of interpretation of the Qur’an we find that the study ofQur’anic interpretation started from the time of the Messenger of Allah untilthe present time. From the period in which the commentary is learned andstudied through the riwayat (narration) and talqin (indoctrination) from a teacherto his student until the time when every person ‘feel’ to have the authority tointerpret the verses of the Qur’an. The study of Qur’anic intepretation hasundergone the tremendous growth in the fourth phase of the compilationperiod (tadwin). That was the phase in which the interpretation of the Qur’anwass controlled by the interpretation based on reason and the opinion of theinterpreter (mufassir); interpretations coloured by various sects and schools ofthought. The development of this kind of interpretation, although believed tobe a logical consequence of the development history of science, but then notnecessarily be accepted by the ulamas and received positive appreciation of them.Like Muhammad Husein adh Dhahabi, Muhammad Abu Zahrah, and so forth.For Imam Muhammad Abu Zahrah (1898-1974/1315-1394) theinterpretation of the Quran which is based on a variety of goals and interestsas well as a variety of comprehension and thinking like that, in fact was oftenaway from the substance of Al-Quran; obscure its miracle power, destroyingthe real meaning and even provide commentary on the sometimes contradictorywith the fundamentals of Islamic teaching. This is awakening his awareness andencourage him to try to straighten out and provide an alternative of moreactual interpretation. So he finally wrote a book of tafsir named “Zahratu alTafasir”. This interpretation is different from the books of the previous tafsirbooks. At least, he did not want to simply follow the tradition (taqlid), themethod or the way used by previous mufassir.
PENDIDIKAN KONSEP TA’DIB SEBAGAI SOLUSI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBAL Kholili Hasib
At-Ta'dib Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v5i1.583

Abstract

Dalam upaya mengembalikan tujuan pendidikan Islamkepada jalan yang selama ini terlupakan, diperlukan usaha-usahayang nyata untuk menggapai hal tersebut. Baik usaha yangbersifat membangun kembali atau bahkan lebih cenderungkepada memperbaiki system yang sudah ada sesuai dengankonsep dasar yang telah digariskan. Salah satu usaha membangunkembali orientasi pendidikan Islam yang mulai terintimidasioleh romanisasi adalah mengembalikan konsep pendidikan Islamyang mengedepankan ta’dib. Ta’dib sebagai suatu konsep pendidikanIslam yang lebih beroreintasi kepada pembentukan individu yangberakhlak al-karimah tanpa mengesampingkan kemampuanintelektual dan skill merupakan salah satu usaha yang sangatperlu untuk dibangkitkan pada masa modern ini.Tulisan ini mengkaji lebih dalam konsep pendidikan IslamAt-ta’dib yang digagas oleh Syed Naquib Al-Attas. Hal tersebutmerupakan bentuk usaha mereoriginalisasi kembali konseppendidikan Islam yang selama ini mulai berbelok arah darikonsep dasar pendidikan yang ditanamkan oleh Islam. Sehinggaakan terdetik kembali ruh pendidikan Islam yang selama initelah melayang jauh dari sarangnya.
Quo Vadis Supervisi Pendidikan Ahmad Saifulloh
At-Ta'dib Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v8i2.503

Abstract

Supervisi sebagai salah satu pilar penting dalam sistem pendidikanmengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Sehinggamuncullah beberapa model dengan karakternya masing-masing. Hal iniharus diperhatikan oleh supervisor, selain tentunya mereka harusmemahami konsep supervisi itu sendiri. Sebagai bagian dari sistempendidikan, supervisi juga mengikuti perubahan kondisi sosial masyarakat.Keterkaitan supervisi dengan lingkungan sosial masyarakat, bahkan jugadengan kondisi politik yang sedang berkembang, memunculkan model dancorak supervisi dengan karakteristiknya masing-masing. Denganmencermati perkembangan karakteristik supervisi pendidikan dan melihatkondisi kekinian dan kedisinian, supervisi yang diperkenalkan Glickmandkk. kelihatannya akan terus menjadi trend di Indonesia. Hal ini seiringdengan perkembangan teknologi informasi yang meniscayakan kemandiri-an para guru dan murid dalam proses pembelajaran.
Pendidikan Agama Berbasis Multikulturalisme (Studi Kritis) Umar, Abdul Kohar
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikulturalisme merupakan faham atau aliran yang membahas tentangkemajemukan budaya, kemudian berupaya untuk mengembangkan seluruhpotensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitas sebagaikonsekwensi keragaman budaya, etnis, suku, dan agama. Melihat realitaskemajemukan tersebut, multikulturalisme mencoba menggagas wacana tentangpendidikan agama, yaitu pendidikan Islam, dengan membawa misi pluralismeagama, humanisme dan demokrasi. Harapannya dengan wacana dan misitersebut, dapat memberikan solusi dan pencerahan dalam menuju suatuperubahan yang signifikan terhadap pendidikan Islam dengan segala aspeknya,sehingga pendidikan Islam menjadi pendidikan yang inklusif dan dinamis.
PENDIDIKAN NISAIYYAH: Membendung Gerakan Feminisme, Mencari Perspektif Islam Muhammad Ma’ruf Ch
At-Ta'dib Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v4i1.573

Abstract

Sekarang ini, Feminisme tidak lagi sekedar wacana akademiktetapi sudah pada memasuki ranah gerakan. Di antaragerakan yang digelorakan adalah gerakan kesetaraan genderdalam dunia pendidikan. Yaitu Pendidikan berkeadilan bagi kaumperempuan. Pendidikan kaum perempuan yang dikehendakiadalah pendidikan berdimensi paradigmatik, egaliter, fleksibledan persuasive. Ide ini tidak lain merupakan spirit dari feminisme.Sasaran lembaga pendidikan yang ingin dievaluasi dan dikonstruksimenurut kaum feminis adalah Pendidikan ala PondokPesantren yang dianggap bias gender.Tulisan ini, menawarkan solusi untuk membendung intervensiBarat yang akan menghancurkan eksistensi dan kemandirianPondok Pesantren. Diantara solusi yang ditawarkan adalah merumuskankembali visi dan orientasi dan system Pendidikan bagianak-anak putri. Adapun visi pendidikan di Pesantren Putrikhususnya adalah menyiapkan perempuan kreatif dan produktifberbasis Nisaiyyah, yakni memproses anak perempuan untukmampu menjaga fitrah thobi’iyyah (nature duty), wadhifah manziliyyah(domestic duty), dan wadzifah ijtma’iyyah (sosial duty), sedangkanorientasinya adalah membangun jiwa Tauhid. Sistem yang digunakanadalah system pondok pesantren berkurikulum integrated.
KONSEP ILMU BERLANDASAKAN TAUHID ISMAIL RAJI AL-FARUQI SERTA IMPLIKASINYA DI DUNIA PENDIDIKAN Nur Wahyu Hermawati
At-Ta'dib Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v10i2.464

Abstract

Ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah satu integrasi yang tak terpisahkan. Dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan sudah seharusnya berdampak pada dunia pendidikan. Bukan hanya dunia pendidikan saja, dampaknya dapat dirasakan oleh semua manusia.. Westernisasi knowledge telah membuat umat Islam tanpa sadar mendikotomikan ilmu. Umat Islam tanpa sadar telah lebih condong pada keilmuwan Barat dan mulai mengesampingkan ilmu agama. Pendikotomian ini yang menjadi awal masalah dalam pendidikan Islam. Westernisasi bukan hanya dalam sisi knowledge tapi sudah mulai merasuki worldview umat Islam. Salah satu upaya yang diusung oleh al-Faruqi untuk menyikapi masalah tersebut adalah dengan merumuskan Islamisasi Ilmu. al-Faruqi mencoba mengIslamisasikan ilmu dengan konsep Tauhid sebagai inti dari kehidupan. Begitu pula dengan ilmu pengetahuan, dengan ilmu pengetahuan yang berdasarkan ketauhidan maka ilmu pengetahuan itu tidak akan terlepas dari ajaran Islam. Karena hakikatnya ilmu umum dan ilmu agama itu saling berintegrasi sehingga menimbulkan suatu kesatuan yang saat ini telah mulai banyak bermunculan di lembaga-lembaga pendidikan khususnya di Indonesia. Sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan Islam yang secara sinergis menggabungkan ilmu umum dan agama baik dalam kurikulumnya, kegiatan rutinnya, maupun kegiatan ekstrakulirnya. Dengan tujuan menciptakan generasi penerus yang berintelektual tinggi dan bertaqwa.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Neneng Uswatun Hasanah, Lc.
At-Ta'dib Vol 4, No 2 (2009): Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v4i2.591

Abstract

Pada zaman modern ini orang tua semakin sadar bahwapendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidakbisa ditawar-tawar. Oleh sebab itu tidak mengherankan pulabahwa semakin banyak orang tua yang merasa perlu cepat-cepatmemasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini. Pendidikan anakusia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar danstrategis dalam pembangunan sumberdaya manusia. Karenabagaimanpun mempersiapkan anak sejak dini berarti tlahmempersiapkan armada perang yang memiliki modal yang lebihdari cukup untuk menyongsong masa depan.Upaya pendidikan anak tidak akan lepas dari systempendidikan yang diterapkan. System pendidikan Islam sebagaisebuah system pendidikan yang berbasiskan Islam memilikitujuan-tujuan untuk membentuk generasi msa depan yangberkualitas pemimpin, yakni generasi pemimpin yangberkepribadian Islam dengan penguasaan tsaqofah Islam yangluas, dan menguasai ilmu kehidupan (sains dan teknologi) yangmemadai.Tulisan ini berusaha membahas suatu konsep pendidikananak usia dini dalam prespektif system pendidikan Islam. Suatukonsep pendidikan yang berasaskan pada Islam sebagai landasanteoritis pendidikan Islam yang dimulai sejak kandungan denganmetode-metode pendidikan yang lebih mengutamakan konsepketauhidan sebagai dasar hidup.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol. 19 No. 2 (2024): The Transformation of Pesantren Education in the Disruption Era Vol. 19 No. 1 (2024): Islamic Educational Institutions and Their Dynamics in Facing the Times. Vol. 18 No. 2 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol. 18 No. 1 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol 17, No 2 (2022): Islamic Education and Its Methods Vol. 17 No. 2 (2022): Islamic Education and Its Methods Vol 17, No 1 (2022): Approaches, Strategies, Methods and Islamic Education Vol 16, No 2 (2021): Learning Strategies During The Pandemic Vol 16, No 1 (2021): Mental, Character and Moral education Vol 15, No 2 (2020): Pembelajaran Model Islami dan Efektifitasnya Vol 15, No 1 (2020): Pembelajaran Islam dalam Konteks Pesantren Masa Kini Vol 14, No 2 (2019): Pendidikan Islam Perkembangan dan Tantangannya Vol 14, No 1 (2019): Mental Education in Pesantren Vol 13, No 2 (2018): Pesantren as a Center for Developing Arabic & English Teaching Vol 13, No 1 (2018): Education System and Education Method in Pesantren Vol 12, No 2 (2017): the values of education in pesantren Vol 12, No 1 (2017): Islamic Character Education Vol 11, No 2 (2016): Standarisasi Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2016): Manajemen Penddiikan Islam Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2015): Pendidikan Akhlak Vol 9, No 2 (2014): Islamisasi Ilmu Pendidikan Vol 9, No 1 (2014): Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2009): Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan More Issue