cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2015)" : 8 Documents clear
Pemberdayaan kader posyandu dalam program asi eksklusif di desa Pamijen, Sokaraja, Banyumas Handayani, Diyah Yuistika; Aprilina, Happy Aprilina
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1819

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI Eksklusif diberikan pada bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan dan setelah 6 bulan bayi baru dikenalkan makanan/minuman selain ASI namun bayi tetap diberikan ASI sampai berusia 2 tahun atau lebih. Pemerintah telah membuat peraturan tentang pemberian ASI Eksklusif dalam Nomor 33 tahun 2012. Pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1 masih relatif rendah. Data pemberian ASI Eksklusif pada usia 0-6 bulan sebesar 53,9%, padahal target pemerintah Indonesia pada tahun 2015 ASI Eksklusif sebesar 80%. Salah satu untuk mensukseskan pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian penyuluhan kesehatan bagi ibu. Penyuluh kesehatan yang berpartisipasi tidak cukup hanya petugas kesehatan, namun perlu banyak orang sehingga dapat mensukseskan program ASI Eksklusif. Kader posyandu balita merupakan salah satu orang yang dapat berperan dalam hal ini, karena kader posyandu salah satu orang yang sering bersosialisasi dengan warga di desa. Tujuan: meningkatkan kesadaran, pemahaman dan pengetahuan para kader posyandu akan pentingnya ASI Eksklusif serta optimalisasi kemampuan dan ketrampilan para kader posyandu agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang ASI Ekslusif di wilayah posyandu masing-masing. Metode: praktik, demonstrasi dan redemonstrasi dengan adanya acuan lembar balik panduan ibu menyusui untuk melakukan penyuluhan kesehatan di warga sekitarnya. Hasil: pelatihan kader posyandu balita dilakukan di Desa Pamijen, Sokaraja, Banyumas yang diikuti oleh 19 kader posyandu balita dan hasil evaluasi peserta dapat melakukan penyuluhan kesehatan tentang ASI Eksklusif. Kesimpulan: meningkatnya kesadaran, pemahaman dan pengetahuan para kader posyandu akan pentingnya ASI Eksklusif serta mengoptimalisasikan kemampuan dan ketrampilan para kader posyandu agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang ASI Eksklusif di wilayah posyandu masing-masing. Kata kunci: ASI eksklusif, menyusui, kader posyandu
DETEKSI DINI DIABETUS MELLITUS MELALUI PENGECEKAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU DAN INDEKS MASA TUBUH WARGA AISYIAH RANTING KARANG TALUN KIDUL Linggardini, Kris; Isnaini, Nur
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1826

Abstract

Latar belakang: Prevalensi kejadian diabetus mellitus (DM) semakin meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang besar dari tahun ke tahun. Hasil observasi pada warga Aisyiah ranting Desa Karang Talun Kidul ditemukan kurangnya kesadaran warga Aisyiah untuk melakukan pemeriksaan berkala gula darah sewaktu (GDS) dan pengecekan indeks masa tubuh (IMT) untuk mendeteksi secara dini penyakit Diabetus Mellitus (DM), belum pernah diadakan deteksi dini terhadap penyakit diabetus mellitus dengan pengecekan GDS dan indeks masa tubuh warga Aisyiah ranting Karang talun kidul, ditemukan beberapa warga terdiagnosa diabetus mellitus tetapi tidak diketahui sejak dini, diketahui setelah rawat inap di RS dan ada anggota Aisyiah Ranting Karang Talun Kidul yang meninggal dunia dan diketahui menderita DM tetapi terlambat penanganannya. Tujuan: Mengetahui secara dini penyakit DM pada warga Aisyiah ranting Desa Karang Talun Kidul Metode: Melakukan skrining terhadap penyakit DM dengan pengecekan GDS dan skrining obesitas melalui pengukuran IMT karena obesitas merupakan faktor resiko terjadinya DM. Pelaksanaan skrining ini dilakukan di Masjid Baitussalam yang menjadi tempat rutin pelaksanaan pengajian ibu-ibu Aisyiah ranting Karang talun kidul. Hasil: Ibu-ibu yang diskrining berjumlah 72 dan terdapat 2 orang yang terdiagnosa DM dengan nilai GDS >200 mg/dl dan sebagian besar berada pada kategori pra DM sebanyak 47 orang (65.3%). Hasil pengukuran IMT terdapat 9 orang dengan kategori Obesitas II, 23 orang dengan kategori obesitas I dan 13 orang dengan BB beresiko. Kesimpulan: Dua orang dengan hasil pemeriksaan GDS >200mg/dl diberikan saran untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke puskesmas, RS atau ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan konfirmasi. Warga yang masuk dalam kategori IMT obesitas I dan II disarankan untuk menjaga pola makan sehat dan seimbang agar tidak sampai terkena penyakit DM. Kata kunci: diabetus mellitus, glukosa darah, indeks masa tubuh
EFEKTIFITAS KONSELING LAKTASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Aprilina, Happy Dwi; Linggardini, Kris
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1820

Abstract

Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama, utama dan paling baik bagi bayi. Pemberian ASI Eksklusif bagi bayi dapat menekan angka kematian bayi (AKB) yang disebabkan oleh berbagai penyakit infeksi. Salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI Eksklusif adalah pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif. Konseling laktasi dapat meningkatkan pengetahuan, merubah persepsi yang salah serta meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI Eksklusif. Tujuan: mengetahui efektifitas konseling laktasi pada ibu hamil trimester ketiga terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1 Banyumas. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest untuk mengetahui efektifitas konseling laktasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester ketiga dengan n=48 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Subjek penelitian yaitu ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1 Banyumas. Uji wilcoxon adalah uji untuk menganalisis penelitian ini. Hasil: Pada variabel pengetahuan ibu diperoleh nilai p = 0,000 (p
UPAYA PREVENTIF PEMBERIAN EDUKASI DIABETUS MELLITUS PENGARUHNYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU – IBU AISYIAH Isnaini, Nur; Hikmawati, Isna
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1828

Abstract

Latar belakang: Indonesia masuk ke dalam sepuluh negara dengan jumlah kasus diabetes mellitus terbanyak di dunia. Indonesia berada pada peringkat keempat di dunia pada tahun 2000 setelah India, China, dan Amerika dengan jumlah kasus sebesar 8,4 juta orang dan diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 21,3 juta orang. Edukasi menjadi salah satu pilar yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap untuk menghindari komplikasi diabetes jangka panjang. Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh upaya preventif pemberian edukasi diabetes mellitus terhadap pengetahuan dan sikap ibu ibu Aisyiah ranting Karang talun kidul. Metode: Quasi Ekspreminen dengan desain penelitian yang digunakan adalah bentuk one group pre test-post test design. Tidak ada kelompok pembanding (kontrol) tetapi dilakukan observasi pertama (pre-test) sebelum pemberian intervensi dan dilakukan post test setelahnya untuk mengetahui perubahan yang terjadi menggunakan uji Wilcoxon Hasil:Terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi penyakit Diabetus Mellitus dengan nilai p=0.00.Terdapat perbedaan yang bermakna sikap terhadap penyakit Diabetus Melitus sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p=0,00. Kesimpulan:Pemberian edukasi tentang penyakit DM efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan sikap pada ibu ibu Aisyiah ranting Karang talun kidul dengan adanya perubahan yang bermakna sebelum dan setelah pemberian edukasi. Kata kunci : Edukasi, diabetus mellitus, pengetahuan, sikap.
PIJAT OKSITOSIN DAN PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS Saribu, Hotmaria Julia Dolok; Pujiati, Wasis
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1821

Abstract

Latar Belakang: Pada masa nifas ibu terjadi pengeluaran ASI, merupakan suatu proses perlepasan hormon oksitosin untuk mengalirkan air susu yang sudah diproduksi melalui saluran dalam payudara. Perawatan payudara merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya, hal ini dikarenakan payudara merupakan organ esensial penghasil ASI pada bayi. Faktor kelancaran ASI selain diberikannya perawatan payudara yang berkembang salah satunya dalam memicu pengeluaran hormon oksitosin yaitu melalui pijat oksitosin yang dilakukan pada ibu masa nifas dan menyusui. Tujuan: Mengetahui efektifitas pijat oksitosin dengan perawatan payudara terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Metode:Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest yaitu rancangan tanpa kelompok pembanding (kontrol) tetapi sudah dilakukan observasi pertama (Pretest) yang memungkinkan menguji perubahan – perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu nifas di RB Kasih Murni Kelurahan Batu IX Kota Tanjungpinang yang berjumlah 36 orang. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara Non Random dengan cara Consecutive Sampling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Test. Hasil : Uji Wilcoxon pada perawatan payudara menunjukkan bahwa p value < α (0,001
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SEKOLAH DASAR Pujiati, Wasis; Ernawati, Ernawati; Daratullaila, Daratullaila
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1829

Abstract

Latar Belakang: Menarche menjadi tanda seorang remaja putri sudah memasuki tahap kedewasaan khususnya organ tubuh sistem reproduksi merupakan masa penting dalam siklus kehidupan perempuan. Kecemasan menghadapi menarche dapat terjadi karena kurangnya informasi tentang menstruasi dan pendidikan kesehatan dari orang tua yang kurang. Pendidikan kesehatan merupakan usaha/kegiatan untuk membantu individu, kelompok dan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk mencapai hidup sehat secara optimal. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Hasil: Berdasarkan uji stastistik menggunakan uji wilcoson pada kelompok eksperimen, menunjukkan bahwa hasil p value=0,000 Kesimpulan:Ada pengaruh yang bermakna antara pendidikan kesehatan tentang menstruasi dalam penurunan kecemasan menghadapi menarche pada siswi SDN 011 kelas V dan VI Tanjungpinang Barat. Kata kunci: menarche, kecemasan, pendidikan kesehatan
EFEKTIFITAS PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG SESUAI TAHAPAN USIA ANAK TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU DALAM MENSTIMULASI TUMBUH KEMBANG BALITA Muflihah, Ima Syamrotul
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1822

Abstract

Latar belakang: Usia dini merupakan periode kritis dalam perkembangan anak sehingga diperlukan upaya pembinaan tumbuh kembang secara komprehensif dan berkualitas untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan psikososial anak. Upaya tersebut dilaksanakan melalui pelatihan deteksi dini tumbuh kembang anak diberikan pada ibu balita sejalan kegiatan posyandu. Sampai saat ini belum dilakukan evaluasi dan perlu dicari metode pelatihan yang lebih efektif. Tujuan: Mengetahui efektifitas pelatihan deteksi dini tumbuh kembang anak pada kelompok ibu yang diberikan sesuai dengan usia tahapan tumbuh kembang anak. Metode: Penelitian ini merupakan mixed method dengan pendekatan sequential explanatory design yang dilakukan terhadap 96 ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun di Kabupaten Banjarnegara. Sampel dibagi menjadi kelompok kontrol (n=48) dan kelompok intervensi (n=48). Kelompok kontrol diberikan pelatihan deteksi dini tumbuh kembang anak sesuai program pemerintah. Kelompok intervensi diberikan pelatihan deteksi dini tumbuh kembang sesuai tahapan usia anak. Penilaian pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menstimulasi tumbuh kembang anak dinilai tiga kali, sebelum, segera setelah pelatihan dan satu bulan setelah pelatihan. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Wilcoxon. Hasil: Pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menstimulasi tumbuh kembang balita segera setelah pelatihan dan satu bulan kemudian meningkat pada kelompok intervensi tetapi tidak pada kelompok kontrol (p
EVALUASI PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS SIWALAN KABUPATEN PEKALONGAN Isrofah, Isrofah; Sumaningrum P, Endah
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1824

Abstract

Latar Belakang : Salah satu masalah pembangunan global adalah kesehatan ibu. AKI di Indonesia adalah AKI keempat (220/100.000 kelahiran hidup). Selain itu, jumlah kematian ibu di Indonesia adalah yang tertinggi diantara negara-negara Asia Timur dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan usaha percepatan penurunan AKI melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku ibu dan keluarga. Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan ibu-ibu dan keluarga mengenai perawatan kehamilan, persalinan, nifas, penyakit dan komplikasi saat hamil, bersalin dan nifas, perawatan bayi baru lahir, dan senam hamil dengan menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Salah satu daerah yang sudah mengembangkan kelas ibu hamil di Jawa Tengah adalah Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Di bawah pengelolaan Puskesmas Siwalan , sebanyak 13 desa di Kecamatan Siwalan telah menerapkan program kelas ibu hamil yang diketuai oleh bidan masing-masing desa. Namun, capaian kerja program ini belum terevaluasi secara terstruktur, termasuk belum diteliti secara ilmiah. Tujuan:untuk mengevaluasi proses pelaksanaan Kelas Ibu Hamil (KIH) oleh bidan di Puskesmas Siwalan Kabupaten Pekalongan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bidan atau fasilitator kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Siwalan Kabupaten Pekalongan sebanyak 10 orang yang tersebar ke dalam 13 desa. Teknik sampling yang digunakan peneliti adalah adalah total sampling. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil: Proses pelaksanaan KIH 50 % dalam kategori baik, sarana 100 % tidak lengkap. Analisis bivariat didapatkan hasil uji chi square umur (p= 0,615), masa kerja (p=0,435), tingkat pendidikan (p tidak ada nilai), fasilitas (p tidak ada nilai) dengan pelaksanaan KIH. Kesimpulan: Variabel umur, tingkat pendidikan, masa kerja dan fasilitas sarana dan prasarana tidak berhubungan dengan pelaksanaan KIH Kata Kunci : Angka Kematian Ibu (AKI), Kelas Ibu Hamil, Bidan

Page 1 of 1 | Total Record : 8