cover
Contact Name
Indah Wahyu Puji Utami
Contact Email
indahwpu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsejum@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : 19799993     EISSN : 25031147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit dua kali dalam satu volume yaitu Juni dan Desember; ISSN 1979-9993 berisi tulisan ilmiah tentang sejarah, budaya dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun asing. Tulisan yang dimuat berupa analisis, kajian dan aplikasi; hasil penelitian, dan pembahasan kepustakaan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2014): Juni" : 9 Documents clear
FENOMENA KECANDUAN NARKOTIKA I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.317 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4755

Abstract

Abstrak: Narkotika seringkali diidentifikasikan dengan sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Namun narkotika memiliki banyak manfaat dalam dunia medis sebagai penghilang rasa atau pembiusan sebelum berlanjut pada tindakan medis. Konsumsi narkotika untuk tujuan praktis tanpa adanya pengawasan dari pihak medis disebut penyalahgunaan narkotika adalah hal yang berbahaya. Penyalahgunaan narkotika seringkali mendorong manusia pada kecanduan yang membahayakan masa depan seseorang. Para remaja biasanya yang menjadi target pasar dari penjualan narkotika secara ilegal. Ketidaksiapan secara mental serta ketidaktahuan akan dinamika media sosial serta tekanan rekanan yang buruk menggiring mereka pada penyalahgunaan narkotika. Artikel ini berusaha membahas bagaimana perkembangan narkotika, fenomena kecanduan, penyebab penyalahguna-an narkotika antar remaja, dan berbagai kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan kasus penyalahgunaan narkoba di luar negeri. Studi ini menggunakan studi kepustakaan dalam fenomena narkotika. Abstract: Narcotics often identified with a negative, harmful, and should be avoided. However Narcotics actually has a lot of benefits in medical world as a means to anaesthetize, relieve pain and calm the patient during treatment. Consumption of narcotics for practical purposes without medical supervision or called Narcotics Abuse is very dangerous. Narcotics abuse often leads to addiction which can ruin someone's future. Teenagers are the potential market for illegal narcotics trafficking. Mentally unprepared, misunderstand about the image in the mass media and bad peer pressure can lead to Narcotics abuse among teen. This article talks about the history of Narcotics, phenomenon of addiction, the cause of Narcotics abuse among adolescents, and various government policies to cope Narcotics abuse in abroad. The study conducted by literature research on Narcotics phenomenon
WACANA IDEOLOGI NEGARA DALAM BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SEJARAH SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Utami, Indah Wahyu Puji
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.515 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4760

Abstract

Abstrak: Buku Sekolah Elektonik (BSE) Sejarah SMA merupakan historiografi untuk tujuan pendidikan. Buku teks sejarah merupakan bagian dari sejarah resmi negara yang mengandung banyak wacana ideologi negara. Wacana-wacana dalam buku teks sejarah tersebut dapat dilihat sebagai praktik ideologi yang memproduksi hubungan yang tidak seimbang antara rakyat dan negara sebagai bagian dari hegemoni. Oleh karenanya sangat penting untuk mengungkap wacana-wacana ideologi negara dengan menggunakan analisis wacana kritis. Abstract: History Electronic Textbook for High School is a historiography for educational purpose. History textbook is part of the state’s official history that contains many state ideological discourses. Those discourses on history textbook could be seen as ideological practiced which produce inequality relations between people and the state as part of hegemony. It is important to reveal the state ideological discourses by using critical discourse analysis.
“MENIMBUN BARANG MENUAI PRASANGKA” EKONOMI KOTA MALANG PADA ERA PEMERINTAHAN JEPANG (1942-1945) Reza Hudiyanto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.317 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4756

Abstract

Abstrak. Penjajahan Jepang merupakan episode paling kabur dalam historiografi Indonesia. Sebagian besar sejarawan tidak memerhatikan kondisi sosial ekonomi pada periode ini, terutama pada lingkup lokal. Oleh karenanya, tulisan ini mencoba untuk menggambarkan kondisi ekonomi Malang sekitar tahun 1942 hingga 1944. Dari gambaran ini kita bisa melacak akar kekerasan yang terjadi pada tahun-tahun awal Revolusi Fisik. Artikel ini ditulis dengan metode historis. Dari penelitian ini kita dapat menyimpulkan bahwa penimbunan barang oleh pemilik toko bukanlah fenomena baru. Kemarahan sosial, kerusuhan, penjarahan dan kekerasan pada awal Revolusi Fisik yang sebagian besar menargetkan orang Cina memiliki korelasi dengan sikap sebagian besar pemilik toko. Melalui penelitian sejarah kita bisa menarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara kelangkaan barang dan gangguan politik. Sumber kemarahan tidak hanya dari perbedaan ras, tetapi juga dari dampak perang pada sektor ekonomi. Abstract. The Japanese colonization was the most blurring episode in the Indonesian historiography. Most historians did not pay attention to the social economic condition in this period, particularly in local scope. Therefore, this paper tried to describe the economic condition of Malang around 1942 to 1944. From this overview, we can trace the roots of violence that outburst in the early years of Revolution. This article was written using historical method. From this research, we can imply that pile up of some principal commodity by many shop owners were not a new phenomenon. Social anger, riots, looting and violence in the early day of Revolution-which most of the target were Chinese, has correlation with the attitude of many shops owners. By the historical research we could draw the conclusion that there were a relation between of goods scarcity and political disturbances. Source of anger not merely from racial differentness but also from the impact of war on the economic sector.
SENJATA BARU DALAM RUANG POLITIK : Konstruksi Sosial Penggunaan Jejaring Sosial Online dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012 Adi Suhendra
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.505 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4750

Abstract

Abstrak. Artikel ini mendeskripsikan penggunaan media sosial sebagai strategi politik untuk pemenangan kandidat Jokowi-Ahok pada pemilihan gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Media sosial seperti facebook dan twitter merupakan medan perang politik pada dunia informasi. Kajian ini mengamati dan menginterpretasi bagaimana kandidat gubernur dan wakil gubernur menggunakan media sosial sebagai instrument poilitik, bagaimana untuk mengkonstruksi tim public yang sukses dengan menggunakan media sosial. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Kajian ini mendiskusikan makna dari penggunaan media sosial.Abstract. This article describes online social networking usages as a political strategy for winning candidates Jokowi-Ahok the Jakarta gubernatorial election of 2012. Social networks such as Facebook and Twitter are medium of political warfare in the information world. This study observes and interprets how the gubernatorial candidate uses social networking as a political instrument, how to construct a successful team public by using social networking. This study conducted by qualitative method. This study discusses the meaning of social networking usage.
EKSPLORASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DARI SEJARAH LOKAL MALANG MULAI ZAMAN PRASEJARAH SAMPAI MASA HINDU-BUDHA ABAD XI Slamet Sujud Purnawan Jati; Blasius Suprapta; Sonny Wedhanto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.534 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4757

Abstract

Abstrak: pada masa kini, permasalahan pembangunan bangsa menjadi isu utama dalam masyarakat. Korupsi, pelanggaran pajak, aksi anarkis, kekerasan, pemboman adalah indikator untuk membangun karakter. Secara teoretis, faktor utamanya adalah kekeliruan dalam pembelajaran sejarah. Tujuannya adalah mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam sejarah lokal Malang yang dimulai dari masa pra-aksara sampai abad ke 11 Hindu-Budha. Metode dikonstruksi melalui makna dari draft sejarah lokal Malang sebagai usaha dalam meningkatkan pembangunan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak makna pendidikan dari pembangunan karakter yang dapat dieksplorasi melalui sejarah lokal Malang yang dimulai dari masa pra-aksara hingga abad ke-11 periode Hindu-Budha. Abstract: Nowadays, the problem of national character to be main issues in society. Corruption, tax evation, anarchist action, violence, crime, bomb explosion are indicators to build the national character. Theoretically, the host factor is the incorrect historical learning. This aim is to explore educational values of national character on local history of Malang beginning from pre-literary history to the 11st century of Hindu-Budha period. The method was constructed by revealing meaning and values from the local history of Malang as an effort of national character improvement. The finding shows that many educational values of national character to be able explored through the local history of Malang beginning between pre-literary history and the 11st century of Hindu-Budha period.
JOHN LOCKE DALAM DEMOKRASI Daya Negri Wijaya
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.651 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4751

Abstract

Abstrak: Studi ini berfokus pada bagaimana gagasan demokrasi terbentuk; diterima atau ditolak oleh masyarakat; dan pengaruhnya pada masyarakat. Pikiran Locke tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Bagi Locke, hidup dalam episode penting sejarah politik Inggris (Perang Sipil 1648 dan Revolusi Kejayaan 1688) mem-pengaruhi pemikirannya yang luar biasa mencakup filsafat, pendidikan, masyarakat, dan politik. Bagaimanapun Locke tidak pernah membicarakan demokrasi namun dia menjelaskan beberapa gagasan yang menjadi platform demokrasi meliputi hak asasi manusia, kontrak sosial, masyarakat sipil, dan pembangunan masyarakat demokrasi. Seseorang mengetahui pikiran Locke tentang hak melalui pidato Jefferson dalam deklarasi kemerdekaan Amerika bahwa terdapat hak untuk hidup; bebas, ke-bahagiaan dalam hidup, namun dia berargumen lebih lanjut bahwa manusia seharus-nya memiliki hak-hak dasar meliputi kehidupan, kebebasan, kesehatan, dan per-lindungan kepemilikanAbstract: This study concerns on how Locke’s democracy is shaped; is accepted or is refused by society; and influences the society. Locke’s thought could not be separated from his life. Living in the important episode (civil war 1648 and glorious revolution 1688) of 17th century English political history determines his extraordinary thought comprising philosophy, education, society, and politics. However, Locke never discusses democracy but he explains some ideas on democratic values for instance human rights, contract social, civil society, and democratic society building. People know Locke’s rights originally from Jefferson’s speech on American independent declaration such as right to life, right to be freedom, and right to be happiness, nevertheless he goes further he claims human beings should have some natural rights comprising right to life, health, freedom, and property preservation.
SOSIALISASI WAWASAN GENDER DAN UU RI No 23 TAHUN 2004 TENTANG PKDRT PADA BERBAGAI KELOMPOK MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA REKAYASA SOSIAL Siti Malikhah Towaf
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.046 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4758

Abstract

Abstrak: Secara akademis, undang-undang Republik Indonesia no 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) disahkan dan diundangkan pada 22 September 2004 disebut instrumen rekayasa sosial yang bisa berfungsi sebagai usaha preventif maupun kuratif bagi kasus-kasus KDRT. Sosialisasi dicermati secara kualitatif, dilakukan kajian dokumen, obeservasi kegiatan, wawancara dan diskusi teman sejawat. Kegiatan sosialisasi UU PKDRT untuk aparat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, ibu-ibu aktivis PKK, kelompok sosial keagamaan, remaja pesantren maupun pelajar di Kabupaten Malang dilakukan dengan tujuan meningkatkan wawasan tentang gender, pentingnya kesetaraan relasi laki-laki dan perempuan. Mereka perlu tahu aspek psikologis-sosiologis KDRT, bentuk-bentuk, konsekuensi hukum dan prosedur penanganan kasus KDRT. Hasil kegiatan yang diharapkan adalah terwujudnya relasi gender yang lebih adil dan mencerminkan kesetaraan, sehingga bisa mencegah terjadinya kekerasan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat; mendorong terwujudnya masyarakat yang adil, aman dan sejahtera. Abstract: Academically, the rights of the Republic of Indonesia No 23 2004 abolishing of domestic violent which was ratified on 22nd September 2004 is called as Social Engineering instrument; it has a function as preventive or curative tool to solve many domestic violence cases. The Socializing activities were observed by a qualitative approach, study on documents, observation, interview and collegial discussion. The Socialization of UU PKDRT was done for government apparatus, community leaders, women of PKK activist, women of religious groups, youngsters from pesantren and from school in Malang Regency in order to improve their perspectives about the concept and the important of gender equality and a just relationship between man and women. They have to know the sociological and psychological aspect of domestic violents, different kind of violents and its consequences; and the procedures to manage domestic violents. The socialization activities were expected to promote more just gender relationship which reflect gender equality and prevent domestic violent in the family and society, and promote a just, peaceful and welfare society.
PENGEMBANGAN BAHAN BACAAN BERBASIS PENDIDIKAN MULTI KULTURAL, RELIGI KOMUNITAS PEGUNUNGAN: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT TERUNYAN DI GUNUNG BATUR, TENGGER DI GUNUNG BROMO DAN KINAHREJO DI LERENG MERAPI Nur Hadi
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.037 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4753

Abstract

Abstract: Religi komunitas pegunungan adalah bagian penting dan sangat mendasar dalam hubungan edukatif dan ekologis antara manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial. Berbagai atribut dan fenomena yang tersaji dalam hubungan tersebut menunjukkan bagaimana eksistensi kehidupan mereka dalam menjawab tantangan yang terjadi pada masa lalu dan masa yang akan datang. Kemampuan mereka dalam melahirkan berbagai bentuk budaya menarik untuk dikaji dan dijadikan sebagai bahan galian untuk menyusun dan mengembangkan bahan bacaan berbasis pendidikan multikultural dan kecakapan hidup, serta pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan dan kearifan lokal. Penggambaran fenomena interaksi sosial antara masyarakat dengan lingkungannya dengan bingkai tradisi nilai budaya (religi) lokal, dapat dijadikan salah satu rujukan untuk dapat memperkuat basic pengembangan “Living Values Education”. Abstract: Religion in mountainous area community is an important factor on relation between humans, natural environment and social environment. Various phenomena and attributes presented in this relationship shows the community existence respond to challenges that occurred in the past and the future. Their ability to create various shape of cultural form is interesting to be studied and also can develop to be reading material for multicultural education, life skills, and character building based on national values and local wisdom. Depiction of social interaction pgenomena between people and their environment with the frame of cultural local traditions (religion) value, can be used as a reference in order to strengthen the basic development of "Living Values Education"
PALANG MERAH DI NEGERI BULAN BINTANG: Sebuah Kajian tentang Strategi Kebudayaan International Committee of The Red Cross (ICRC) di Indonesia Abdul Latif Bustami
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.385 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4754

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menjelaskan tentang strategi kebudayaan ICRC di Indonesia. Karakteristik Indonesia yang bersifat majemuk dengan ekonomi pro pasar, pemerintahan dalam kondisi transisi demokrasi, dukungan politik pemerintah melemah karena campur tangan ICRC dalam isu-isu kemanusiaan di Indonesia. Politik identitas bahwa kehadiran ICRC di suatu negara mengindikasikan negara tersebut tidak aman, meningkatnya gerakan keagamaan transnasional yang memperjuangkan solusi sesuai dengan keyakinan keagamaan mereka dan konflik di Indonesia menunjukkan kondisi yang berbeda dengan sebelumnya. Dinamika itu dijadikan ancangan untuk menyusun strategi kebudayaan baru ICRC untuk melaksanakan kegiatannya di Indonesia dengan mempertahankan prinsip kemanusiaan yang bersifat universal dalam konteks kebudayaan Indonesia dan memperluas mandat. Abstract: This paper describes the cultural strategy of the ICRC in Indonesia. Indonesian characteristics which are compounds with pro-market economy, in transition of democratic government, the government political support weakened by ICRC intervenes in humanitarian issues in Indonesia. Identity politics mean that ICRC's presence in a country indicates the country is not safe, the increasing of transnational religious movement struggling for appropriate solution with their religious beliefs and conflict in Indonesia that contrast with the previous condition. This dynamics was used to construct ICRC new cultural strategy to implement their activities in Indonesia and at the same time maintain universal humanitarian principles in the context of Indonesian culture and expand the mandate.

Page 1 of 1 | Total Record : 9