cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang - Kamal, Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : https://doi.org/10.21107/rekayasa
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 504 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS LINN) DAN LARUTAN KAPUR TERHADAP KUALITAS NIRA SIWALAN Hasanuddin, Ahmad; Rahman, Askur; Hidayati, Darimiyya
Rekayasa Vol 7, No 1: April 2014
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.413 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v7i1.2082

Abstract

Nira merupakan bahan baku utama pembuatan gula merah. Nira siwalan mudah terfermentasi akibat aktifitas mikroba. Kerusakan nira harus dicegah dengan penambahan pengawet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cabai rawit dan larutan kapur terhadap kualitas nira siwalan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu cabai rawit segar dengan konsentrasi 3% (C1), 5% (C2) dan 7% (C3) dan penambahan larutan kapur 0,5 ml dengan konsentrasi 1% (K1), 2% (K2) dan 3% (K3) dan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter penelitian yaitu pH, total padatan terlarut (TPT), total asam tertitrasi (TAT), turbiditas, aroma, kejernihan dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cabai rawit segar berpengaruh terhadap pH, TPT, TAT, turbiditas, kejernihan dan rasa nira siwalan, namun tidak berpengaruh terhadap aroma nira siwalan. Penggunaan larutan kapur berpengaruh terhadap pH, TAT, turbiditas dan kejernihan nira siwalan, namun tidak berpengaruh terhadap nilai TPT, aroma dan rasa nira siwalan. Sedangkan  interaksi keduanya berpengaruh terhadap pH, TPT, TAT, turbiditas dan rasa nira siwalan, namun tidak berpengaruh terhadap aroma dan kejernihan nira siwalan. Palm sap is the main raw material of brown sugar. Fermented palm sap is due to microbial activity. Damage sap should be prevented by the addition of preservatives. This study aims to determine the effect of the use of cayenne pepper and a lime solution to quality sap of fan palm using completely randomized design factorial (Ralf) consisting of two factors: chili fresh with a concentration of 3% (C1), 5% (C2) and 7 % (C3), and the addition of lime solution of 0.5 ml with a concentration of 1% (K1), 2% (K2) and 3% (K3) and be repeated 3 times. Research parameter is pH, solids total that is dissolved (TPT), acid total that tritated (TAT), turbidity, aroma, clarity and taste. The results showed that the use of fresh red pepper effect on pH, TPT, TAT, turbidity, clarity and a sense of palm sap, but it does not affect the aroma of palm sap. The use of lime solution affect the pH, TAT, turbidity and clarity of palm sap, but it does not affect the value of TPT, aroma and flavor of palm sap. While their interaction effect on pH, TPT, TAT, turbidity and palm sap flavor, but does not affect the aroma and clarity of palm sap.
Aplikasi Data Mining untuk Mengukur Tingkat Kelulusan Mahasiswa dengan Metode Apriori dan k-Mean Clustering (Studi Kasus: Jurusan Teknik Informatika Universitas Trunojoyo Madura) Syarief, Mohammad
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.622 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2340

Abstract

Perguruan tinggi memerlukan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif terhadap mutu pendidikan berdasarkan standar terakreditasi, sehingga perguruan tinggi harus mengetahui kondisi mahasiswa berdasarkan tingkat kelulusannya. Hal ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu pendidikan. Penelitian ini akan menentukan informasi tingkat kelulusan mahasiswa dengan teknik data mining menggunakan Algoritma Apriori dengan menghitung nilai support dan confidence hubungan antara tingkat kelulusan dengan data induk mahasiswa dan mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kategori tingkat kelulusannya menggunakan algoritma k-Mean Clustering. Dengan menggunakan nilai minimum transaksi tertentu atau threshold 4 diperoleh nilai yang terbaik dengan rata-rata kelulusan 11 semester masuk jalur PMDK1 dan berasal dari wilayah Bangkalan. Data hasil keluaran menggunakan algoritma apriori selanjutnya dikelompokkan dengan algoritma k-Mean Clustering. Pengelompokan tersebut berdasarkan segmentasi data nilai, penelitian ini menghasilkan bahwa mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Trunojoyo Madura rata-rata lulus dengan IPK 2.75–3.5 atau predikat sangat memuaskan dan rata-rata menempuh jumlah sks 144. Kata kunci: k-mean clustering, algoritma apriori, support, confidence, kelulusan mahasiswa. AbstractColleges require process of comprehensive for evaluation the quality of education. They are based on standards accredited, so that college students should know condition based on graduation rates. This evaluation will be used as materials to repair quality of education. This study will be determined with graduation rate of student information. Data mining techniques has been using a Apriori Algorithm to calculate the value of support and confidence the relationship between graduation rates with parent data. Value of specific transaction or a minimum value threshold of 4 of the best values obtained with an average of 11 semesters of graduation and enter the path PMDK1 Bangkalan. Output data using a priori algorithm then grouped by k-Means Clustering algorithm. The grouping is based on the segmentation of data values, this study suggest that the Department of Informatics University student Trunojoyo average graduate with a GPA of 2.75-3.5 or honors and the average number of credits to take 144. Key word: k-mean clustering, apriori algoritm, support, confidence, graduation.
Perancangan Alat Laju Penguapan (Evaporasi) Air Garam dengan pendekatan Bodyspace Orang Madura Rullie Annisa; Hanifudin Sukri; Hairil Budiarto; Rohmat Khaironi; R Daksena Abdi Putera
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.218 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.5923

Abstract

Perancangan alat laju penguapan (evaporasi) air garam perlu memperhatikan aspek ergonomic guna kesesuaian alat dengan petani tambak sebagai pengguna. Salah satu pendekatan ergonomic yang digunakan dalam perancangan alat laju penguapan air garam yaitu metode bodyspace. Tujuan penelitian ini adalah agar perancangan alat laju penguapan sesuai dengan antropometri orang Madura berjenis kelamin pria selaku pengguna. Berdasarkan data antropometri orang Madura berjenis kelamin pria pada rentang usia 21-24 tahun, data dimensi tubuh yang digunakan terkait pendekatan bodyspace yaitu data D1,D2,D4,,D24,D25,D28,D29,D33 dan D34, dengan persentil sebesar 95%. Hasil penelitian menunjukkan dengan memperhatikan data dimensi pada D1,D2 dan D34 ketinggian alat minimum sebesar 123 cm tinggi maksimum sebesar 193 cm, data D33 panjang alat sebesar 56 cm, data D24 dan D25 lebar alat sebesar 54 cm, data D2 ketinggian LCD sebesar 81 cm, data D28,D29 panjang handle sebesar 11 cm, data D28,D29 dan D33 ukuran wadah diperoleh panjang 30 cm, lebar 30 cm dan tinggi 9 cm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka diketahui bahwa perancangan alat laju penguapan perlu dibuat secara fleksibel sesuai dengan data dimensi Antropometri orang Madura sebagai penggunanya.Design of Salt Water Evaporation Tools using the Madurese BodyspaceAbstract The design of the evaporation rate for salt water needs to pay attention to ergonomic aspects for the suitability of the tool with the farmer farmer as the user. One ergonomic approach used in the design of the salt water evaporation rate tool is the bodyspace method. The purpose of this study is that the design of the evaporation rate tool is in accordance with the anthropometry of male Madurese as the user. Based on anthropometric data of male Madurese in the age range of 21-24 years, body dimension data used is related to the bodyspace approach namely data D1, D2, D4,, D24, D25, D28, D29, D33 and D34, with 95% percentile . The results showed by taking into account the dimension data on D1, D2 and D34 the minimum height of the tool is 123 cm, the maximum height is 193 cm, the D33 data is 56 cm, the D24 and D25 data is 54 cm, the D2 height is 81 cm , data D28, D29 handle length of 11 cm, data D28, D29 and D33 container size obtained length 30 cm, width 30 cm and height 9 cm. Based on the results obtained, it is known that the design of the evaporation rate tool needs to be made flexibly according to the Madurese Anthropometric dimension data as its user.Keywords: Design, salt water evaporation rate tool, ergonomics, anthropometry, bodyspace, workspace
FERMENTASI KULIT SINGKONG DENGAN RAGI KOMERSIAL UNTUK PENINGKATAN NILAI GIZI Hastuti, Sri
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.915 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i1.2112

Abstract

Kulit singkong berpotensi sebagai pakan ternak, namun memiliki keterbatasan yaitu rendahnya kandungan protein dan tingginya kadar asam sianida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragi yang tepat untuk meningkatkan nilai gizi kulit singkong serta lama fermentasi yang optimum. Penelitian dibagi menjadi dua tahap yaitu penentuan ragi yang tepat dan lama fermentasi optimum. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah kadar protein dan kadar HCN. Hasil dari penelitian tahap satu menunjukkan bahwa ragi tape merupakan ragi yang paling tepat untuk fermentasi kulit singkong. sedangkan hasil dari penelitian tahap dua menunjukkan bahwa lama fermentasi optimal adalah 8 hari.
PENENTUAN MAKNA KATA DARI FRASE DALAM KALIMAT BAHASA INGGRIS Harmoejanto, Jeany
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.675 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2331

Abstract

Tokenisasi merupakan proses memecah kalimat menjadi kata, frase atau bentuk lain yang memiliki arti, hasil tokenisasi disebut sebagai token. Tokenisasi adalah langkah prapemrosesan Word Sense Disambiguation (WSD), proses penentuan makna suatu kata. Istilah ”word” dalam WSD, dapat diartikan sebagai kata tunggal maupun rangkaian lebih dari satu kata yang disebut frase. Kategori frase sendiri dapat dibedakan berdasarkan maknanya, yakni frase yang memiliki makna baru, terlepas dari kata-kata penyusunnya (contoh: take off) dan yang tidak memiliki makna baru (contoh: this morning). Saat sebuah frase diartikan secara terpisah berdasarkan unsur kata yang membentuknya, makna yang dihasilkan menjadi kurang tepat dibandingkan jika frase tersebut diartikan secara satu kesatuan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan penentuan frase pada kalimat berbahasa inggris, di mana frase tersebut memiliki makna baru. Masukan sistem adalah sebuah kalimat, dan keluaran yang dihasilkan adalah daftar frase yang terdapat dalam kalimat tersebut. Langkah yang dilakukan adalah melakukan tagging pada kalimat dengan Stanford PoSTagger, kemudian tokenisasi untuk menghasilkan kumpulan kata. Langkah utama penentuan frase adalah melakukan kombinasi kata, hasil dari tokenisasi, untuk menemukan frase dengan bantuan kamus wordnet. Kombinasi kata dilakukan dengan kombinasi bubble dan insertion. Uji coba dilakukan dengan membandingkan hasil dari penentuan frase yang dihasilkan oleh aplikasi yang dibuat, dibandingkan dengan validasi yang dilakukan oleh beberapa ahli tata Bahasa Inggris, terhadap 65 kalimat berbahasa Inggris. Hasil uji coba menunjukkan aplikasi mampu menentukan frase dalam kalimat dengan precision dan recall mencapai 85.14% dan 96,92%. Kata kunci: word sense disambiguation, frase, insertion, bubble, wordnet. AbstractTokenization is a process to get list of words, pharses or other forms needed from a sentence. The result of tokenization process usually called token. Tokenization is one of preprocessing method in Word Sense Disambiguation (WSD), process to determine meaning or sense of a word. Term ”word” in WSD, can be described as single word or multiple word called phrase. Phrase can be determined by its meaning, which are a phrase that can create a new meaning from different from each word’s meaning (eg: take off) and a phrase that still have the same meaning with each words (eg: this morning). When sense of a phrase is determine by senseof each words that construct that phrase, it will less accurate than if it is determined as a phrase. This research will try to find the phrase, that has new meaning, in an english sentence. Input of system is a sentence and it will generate list of phrases. The first step to find those phrases is sentence tagging using Stanford PoSTagger, followed by tokenization process to generate words, the last step is to combine each words using Bubble combination or Insertion combination to find phrase based on wordnet. The experiment will compare between result generated by application validation that being done by few english lecturers, to 65 sentences. The results show that application able to generate phrase up to 85.14% precision dan 96,92% recall. Key words: word sense disambiguation, frase, insertion, bubble, wordnet
Keragaan Industri Rumah Tangga Aneka Kerupuk Hasil Laut di Kecamatan Socah-Kabupaten Bangkalan Sugiarti, Teti
Rekayasa Vol 2, No 2: Oktober 2009
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2122.197 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v2i2.2206

Abstract

The study aimed  to observe  the various  ojhousehold  Industry  in Sub Sea  Cucumber  Crackers Socah.  This  research  method  survey  wzth  interview  techniques.  Respondents  numbered   23 processor  chips. Primary  data and  secondary  data. Research  conducted, it can be concluded that 1) Profile  of the entrepreneur  is characterized  byproductive  age, low education  but has a business experience a relatively long time. 2) Profile oJ the industry indicates that although the technology and production  process  zs relatively simple but highly pro pective  business is viewed from  the s pport and ease of raw ma!erial market. 3) Processing_ and Blonyo eggplant crackers are financzally  profitable  and  provzde  added  value  to the famzly   of fi.shermen.  and  4) Most busznesses rely on processor chips as the main incomefamilies.  The contribution of these businesses contributed 50-90 percent  offamily  income. Processing should increase the proauction  qzpacity, quality and product  quality zn tenns ofl!ackaging and1icensing. 2) Keep the support offinanczal znstitutions  or the government  in an ejjort to strengthen  business development  and  capital. and3) should be reactivated with business groups for perpetrators of agro-industries.Keywords: Domestic Industry, marine Results
Respon Pertumbuhan dan Produksi Andrographolida Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) Akibat Perbedaan Dosis Pupuk Guano Suhartono, Suhartono; Sholehah, Diana Nurus; Murdianto, Rohmad Suci
Rekayasa Vol 13, No 2: August 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.881 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i2.6905

Abstract

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) merupakan salah satu tanaman obat unggulan Indonesia selain temulawak, mengkudu, pegagan, lidah buaya, lada, dan kunyit. Peningkatan produktivitas sambiloto dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya melalui sistem pemupukan.  Kajian aplikasi pupuk guano terhadap pertumbuhan, produksi dan kandungan andgrographolida pada tanaman sambiloto terbatas, sehingga perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk guano terhadap pertumbuhan dan kandungan andrographolida pada tanaman sambiloto. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada bulan Januari - April 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan 6 taraf dosis pupuk guano dengan 4 ulangan. Perlakuan dosis pupuk guano per hektar meliputi G0 (control/tanpa pupuk guano), G1 (5 ton), G2 (7.5 ton), G3 (10 ton), G4 (12.5 ton), dan G5 (15 ton). Pada setiap percobaan terdapat 6 tanaman dengan rincian 3 tanaman sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemupukan guano pada dosis 15 ton/ha (G5) memberikan hasil terbaik untuk parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah total dan berat kering total tanaman. Kandungan andrographolida (%) tertinggi diperoleh pada dosis pupuk guano 7.5 ton/ha (G2), sedangkan produksi andrograpolida (mg) tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan G4 (dosis pupuk guano 12.5 ton/ha).Response of Growth and Production of Srographic Andrographolida Plants (Andrographis paniculata Nees) Due to Differences in Guano Fertilizer Doses Bitter plant (Andrographis paniculata Nees.) including one featured Indonesian medicinal plants in addition to ginger, noni, gotu kola, aloe vera, pepper, and turmeric. Increased productivity is bitter to do with the improvement of farming techniques through a system of fertilization. Study of guano fertilizer application on the growth, production, and content andrographolide the bitter plant is limited, so it is necessary to know the effect of guano fertilizer on the growth and content of the plant andrographolide bitter. This research was conducted at the experiment station Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University Trunojoyo Madura at January-April 2016 by using a completely randomized design (RAL) non-factorial with 4 replications consisting of G0 (control/without guano fertilizer), G1 ( fertilizer guano 5 tons/ha) G2 (7.5 tons/ha), G3 (10 tons/ha), G4 (12.5 tons/ha) and G5 (15 tons/ha) on each trial there are 6 plants with details of 3 plants in the sample. The results showed that the guano fertilizer at a dose of 15 tons/ha (G5) can be increased plant height, leaf number, leaf area, total wet weight, and total dry weight. The highest content of andrographolide obtained at doses of 7.5 tons/ha (G2) of guano fertilizer, while the highest yield of andrographolide obtained at doses 12.5 tons/ha of guano fertilizer (G4).
Perancangan Sistem Tracking Optimal Linear Quadratic Gaussian (LQG) untuk Pengaturan Posisi Antena Parabola Mobile Koeshardianto, Meidya
Rekayasa Vol 1, No 2: Oktober 2008
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.521 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v1i2.2182

Abstract

Antenna parabolic mobile is a system that used in communication data at the sea. Although satellite PALAPA B4 at the orbit geostationary but has a troublefor pointing elevation and azimuth. This trouble decide because of rolling, pitching, and yawing move that then pointing and the values is difficult suggested. This system is building a optimal control with a Linier Quadratic Gaussian Method (LQG). Get the set point with rolling, pitching and yawing noises.
STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN TERNAK DI KABUPATEN PAMEKASAN Taufik Rahman
Rekayasa Vol 11, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.868 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v11i1.4126

Abstract

Kabupaten Pamekasan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ternak di Madura. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2015 jenis ternak yang banyak ditemukan antara lain didominasi oleh sapi potong, kambing, domba dan ternak unggas. Namun persebaran kawasan peternakan di Kabupaten Pamekasan tidak begitu merata. Hal ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor geografis wilayah, faktor sosial dan faktor ekonomi. Studi pengembangan kawasan berbasis peternakan di Kabupaten Pamekasan ini bertujuan untuk : (1) Memetakan sebaran kawasan peternakan di Kabupaten Pamekasan berdasarkan jenis ternak dan letak geografisnya; (2) Mengumpulkan dan menganalisa data perkembangan usaha peternakan di Kabupaten Pamekasan; (3) Mengidentifikasi permasalahan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha peternakan; (4) Menganalisa kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis peternakan. Berdasarkan perhitungan nilai IDD, dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, hanya 1 kecamatan yaitu Tlanakan yang memiliki status rawan (nilai IDD kurang dari 2) untuk daya dukung peternakan. Sementara itu, wilayah kecamatan lainnya memiliki status aman (nilai IDD lebih dari 2). Hal ini menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar wilayah Kabupaten Pamekasan sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan peternakan bila ditinjau dari ketersediaan hijauan pakan. Berdasarkan nilai IDD, maka direkomendasikan bahwa wilayah yang sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan berbasis peternakan adalah Kecamatan Batumarmar, Galis dan Pademawu.
PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI KOMPUTER SISTEM ANGKUTAN PENYEBERANGAN LAUT Wahyuningrum, Rima Tri
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.077 KB) | DOI: 10.21107/rys.v3i2.2297

Abstract

Lama waktu entitas dalam sistem antrian ditentukan oleh waktu pelayanan dan waktu tunggu dalam angkutan penyeberangan merupakan waktu nonproduktif yang melibatkan kepentingan perusahaan angkutan penyeberangan dan kepentingan penumpang, karena waktu tunggu yang terlalu panjang akan mengurangi produktivitas bagi alat angkut maupun produktivitas kerja bagi penyeberang. Pada makalah ini digunakan pendekatan simulasi komputer untuk memodelkan sistem angkutan penyeberangan Kamal - Ujung Surabaya. Berdasarkan kriteria performansi minimasi lama entitas dalam sistem, pada model simulasi ini alternatif tindakan yang diusulkan adalah pengurangan batas kapasitas pick up resource. Hasil yang diperoleh dengan membandingan model as is dan model to be memberikan perbedaan yang siknifikan terhadap pengurangan rata-rata waktu entitas dalam sistem. Kata kunci: sistem antrian, model, simulasi komputer, angkutan penyeberangan. AbstractLength time of entity in quieng system of transportation is determined by service time and waiting time within system is non-productive time, that are involving shipping company and costumer/defector need. Because long waiting times will reduces the productivity of transport vehicle and productivity for the defector. This paper discuses the develponment of computer simulation approach to modeling the transportation system for crossing Kamal - Ujung Surabaya. Based on the criteria of minimizing time entities in the system, this simulation model of the proposed action alternative is a reduction in resource capacity limit pickup. Results obtained by comparing the model as is and model to be providing a significant difference to reduces mean time entities in the system. Keywords: quieng system, model, computer simulation, crossing tarnsportation.